Maroko Mengincar Langit

Tim nasional Maroko 2022

Catanan  Dion DB Putra

TRIBUNLOMBOK.COM - Sinar kebangkitan Asia Afrika terpancar dari Qatar 2022. Siapa sangka Jepang menaklukkan dua raksasa Eropa, Jerman dan Spanyol?

Siapa pernah menduga Maroko bisa sedemikian gemilang?

Bergabung di Grup E, tim Samurai Biru itu dipandang sulit bersaing dengan tim Matador dan Der Panzer yang semua orang sudah tahu reputasi dan prestasinya di ladang bola.

Tak banyak yang menyebut nama Maroko saat melihat hasil undian pembagian grup Piala Dunia 2022. 

Maroko, negara eksotik di Afrika Utara yang  berbatasan langsung dengan Aljazair tersebut hanya dilirik sebagai penggembira  di Grup F bersama Belgia, Kroasia dan Kanada. 

Belgia adalah tim nomor dua dunia FIFA. Kroasia merupakan runner-up Piala Dunia di Rusia 2018.  Kekuatan mereka dahsyat.

Maroko membalikkan keadaan. Merusak semua prediksi pengamat sepak bola dunia.  

Pada laga perdana grup melawan Kroasia 23 November 2022, Maroko membuat Luka Modric dkk frustrasi.  Skor akhir 0-0.

Pada laga kedua makin menggila. Tim asuhan Walid Regragui menorehkan luka buat Romelu Lukaku dkk. Maroko mempermalukan Belgia 2-0 pada 27 November 2022. 

Maroko menutup laga penyisihan grup dengan manis. Menekuk Kanada 2-1 untuk memimpin klasemen akhir grup, mengoleksi total  poin 7.  Pendampingnya di babak 16 besar adalah  Kroasia. 

Belgia tersingkir. Lukaku menangis. Timnas Belgia menelan pil pahit lantaran hanya mengoleksi 4 pon. The Red Devils tersingkir dari Piala Dunia 2022 bersama tim unggulan lainnya, Jerman. 

Luka hati Romelu Lukaku berganda di Qatar 2022. Sebab dia gagal mencetak gol selama babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2022. 

Dia memperoleh tiga peluang emas pada laga terakhir  Kroasia vs Belgia. Tapi semuanya nihil.  Setelah peluit panjang wasit berbunyi, Lukaku  menunduk sedih. 

Suasana kontras merebak di Al Thumama Stadium, Qatar, Kamis (1/12/2022) malam. Pelatih Maroko Walid Regragui dielu-elukan anak asuhnya. 

 Mereka bersukaria setelah menekuk Kanada lewat gol Hakim Ziyech (4') dan Youssef En-Nesyri (23').  Gol Kanada hasil bunuh diri bek Maroko, Nayef Aguerd (44'). 

Mengincar langit

Maroko menjadi simbol kebangkitan Afrika. Sampai hari ini zona Afrika sudah menempatkan dua wakilnya di babak 16 besar yaitu Maroko dan Senegal. 

Pelatih Maroko Walid Reragui mengungkapkan kunci sukses timnya. Menurut dia, anak asuhnnya selalu bersemangat mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik setiap pertandingan.

Reragui kini bermimpi meraih trofi Piala Dunia. "Kami mengincar langit, kami tidak akan berhenti di sini, tetapi kami akan menjadi tim yang sulit dikalahkan, jadi mengapa tidak bermimpi memenangkan trofi,” ujarnya dilansir dari ESPN, Jumat (2/12/202).

Kita adalah pemimpi dan wujudkanlah mimpi itu. Demikian sepenggal syair lagu  Jeon Jungkook, BTS. dalam soundtrack Piala Dunia 2022. Wujudkan mimpimu Maroko!

Reragui memuji penampilan Achraf Hakimi. Meskipun dia bermain dengan rasa sakit akibat cedera paha tetap ia berperan penting dalam kemenangan tersebut. Hakimi membuka peluang emas terjadinya  gol Youssef En-Nesyri di babak pertama.

Reragui  menyayangkan terjadi gol bunuh diri Nayef Aguerd karena   sedikit mengguncang tim. Tapi dia sudah melupakannya. Tak penting lagi bagi tim.

"Saya  ucapkan selamat kepada tim. Ini adalah keluarga - kami memiliki mentalitas yang baik. Sudah waktunya untuk melakukan hal-hal baik dengan generasi ini. Kami pantas mendapatkan sejarah dan hari ini kami membuat sejarah," ujarnya.

Sinar kebangkitan pun datang dari   Asia. Tak mau ketinggalan dengan Afrika, zona yang memiliki populasi terbanyak di dunia telah menempatkan dua wakil di babak 16 besar yaitu Australia dan Jepang.

Jepang hebat!  Skuat negeri Sakura itu menaklukkan dua tim raksasa yaitu Jerman dan Spanyol dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 sebagai juara Grup E.

Pada laga terakhir grup Kamis malam waktu Qatar atau Jumat dini hari WITA (2/12/2022), Jepang mengalahkan Spanyol 2-1. Skor identik saat mereka menekuk Jerman pada laga perdana Grup E.

Duel Jepang vs Spanyol di Stadion Internasional Khalifa, Ar-Rayyan, Qatar, berlangsung sengit.

Jepang tertinggal lebih dulu setelah pemain Spanyol,  Alvaro Morata mencetak gol pada menit ke-11. 

Akan tetapi tim berjuluk Samurai Biru tidak kendor memberikan tekanan ke jantung pertahanan Spanyol.

Tim asuhan  Hajime Moriyasu berhasil menyamakan kedudukan lewat gol  Ritsu Doan pada menit ke-48.  Tiga menit kemudian Ao Tanaka mencetak gol kedua Jepang.

Setelah tertinggal 1-2, timnas Spanyol memberikan tekanan bergelombang. Namun, hingga akhir pertandingan skor  tidak berubah. Jepang meraih kemenangan kedua atas tim yang juara Piala Dunia 2010.

 Walaupun kalah dari Jepang, tim Matador Spanyol tetap lolos sebagai runner-up grup berkat keunggulan selisih gol atas Jerman yang sama-sama mengoleksi 4 poin.

Kosta Rika dan Jerman tersingkir. Kemenangan Jerman  4-2 atas Kosta Rika tidak menolong mereka melangkah lebih jauh di Qatar 2022.  

Kekalahan 1-2 atas Jepang pada laga perdana sungguh  meruntuhkan nama besar Der Panzer.  

Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Jerman kandas di babak penyisihan grup yaitu Piala Dunia 2018 dan 2022. Untuk negara bola seperti Jerman, kekalahan itu sungguh menyesakkan dada.

Apalagi mengingat di antara pemain timnas Jepang yang mempermalukan Jerman jusrtu bermain di Bundesliga. Anak-anak Jepang belajar di Jerman dan mempraktikkannya di Qatar 2022. 

Sejarah Piala Dunia sudah mencatat dengan tinta emas,  Jepang mengalahkan Jerman dan Spanyol. Keberhasilan ini akan terkenang selamanya.

Kiranya bukan hanya Walid Reragui yang mengincar langit. Meski tak terkatakan, Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu  mengimpikan hal yang sama.  

Jepang jangan lekas pulang ke pangkuan Gunung Fujiyama.  Shuichi Gonda dan kawan-kawannya  hendaknya terus melaju lebih jauh di Qatar 2022.  Demikian pula Maroko.

Asia Afrika bangga pada kalian yang memberi pesan kuat internasionalisasi sepak bola itu mesti diringi pemerataan kualitas. 

Tak elok monopoli prestasi karena sepak bola akan membosankan.  Asia Afrika tak mesti minder menatap kehebatan Eropa dan Latin Amerika.  

Proficiat buat Maroko dan Jepang.  Kita masih menanti kiprah wakil Asia Afrika lainnya yang  berjuang hari ini 2 Desember 2022. 

Di sana ada Staria Taeguk, Korea Selatan melawan Portugal,  Ghana vs Uruguay dan Kamerun vs Brasil.  (*)

Sumber: Tribun Lombok

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes