Rasa Sayangku tak Pernah Berubah

Herling Hart dan Maritje Lapian
Setiap pasangan yang menikah pasti menginginkan bahtera rumah tangga mereka bertahan hingga maut  memisahkan.

KEHIDUPAN rumah tangga pasangan suami istri, Herling Hart Patras dan Maritje Lapian patut menjadi contoh. Mereka tetap mesra hingga usia pernikahan mencapai 52 tahun atau melewati pesta emas. 

Saat ditemui Tribun Manado di kediaman mereka di Kelurahan Mahakeret Barat, Manado,  Rabu (13/2/2013), pasangan suami istri ini membagi resep dalam menjaga hubungan pernikahan agar tetap harmonis.

Keduanya menyadari untuk mencapai usia pernikahan selama itu tidaklah mudah. Suka duka dalam perkawinan selalu ada. Tetapi melalui tekad dan niat yang tulus untuk tetap setia,  pernikahan mereka harmonis dan langgeng hingga bisa dilukiskan sebagai golden couple.

"Kami rukun karena mengandalkan Tuhan. Intinya adalah komitmen dan kejujuran. Rasa sayangku kepada istri dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah, " kata Herling Hart Patras. Menurutnya, dalam menjalani rumah tangga, cekcok (pertengkaran) adalah hal yang biasa. Pertengkaran itu bisa diatasi dengan saling mengerti dan memahami.

"Kuncinya saling pengertian. Terkadang istri marah, suami harus mengalah. Begitu juga sebaliknya. Hal itu tanpa sengaja sudah biasa kami lakukan sehingga pertengkaran demi pertengkaran bisa dilalui," jelas pria yang akrab disapa Opa Hart ini.

Pria kelahiran Manado, 7 Agustus 1938 itu mengungkapkan, rasa saling pengertian membuat hubungan mereka harmonis. Rasa ego dari masing-masing pihak harus dihilangkan dan jangan ditonjolkan dalam pertengkaran. "Kalau sudah begitu, komunikasi pun berjalan dengan sendirinya dan lancar," ucap Hart

Menurutnya, dalam berumah tangga tidak mungkin tanpa pertengkaran. Adu mulut adalah hal yang biasa. Namun jangan sampai berlama-lama. "Marah boleh saja, asalkan masih wajar. Dalam ajaran agama kan diajarkan, apabila kita marah, jangan marah hingga matahari terbenam. Jadi harus cepat diselesaikan dan tidak menyimpan dendam. Begitu matahari terbit keesokan harinya masalah tersebut sudah tidak ada, " jelasnya.

Hart mengatakan, romantisme pun perlu dipelihara meskipun usia perkawinan sudah puluhan tahun. Komitmen untuk sehidup semati bersama pasangan harus dibangun dan harus ada usaha dari kedua belah pihak untuk mewujudkannya. "Meskipun sudah kakek namun kita harus tetap romantis, karena wanita pada umumnya senang dipuji dan disanjung, " kata Opa Hart.

Pasangan yang menikah pada 26 Agustus 1961 itu memiliki empat orang anak yang sukses dalam karir masing-masing. Ada yang menjadi pendeta, pegawai negeri sipil, dan bekerja di perusahaan swasta. Kebahagiaan pasangan ini juga terasa semakin lengkap dengan kehadiran tujuh orang cucu.

"Rumah tangga kami melewati proses dari nol, berbagai  masalah ekonomi telah kami rasakan. Namun kami berdua menjalaninya dengan sabar dan mengandalkan Tuhan, sehingga kami bisa menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi. Anak-anak bisa sukses juga karena campur tangan Tuhan serta nilai-nilai kehidupan yang kami tanamkan sejak mereka kecil," kata Hart.

Diakuinya, mengingat masa pertama kali berkenalan dan masa-masa bahagia bisa membuat hubungan menjadi tetap harmonis. "Perkawinan kami ini mungkin bisa dijadikan contoh terutama bagi anak-anak kami yang semuanya sudah menikah.  Kalau bertengkar, jangan sampai memecahkan barang rumah tangga karena  akan memberikan contoh yang buruk, " ujar Hart.

Maritje Lapian juga mengakui dalam rumah tangga harus ada saling pengertian. Kebanyakan orang bercerai karena sudah tidak saling cocok satu sama lain. "Kita memiliki sifat yang berbeda sehingga saling pengertian itu sangat diperlukan dalam rumah tangga, " ujar wanita yang akrab disapa Oma Marie ini

Wanita kelahiran Manado, 7 Januari 1942 itu mengatakan,  pernikahan dapat berakhir dengan perceraian penyebab utamanya adalah masalah ekonomi dan perselingkuhan. Oleh karena itu suami maupun istri harus bersikap lebih bijak.

"Memang karakter pria dikenal dengan kegombalannya dan suka mendua tetapi sebagai seorang wanita, kita bisa mengajarkan pasangan kita untuk setia, kita yang beri contoh," ujarnya.  Menurutnya, komunikasi dan saling memuji kelebihan masing-masing, sangat diperlukan agar pernikahan tetap awet. "Dengan menjalin komunikasi yang baik dijamin pernikahan akan terus bertahan dalam keharmonisan yang abadi sampai maut memisahkan, " demikian Oma Marie. (joice hape)

Sumber: Tribun Manado 14 Februari 2013 hal 1


Terkait
Saya Mengisi Kekosongan Hatinya
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes