Kolaborasi Harga Mati


Febby Mahendra Putra
Oleh: Febby Mahendra Putra
GM Newsroom Tribun Network

KETIKA surat kabar harian ini lahir, 1 Desember 1992 lalu, para pendiri dan seluruh kru Pos Kupang tentu tak pernah membayangkan apa yang terjadi 25 tahun kemudian.

Nyatanya, apa yang terjadi saat ini, ketika Pos Kupang berusia 25 tahun, muncul fenomena yang sangat mengejutkan yaitu terjadinya disruption (gangguan perubahan zaman) dan munculnya generasi milenial.

Sebuah masa ketika orang menjadi sangat tergantung kepada gadget bernama smartphone dan kuota internet.  Muncul 'manusia baru' yang diberi julukan warga internet (netizen alias internet citizen), yang saling terhubung satu sama lain meski secara fisik belum tentu saling mengenal.


Tatanan lama, termasuk di dunia bisnis media, seolah jungkir balik. Di satu sisi kondisi itu menjadi ancaman. Namun, sebuah pepatah mengatakan di tengah ancaman pasti ada peluang. Kejelian menjadi kuncinya.

Sejak tujuh tahun lalu, Pos Kupang bersama Tribun Group Kompas Gramedia sebagai induk perusahaan, telah melihat fenomena seperti terjadi saat ini bakal muncul. Sebuah masa ketika informasi tak lagi tergantung kepada kertas (paperless) dan dapat diakses secara mobile.

Pada usia yang tak muda lagi, Pos Kupang yang lahir sebagai media massa cetak, telah bermetamorfosis dan berkonvergensi untuk menjawab tantangan zaman. Sajian informasi tidak hanya dapat dinikmati melalui Pos Kupang versi cetak tetapi juga melalui platform digital, www.pos-kupang.com.

Portal berita digital itu merupakan complementary (pelengkap) platform cetak yang lebih dulu lahir. Puji syukur, setidaknya setiap bulan dikunjungi sekira 1,5 juta visitor tiap bulan atau sedikitnya 50 ribu per hari. Sebuah news portal terbesar, dalam pengertian jumlah visitor, di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Memang, sebagian besar pembaca portal berita yang dikelola Pos Kupang merupakan kelompok muda dewasa alias Generation Y (25-34 tahun) dan milenial (18-24). Mereka memang akrab dengan dunia digital dan sosial media sehingga disebut sebagai netizen.

Meski begitu kami meyakini para netizen tetap perlu mengakses Pos Kupang versi cetak. Mengapa? Karena kru Pos Kupang selalu menyajikan laporan-laporan mendalam dan eksklusif, yang tentu kurang nyaman manakala dinikmati melalui smartphone atau mobile devices.

Pos Kupang, sebagaimana media massa Group Tribun yang tersebar di seluruh Indonesia,  menyajikan liputan-liputan eksklusif yang sering kali menjadi trend setter (viral) dan sebagai  rujukan pengambil kebijakan publik.

Hasil liputan eksklusif di edisi cetak semakin mempunyai daya gedor setelah dikemas ulang melalui tiga portal digital Pos Kupang. Sebaliknya, konten-konten liputan eksklusif  tak jarang bersumber dari `bisik-bisik' netizen di media sosial atau status pribadi pemilik akun media sosial (medsos) yang kemudian kami verifikasi.

Berkolaborasi dengan para netizen mau tak mau harus dilakukan. Berubah dan mengikuti perkembangan zaman merupakan sebuah keniscayaan zaman. Begitu pula inovasi di produk dan pelayanan kepada para stakeholder. Bangga berubah merupakan harga mati. *

Sumber: Pos Kupang 4 Desember 2017 halaman khusus jaket

Tonggak Bersejarah 1 Desember 1992


SEJARAH lahirnya Harian Pagi Pos Kupang  tidak bisa dilepaspisahkan dari sosok Damyan Godho. Di tengah beragam keterbatasan, Damyan Godho berjuang keras menghadirkan koran harian pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada penghujung tahun 1992 silam.

Jauh  sebelum membidani kelahiran Harian Pagi  Pos Kupang, Damyan Godho atas dorongan Gubernur NTT  El Tari, pada tanggal 5 Desember 1977 menerbitkan Mingguan Kupang Post di Kupang. Mingguan setebal empat halaman tersebut dicetak di Percetakan Arnoldus Ende di PulauFlores.

Isinya menyangkut hal-hal umum berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah dan kepentingan masyarakat. Mingguan Kupang Post terbit atas rekomendasi Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Penerangan (Deppen) NTT dan surat izin terbit (SIT) dari Menteri Penerangan RI. Pemimpin redaksinya Damyan Godho yang pada waktu itu juga wartawan Harian
Kompas Jakarta untuk wilayah NTT.

Ketika Damyan berhenti sebagai pemimpin redaksi pada tahun 1978, pengelolaan Kupang Post diteruskan  Kanwil Departemen Penerangan (Deppen) Provinsi  NTT. Namun,  karena pengelolaan jauh dari sentuhan profesionalisme, Kupang Post berhenti terbit sekitar tahun 1983/1984.

Di Kota  Kupang, sejak matinya Kupang Post, nyaris tidak ada terbitan media massa umum. Masyarakat di ibukota provinsi NTT ini  hanya membaca Majalah Dian terbitan Ende (Flores)  dan sejumlah surat kabar harian terbitan Jakarta, sebut misalnya Kompas, Suara Karya, Sinar
Harapan, Media Indonesia, Majalah Tempo, Mingguan Hidup dan Bali Post.

Media-media ini juga menempatkan wartawannya di NTT, yang  rutin mengirim berita-berita menyangkut NTT ke kantor pusat redaksinya. Kendati demikian, pemerintah senantiasa mendorong supaya ada media cetak lokal di Kupang.

Maka, pada tahun 1987 Menteri Penerangan RI Harmoko mendirikan Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Kupang. Maksudnya mendorong tumbuhnya media cetak lokal di Kupang.Harmoko bahkan sempat mendorong koleganya  Damyan Godho, namun hal itu tidak segera terwujud karena terbatasnya modal dan sumber daya manusia wartawan.

Sampai tahun 1992, NTT tercatat sebagai satu dari enam provinsi di Indonesia yang belum memiliki media cetak harian. Karena itu Harmoko saat bertemu Damyan Godho di Bajawa 22 April 1992, sekali lagi mendorong rekannya itu menerbitkan koran  dengan memberi kemudahan
memperoleh SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers), sehingga terbitlah Harian Pos Kupang pada tanggal 1 Desember 1992.

Surat Kabar  Harian Pos Kupang didirikan bersama oleh Damyan Godho, Valens Goa Doy  dan Rudolf Nggai, berdasarkan SIUPP No: 282/SK/Menpen/SIUPP/A.6/1992, tanggal 6 Oktober 1992. Sejak itu ketiga tokoh perintis ini mulai mengumpulkan orang-orang NTT, baik untuk
menjadi wartawan maupun menjadi pengelola bisnisnya. Harian Pos Kupang tercatat sebagai harian pertama dalam sejarah NTT dengan peredaran menjangkau semua kabupaten yang ada di kawasan Flobamora.

Untuk mengatasi kesulitan distribusi akibat kondisi NTT sebagai daerah kepulauan, pada 25 Maret 1998 Pos Kupang melaksanakan cetak jarak jauh di Percetakan Arnoldus Ende untuk melayani pembaca di seluruh Flores dan Lembata. Namun pada tahun 2001, Pos Kupang berhenti cetak jarak jauh di Ende lalu mulai dengan cetak jarak jauh di Maumere menggunakan
mesin cetak sendiri.

Hal yang sama dilakukan di Ruteng sejak Oktober 2004 sampai sekarang untuk melayani pembaca di Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur  dan Ngada. Sejak tahun 1997, Pos Kupang juga menjadi media elektronik yang bisa dibaca melalui internet di seluruh dunia.

Krisis ekonomi pada tahun 1997 menjadi tantangan tersendiri bagi Pos Kupang. Kenaikan harga material cetak yang sangat tajam ketika itu sempat membuat Pos Kupang seperti kapal yang sedang dihempas gelombang hebat.

Tapi Pos Kupang berhasil melewati tantangan itu, bahkan boleh dibilang tantangan membuat Pos Kupang semakin matang menghadapi badai tantangan.Pos Kupang semakin maju dan bertahan hidup sampai usianya 25 tahun pada 1 Desember 2017. Berbagai prestasi telah ditorehkan media ini.

Pada tahun 2006, misalnya,  Pos Kupang menerima penghargaan sebagai salah satu dari 10 koran terbaik nasional pada tahun 2005 menurut penilaian Dewan Pers. Pada awal  tahun 2017 ini Pos Kupang meraih penghargaan sebagai koran dengan tata wajah terbaik di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Silver Winner Indonesia Print Media Award atau IPMA 2017). Penghargaan IPMA
seolah menjadi kado spesial saat Pos Kupang merayakan hari jadinya yang ke-25 pada 1 Desember 2017. (osi)

Sumber: Pos Kupang 4 Desember 2017 halaman khusus jaket

Bergabung dengan Kompas Gramedia


Edisi khusus HUT ke-25 Pos Kupang
ONAK dan duri mewarnai perjalanan Harian Pagi Pos Kupang selama 25 tahun terakhir. Pada awal kehadirannya di penghujung tahun 1991, tak sedikit tokoh NTT yang pesimistis mengenai kelangsungan hidup koran ini. Ada yang prediksi usianya hanya seumur jagung. Tak akan bertahan lebih dari enam bulan atau setahun.

Perjalanan hidup Pos Kupang selama seperempat abad memang tak luput dari turbulensi. Menurut Damyan Godho, hingga akhir 1994 Pos Kupang hanya terbit 3.000-an eksemplar, jumlah tiras yang sebenarnya mustahil bagi keberlansungan hidup. Pendapatan yang semata-mata dari hasil jual koran sangat tidak memadai.

 Iklan sebagai sumber pendapatan di samping jual koran, tak bisa diharapkan. Tak ada mau yang beriklan karena belum percaya manfaat iklan. "Sonde usah pakai iklan. Orang ju tahu,"  kata pengusaha Kupang dengan dialek Kupang kala itu.


Kondisi berat di atas, kata Damyan,  diperparah oleh sikap hampir 90 persen agen atau distributor nakal yang tidak membayar. Tak sedikit piutang yang tak tertagih. Hal ini bisa terjadi karena sistem adminitrasi bisnis surat kabar belum tertata dengan baik.


 Pada tahun awal 1994, Pos Kupang terbit dengan keras HVS warna putih, biru, kuning, hijau. Tak sedikit pembaca mengira sebagai kemajuan. Tak tahunya, kondisi Pos Kupang sedang sangat parah dan cetak warna-warni hanya karena tekad manajemen  "Tidak boleh pernah, tidak terbit sehari pun."

Tiga tahun setelah terbit, Pos Kupang mengalami situasi sangat berat. Seperti dikatakan Damyan Godho, kala itu Rudolf Nggai sebagai salah satu pemegang saham mengundurkan diri. Mundurnya Rudolf segera berakibat pada `kehilangan' tempat kerja di jalan Jenderal Soeharto
No. 53 Kupang.

Beruntung datang jasa baik dari Sungarno Siyayanto yang menawarkan tempatnya di Jalan Kenari No. 1 dengan  biaya kontrak sangat murah. Rumah dua lantai  ini selanjutnya menjadi markas besar Pos Kupang.

Tidak itu saja, beberapa saat kemudian diikuti Valens Goa Doy menarik sahamnya. Maka tinggal Damyan Godho sendirian sebagai pemilik saham. "Jadi saya akhirnya menjadi single fighter mengembangkan Pos Kupang ketika keduanya mengundurkan diri," kata Damyan Godho, Selasa (21/11/2017).

Kondisi Pos Kupang yang berat itu diperparah lagi dengan tidak ada satu pun materian cetak dijual di Kota Kupang bahkan NTT, misalnya, kertas, tinta, plat. Semua material cetak itu didatangkan dan harus dibeli secara tunai di Surabaya.

Kondisi di atas menyebabkan soal sangat mendasar yakni kesejahteraan karyawan tidak tertangani.  Namun, dalam situasi sangat kristis ini, kata Damyan Godho, sejumlah karyawan diam-diam melakukan suatu hal yang "sangat luar bisa".

Mereka bukannya mempersoalkan perbaikan kesejateraan tetapi sepakat menurunkan gajinya 50 persen. Padahal gaji mereka pada akhir tahun 1994 hingga 1995  begitu kecil tak mungkin untuk hidup minimum dalam bulan sekalipun. Sekitar Rp 60.000 hingga Rp 100.000 sebulan.

Dalam kondisi yang berat itu Kelompok Kompas Gramedia pimpinan Jakob Oetama menawarkan merger yang langsung ditanggapi pendiri Pos Kupang. Maka sejak medio 1995, Pos Kupang resmi bernaung dalam manajemen Kompas Gramedia. Ketika merger, Pos Kupang hanya memiliki mesin cetak tua, Rolland Rekord buatan tahun 1972 serta sejumlah komputer yang
sangat kuno dan sarana kerja terbatas.

 Semuanya dalam kondisi hampir tiada hari tanpa ngadat. Seiring berjalannya waktu terjadi peremajaan perangkat kerja yang lebih berkualitas. (osi)

Sumber: Pos Kupang 4 Desember 2017 halaman khusus jaket

Pos Kupang: Portal Berita Online Nomor Satu di NTT


DUA puluh lima tahun melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), Harian Pagi Pos Kupang tiada henti berinovasi demi menjawab kebutuhan pembaca yang terus berubah. Kekurangan dan keterbatasan selalu ada, namun tidak menghentikan ikhtiar seluruh karyawan-karyawati media ini untuk memberi yang lebih baik.

Seiring booming internet penghujung 1990-an, Pos Kupang merintis layanan berita online. Sebagai bagian dari Grup Kompas Gramedia, Pos Kupang tidak ketinggalan mengikuti setiap langkah perubahan grup ini merepons perkembangan zaman.

Ketika Harian Kompas mengembangkan Kompas Cyber Media (KCM) tahun 1998, Pos Kupang pun ikut mengambil bagian meskipun dalam kondisi serba terbatas. Bulan Februari 1998 merupakan tonggak sejarah Pos Kupang melayani pembaca dalam versi online.


Generasi pertama layanan online Pos Kupang sangat terbatas. Hanya beberapa item berita yang ditayangkan dalam sepekan. Adminnya terpusat di Jakarta.  Pada waktu itu, pengunggahan berita online dilakukan secara manual dengan meng-coding setiap halaman web secara manual dalam bahasa pemrograman model  HTML.

Di atas tahun 2000 seiring meningkatnya  popularitas internet di kalangan masyarakat, layanan berita online kami bertambah secara kuantitas. Berita edisi cetak Pos Kupang ditayangkan juga dalam versi digital keesokan harinya sehingga pembaca dari berbagai tempat yang dapat mengakses internet dapat menikmati informasi dari Nusa Tenggara Timur.

Sepuluh tahun setelah KCM bergulir, lagi-lagi Grup Kompas Gramedia melakukan terobosan dengan menghadirkan Mega Portal pada tahun 2007. Dalam spirit sinergi-konvergensi seluruh kekuatan grup menyatu. Pos Kupang pun tidak mau ketinggalan meningkatkan kualitas layanan online melalui www.pos-kupang.com.

Jumlah berita makin bertambah dengan konten yang lebih variatif. Layanan online kami mendapat sambutan yang sangat baik dari pembaca terutama yang berdomisili di luar Nusa Tenggara Timur.

Kini layanan online Pos Kupang boleh dilukiskan memasuki gelombang ketiga dengan status sebagai portal berita online  nomor satu di Nusa Tenggara Timur.

Tonggak sejarah itu dimulai tahun 2010 ketika Direktur Kelompok Koran Daerah Kompas Gramedia, Bapak Herman Darmo menginstruksikan seluruh pimpinan unit koran daerah serius menggarap online. Online menjadi divisi sendiri yang dikelola dengan sungguh-sungguh sebagaimana edisi print (cetak).

Seluruh koran daerah termasuk Pos Kupang membenahi online secara total dengan dukungan  jaringan Tribun (Tribunnews Network). Berita kami sajikan secara realtime dan liputan on the spot. Hanya lima sampai 15 menit pascakejadian sudah diberitakan secara online. Berita itu pun
terus diperbarui dalam tempo 30 menit atau satu jam bahkan sepanjang hari manakala ada informasi terbaru atau keterangan lain yang terkait dan relevan dengan peristiwa.

Dengan dukungan wartawan yang bertugas di semua kabupaten dan kota di Provinsi NTT, berita Pos Kupang sangat variatif. Mulai dari masalah kriminalitas, politik, pemerintahan, sosial budaya hingga gaya hidup. Dan, kami tidak lagi sekadar mempublikasikan teks berita dan foto.
Kami juga  menyajikan dalam format audio visual (video).

Dalam sehari kami bisa menghasilkan lebih dari 100 berita. Tingkat kunjungan (visitor unik) Pos Kupang saat ini sudah berada pada level 100 ribu per hari. Berdasarkan peringkat Alexa, situs kami www.pos-kupang.com atau kupang.tribunnews.com merupakan portal berita online nomor satu di bumi Flobamora sehingga merupakan media promosi yang andal bagi siapa pun dengan benefit  terukur. (osi)

Sumber: Pos Kupang 4 Desember 2017 halaman khusus jaket

Like & Follow Us


ilustrasi
PERKEMBANGAN zaman menuntut Pos Kupang untuk membuat terobosan-terobosan guna memenuhi kebutuhan informasi yang benar dan terverifikasi bagi para pembacanya. Tak hanya print (cetak) dan online (website/laman), serta epaper dan video (audio visual), pembaca modern semakin berkembang dengan memasuki era milenial.

Mereka yang sangat akrab dengan komunikasi, media, dan teknologi digital memunculkan media baru yang mengandalkan pada jaringan internet sebagai media distribusi utama pesan-pesan yang ada dalam media tersebut.

Kemunculan sejumlah penyedia jejaring ini, seperti Facebook (2004) lalu disusul Twitter (2007), dan berbagai media daring lain, seperti Google+ , Youtube, Instagram, Path, Tumblr, Telegram, dan Whats App, membuat perubahan budaya untuk mendapatkan informasi di kalangan masyarakat.

Berbagai jejaring sosial atau social network ini merupakan sebuah jejaring online yang memuat interaksi dan relasi interpersonal yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan cara betukar informasi, berkomentar, mengirim pesan personal, mengirim gambar, video, dan lain sebagainya.

Mulai dari live streaming hingga vlog. Bukan hanya kalangan remaja dan masyarakat biasa, sampai para selebriti, tokoh masyarakat, pejabat, hingga Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pun berselancar di dunia media sosial ini.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016 menyebutkan, sebanyak 132,7 juta masyarakat Indonesia atau sekitar 51,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia terhubung dengan internet, dan sebanyak 95 persen aktivitas yang mereka lakukan adalah adalah membuka media sosial.

Bahkan Indonesia disebut-sebut masuk lima besar negara dengan pengguna sosial media paling aktif dan paling banyak. Salah satu alasan yang paling kuat mengapa hal tersebut bisa terjadi adalah karena perangkat-perangkat internet mobile semakin terjangkau harganya bagi masyarakat sehingga memungkinkan penetrasi jaringan pada user yang lebih luas.

Perkembangan gawai turut mendukung perkembangan akses media sosial. Telepon genggam pintar seperti Android, iOS, dan lain sebagainya, beserta beragam model IoT seperti phablet, tablet, dan lain sebagainya turut menyumbang pada semakin luasnya akses internet dan media sosial bagi masyarakat.

Saat ini media sosial tidak hanya digunakan sebagai platform komunikasi dan sosialisasi, tetapi juga digunakan untuk kepentingan politik, pemerintahan, dan lain sebagainya sebagaimana yang terjadi pada pemilu presiden pada tahun 2014 yang sebagian besar kampanye sangat masif dilakukan melalui internet dan media sosial. Konstruksi realitas sosial terhadap suatu informasi atau peristiwa tertentu sangat mudah dilakukan dengan media sosial.


Tak semua perkembangan ini membawa dampak positif, tetapi juga membawa sisi hitam. Berbagai berita hoax juga bermunculan di dunia media sosial ini. Berita-berita hoax ini pula memberikan dampak negatif bagi kehidupan nyata.

Perkembangan ini pula yang akhirnya membuat Pos Kupang untuk turut serta berkecimpung di dalamnya. Dengan pengalaman selama puluhan tahun menyajikan berita-berita yang akurat, kredibel, dan independen baik di print (cetak) dan online, Pos Kupang mencoba untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi para nitizen akan berita yang benar dan terakurasi. Langkah ini juga untuk memerangi hoax.

Maka Pos Kupang mulai serius mengelola daring sosial ini. Selain laman www.pos-kupang.com atau www.kupang.tribunnews.com dan http://pos-kupang.com/epaper, berbagai akun media sosial aktif milik Pos Kupang dijalankan. Ada Fanpage Facebook dengan nama pos- kupang.com,  Twitter dengan akun @poskupang, Google+ dengan akun poskupang, Youtube dengan akun Pos Kupang, dan Instagram dengan akun  pos_kupang. Selain itu, Pos Kupang juga memiliki akun media sosial Facebook teenager.poskupang dan Instagram teenager_poskupang yang disajikan bagi para kalangan muda.

Pos Kupang juga memberikan berita paling kini di media sosial khusus bagi para pembaca sekalian. Di antaranya dengan menyajikan laporan secara langsung (on the spot) dalam laman Facebook live streaming pos-kupang.com. So, Like dan Follow us. (bet)

Sumber: Pos Kupang edisi 4 Desember 2017 halaman khusus jaket

Pos Kupang Mencerdaskan Masyarakat


Edisi khusus HUT ke-25 Pos Kupang
Drs. Frans Lebu Raya
Gubernur NTT
Saya mengucapkan selamat buat Pos Kupang. Pos Kupang telah turut membangun NTT melalui pemberitaan yang mencerdaskan dan terus membangun optimisme masyarakat NTT.

 Pos Kupang juga telah turut mengawal dn mendorong percepatan pembangunan NTT. Terima kasih buat Pos Kupang. Teruslah berjuang dengan landasan cinta kasih membangun optimisme masyarakat agar NTT menjadi lebih maju. Jadilah media kebanggaan NTT. Yang obyaktif, jujur dn terpercaya. (osi)

Irjen Pol  Drs Agung Sabar Santoso SH MH
Kapolda NTT
HARIAN Pos Kupang tetaplah menjadi media yang dapat mencerdaskan kehidupan masyarakat. Dapat mengkomunikasikan hal-hal positif  guna kemajuan NTT. Teruslah menjadi media yang mandiri, independen, kritis, dan bangga berubah. (aa)

Ireni Alexandria Garu
Putri Pariwisata NTT 2017
SAYA suka baca Pos Kupang yang selalu menghadirkan berita aktual, bermanfaat, Tampilan koran Pos Kupang saat ini semakin menarik dengan adanya Teenager di mana dari situ anak muda NTT bisa memberikan komentar positif mereka. Selamat Ulang Tahun Pos Kupang yang ke-25, Bangga Berubah. (gg)

Jefri Riwu Kore
Walikota Kupang
ATAS nama Pemerintah Kota Kupang mengucapkan selamat ulang tahun Harian Pos Kupang. Harapan saya  terbesar saya, Pos Kupang semakin maju dan Pos Kupang menjadi salah satu pengkritik pemerintah dalam hal-hal yang memang pemerintah tidak berbuat sebagaimana mestinya. Terima kasih. Tuhan memberkati.  (yen)

Bobby Pitoby
Ketua DPD REI NTT
POS Kupang bisa menjalankan amanat masyarakat melalui pemberitaan.  Ke depan Pos Kupang harus lebih besar dan lebih bagus untuk menjalankan amanat masyarakat. Dan dalam pemberitaan tidak bias terhadap pihak tertentu atau politik tertentu. Selamat buat Pos Kupang. Bangga Berubah. (ira)

H. Anwar Pua Geno, S.H
Ketua DPRD NTT
POS Kupang tetaplah eksis dan menjadi obor di NTT. Saya berharap Pos Kupang tetap menjadi corong aspirasi masyarakat NTT, ?bagi seluruh elemen pemerintahan, serta turut menjadi nilai-nilai demokrasi, Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Karena itu Pos Kupang bisa membawa cahaya terang bagi masyrakat NTT.  (yel)

Polikarpus Keha Si
Mahasiswa FISIP Universitas Nusa Cendana Kupang
Saya sering membaca Pos Kupang baik cetak maupun situs online. Pos Kupang juga member ruang kaum muda untuk berekspresi seperti opini, cerpen, puisi, dan sebagainya. Harapan saya adalah Pos Kupang harus bebas dan berani perangi hoax. (gg)

Christine Wakano
Siswi SMA Negeri 3 Kupang
POS Kupang tetaplah eksis dan menjadi media yang dekat dengan anak muda.  Terus berinovasi dengan terus menciptakan konten-konten kreatif yang disukai anak muda. Selamat ulang tahun Pos Kupang. Kami bangga Pos Kupang berubah. (aa)

Fera Keti
Ketua Rumah Kreatif Oebobo
Pos Kupang merupakan media nomor satu di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berita-beritanya akuntabel dan objektif. Pos Kupang dapat menjadi media tumbuhnya komunitas-komunitas positif di NTT, tetap kritis dan berimbang, dan tetap menjadi media yang netral. Selamat ulang tahun Pos Kupang. (bb)

Bripda Ni Nyoman Budiarti
Polwan
SELAMAT ulang tahun Pos Kupang. Semoga tetap menghasilkan karya-karya jurnalistik yang cerdas dan mengedukasi, serta menjadi sumber referensi terpercaya untuk masyarakat NTT. (aa)

5 aktivis
Ete Umbu Tara
Ketua Komunitas Kupang Batanam
PERUBAHAN Pos Kupang ke online membawa dampak positif, apalagi di zaman sekarang ini internet sudah menjadi suatu kebutuhan, sehingga berita bisa dibaca kapan saja dan di mana saja, Pos Kupang merupakan media yang menyajikam berita-berita yang beragam, fresh, aktual, dan yang pastinya mewakili masyarakat NTT pada umumnya dan Kota Kupang khususnya. (bb)

6. pegawai pemula
Fredi Lady
Pegawai Swasta
POS Kupang selama ini sudah memberikan informasi yang mendidik. Hampir semua kasus yang terjadi diikuti dengan pemberitaan yang obyektif oleh Pos Kupang. Harapan saya, Pos Kupang harus lebih berani mengupas tuntas ketimpangan yang ada di NTT. (gg)

8. selebgram
Aine Lawalu
MC & Selebgram

SEMOGA Pos Kupang tetap menjadi media nomor satu di NTT dan menjadi media terpercaya untuk para pembaca di NTT.  Tetap menjadi media anak muda yang memberikan informasi-informasi yang inovatif dan kreatif. (aa)

9. pengusaha muda
Audrey Salean
CEO Betajual.com

SEMOGA Pos Kupang terus menjadi media terdepan dalam mengabarkan berita inspiratif buat anak muda di NTT. (dd)

Sumber: Pos Kupang 4 Desember 2017 halaman khusus jaket

Karya Jurnalistik yang Cerdas


Edisi khusus HUT ke-25 Pos Kupang
Fera Keti
Ketua Rumah Kreatif Oebobo
HARIAN Pos Kupang merupakan media nomor satu di NTT. Berita-beritanya akuntabel dan obyektif. Tagline HUT ke-25 Pos Kupang,  #banggaberubah# merupakan sebuah langkah maju.  Hal itu  merupakan pembuktiaan bahwa Pos Kupang akan menjadi media yang tidak akan pernah mati digilas jurnalisme digital pada era informasi dan teknologi yang berkembang pesat sekarang ini. 

Saya berharap, Pos Kupang menjadi media tumbuhnya komunitas-komunitas positif yang ada di NTT, tetap kritis dan berimbang, serta tetap menjadi media yang netral.  "Selamat ulang tahun Pos Kupang."  (bb)

Ete Embu Tara
Ketua Komunitas Kupang Batanam
HARIAN Pos Kupang merupakan media yang menyajikam berita-berita yang beragam, fresh, aktual. Pastinya mewakili masyarakat NTT pada umumnya, dan Kota Kupang pada khususnya. 

Perubahan Pos Kupang selain  media cetak, juga media online membawa dampak positif, apalagi di zaman sekarang ini internet sudah menjadi kebutuhan, sehingga berita bisa dibaca kapan saja dan di mana saja.   Saya berharap Pos Kupang menyajikan berita  aktual dan berguna untuk pembaca. "Selamat ulang tahun, sukses." (bb)


Bripda Ni Nyoman Budiarti
Polwan Polres Kupang Kota
SAYA berharap di usia yang baru ini, Harian Pos Kupang bisa menjadi media yang mampu menghasilkan karya-karya jurnalistik yang cerdas dan mengedukasi.

Semoga  menjadi yang terdepan dalam menghasilkan karya-karya jurnalistik yang cerdas dan mengedukasi. Dan selalu menjadi sumber referensi terpercaya untuk masyarakat NTT. (aa)



Fredi Lady
Pegawai Swasta
POS Kupang selama ini sudah memberikan Informasi yang mendidik. Hampir semua kasus yang terjadi diikuti dengan pemberitaan yang obyektif oleh Pos Kupang. Namun ada beberapa kasus yang seolah2 didiamkan oleh Pos Kupang. Harapan saya, Pos Kupang harus lebih berani mengupas tuntas ketimpangan yang ada di NTT. (gg)


Arthur Lay
Pengusaha Muda NTT
HARAPAN saya kepada Pos Kupang selalu menjadi sumber informasi terpercaya  bagi masyarakat NTT. Sebagai  pengusaha, kami terus didukung dan  bekerja sama menjadi partner media dalam pemberitaan mengenai ekonomi dan dunia bisnis mendukung pembangunan ekonomi NTT. (ira)

Sumber: Pos Kupang 4 Desember 2017 halaman khusus jaket

Tokoh Perintis Itu Telah Pergi

Niti Susanto (kanan) bersama koleganya
Oleh: Theodorus Widodo
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT

Ketika seseorang pergi untuk selamanya, pasti ada cerita yang tersisa.

Pukul 05.30 pagi, di ruang kerja.
Sinar matahari baru saja menembus celah tirai.
Seperti biasa kegiatan rutin harianpun dimulai. Buka buka whatsapp grup(WAG). Baca postingan penting dan jika perlu membalasnya.

Serasa tidak percaya, ada berita di salah satu WAG yang mengejutkan. "Telah pulang ke rumah Bapa pukul 11.55 tadi malam, saudara kekasih kita Niti Susanto".

Saya coba cari kepastian berita ini di grup WA lain yang ada putra almarhum, Alain Niti Susanto. Ternyata benar. Postingan Alain memastikan berita duka ini.
Innalillahi wa inna illaihi rajiun

Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambilnya kembali. Sang maha kuasa telah memanggil pulang ciptaanNya. Kembali keharibaanNya


Pikiran pun menerawang jauh. Kembali ke masa lalu. Seolah ada tangan tak terlihat membuka lembar demi lembar cerita tentang sosok yang saya kagumi ini. Ada cerita tentang keuletan. Ada cerita tentang kerja keras pantang menyerah.

 Ada cerita tentang pengusaha yang di awal karirnya rela bermandikan debu semen, mengangkat sendiri semen di tokonya untuk dinaikkan ke atas mobil pembeli.

Ada pula cerita tentang kebersahajaan seorang pengusaha sukses. Juga tentang seorang dermawan yang selalu siap menolong siapa saja yang datang kepadanya. Ada juga cerita tentang seorang umat Kristiani aktivis Gereja  yang sangat taat beribadat.

Dan, juga tentang pengusaha sukses yang selalu setia di dunia profesi yang ia geluti. Ia tak pernah mau keluar dari dunia itu. Ada pula cerita tentang pengusaha yang selalu tidak pernah konflik dengan siapa pun.

Semuanya itu adalah cerita tentang pribadi tokoh teladan ini. Niti Susanto yang nama aslinya Liang Rong Yuan. Pasti banyak yang kenal sosok ini. Ia pengusaha perintis. Suka memulai usaha di saat orang lain belum berani atau bahkan belum berpikir kearah itu. Melangkah masuk penuh kepastian. Menantang segala risiko. Tapi exit ketika banyak yang sudah menekuni bisnis yang sama. Dia perintis yang lebih suka meretas jalan.

Dimulai dari keberaniannya mengirim bahan bakar minyak ke seluruh pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT). Baik itu di darat maupun harus menyeberang lautan. Termasuk ke pulau Rote dan Sabu. Tidak ada kapal tanker.

Tidak ada depo Pertamina penampung BBM. Tidak ada dermaga khusus bongkar muat BBM. Hanya dengan kapal kayu, berlayar menantang gelombang laut Sawu yang terkenal ganas. Tujuannya Pulau Sabu.

Hanya dengan kapal kayu, berlayar melawan kuatnya arus Pukuafu yang seringkali makan korban. Tujuannya jelas. Rote pulau terluar di ujung selatan Nusantara. Tak jarang kapal kayu itu harus pulang kembali ke Kupang setelah merelakan sebagian muatannya ditelan arus samudra. Tunggu cuaca baik lalu kembali berlayar. Di musim hujan laut memang selalu tidak bersahabat.

Tapi Niti Susanto tidak peduli. Dia sadar betul bahwa warga pulau pulau terpencil dan terluar itu butuh bahan bakar. Tidak boleh terjadi kelangkaan BBM di sana. Dan,  alhasil nyaris memang tidak pernah terjadi kelangkaan BBM.

Harganya pun selalu tetap. Berapa saat musim teduh, itulah pula harganya di musim gelombang. Lalu ketika orang lain sudah mampu membangun SPBU di sana, iapun exit.

Cerita berikut adalah tentang pabrik bajadeck di Kupang. Dengan bajadeck ini atap rumah tidak ada sambungan lagi. Kalaupun ada, berhubung bajadeck ini sangat panjang, jarak antara sambungannya lebih jauh.

Banyak warga NTT yang menikmatinya. Sayangnya usaha ini akhirnya tutup setelah muncul produk lain dari Jawa yang lebih unggul. Tapi Niti  keluar dari bisnis itu dengan kepala tegak. Dia santai saja.

Di lembar lain ada cerita tentang keberaniannya masuk ke dalam bisnis transportasi udara. Ini bisnis yang high-capital. Dan high-risk. Tapi bagi Niti Susanto itu bukan soal besar. Ia yang biasa disapa Shia ini tidak peduli. Dia sadar betul bahwa koneksitas antarkota-kota di NTT sangat penting.

Jika andalannya hanya pesawat Merpati yang sudah uzur dan sering tunda berjam-jam itu, NTT tetap akan tinggal di tempat. Tidak akan tinggal landas. Maka Shia nekat melangkah masuk dalam dunia ini.

Ada pula cerita tentang air kemasan, SPBU, dealer kendaraan roda dua, aspal, hotel dan lain-lain. Dari semua itu ada yang pantas dicatat. Shia selalu siap berbagi bisnis. Kalau sekarang Prof. Rhenald Kasali Ph.D omong tentang Sharing Economy dalam bukunya  Disruption, seorang Niti Susanto sudah menerapkannya jauh sebelum fenomena itu mengemuka.

Sebagai agen semen, awalnya Niti Susanto harus menyediakan banyak truk. Namun ketika sudah ada perusahaan angkutan darat dengan banyak truk berkapasitas besar di Kupang, Niti Susanto perlahan-lahan mengurangi armada angkutnya sampai akhirnya tidak ada sama sekali.

Bagi dia, selagi bisnis bisa berbagi, kenapa tidak. Selain lebih menguntungkan perusahaan, orang lainpun bisa hidup. Sharing economy model taxi online Uber,Grab dll dimana perusahaan tidak perlu punya taxi sendiri yang banyak makan ongkos baru sekarang diterapkan. Niti Susanto sudah sejak dulu.

Kepiawaian  Shia mengelola bisnisnya membuat seorang menteri Hayono Isman yang juga konglomerat kagum. Pada berbagai kesempatan Hayono Isman selalu bilang, dia belajar berwira-usaha dari Niti Susanto di Kupang.

Kisah nyata di atas semuanya adalah tentang bisnis. Masih banyak keteladanannya di bidang  lain. Terutama kemanusiaan. Shia selalu siap menolong sesama yang tertimpa musibah. Ketika terjadi gempa bumi hebat di Alor 12 November 2004, beberapa hari kemudian Shia bersama team Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia(PSMTI) sudah berada di sana memberi bantuan.

Dalam situasi kalut karena kekurangan alat transportasi, tim ini bersama ketua umum PSMTI pusat Brigjen TNI Tedy Jusuf berusaha sampai ke lokasi bencana yang sulit dijangkau menggunakan kendaraan TNI AD.

Minggu, 26 Desember 2004 kembali Indonesia berduka. Gempa dengan 9.3 skala Richter di barat Sumatera disusul tsunami meluluhlantakkan Aceh dan sekitarnya. Korban tercatat lebih dari 130 ribu jiwa. Shia penggerak utama warga Tionghoa di Kupang dalam membantu korban gempa.

Begitu pula ketika terjadi banjir bandang 2013 di Desa Skinu, Timor Tengah Selatan (TTS)   yang menelan korban jiwa tidak sedikit. Mengepalai tim bantuan dari PSMTI NTT Shia turun langsung mengantar bantuan. Kadang pengusaha sukses ini menyetir sendiri truk naik turun bukit untuk mencapai lokasi.

Masih banyak keteladanannya dalam aksi aksi kemanusiaan. Gempa Yogya, longsor Manggarai, gempa Padang, gizi buruk, gempa Alor 4 November 2015 dan lain-lain. Niti Susanto selalu jadi motivator.

Selamat jalan saudaraku.
Buku kehidupanmu telah tutup.
Tapi bagi kami tidak.
Sebab di situ,
Ada banyak halaman bertinta emas.



Sumber: Pos Kupang 15 November 2017, halaman 4

In Memoriam Joseph Niti Susanto

Niti Susanto menumpang pesawat TransNusa
NUSA Tenggara Timur (NTT) ditinggalkan seorang putra terbaiknya, Joseph Niti Susanto. Pengusaha yang sukses merintia berbagai bidang usaha  tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Adi Husada Surabaya, Selasa 7 November 2017 sekira pukul 23.55 WIB.

Di mata sesama pengusaha  yakni Theo Widodo dan Hengky Lianto,  Niti Susanto adalah pengusaha yang berani menanggung risiko membuka usaha baru yang  sangat bermanfaat bagi masyarakat NTT. Sebut misalnya di bidang perhubungan udara. Dia menghadirkan maskapai kebanggaan rakyat Flobamora saat ini bernama TransNusa.

"Kami sungguh kehilangan orang yang rendah hati, sabar, ulet, tangan terbuka kepada siapa dan sayang keluarga. Intinya Pak Niti adalah teladan buat kami semua," kata Theo Widodo di Kupang,  Rabu (8/11/2017).

Theo Widodo melukiskan Niti Susanto yang dua periode memimpin Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) NTT sebagai pengusaha dengan visi  tajam.

"Waktu itu Merpati merupakan operator penerbangan satu-satunya di NTT.  Saat kondisi Merpati agak menurun, Pak Niti bersama beberapa pemegang saham melirik usaha ini. Pak Niti ambil langkah yang terlalu berani, buka jalur penerbangan ke berbagai pelosok NTT dengan risiko besar. Boleh dibilang perintis perhubungan udara di NTT adalah pak Niti," katanya.

Hengky Lianto menyebut Niti Susanto sebagai tokoh yang murah hati dan siap membantu siapa saja yang membutuhkan.

 "Ada banjir di perbatasan, di Alor ada bencana, beliau  turun langsung untuk membantu. Jadi contoh bagi kita. Seorang yang rendah hati, beriman. Beliau memberi teladan bagi kita," katanya.

Menurutnya, Niti Susanto sering bicara mengenai ekonomi dan  bagaimana menjadi pengusaha sukses. Hengky Lianto mengatakan, kehadiran  TransNusa sangat membantu masyarakat NTT yang sekian lama kesulitan transportasi udara.

"Saya  usaha perkebunan sering ke Flores, Sumba dan lainnya, dulu kesulitan sekali. Datanglah TransNusa sangat membantu," demikian Hengky Lianto.

Komisaris Pos Kupang, Damyan Godho mengatakan, Niti Susanto sangat berjasa bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dia merupakan pengusaha perintis. Damyan menyebut beberapa contoh. Pada tahun 1987, Niti Susanto menghadirkan perusahaan air kemasan pertama di Kota  Kupang yaitu PT. Viquam. Kemudian pada tahun 2005 bersama Enton Jodjana dkk mendirikan maskapai TransNusa. "Sampai akhir hayatnya beliau menjabat sebagai komisaris utama TransNusa," kata Damyan Godho.

Jauh sebelum itu, Niti Susanto melanjutkan bisnis orangtuanya  yaitu memasok bahan bakar minyak (BBM) seperti minyak tanah, solar dan bensin dari Surabaya ke Kota Kupang. Niti Susanto  melayani kebutuhan masyarakat di Pulau Timor, Rote dan Sabu.  Saat itu Pertamina belum beroperasi di Kupang.  SPBU pun belum ada.  "BBM dari Surabaya waktu itu diangkut kapal kayu, diisi dalam drum-drum," kata Damyan Godho.

Pastor Paroki Kristus Raja (Katedral) Kupang, Romo Ambros Ladjar, Pr melukiskan Joseph Niti Susanto sebagai sosok yang bersahaja serta setia kepada Yesus Kristus yang diimaninya.

"Saat dia sakit di Jakarta, sempat komunikasi lewat telepon. Dia bilang ke saya, romo kalau ke Jakarta jangan lupa bawakan komuni untuk saya," kisah Romo Ambros saat memimpin misa di rumah duka,  Jalan Herewila Kupang, Rabu (8/11/2017) sekira pukul 20.00 Wita. Banyak orang merayakan misa di rumah tersebut. Menurut informasi, jenazah  Niti Susanto akan diterbangkan dari Surabaya ke Kupang, Jumat (10/11/2017).  (ira/dd/osi)

Sumber: Pos Kupang 9 November 2017 halaman 1

Pentingnya Etika Media Sosial

Oleh: Robert Bala
Diploma Public Speaking (Hablar en Público) Universidad Complutense de Madrid, Pelaku Media Sosial.

POS KUPANG.COM -- Beberapa saat lalu, hampir semua pelaku media sosial diingatkan pesan berikut: "Admin WhatsAPP boleh dipenjara". Dijelaskan: `Admin WhatsApp yang gagal bending penyebaran maklumat tidak benar, fitnah, hasut, menipu akan dihukum".

Ditambahkan pula sesuai Pasal 28 ayat 2 UU ITE ditekankan bahwa setiap orang yang sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat dihukum.

Beberapa hari berselang kembali ditampilkan sebuah `INFO TERKNI'. Intinya disampaikan bahwa sejak 31 Oktober 2017, sesuai peraturan terbaru, semua panggilan, rekaman panggilan, wahatsApp, Twitter, Facebook, dan semua media sosial akan dipantau.

Ada apa di baliknya? Mengapa pemberitahuan itu mestinya tidak dianggap sekadar sebuah peringatan atau sungguh sebuah ancaman? Apa yang bisa dibuat agar kita tidak terjebak dalam perangkap tersebut?

Menggoda


Whats on your mind (apa yang sedang anda pikirkan), demikian media sosial membuka kontak di halaman utama. Sebuah frase penuh godaan. Ada aneka pikiran yang mengemuka, terutama pikiran yang menyenangkan tetapi juga yang memunculkan kegalauan.

Permasalahan, sebuah kegembiraan atau kegalauan selalu kontekstual. Ia tekait sebuah situasi, melibatkan orang lain sebagai penyebab, dan tentu saja ketika diungkapkan dapat memunculkan aneka interpretasi.

Sekilas orang merasa, media sosialku bersifat pribadi, hal mana benar adanya. Ia adalah `bilik privatku'. Yang tidak disadari, betapapun media sosial bersifat pribadi, telah dikunci, tidak memiliki follower (pengikut), tetapi di media sosial sudah terdapat linimasa.

Ia akan menangkap semua unggahan terbaru dari semua penggunanya. Artinya, komentar apa pun di media sosial akan ditemukan walaupun sebuah akun sudah diubah lebih pribadi.

Bagi orang yang memiliki masalah, tidak sulit memantau lawan. Cukup dengan menangkap ekspresi. Meski diungkap lewat bahasa berbunga, puitis, apalagi ironis, tidak dilihat sebagai ungkapan hati yang bisa memicu pertikaian.

Lebih lagi, ketika ekspresi hati sesaat diungkap dengan sangat lugas, emosional, dan provokatif. Sudah pasti akan mendapatkan tanggapan.

Di sinilah bahayanya. Media sosial hadir begitu kejam. Ia bisa mengekspresikan hati hingga diketahui begitu banyak orang.

Kedangkalan hati dan etika bisa dipantau. Lebih lagi, ketika dalam posisi apapun, seseorang akan mudah terbaca kematangan diri, hal mana menjadi sebuah evaluasi.

Lebih lagi, ekspresi yang keluar. Shiv Khera misalnya tidak melihat ekspresi negatif yang keluar sebagai hal terpisah.

Baginya, Your positive action combined with positive thinking results in success. Artinya, ketika aksi positif dikombinasikan dengan pikiran positif akan menghasilkan sukses.

Sebaliknya, mengungkapkan pikiran negatif tentang diri dan terutama tentang orang lain akan terkombinasi tanpa disadari dengan perbuatan yang merendahkan diri yang mengarahkan kegagalan.

Korelasi seperti ini umumnya disadari oleh siapapun yang memiliki tanggungjawab.
Ia akan bijak berkata-kata. Godaan media sosial yang memintanya mengungkapkan pikirannya tidak akan dituangkan serta merta.

Ia akan berpikir dua kali sebelum bertindak karena tahu ketika pikiran negatif dikeluarkan, kedalaman diri diketahui. Dan, ketika perasaan diri diungkap, ia akan juga menjadi sebuah konsumsi publik.

Mikrofon

Mudahnya menulis di media sosial serta dampaknya yang bisa sangat besar menjadi sebuah awasan untuk selalu menjadikan etika sebagai payung pelindung diri. Tetapi bagaimana memahami etika medsos itu?

Hal paling sederhana adalah menyadari dan selanjutnya membangun mindset menganggap HP sebagai mikrofon. Mikrofon (HP) akan menyebarluaskan suara (tulisan) dan dapat didengar oleh orang lain.

Di sini ungkapan melalui HP tidak lagi bersifat pribadi tetapi telah disebarluaskan ke orang lain. Orang yang mendengar pun akan menanggapi `celotehan'.

Kesadaran ini diharapkan menumbuhkan etika dasar agar seseorang lebih berhati-hati. Apa yang disampaikan akan diseleksi karena apa yang diungkapkan berdampak luas.

Di sini dibutuhkan etika dasar yang disebut sebagai hukum emas "Lakukan apa yang Anda ingin dilakukan orang lain terhadap Anda dan jangan melakukan apa yang Anda tidak suka orang lain lakukan terhadap Anda".

Lebih jauh, etika yang berasal dari kata `ethos' (ta etha, jamak), yang berarti adat kebiasaan, cara berkipikir, akhlak, sikap, watak, cara bertindak, pada akhirnya diukur dalam enam hal yakni: keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

Dalam kaitan dengan media sosial, apakah apa yang saya tulis (perasaan saya) mendatangkan keindahan diri? Apakah tulisan saya terasa indah yang mendatangkan kebahagiaan bagi diri saya dan orang lain? Yang perlu dipahami, kebahagiaan bersifat universal.

Karena itu ketika kebahagiaan bersifat personal dan membiarkan orang lain menderita di atas kegembiraan (semu) ku, maka tentu saja tidak menghasilkan keindahan dalam arti sebenarnya.

Apakah juga kata-kata yang diungkapkan tidak merendahkan orang lain sambil menonjolkan diri? Apakah suku, agama, ras, antargolongan tidak tersinggung dengan bahasa saya?

Selain itu, apakah tercipta kebaikan? Apakah ungkapan saya tidak menyinggung yang akhirnya menyebabkan ketidakbaikan?

Prinsip keadilan perlu juga mengacu pada keadilan. Sebuah ungkapan di media sosial tidak bisa sekedar mengutamakan kepentingan diri tetapi berdiri pada pihak lain untuk membayangkan tuntutan yang sama dari mereka.

Dua prinsip terakhir tentang kebebasan dan kebenaran juga jadi takaran. Media sosial memberi kebebasan untuk berbuat apa saja, tetapi mesti dilakukan dengan mempertahankan kebenaran.

Apa yang diungkapkan perlu diletakkan dalam prinsip bebas untuk melakukan sesuatu yang positif dan tidak sekedar bebas dari ikatan yang mengekang.

Singkatnya, media sosial akan kian berguna ketika pengguna selalu kembali memeluk etika sebagai penuntun. Dalam bahasa DH Lawrence, etika harus bersifat abadi (juga dalam media sosial) "Ethics and equity and the principles of justice do not change with the calendar."

Penekanan etika inilah pengendali kita saat memasuki media sosial. Kita sadari bahwa hanya dengan etika, bahaya negatif medsos yang bisa menjerumuskan penggunanya dapat terhindarkan. Tanpa pengendalian etis, bahaya keretakan sosial menjadi hal yang sangat nyata. Mari kita kembali pada etika. *

Sumber: Pos Kupang 6 November 2017 halaman 4

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes