Demi prestasi, bukan gengsi

TANGGAL 9 sampai dengan 15 September mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Daerah (Porda) NTT tahun 2006. Inilah pesta olahraga multieven terbesar di NTT yang melibatkan 16 kabupaten/kota.
Tercatat 12 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan dilombakan dalam Porda NTT 2006 yaitu cabang atletik, tinju, kempo, pencaksilat, sepaktakraw, bulutangkis, bolavoli, tenis lapangan, tenis meja, catur, taekwondo dan karate.
Para atlet dan ofisial yang terlibat dalam pesta olahraga akbar Nusa Tenggara Timur ini kurang lebih 2.500 orang. Semua atlet akan memperebutkan 1.362 medali dari 12 cabang olahraga yang dipertandingkan dan dilombakan. Ada juga suara yang menyebut Porda terasa kurang lengkap karena cabang sepakbola tidak dipertandingkan.
Namun, hal itu tidak akan mengurangi makna penyelenggaraan Porda NTT. Toh cabang sepakbola punya tempat sendiri apalagi dalam waktu hampir bersamaan berlangsung kejuaraan tahunan El Tari Memorial Cup 2006 di Kota Kalabahi, Kabupaten Alor.Kita menyongsong Porda dengan perasaan gembira. Setelah vakum dalam waktu yang cukup lama, KONI Propinsi NTT menyelenggarakan kembali pesta olahraga yang sangat besar manfaatnya demi prestasi olahraga daerah ini.
Gairah Porda NTT sebenarnya sudah berlangsung sejak medio tahun lalu ketika berlangsung Pekan Olahraga Daratan. Ada tiga even besar yang terjadi ketika itu yakni Pekan Olahraga Daratan Flores dan Lembata (Pordafta) di Ruteng, Pekan Olahraga Daratan Sumba, Alor dan Rote Ndao (Pordasar) di Waikabubak serta Pekan Olahraga Daratan Timor (Pordat) di Kupang. Porda NTT merupakan kompetisi level tertinggi di Propinsi NTT setelah para atlet dari 16 kabupaten/kota berlaga dalam pekan olahraga di kawasannya masing-masing.
Para petinggi KONI Propinsi NTT sudah seringkali menandaskan bahwa pekan olahraga kawasan itu dihidupkan lagi untuk mendapatkan bibit atlet berbakat dari seluruh daerah di NTT. Sungguh disadari selama ini tak sedikit atlet potensial dan berbakat dari daerah tidak dapat dibina lebih lanjut menuju puncak prestasi tertinggi karena kompetisi tidak merata.
Dengan Pekan Olahraga Daratan, KONI Kabupaten/Kota terdorong untuk lebih serius melakukan koordinasi demi pembinaan atlet semua cabang olahraga di daerahnya. Hasilnya sudah ada. Para juara Pordafta, Pordasar dan Pordat tahun 2005 merupakan aset NTT menuju kejuaraan yang lebih tinggi levelnya. Salah satu yang utama adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2008 di Kalimantan Timur. Namun, pretasi mereka itu belumlah cukup.
Melalui ajang Porda NTT bulan September ini, mereka harus kembali diasah kemampuannya berkompetisi dalam skala yang lebih luas. Kompetisi tingkat propinsi. Sampai saatnya nanti para juara Porda NTT akan diuji lagi kemampuannya melalui berbagai even yang lebih tinggi.
Ujian berat yang sudah berada di depan mata dalam waktu yang tidak lama lagi yaitu arena Pra PON 2008. Hanya yang terbaik dalam Pra PON yang boleh meraih tiket PON 2008 di Kalimantan Timur.Demikianlah kurang lebih harapan dari Porda NTT 2006.
Harapan yang harus menjadi pegangan semua kontingen peserta. Jangan sampai kita mengutamakan gengsi daerah ketimbang meraih prestasi setinggi- tingginya. **Salam Pos Kupang, 1 September 2006. (dion db putra)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes