Pasang-surut hubungan Indonesia-Timor Leste

TIDAK kurang usaha pemerintah dan masyarakat Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) membangun tali persahabatan yang harmonis. Kedua pihak tiada henti berikhtiar melupakan kisah pahit masa lalu.
Sama-sama membangun komitmen untuk menata masa depan yang lebih baik sebagai dua negara tetangga yang tidak mungkin tidak akan saling membutuhkan.Sudah berulangkali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Xanana Gusmao bertemu, baik di Jakarta, Bali maupun di Dili.
Demi terjalin hubungan persahabatan yang langgeng dan tidak saling melukai, kedua negara membentuk Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP). Hubungan antara unsur pemerintah serta masyarakat kedua negara pun tak pernah sepi.
Mereka tetap berkomunikasi dan membangun kerja sama meskipun ada saja kendala psikologis berkaitan dengan hasil jajak pendapat tahun 1999 yang memisahkan Timor Leste sebagai bagian dari wilayah NKRI.Betapapun hubungan itu pasang-surut, onak dan duri, tetapi spiritnya tetap satu bahwa RI-RDTL tidak mungkin hidup ekslusif. Mereka bertetangga. Dan, tetangga tak mungkin tidak bertegur sapa.Bulan Desember 2005, misalnya, ada beberapa peristiwa sebagai contoh komitmen RI-RDTL membangun kerja sama yang harmonis itu.
Presiden Xanana Gusmano melawat ke Jakarta bertemu dan berdiskusi dengan Presiden SBY. Presiden Xanana kemudian melanjutkan lawatannya ke Kupang, ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), daerah Indonesia yang berbatasan langsung dengan RDTL. Presiden Xanana bertemu dengan eks-warga Timor Timur di sini dan kembali menyerukan pentingnya rekonsiliasi serta melanjutkan repatriasi.
Kedatangan Presiden Xanana dalam suasana hari raya Natal dan Tahun Baru itu sungguh sebuah langkah yang simpatik. Kesungguhan dan ketulusan sikap pemerintah RDTL untuk bekerja sama dengan pemerintah RI dinyatakan pula lewat kehadiran Konsulat Jenderal (Konjen) RDTL di Kupang yang diresmikan langsung Presiden Xanana.Menjelang Natal 25 Desember 2005 juga terselenggara kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Perbatasan RI- RDTL di Dili, ibu kota Timor Leste.
Indonesia diwakili para atlet pelajar dari NTT. Even olahraga tersebut berlangsung sukses, sama seperti penyelenggaraan pertama kali di Alor tahun 2004. Melalui kegiatan olahraga tersebut, para pelajar kedua negara saling berkenalan dan membangun persahabatan. Sekali lagi tidak pernah kurang usaha mempererat hubungan RI-RDTL.
Usaha tersebut sudah terwujud melalui berbagai langkah konkret dan hasilnya menggembirakan. Dalam suasana seperti itulah kita menyesalkan insiden terkini di tapal batas RI-RDTL tanggal 6 Januari 2006 ketika anggota Polisi Nasional Timor Leste (PNTL) menembak mati tiga warga sipil asal Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu-NTT.
Apapun kesalahan warga sipil itu yang sampai kini masih dalam penyelidikan aparat berwenang kedua negara, tindakan menghilangkan nyawa mereka sungguh sulit diterima atau sekadar dimaklumi begitu saja.Tentu saja nyawa tidak harus dibayar dengan nyawa. Kita hargai sikap pimpinan TNI yang tidak mau terjebak untuk menyerang balik karena tidak akan menyelesaikan masalah.
Kita juga berpendapat tidak cukup bagi pemerintah RI sekadar memrotes lewat nota diplomatik.Penyelidikan yang obyektif dan transparan merupakan langkah yang perlu ditempuh kedua negara agar jelas duduk perkara masalah ini. Motif penembakan itu harus dicari tahu.
Terlalu sederhana bila sekadar karena tiga warga sipil itu masuk ke wilayah RDTL, mencari ikan dan mengambil jagung milik warga setempat. Selalu ada kemungkinan motif lain yang belum terungkap secara terbuka. Penjelasan yang transparan kepada publik merupakan keharusan mengingat masih ada masalah serupa yaitu penembakan terhadap anggota TNI bulan April 2005 yang belum jelas benar duduk soalnya sampai sekarang. Masalah ini tidak boleh menjadi semacam api dalam sekam.
Langkah pemerintah RI dan RDTL sedang diuji dalam mengungkap kasus penembakan tersebut. Mengungkap secara jujur-obyektif serta menyelelesaikannya secara adil. Salam Pos Kupang, 9 Januari 2006. (dion db putra)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes