Panen Ikan di Danau Alam

SEBUAH tradisi panen ikan di Danau Mangata Mati, Desa Praimadita, Kecamatan Karera, Sumba Timur dihidupkan kembali. Tapi, bukan panen ikan biasa. Panen ikan di danau ini berbeda dengan penen ikan pada umumnya.

Tidak semua orang seenaknya mengambil ikan di danau. Ada ketentuan yang disepakati bersama. Ikan di Danau Mangata Mati yang didominasi ikan Mujair hanya boleh ditangkap sekali setahun secara bersama-sama dengan waktu yang disepakati bersama.

Yang menarik, ikan di danau ini tidak hanya untuk masyarakat Praimadita, tetapi juga untuk warga desa lain yang ada di sekitarnya.

Waktu panen ikan di Danau Mangata Mati ini merupakan saat-saat yang dinantikan warga di lima desa yang ada di sekitar danau. Selain mendapat ikan, pesta panen ikan di danau tersebut menjadi ajang silaturahmi masyarakat lima desa yang ada di sekitarnya.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Ratusan warga dari lima desa yang ada di sekitar danau itu berbondong-bondong turun menangkap ikan di danau tersebut. Tua-muda, laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak turun ke danau menangkap ikan dengan berbagai cara. Ada yang memakai jala dan pukat, ada yang memakai tombak, ada yang hanya menggunakan tangan kosong.


Ika, salah seorang warga, ketika ditemui menyatakan sangat gembira, apalagi hasil yang didapat cukup banyak. "Saya datang bersama suami, juga anak-anak saya. Lumayan kami dapat dua ember ikan," ujarnya sambil menunjukkan dua ember ikan hasil tangkapannya bersama keluarganya.

John Umbu Mbakurawang, Kepala Desa (Kades) Praimadita, yang ditemui di tengah kesibukannya bersama warga memanen ikan menjelaskan, ketentuan yang membatasi warga hanya boleh menangkap ikan di danau ini sekali setahun sangat dipatuhi warga.

"Sejauh ini warga patuh terhadap aturan ini. Jika ada yang melanggar, akan dikenai sanksi oleh pemerintah desa. Lagi pula tujuan dari aturan ini agar ikan-ikan yang dipanen sudah cukup besar. Ini juga ajang silaturahmi antarwarga," jelas Mbakurawang.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan mencoba meminta bantuan bibit ikan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Timur untuk dibudidayakan di danau itu.

Panen ikan di danau ini menjadi ajang silaturahmi karena setelah menangkap ikan, warga langsung membersihkan ikan di sekitar danau. Ada yang langsung membakar ikan hasil tangkapannya dan menyantapnya bersama nasi yang dibawa dari rumah, di bawah pohon di sekitar danau.

Saat dipanen ikan yang ada di danau itu memang tidak terlalu besar. Namun warga tetap antusias dan gembira menyambut pesta panen tersebut. (Adiana Ahmad)

Pos Kupang edisi Sabtu, 1 Agustus 2009, halaman 5
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes