Tampilkan postingan dengan label El Tari Memorial Cup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label El Tari Memorial Cup. Tampilkan semua postingan

Duel Para Mantan


Bintang Timur juara ETMC 2024-2025

Kompetisi sepak bola Liga 4 Nusa Tenggara Timur - El Tari Memorial Cup (ETMC) 2024/2024 tersisa dua pertandingan lagi. Hari ini dan besok. Amboi waktu berlalu lekas!

Salut buat panitia dan Asprov PSSI Provinsi NTT yang mengubah jadwal. Semula perebutan juara  dan tempat ketiga berlangsung pada hari yang sama, Minggu 23 Maret 2025.

Berkaca pada antusiasme penonton ketika laga semifinal, babak final antara Persebata Lembata vs Bintang Timur Atambua digeser ke hari Senin, 24 Maret 2025 mulai pukul 19.00 Wita.

 Hari ini Minggu 23 Maret 2025 mulai pukul 19.00 Wita akan tersaji laga perebutan tempat ketiga.

Ini merupakan duel para mantan. Perseftim Flores Timur versus Perse Ende. Pemenang dari pertandingan tersebut berhak meraih satu tempat di seri nasional mewakili NTT. 

Dua tiket merupakan milik finalis yaitu Persebata dan Bintang Timur Atambua (BeTA). ETMC 2024/2025 pun mencetak sejarah yaitu lahirnya tim jawara baru. 

Finalis sama-sama belum pernah juara. Pencapaian terbaik mereka adalah runner-up. Persebata runner-up 2022 ketika menjadi tuan rumah, BeTA menggapainya tahun 2023 di Rote Ndao.

Perse dan Perseftim patut dilukiskan sebagai mantan terindah. Tim bermental juara. 

Reputasi mereka di ajang kompetisi El Tari Memorial Cup lumayan gacor. Joss!

Menurut data Wikipedia, Perseftim lima kali juara (1968, 1969, 1974, 1978, 2009). Perse Ende tiga kali kampiun yaitu tahun 1999, 2017 dan 2022. 

PSN Ngada seng ada lawan. Paling jago mereka dengan koleksi gelar juara terbanyak. Delapan kali (1970, 1982, 1986, 1997, 2001, 2003, 2007, 2023).

PSK Kupang (ketika kota Kupang belum lahir sebagai daerah otonom) enam kali juara yaitu tahun 1972, 1979, 1988, 1991, 1993, dan 1995.

Prestasi Persami Maumere sama dengan tetangganya Ende, tiga kali juara EMTC pada tahun 1976, 1984, dan 2015.

Persekota Kupang dua kali juara yaitu pada tahun 2002 dan 2010. Sedangkan tujuh daerah lainnya sama mengoleksi satu kali jawara. 

PS Malaka (2019), Persamba Manggarai Barat (2013), Persada Sumba Barat Daya (2011), Persap Alor Pantar (2006), Persim Manggarai (2005), Persewa Waingapu (2004) dan Perss Soe Timor Tengah Selatan tahun 2000).

Pada penyelenggaran ke-33 tahun ini sudah pasti lahir juara baru dan akan menjadi tim ke-14 yang pernah meraih trofi El Tari Memorial Cup. 

Persebata Lembata atau Bintang Timur Atambua? Kita tunggu hasil akhir pada laga final besok malam.

Kembali ke duel para mantan hari ini, siapa yang akan keluar sebagai pemenang?

Kinerja Perse dan Perseftim di ajang ETMC 2024/2025 mirip. Mereka bermain indah, taktis dan menjebol gawang lawan melalui skema serangan apik terencana.  

Lini tengah sama-sama solid. Punya penyerang yang dingin dan presisi bila mendapat ruang tembak di kotak penalti. 

Cuma kurang konsentrasi di masa kritis. Kekalahan Perse dan Perseftim di semifinal sama-sama terjadi di menit akhir. 

Perse nyaris menang 1-0 atas Persebata tapi  harapan mereka menguap sirna saat injury time 2x45 menit. 

Demikian pula Perseftim. Sebiji gol BeTA tercipta ketika pertandingan tinggal 10 menit akan usai. 

Kalau mereka sedikit lebih rapi dan fokus malam itu, laga bisa berlanjut ke extra time 2x15 menit bahkan adu penalti.

Artinya, siapa yang paling fokus dan konsisten selama pertandingan malam ini berpeluang besar jadi pemenang.

Beta yakin sekali le, Perse dan Perseftim akan bertanding sambil mengusung spirit "jaga waka". Apa gerangan?

 Jaga waka, dalam bahasa daerah Ende Lio (Flores)  kurang lebih bermakna menjaga wibawa atau kehormatan, baik peorangan, masyarakat atau teritorinya.

Demi kehormatan itu, mereka akan menghibur penonton lewat aksi sportif  dan elok  meski tak enteng mengutak-atik bola di lapangan "gundul" Stadion Oepoi Kupang. 

Dalam terang jaga waka pula, niscaya Perse vs Perseftim bakal bermain indah menawan hati.

Seindah desahan suara seksi Raisa mendendangkan tembang Mantan Terindah. 

Bukankah Perse dan Perseftim merupakan mantan terindah bagi para pemujanya?  Mungkin termasuk tuan dan puan. Hahaaa... 

Selamat menonton. Salam bola!

Dulang Ikan pun Ikut Bernyanyi


Bintang Timur Atambua juara ETMC 2024-2025

Catatan Sepak Bola Dion DB Putra

Lembata tak hanya manis, semanis musik dan syair lagu Sedon Lewa Papan karya Nelys Manuk yang viral mendunia. 

Lembata tak cuma cantik, secantik nona Lembata rambut merah-merah. Lembata tak sekadar tenar, setenar semburan mamalia Pausnya yang melegenda global.

Anak-anak Lembata juga hebat mengolah si kulit bundar. Begitu piawainya mereka sampai dulang ikan pun ikut bernyanyi riang.

Ya, ekspresi mama-mama di pasar TPI Lewoleba bikin beta merinding serentak terharu bangga.

Begitu Cesar Making cetak gol telat kemenangan ke gawang Perse Ende 2-1 pada babak kedua extra time, TPI Lewoleba meledak dalam sukacita. 

Dalam video yang beredar luas, termasuk diunggah Oa Fince Bataona di akun Facebooknya,  terlihat ema-ema (emak-emak) penjual ikan bersorak girang. 

Dejavu seolah menghampiri. Macam terdengar seruan magis khas Lamalera, baleoooo ... baleoooo...baleooo..!

Seorang emak cantik pukul dulang ikan sekencang-kencangnya. Pantat ember juga jadi sasaran. Ada pula yang lari berjingkrak-jingkrak. 

Ekspresi spontan. Natur. Apa adanya. Membuktikan sekali lagi betapa sepak bola itu mempesona. Bola selalu melahirkan perayaan kemanusiaan.

***

Perayaan lebih heboh menggetarkan hati terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Stadion Oepoi Kota Kupang. 

Penonton tumpah ruah pada hari Jumat, 21 Maret 2025 ketika berlangsung babak semifinal El Tari Memorial Cup 2025 antara Perse vs Persebata, Perseftim Flores Timur vs Bintang Timur Atambua.

Makin malam semakin membludak. Kapasitas tempat duduk di Stadion Oepoi Kota Kupang itu maksimum 10.000 orang.  

Panitia sempat kerepotan karena penonton terus datang mengalir terutama menjelang laga semifinal kedua antara Perseftim vs Bintang Timur Atambua. 

Pertandingan tertunda lebih dari satu jam dari jadwal pukul 18.30 Wita gara-gara membanjirnya penonton.

Mau tolak mereka tak mungkin, terima pun ada dilema karena seluruh tribune Stadion Oepoi telah sesak berdesak.

Opsi tersisa adalah menempatkan penonton di sisi lapangan setelah pagar pembatas stadion. 

Meski tidak sesuai standar PSSI-FIFA, demi keamanan dan kenyamanan pemain dan ofisial pertandingan, mau bilang apa?

Ribuan penonton pun berdiri berjejer di pinggir lapangan. Padat amat. "Seperti pertandingan tarkam," kata teman karib saya, Bli Komang Agus Ruspawan lewat pesan WA-nya dari Denpasar.

Saya kira banyak yang degdegan. Waswas, mengingat sempat terjadi kericuhan pada babak penyisihan El Tari Memorial Cup 2025 pekan lalu.

Bagaimana kalau tiba-tiba penonton menyerbu masuk lapangan karena merasa tidak puas? Tentu berbahaya bagi pemain, wasit dan perangkat pertandingan.

Syukur alhamdulilah. Puji Tuhan. Kekhawatiran itu pupus karena semua berjalan baik-baik saja.

Pertandingan antara Perseftim vs Bintang Timur Atambua selama 90 menit berlangsung ketat, keras tapi indah, menawan hati. Serangan silih berganti. Pemain sportif. 

Bintangnya malam itu milik Bintang Timur dari timurnya Timor. Macan tapal batas menang tipis 1-0 atas "laskar kepala batu" yang tidak benar-benar kepala batu. 

Pemainnya hangat. Penontonnya sopan, respek dan tetap ceria berdendang. Perseftim kalah secara terhormat. 

Setelah puasa mencapai babak semifinal ETMC lebih dari 12 tahun, Perseftim 2025 sangat menghibur. Lebih dari itu tim ini punya masa depan cerah. 

Mereka juga masih berpeluang lolos ke seri nasional, asalkan bisa mengatasi Perse Ende dalam perebutan juara ketiga ETMC, Minggu 23 Maret 2025.

Penonton pertandingan "tarkam" Jumat malam berlaku tertib tentunya berkat kehadiran aparat keamanan yang bekerja profesional. 

Hormat dan salut pada anggota Polri - terkhusus brimob yang gagah, tenang dan berwibawa di Stadion Oepoi malam itu. 

Senjata laras panjang mereka bukan untuk menakutkan. Senjata itu demi kenyaman dan keamaan semua.

Semoga suasana tertib dan nyaman  berlangsung pada hari puncak, babak final Liga 4 NTT El Tari Memorial Cup, Minggu petang hingga malam, 23 Maret 2025.

Dalam spirit persaudaraan Flobamora, saya yakin perayaaan yang indah berkesan pada Jumat malam akan terulang. 

Danke banyak untuk kerja keras dan kerja cerdas panitia di bawah pimpinan Ibu Reny Marlina Un. 

Terima kasih Ketua Asprov PSSI NTT, Om Chris Mboeik, adik-adikku pengurus teras PSSI,  Abdul Muis, Pieter Fomeni, Lukman Hakim dkk. 

Terima kasih juga buat saudaraku Karel Muskanan dan seluruh kru Bidora Channel yang menghadirkan kejuaraan ini begitu dekat dengan Anda semua pemuja bola di seantero Flobamora dan diaspora NTT seluruh dunia.

Keterlaluan bila dikau tidak berterima kasih kepada pengelola kanal YouTube Bidora. Tanpa mereka ETMC 2025 takkan seheboh dan sedekat dirimu sekarang.

Sebelum mengakhiri catatan omong kosong soal bola ini, beta mau berkata jujur soal satu hal. 

Jujur le, beta amat terusik kalimat dari netizen ini, entah dengan tuan dan puan. 

"Saya nggak ngerti yang main bola bule lawan bule, tapi yang kalah Indonesia. Hahaaa..." 

Aue...kaka Patrick Kluivert, apa kabarmu hari ini? 

Mari berkomtemplasi sejenak. Bae sonde bae, Marselino Ferdinan, anak kita bukan. Flobamora lebe bae kan? 

Selamat berakhir pekan.  Salam bola! (*)

Sumber: Pos Kupang

Lupakan Kluivert!

 

Persebata Lembata
Lupakan sejenak Patrick Kluivert dan Timnas Indonesia. Menguasai bola 61 persen atas Australia tapi kebobolan 5 gol itu seperti disayat sembilu, bukan? 

Buang jauh dulu kecewamu terhadap si arsitek asal Belanda, bos PSSI Erick Thohir atau siapa pun yang terkait Skuat Garuda 2025. 

Mari kita layangkan pandangan ke Stadion Oepoi Kota Kupang. Jumat sore ini hingga malam, 21 Maret 2025, empat tim bertarung untuk meraih tiket final.

Perse Ende vs Persebata Lembata, dan Bintang Timur Atambua versus Perseftim Flores Timur. Julukannya asoi. Manis manja. Sembur Paus (Lembata), Rore (Ende), Laskar Lewotana (Perseftim), dan BeTA (Bintang Timur Atambua).

Empat tim tersebut merupakan yang terbaik dari 31 peserta Liga 4 Nusa Tenggara Timur - El Tari Memorial Cup 2024/2025.

Laga pertama antara Perse vs Persebata mulai pukul 16.00 Wita berselimut revans. Kedua tim sebelumnya berjumpa di final Eltari Memorial Cup 2022 di Lembata. Tuan rumah kalah.

Bertanding di Stadion Gelora 99 Lewoleba lembata, Kamis (29/9/2022), Persebata kalah tipis 5-4 lewat adu penalti setelah bermain 2-2 di waktu normal. 

Pasukan Rore- julukan Perse bawa pulang trofi ke Ende. Tapi Ende gagal mempertahankan gelar setahun kemudian di Pulau Rote. 

Perse terhenti di babak 16 besar. PSN Ngada keluar sebagai jawara setelah menang atas Bintang Timur Atambua di final.

Nah tahun ini kesempatan Persebata Lembata untuk revans sekaligus meraih tiket final. Perjalanan laskar Sembur Paus lumayan apik sejauh ini.

Mereka ke semifinal setelah mematuk Persami Maumere 3-1. Hasil yang  cukup mengejutkan mengingat Persami tampil elok sejak penyisihan sampai babak 16 besar.

Di fase grup Persebata menggilas Platina FC asal Kota Kupang 4-0, bermain imbang 1-1 melawan Bajak Laut dan mengalahkan Persab Belu 2-0. Di babak 16 besar, Lembata menang 1-0 atas PS Malaka.

Mereka punya modal kuat meladeni Perse Ende yang sempat tumbang 1-3 melawan Bintang Timur Atambua pada laga perdana penyisihan grup 4 Maret 2025.

Lini serang Persebata tajam. Pilar pertahanan cukup solid. Persebata banyak pemain muda dengan energi besar untuk bertarung spartan selama 120 menit. 

Kudengar di sana ada siswa SKO alias Sekolah Keberbakatan Olahraga. Mereka punya dasar bermain bola yang bagus.

Hati-hatilah Perse Ende. Keutamaan Perse punya mental juara dan waktu istirahat untuk pemulihan fisik dan psikis lebih lama dibandingkan Lembata.

Perjalanan Perse pun lumayan baik. Setelah keok 1-3 dari Bintang Timur Atambua di laga perdana Grup D, mereka bangkit. Menang  3-2 atas BMU Alor, dan unggul 2-1 atas Sergio Malaka.

Di babak 16 besar, Perse Ende mengalahkan juara bertahan  PSN Ngada dan di babak perempat final menyingkirkan Persamba  Manggarai Barat 2-1. Meski sempat tertinggal dan gagal  penalti, Ende akhirnya lolos berkat gol Alfian dan Vergil Gale.

Lini depan Perse Ende cukup produktif. Sebaliknya pilar pertahanan kerap kedodoran terutama di babak kedua. 

Duel Persebata vs Perse merupakan ujian taktik dan mengelola irama permainan. Rotasi pemain tak kalah penting mengingat ada yang kena akumulasi kartu maupun cedera atau kurang fit untuk bermain.

Boleh jadi pertandingan tidak berakhir 2x45 menit. Bisa berlanjut extra time bahkan adu penalti.

Semifinal kedua antara Perseftim Flores Timur vs Bintang Timur Atambua  mulai pukul 18.30 Wita tak kalah asyik. 

Sudah lebih dari 10 tahun tim dari ujung timur Pulau Flores itu menantikan kesempatan bermain di semifinal ETMC. 

Perseftim  lolos ke semifinal setelah menang 3-0 atas klub asal Manggarai Barat, Bajak Laut  di Stadion Oepoi, Kupang, Rabu (19/3/2025) malam. 

Ketiga gol Perseftim tercipta pada babak kedua masa perpanjangan waktu 2x15 menit.

Perseftim Flores Timur melaju ke semifinal untuk bersua Bintang Timur Atambua alias BeTa. Sehari sebelumnya BeTA lolos ke empat besar setelah menang dramatis 3-2 atas Tiara Nusa FC dari Manggarai Timur.

Di atas kertas, pemuja sepak bola NTT lebih mengunggulkan Bintang Timur Atambua. Bisa dimengerti mengingat kinerja mereka relatif stabil dalam dua tahun terakhir. Tim bimbingan Serena Francis ini finalis 2023 di Rote.

Pencapaian BeTa sejak babak penyisihan ETMC 2025 pun sangat meyakinkan. Skuat dari tapal batas RI-Timor Leste itu bermaterikan pemain usia muda. 

Mereka terlatih sangat baik, disiplin dan solid di semua lini. Pantang menyerah dalam posisi tertinggal seperti Ketika melawan Perse dan Tiara Nusa.

Ihwal daya juang di lapangan, para pemain Perseftim juga menyala, kaka! 

Apalagi suporter Flores Timur sepertinya  bakal menguasai tribune Stadion Oepoi Kupang malam ini. Fans Bintang Timur pun tak mau kalah. Duel BeTA vs Perseftim akan menjadi tontotan menawan.

Petugas keamanan kiranya perlu berkerja ekstra agar dua laga semifinal hari ini berjalan lancar dan nyaman bagi semua.

Semoga cuaca bersahabat agar bola bergulir indah di lapangan. Tidak elok kalau hujan tercurah secara berlebihan. Oepoi akan jadi kolam lele.

Pawang hujan ko naik gunung sudah eee 

Selamat bertanding Perse, Persebata, BeTA dan Perseftim. Junjung bae-bae sportivitas. 

Salam bola!

Macam Liga Eropa


Persebata Lembata

Sobat kental sepantaran awak jengkel bukan kepalang. Dia penggemar berat sepak bola. Tim lokal kesayangannya adalah Persib Bandung dan Perfeftim Flores Timur.  

Kalau tim mancanegara, dia sejak lama jatuh cinta pada klub Barcelona FC (Spanyol) dan Timnas Argentina.

Niatnya menonton laga 16 besar El Tari Memorial Cup (ETMC)  antara Perseftim  versus klub Citra Bhakti Ngada luruh oleh usia kategori pra lansia.

Umur yang secara natur tak cukup kuat lagi mete alias begadang hingga malam larut. 

"Saya tidak kuat lagi mete le, teman. Mengapa panitia atur jadwal main sampai tengah malam begini. Macam nonton liga Eropa saja," katanya tertawa. 

Hahahaaa.. saya juga ngakak di ujung telepon genggam. "Sudahlah, teman. Kita mesti tahu diri. Besok pagi bisa nonton ulang di kanal YouTube Bidora. Saya juga mau tidur sekarang," kataku kepadanya. Klik. Telepon mati.

Jarum jam menunjukkan pukul 23.55 Wita hari Senin, 17 Maret 2025. Sesaat lagi hari telah berganti.

Saya memang melewatkan laga Perseftim vs Citra Bhakti Ngada yang berakhir 4-1 lewat adu penalti. 

Duet ketat selama dua jam hasilnya cuma kaca mata (0-0). Saat adu penalti, pemain-pemain Perseftim lebih jago sebagai algojo. Citra Bhakti terhenti. 

Musim kompetisi kali ini nasib baik rupanya menyelimuti anak-anak Ngada.

Laga babak 16 besar antara  Perseftim vs Citra Bhakti Ngada tercatat sebagai yang paling larut bergulir selama kompetisi Liga 4 Nusa Tenggara Timur - El Tari Memorial Cup 2025. 

Bisa dimaklumi mengingat pertandingan sebelumnya antara tuan rumah Persekota Kupang vs Bajak Laut (Manggarai Barat) juga berakhir via adu penalti.  

Bajak Laut lolos ke perempat final setelah menang tipis 8-7 (1-1). Pada hari kedua babak knock out ETMC 2025, terjadwal empat pertandingan mulai pukul 14.00 Wita. 

Namun, pertandingan tertunda kurang lebih dua jam lantaran panitia harus mengeringkan lapangan Stadion Oepoi dari genangan air hujan. 

Air langit deras tercurah mengguyur Kota Kupang dan sekitarnya pada Senin pagi hingga siang kemarin.

Maka pemain Perseftim vs Citra Bhakti yang berada di urutan keempat, mesti  mengutak-atik si kulit bundar larut malam sampai Selasa dini hari 18 Maret 2025.  

Tentu tidak lazim bagi kita di bumi Flobamora yang belum terbiasa bermain sepak bola pada malam hari. 

Di NTT, stadion yang representatif untuk bermain malam hari baru dua yaitu Stadion Marilonga di Kota Ende dan Stadion Oepoi Kota Kupang. Stadion Marilonga di kampung beta merupakan pionir.

Idealnya laga babak 16 besar ETMC 2025 tidak dipadatkan wajib tuntas dalam dua hari saja. 

Sangat elok menawan hati bila berlangsung empat hari sehingga saban hari hanya dua pertandingan.

Namun, panitia ETMC 2025 sudah mematok babak final kompetisi yang bergulir sejak Senin 3 Maret 2025 adalah hari Minggu, 23 Maret 2025. 

Itulah sebabnya padatnya jadwal merupakan konsekwensi logis. Patut diterima. Semua tim peserta kiranya sudah sepakat saat pertemuan teknis.

Kalau perpanjang waktu kompetisi lagi  bakal menyedot energi tidak sedikit terutama biaya akomodasi dan lain-lain. 

Di tengah isu efisiensi anggaran dan pemangkasan dana di sana-sini, pilihan ini rasional. 

Semoga kompetisi ETMC berikut lebih longgar jadwalnya agar aksi pemain sungguh berkualitas karena mereka tampil dalam kondisi fisik dan psikis lebih bugar.

Hanya jeda istirahat sehari untuk kompetisi Liga 4 sekelas ETMC sangat tidak ideal. Pemulihan butuh waktu sekurang-kurangnya 48 jam.

Kita seolah tega "menghukum pemain" dan pelatih untuk memforsir tenaga dan pikiran sehabis-habisnya demi meraih kemenangan.

  Coba tuan dan puan tanya delapan tim yang sekarang berada di babak perempat final, apa masalah mereka?  Saya kok agak yakin satu di antaranya adalah faktor kelelahan!

Mereka letih dan lesu. Psikis maupun fisik, terkhusus tim yang  menjalani laga lebih dari dua jam seperti Perse Ende, Perseftim Flores Timur dan Bajak Laut Manggarai Barat.

Sedikit lebih bugar kiranya memihak skuat Bintang Timur Atambua, Persamba, Persebata Lembata dan Persami Maumere yang main "gagah ngeri" ketika mematuk lawan-lawannya.

Setelah beristirahat hanya sehari, Perse Ende hari ini Selasa 18 Maret 2025 mulai pukul 15.00 Wita akan melawan Persamba Manggarai Barat.  Kedua tim asal Pulau Flores itu berjuang meraih satu tempat di semifinal ETMC 2025.

Laga kedua mempertemukan runner-up ETMC 2023, klub Bintang Timur Atambua (BTA) melawan Tiara Nusa dari Manggarai Timur.

Perse dan Bintang Timur mungkin saja lebih ente unggulkan menang mengingat rekam jejak mereka sebelumnya. Tapi bola itu bundar. Segala sesuatu mungkin terjadi selama 2x45 menit. Bahkan 120 menit sampai adu penalty.

Besok, Rabu 19 Maret 2025 empat tim lain akan berjuang meraih tiket empat besar yaitu Persami, Persebata, Bajak Laut dan Perseftim.

Siapa yang paling lekas pulih, lebih siap fisik dan mental akan keluar sebagai pemenang sampai hari puncak 23 Maret 2025.

Oh ya, tim dari  utara dominan di ETMC 2025. Utara yang saya maksudkan ialah tim asal Pulau Flores dan Lembata. 

Dari delapan tim yang bertahan sejauh ini, tujuh kesebelasan berasal dari Flores dan Lembata.

Bintang Timur Atambua menjadi satu-satunya yang "jaga waka" (baca: jaga nama) anak-anak selatan Flobamora: Timor, Sumba, Rote dan Sabu.

Pesan kecil buat tim-tim asal Flores Lembata, jangan tepuk dada dulu, kawan. Biar sendirian, siapa tahu malah Bintang Timur Atambua yang akan jadi jawara. Mereka tuan tanah na. 

Akhir kata, selamat bertanding tim delapan besar ETMC 2025. Kalian semua merupakan yang terbaik. 

Jaga fair play. Junjung tinggi spirit persaudaraan Flobamora. 

Ubur-ubur ikan lele

Nona entete lincah-lincah le

Nyong ganteng pemain bola NTT

Jangan bakalai e...

Salam bola!

Ngada di mana-mana

 


Usai sudah perjalanan kesebelasan Persatuan Sepak Bola Ngada (PSN) di ajang kompetisi Liga 4 Nusa Tenggara Timur, El Tari Memorial Cup 2025.

Langkah sang juara bertahan terhenti di babak 16 besar. PSN kalah dengan kepala tegak dalam drama adu penalti setelah laga melelahkan selama 2 jam lebih. Mereka bahkan sempat mandi hujan pula. 

Ketika  adu penalti bergulir menjelang malam larut (hampir pukul 11 malam), PSN Ngada menyerah 1-2 (0-0) melawan "musuh sekaligus sahabat karibnya" Perse Ende. 

Hanya satu dari lima algojo PSN yang sukses menjebol gawang Ende. Selebihnya diblok kiper Perse dan melambung jauh di atas mistar gawang. 

Sulit menampik betapa kelelahan membuat anak-anak dari kota dingin Bajawa dan sekitarnya kehilangan konsentrasi dan daya sengat.

Para pemain  Perse Ende lebih beruntung. Dewi Fortuna memeluk mereka kali ini. Semoga sukses terus sampai puncak ETMC 2025.

PSN dan Perse menciptakan malam nan indah di Stadion Oepoi Kupang, Minggu 16 Maret 2025. 

Final dini, kata banyak pemuja sepak bola Flobamora. Apa mau dikata. Bola bergulir mempertemukan mereka di 16 besar.

Duel malam itu  panas luar dalam. Membara di dalam lapangan maupun di tribune penonton Stadion Oepoi Kupang. Pertarungan hidup mati.

Tapi begitulah watak dasar anak Ende dan Ngada, dua kabupaten bertetangga rapat di Pulau Flores. Panas kompetisi bola yes, bersaudara pasti!

Meskipun pertandingan berjalan alot, ketat dan tensi tinggi, hati para pemain, pelatih, ofisial dan penonton tetap dingin. Cool abis.

Suporter PSN dan Perse bernyanyi-nyanyi, berjingkrak ria, memberi dukungan sepenuh-penuhnya untuk tim kesayangan masing-masing.

Pemain di lapangan tak kalah ganas. Serangan silih berganti, adu fisik, uji otak, strategi, teknik dan taktik. Hasil tetap 0-0 hingga waktu normal 90 menit serta extra time 2x15 menit.

Perse menang pada akhirnya namun mereka tak jemawa.  Pemain Perse memeluk, menghibur pemain PSN Ngada, pelatih serta ofisial. Tak ada keributan, protes apalagi hujatan.

Sepanjang sejarah El Tari Memorial Cup, PSN dan Perse sudah berjumpa banyak kali. Duel klasik super asyik. Bertempur sesudah itu berangkulan hangat.

Para penonton dari kedua kubu pun berjalan keluar dari stadion dengan tertib. Mereka saling menyapa dan bercanda tawa.

Semoga kehangatan semacam ini terus menular dan menginspirasi semua tim hingga kompetisi sepak bola El Tari Memorial Cup 2025 berakhir.

Malu kita kalau sepak bola NTT selalu diwarnai perang mulut dan adu jotos. Sedih nian bila pemain bola berubah peran jadi karateka atau petinju.

***

Kisah PSN di ETMC 2025 sudah tutup buku. Tapi jangan lupa kawan, anak Ngada masih ada di mana-mana.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa para pemain sepak bola asal Kabupaten Ngada menjadi incaran tim atau klub dari daerah lain di NTT.

Secara umum bakat dan skill mereka mengolah si kulit bundar di atas rata-rata. Daya juang tinggi dan berkarakter baik.

Silakan tuan dan puan periksa tim-tim peserta El Tari Memorial Cup 2025, terutama dari Flores dan Lembata. 

Hampir pasti ada satu dua pemain asal Ngada yang bergabung di sana. Mereka masuk skuat bukan sekadar penggembira. Lazimnya starting eleven list.

Saya ingat tahun 1999 saat meliput El Tari Memorial Cup di Kota Ende. Tuan rumah Ende akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan PSN Ngada 3-2 di final.

Laga final di Stadion Marilonga, Selasa sore 7 Desember 1999 berlangsung sengit. 

Meremas jantung para suporter kedua tim sejak Wasit Umar Wongso melakukan kick-off hingga duel 2x45 berakhir. 

PSN kala itu merupakan juara bertahan. Sayang mereka gagal pertahankan gelar di bumi danau Tri Warna Ende. Yang mau saya ceritakan adalah, pemain kunci Perse saat itu adalah anak Ngada.

Yosef Bebo namanya. Pria gagah  yang berperan sebagai jenderal lapangan tengah Perse.

Yosef Bebo tangguh dan taktis. Umpan-umpanya terukur untuk trisula lini depan Perse, Lody Mitan, Vevi Kumanireng dan Alit Santika. 

Yosef Bebo juga piawai mengatur kedalaman sehingga blok tengah PSN Ngada yang dipimpin Johni Dopo sulit bergerak bebas.

Dengan mematikan Johni Dopo, Perse mengambil peluang terus menekan dan hasilnya diperoleh pada menit ke-9 tatkala Yosef Bebo sendiri menjebol gawang Imu Kadu hasil tembakan bola dari jarak sekitar 25 meter.

Gol pertama anak Ngada ini membuat mental bertanding PSN down hingga menyerah dengan skor tipis 2-3. Ende juara. Yosef Bebo dielu-elukan.

 Tahun 2025 masih tim yang diperkuat sejumlah putra Ngada yang bertahan di kompetisi dan  berpeluang jawara.

Sampai hari ini Senin 17 Maret 2025, tercatat empat tim yang melaju ke babak perempat final ETMC 2025. 

Mereka adalah Persamba Manggarai Barat,  Perse Ende,  Tiara Nusa (Manggarai Timur) dan Bintang Timur Atambua.

Mengapa kal ini beta sentil banyak mengenai PSN dan Perse? Harap maklum, kedua tim itu selalu di hati. 

Alasannya? Aih, mohon maaf kawan. Ini rahasia keluarga. Hahahhaa...

Bagaimana saya bisa pindah ke lain hati mengingat cantiknya Inerie? Apalagi gurihnya kopi kelas dunia - kopi Bajawa? 

Wala ame ka'e, susah amat le melupakannya.

Buat tim yang berlaga hari ini, Persebata vs PS Malaka, Persami vs Biru Muda Perkasa, Persekota vs Bajak Laut, dan Perseftim vs Citra Bhakti Ngada, ayo bertanding seperkasa mungkin. Fair Play!

Bagi penonton mari ramah-ramah, jangan marah-marah! 

Nonton bola untuk Bahagia, bukan bikin naik darah. Di NTT cukup ikan saja yang naik di pantai.

Semoga hujan segera berlalu biar Stadion Oepoi sore nanti asyik untuk bermain dan menonton. 

Salam bola!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes