Lahan Kritis di NTT 661.000 Hektare

Kupang, POS KUPANG.Com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, luas lahan kritis dalam hutan di propinsi kepulauan ini mencapai 661.000 hektare dari 1.808.990 hektare total luas kawasan hutan.

"Kondisi ini telah mengkategorikan NTT sebagai salah satu propinsi di Indonesia yang terancam akan menjadi gurun jika tidak secepatnya diantisipasi dengan rehabilitasi hutan dan reboisasi," katanya di Kupang, Rabu (19/8/2009).

Langkah-langkah yang telah diambil pemerintah dalam mengatasi lahan kritis, kata Gubernur Lebu Raya, melakukan rehabilitasi hutan pada areal seluas 25.760 hektare melalui program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) 2008.

"Program Gerhan ini melalui dana APBN, sedang melalui dana APBD NTT, kita juga melakukan rehabilitasi lahan seluas 135 hektare melalui kegiatan pengembangan hutan tanaman unggulan lokal. Untuk tahun ini hanya 70 hektare," katanya.

Gubernur Lebu Raya mengemukakan, sebelumnya tahun 2005, tingkat degradasi hutan di provinsi kepulauan ini mencapai 15.000 hektare/tahun, dan sempat direhabilitasi sekitar 3.000 hektare.

"Dari 3.000 hektare lahan yang di rehabilitasi, hanya 30 persen yang berhasil. Sisanya gagal karena kebakaran, dimakan ternak, kekeringan, penebangan dan longsor," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan rehabilitasi hutan bakau (mangrove) sekitar 1.870 hektare guna mengatasi kerusakan hutan tersebut sekitar 18.422 hektare.Rehabilitasi hutan bakau dengan sumber dana dari APBN dan APBD NTT ini dilakukan sejak 2002.

Luas kawasan hutan di NTT yang mencapai 1.808.990 hektare itu, terdiri atas kawasan hutan lindung seluas 731.220 hektare (40,42 persen), kawasan hutan produksi 428.360 hektare (23,68 persen), kawasan hutan produksi terbatas 197.250 hektare (10,90 persen), serta kawasan hutan produksi konversi 101.830 hektare (5,63 persen).

"Saya berharap partisipasi berbagai komponen masyarakat untuk menyelamatkan hutan dengan cara menanam, mengolah dan merawat sampai hidup dengan menghindari kebiasaan membakar hutan, membuka lahan baru di sekitar hutan dan lainnya," katanya. (ANTARA)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes