PSE Luncurkan Kopi Bubuk Manggarai

RUTENG, PK--Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Ruteng bekerja sama dengan Veco Indonesia meluncurkan produk kopi bubuk Manggarai. Acara peluncuran berlangsung di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Kamis (29/10/2009).

Ketua PSE, Romo Simon Nama, Pr, menjelaskan, produksi kopi bubuk asli Manggarai berasal dari hasil kopi binaan PSE Dioses Ruteng. Anggota kelompok tani menyebar di wilayah Manggarai.

Produksi kopi bubuk yang dihasilkan, jelas Rm. Simon, untuk memenuhi standar ekspor ke luar negeri. Saat ini sedang dilakukan upaya teknis untuk mendapat label dari kesehatan/BPOM dan nama kemasan kopi.

Dia mengatakan, produksi kopi bubuk Manggarai untuk menampung hasil produksi kopi hasil pertanian masyarakat pasca panen. Juga, untuk meningkatkan pengolahan pasca panen sehingga nilai jual kopi petani di Manggarai lebih tinggi. Pasalnya, dari beberapa pengalaman pengolahan kopi pasca panen masih kurang mendapat perhatian serius. Karena itu, PSE bekerjasama dengan Veco Indonesia memproduksi kopi bubuk Manggarai.

Sementara Administrator Keuskupan Ruteng, Rm. Laurensius Sopang, Pr, mengatakan, kegiatan peluncuran dan pengembangan kopi pasca panen melalui produksi kopi bubuk semata-mata untuk membantu masyarakat dalam rangka meningakatkan pendapatan ekonomi.

Gereja tidak terlibat dalam urusan dagang tapi semata-mata membantu masyarakat untuk meningkatkan produksi kopi. Karena itu, dunia usaha dan para pedagang tidak perlu merasa terancam. Gereja terlibat sejauh bisa membantu masyarakat dalam tataran tertentu. Diharapkan terbangun kerjasama sehingga masyarakat petani kopi bisa terbantu.

Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok memberi aspirasi terhadap peranserta gereja dalam memerangi kemiskinan. Produksi kopi bubuk ini sangat berarti bagi masyarakat pasca panen.

Dengan produksi kopi ini, demikian Rotok, diharapkan mampu meningkatkan daya jual yang lebih baik. Namun prakarsa kegiatan industri ini perlu melengkapi adminisitrasi dan persyaratan sesuai aturan yang berlaku. Tujuanya agar produksi kopi bubuk yang dihasilkan memiliki legalitas formal.

Acara peluncuran perdana kopi bubuk dipandu Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok didampingi Wakil Bupati, Dr. Deno Kamelus, S.H.M.H, dan Administrator Keuskupan Ruteng, Rm. Laurensius Sopang, Pr. Rm Simon Nama, Pr, sebagai pemrakarsa memperkenalkan produksi kopi bubuk dalam peluncuran itu.Hadir jajaran SKPD, aktivis pertanian dan anggota kelompok binaan PSE. (lyn)

Pos Kupang 31 Oktober 2009 halaman 19
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes