Bunuh Diri di Sikka, Ngeri Mo’at!

MAUMERE tidak sekadar panas ngeri, politik ngeri, rabies ngeri dan cantik ngeri. Ngeri yang satu ini sungguh mengerikan. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir terjadi kasus bunuh diri yang mengerikan di seantero Kabupaten Sikka.

Kasus bunuh diri terkini dengan cara menggantung diri dilakukan Inosensius (35), warga Dusun Gelak, Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Kamis (23/2/2012) dinihari pukul 04.00 Wita. Inosensius ditemukan tewas tergantung tali di rumahnya. Sang istri, Bernadetha adalah orang pertama yang menemukan Inosensius sudah tak bernyawa.

Menurut laporan Pos Kupang, Jumat (24/3/2012), ayah tiga orang anak tersebut mengikat lehernya dengan tali nilon warna kuning. Tali nilon digantungkan di kap rumah. Berdasarkan hasil identifikasi dan olah TKP, aparat Polres Sikka menyimpulkan tidak ada indikasi kekerasan. Inosensius murni gantung diri.

Kematian Inosensius dengan cara bunuh diri menambah panjang daftar orang Sikka mati dengan cara yang sama. Pada tahun 2011 tercatat sepuluh kasus bunuh diri. Sementara pada awal tahun 2012 ini sudah tercatat tiga orang yang mati karena bunuh diri di Kabupaten Sikka. Ngeri e... mo’at.

Alasan mereka bunuh diri antara lain karena masalah ekonomi, percintaan dan persoalan yang tidak bisa diselesaikan dalam hidup. Berikut daftar kasus bunuh diri berdasarkan pemberitaan Pos Kupang.

Kasus Bunuh Diri di Sikka Tahun 2011
1. Frans Kalitus di Desa Egong, Januari 2011
2. Alfonsius Erwin, Desa Wairbleler, Februari 2011
3. Maria Yosefina Jana, Desa Wairterang, Maret 2011
4. Jeremias Jado, Desa Natar Mage Maret, 2011
5. Anisius Harjono, Desa Kopong, Agustus 2011
6. Sabina Dalu, Desa Kringa, Oktober 2011
7. Sebastianus Nong, Jalan Brai, Kelurahan Waioti
8. Evansius Afandi, Kelurahan Wailiti, Agustus 2011
9. Denis Keupung, Misir Madawat, Maumere
10. Steri Ukude, Kelurahan Iligetang, Maumere

Kasus Bunuh Diri Tahun 2012
1. Florensia (68), Wolokoli, Kecamatan Bola, Sikka
2. Yulius Darus Dagu (32), Desa Paga, Kecamatan Paga.
3.Inosensius (35), Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Sikka



Baca juga: Cantik Ngeri
Reaksi:

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kalau Mapitara memang ngeri Bung, kondisi hidup masyarakatnya.... juga kalau kita kesana juga ngeri... selain jauhnya sekitar 70 KM dari Kota Maumere, juga jalannya amat parah.... Lalu apa harapan kita? Semoga saja pemerintah daerah bisa memperhatikan masyarakat di Mapitara.....

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes