Gaya Jokowi di Kairagi
Dalam rangkaian blusukannnya ke Sulawesi Utara, Calon Presiden (Capres) PDI Perjuangan, Ir Joko Widodo alias Jokowi menyempatkan diri mampir ke Kantor Harian Tribun Manado di Jalan AA Maramis, Kairagi, Manado, Sabtu (10/5/2014) sekitar pukul 13.15
Dua Mahasiswi Unima Taklukkan Puncak Elbrus
Prestasidemi prestasi dibukukan anak-anak Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Aesthetica, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima)
Berwisata Penuh Sensasi ke Pulau Komodo
TAK dapat dimungkiri, Pulau Komodo di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu pulau terunik di dunia
Jejak Beato Paus Yohanes PP II di Ritapiret
dion bata
SAAT membolak-balik file foto lama pagi ini saya menemukan jejak Paus Yohanes Paulus II di Seminari Tinggi Ritapiret, Nita, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Gambar prasasti saya ambil tahun 2005 saat berkunjung ke Seminari Tinggi Ritapiret menemui adik saya yang kala itu masih studi di sana.
Saya juga temukan link ini. Mungkin menarik untuk Anda baca. Selamat menikmati.
Belajar Mencintai dari Cicak
dion bata
KETIKA sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya….AHHHH!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.
Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berpikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara lelaki, saudara perempuan…..
Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk mendapatkan informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak peduli sejauh apa jarak diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi. JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!!! -Kisah ini berasal dari Jepang.
Lihat Sumber
Ketika Penumpang Telanjang Bulat
dion bata
![]() |
| ilusrasi |
"Seorang penumpang berkebangsaan Jerman melucuti semua pakaiannya di dalam pesawat pada Kamis malam," kata wanita juru bicara perusahaan penerbangan Iberia, sepert dikutip AFP, yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat (10/6/2011).
Juru bicara itu mengatakan, staf yang bertugas di pesawat berusaha membujuk pria tersebut. "Tapi ia malah jadi agresif dan akhirnya mengunci diri di dalam toilet. Pilot memutuskan untuk membelokkan pesawat dan mendarat di Madrid," ujarnya.
Sesaat setelah mendarat, pihak kepolisian naik ke dalam pesawat dan membawa pria itu pergi. Ia mengatakan perusahaan penerbangan tak mengetahui alasan pria yang tak disebutkan identitasnya itu, hingga melucuti pakaiannya. Di bandara, petugas polisi langsung mengamankannya. Sementara itu, pilot pesawat Iberia mengajukan keluhan dan mengatakan bahwa penumpang tersebut tak mematuhi instruksi awak kabin untuk duduk selama penerbangan, tetapi malah berteriak-teriak. Namun, keluhan sang pilot tak menyebutkan bahwa pria itu melepas seluruh pakaiannya. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian setempat, tak ada indikasi pria itu dalam keadaan mabuk. Tak ada keterangan mengenai tingkah lakunya sebelum melakukan aksi buka baju.
Yosni Herin Bupati Flotim Terpilih
dion bata
![]() |
| Yosni Herin |
POS KUPANG.COM, LARANTUKA -- KPUD Kabupaten Flores Timur (Flotim), Senin (6/6/2011) menetapkan pasangan Yoseph Lagadoni Herin alias Yosni dan Valentinus Tukan sebagai Bupati-Wakil Bupati Flotim terpilih. Penetapan KPUD Flotim itu dituangkan dalam keputusan No. 30/KPTS/0181433980/2011.
Penetapan pasangan terpilih itu dilakukan dalam rapat pleno KPUD Flotim, kemarin. Sesuai hasil rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan KPUD, pasangan Yosni dan Valens Tukan yang diusung Koalisi Sonata (Soga Naran Lewotanah), memperoleh 38.850 suara, disusul Mondial (Simon Hayon-Frans Diaz Alffi) memperoleh 33.364 suara.
Empat paket lainnya memperoleh suara tidak sebanyak dua paket terdahulu. Paket FF-IA (Felix Fernandez-Ismail Arkian) memperoleh 12.896 suara, JOIN (Joni Odjan-Ludin Lega) memperoleh 11.644 suara, RR-YES (Yeremias Bunganaen-Yakobus Keban) mendapat 6.201 suara dan DIAN (Yoseph Diaz-Markus Ama Lebe Tokan) memperoleh 5.035 suara.
Penetapan paket terpilih itu baru dilakukan sekitar pukul 20.00 Wita tadi malam, setelah melalui rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara sejak pukul 10.00 Wita.
Rapat pleno dipimpin Ketua KPUD setempat, Aloysius Kene Masan dihadiri empat anggota, Ernesta Katana, Azis Tupen Peka, Ferdinandus Leo Ama dan Edy Diaz. Hadir Sekretaris KPU Flotim, ketua dan anggota Panwas Pemilu Kada Flotim.
Tolak Tanda Tangan
Kelima anggota KPUD menandatangani berita acara penetapan diikuti saksi paket Sonata, Andreas M Emi Diaz. Sementara empat saksi yakni, saksi Paket Mondial, Gerard Bacenty, saksi JOIN, Abdulkadir H. Yahya, saksi paket DIAN, Iskandar Nusa Putra dan saksi FF-IA menyatakan menolak hasil pleno dan tidak menandatangani berita acara penetapan paket calon terpilih. Sedangkan saksi paket RR-YES, Philipus Kupo Kerans saat penandatangan berita acara, tidak berada di tempat. Dipanggil tiga kali oleh KPU untuk menandatangani berita acara, saksi tidak berada di tempat.
Gerard Bacenty menyatakan menolak menolak menandatangani berita acara karena menilai KPUD tidak taat azas. Banyak pelanggaran dalam proses Pemilu Kada dan pihaknya akan menempuh jalur hukum. "Kami (Mondial, Red) akan menempuh jalur hukum. Kami kalah terhormat, menang juga terhormat," kata Gerard.
Saksi paket FF-IA, F Lorens Fernandes mempersoalkan banyaknya pemilih yang tidak mendapat kartu pemilih dan yang tidak terdaftar dalam dafar pemilih tetap (DPT).
Saksi paket JOIN, Abulkadir H Yahya dalam proses rekapitulasi banyak menyoroti kinerja KPUD Flotim yang dinilainya tidak profeisional. Ia menilai, dalam logika normal ketika pemilu kada ditunda satu tahun maka yang seharusnya terjadi adalah daftar pemilih tetap (DPT) meningkat namun yang terjadi adalah turun sekitar 6.791 suara. Penurunan pemilih ini dilakukan secara sengaja.
Mantan Ketua KPUD FLotim ini mengatakan, KPUD Flotim telah dengan sengaja tidak menyerahkan model C2 ukuran besar kepada saksi di TPS, begitu juga format C5 yang memuat data surat suara cadangan yang digunakan karena ada surat suara yang rusak atau keliru dicoblos.
"Kami paket JOIN meragukan hasil perhitungan KPU dari tingkat KPPS hingga KPU. Karena kami menduga ada konspirasi terstruktur, sistematis dan terorganisasir," kata Kadir disambut tepuk tangan.
Juru bicara KPUD Flotim, Ernesta Katana yang dihubungi usai menandatangani berita acara penetapan pasangan calon, mengatakan, secara umum proses perhitungan suara dan penetapan bupati-wakil bupati terpilih tidak ada masalah. "Semua proses telah berjalan, dan jika ada keberatan sudah disiapkan formatnya. Begitu juga dengan adanya kejadian khusus yang ditemukan dalam proses rekapitulasi. Kita ingin seobyektif mungkin dalam proses perhitungan suara sehingga ketika terjadi kekeliruan data, kita minta untuk ditelusuri dengan acuan yang sudah disiapkan namun saksi keberatan sehingga kita siapkan formatnya," katanya.
Ia mengakui, akan menyerahkan hasil penetapan pasangan calon ke DPRD FLotim, Selasa (7/6/2011) untuk persiapan pelantikan.
Ditanya tentang kemungkinan ada paket yang menempuh jalur hukum mempersoalkan hasil Pemilu Kada, Katana mengatakan KPUD siap menghadapinya. (iva)
Pos Kupang, Selasa 7 Juni 2011 halaman 1
Skor 5:5
dion bata
SEUMPAMA arena pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (pemilu kada) di kampung besar Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan kompetisi sepakbola, maka kompetisi itu sungguh mencerminkan jatuh bangunnya sebuah kesebelasan partai politik (parpol). Ada saat berjaya, ada waktu tunggang langgang. Ada tangis, ada tawa.
Sejak pemilihan kepala daerah secara langsung tahun 2005, begitu banyak air mata tumpah di persada Flobamora. Juga tawa berderai hingga mencabik langit. Dan, inilah hasil sementara pertarungan itu. Dua klub politik raksasa di beranda Nusa Tenggara Timur, Partai Golongan Karya (Golkar) versus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bermain imbang 5:5. Skor tersebut bisa berubah dalam hitungan hari mengingat kompetisi pemilu kada masih terus bergulir.
Acuan skor imbang yang beta pakai adalah kepala daerah dan wakil kepala daerah dari Partai Golkar dan PDIP yang kini masih serta akan memimpin kabupaten dan kota di NTT. Ya, meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur belum mengetuk palu final, namun hampir dipastikan dalam duel terkini di Flores Timur, pasangan PDIP unggul atas Golkar. “Kemenangan” terakhir itulah yang menyamakan skor menjadi 5:5 antara PDIP dan Golkar.
Kiprah kedua parpol yang menguasai panggung politik Flobamora sejak pemilu pertama di era reformasi tahun 1999 menarik disimak. Khusus Partai Golkar yang berkuasa penuh selama rezim Soeharto –sempat gamang ketika kepala daerah di ini negeri dipilih langsung oleh rakyat mulai tahun 2005. Di beberapa kabupaten Golkar gagal mengusung calonnya karena kisruh internal serta ketidaksiapan mereka beradaptasi dengan sistem serta regulasi baru. Kiprah PDIP pun mirip. Partai banteng yang menikmati eforia hasil pemilu 1999 ternyata sulit menemukan kader dengan nilai jual tinggi. PDIP memaksakan kader yang belum ranum sehingga rontok berguguran. Dalam beberapa kasus, PDIP malah terjebak sindrom salah asuh dan salah pilih sehingga calon jagoannya tak berdaya menghadapi badai pemilu kada yang terkenal ganas dan butuh napas panjang.
Dalam pertarungan pemilu kada di sebelas daerah di Nusa Tenggara Timur, Golkar dan PDIP sungguh “dipermalukan” si cabe rawit. Partai kecil terbukti lebih lincah bergerak, lebih cerdas memilih figur berdaya jual tinggi serta lebih piawai membangun solidaritas. Di Kabupaten Sikka yang merupakan basis tradisional si Merah PDIP selama puluhan tahun, calon yang diusung dalam pemilu kada 2008 gagal naik singgasana bupati dan wakil bupati. PDIP masih bisa bersyukur lantaran di kabupaten nyiur melambai tersebut rivalnya Partai Golkar pun gigit jari.
Di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), perolehan suara Golkar yang fantastis sejak Orde Baru dan berlanjut hingga tiga pemilu reformasi juga terjadi pergeseran dalam pemilu kada terakhir (2009). Pasangan calon Partai Golkar tidak berhasil melanjutkan rezim Golkar di bumi cendana yang bertahan puluhan tahun. Pemenang pemilu kada justru calon yang dijagokan koalisi yang dimotori Partai Demokrat. Di kabupaten ini PDIP pun sulit menjulang. PDIP agaknya tahu diri. Selain Sikka dan TTS, Partai Golkar dan PDIP juga gagal mengantar calon mereka meraih kejayaan di Kabupaten Ngada, Belu, Sumba Barat, Sumba Tengah, Alor, Manggarai Barat, Nagekeo, Kota Kupang dan Rote Ndao. Rote Ndao punya catatan istimewa. Inilah satu-satunya daerah di NTT yang dipimpin oleh calon dari jalur independen. Semua calon dari partai keok! Rote kok dilawan. He-he-he..
Golkar dan PDIP rupanya belajar dari kegagalan sehingga mereka mengubah taktik dalam putaran pemilu kada terkini. Saat bertarung di Kabupaten Manggarai, Sumba Timur dan Sabu Raijua pada tahun 2010, Golkar meminang figur yang sungguh kuat di akar rumput, tidak begitu penting lagi apakah dia kader Golkar atau bukan. Toh di era multipartai sekarang fenomena kader kutu loncat telah menjadi sesuatu yang lazim. Dan, terbukti partai beringin tidak keliru memilih. Si Kuning berjingkrak riang karena meraih kemenangan. Calon Golkar meraih suara meyakinkan, mengalahkan calon PDIP serta pasangan calon dari partai lainnya. Golkar dengan demikian berjaya di lima kabupaten yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Sumba Timur, Sabu Raijua dan Lembata.
Lembata pantas disebut mengingat saat ini masih dipimpin Andreas Duli Manuk yang lima tahun lalu juga diusung Golkar. Dalam pemilu kada putaran pertama 19 Mei 2011, pasangan Golkar “unggul” sementara atas calon PDIP. Namun, karena keunggulannya beti alias beda tipis maka calon dari kedua partai tersebut harus berlaga lagi di putaran final 4 Juli 2011 mendatang. Pemilu kada Lembata menjadi medan pertarungan keras antara PDIP vs Golkar. Kalau pasangan PDIP menang, maka PDIP akan pimpin skor jadi 6-4. Demikian pula sebaliknya. Peluang kedua partai untuk juara di Lembata tahun 2011 berimbang. Tergantung bagaimana taktik dan srategi meraih suara pendukung empat calon lainnya yang kandas di putaran pertama.
PDI Perjuangan sejauh ini berjaya di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Kupang, Ende, Timor Tengah Utara (TTU) dan Flores Timur yang baru saja mencoblos 31 Mei 2011 setelah proses pemilu kada berlarut-larut hampir setahun. Di Timor Tengah Utara memang ada onak dan duri hukum yang menikam Komisi Pemilihan Umum selaku penyelenggara pemilu kada tahun 2010. Namun, legitimasi mayoritas suara rakyat yang memilih calon PDIP merupakan fakta tak terbantah. Masalah hukum terkait pemilu kada TTU tahun 2010 adalah soal lain yang juga menarik perhatian. Tapi lebih elok jika dikupas dalam sesi tersendiri.
Bagi tuan dan puan penggemar politik, skor imbang 5:5 pasti menarik bukan? Peta kekuatan itu niscaya dipakai sebagai modal kalkuasi peluang untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2013 serta pemilu legislatif dan pemilihan presiden tahun 2014 secara nasional. Duel Golkar vs PDI Perjuangan akan semakin membara pada hari-hari mendatang.
Bagaimana dengan Kota Kupang yang tahun 2012 kembali memilih walikota dan wakil walikota? Setelah menjaring angin lima tahun silam karena memilih figur yang kurang menjual, kali ini PDIP dan Partai Golkar sepertinya tak mau melepas peluang tersebut untuk kedua kalinya. PDIP bahkan telah menabuh genderang perang terbuka dengan membuka pendaftaran bagi para calon. Puluhan nama calon sudah mendaftar lewat pintu PDIP, termasuk Ibu Lusia Adinda Dua Nurak-Lebu Raya. Tuan dan tuan tidak asing dengan tokoh ini. Beliau adalah istri ketua DPD PDI Perjuangan NTT yang juga Gubernur propinsi ini, Drs. Frans Lebu Raya.
Dengan membuka pendaftaran secara terbuka bahkan diiklankan secara menyolok lewat media massa, PDIP tentu saja mau menunjukkan keseriusannya merebut kepemimpinan di Kota KASIH. PDIP agaknya merespons gerakan rivalnya Partai Golkar yang sudah lebih dulu merapatkan barisan, antara lain dengan melakukan pergantian ketua partai yang kini dipegang Drs. Daniel Adoe yang juga Walikota Kupang. Tentang tokoh murah senyum dan ramah ini, beta ingat pernyataannya hampir dua tahun lalu, tepatnya tanggal 9 Juni 2009. “Saya hanya mau katakan bahwa saya tidak mencalonkan diri lagi dalam pemilihan walikota mendatang. Saya cukup satu periode. Saya ingin menikmati hari tua saya bersama isteri dan keluarga. Saya ingin masa tua saya tenang," kata Daniel Adoe ketika itu. Pernyataannya yang mengejutkan hari itu disiarkan secara luas oleh media massa cetak dan elektronik.
Apakah beliau sungguh tidak maju lagi sebagai calon dalam pemilu kada Kota Kupang tahun 2012? Menurut politikus kawakan Nusa Tenggara Timur, Bung Kanis Pari, berpolitik praktis adalah hidup berkecimpung dengan seni yang paling tinggi dan indah yaitu seni dari segala kemungkinan; memungkinkan kemungkinan yang tidak mungkin, dimungkinkan kemungkinan yang bisa saja memungkinkan kemungkinan yang belum mungkin. Jadi? (dionbata@yahoo.com)
Pos Kupang, Senin 6 Juni 2011 halaman 1
Mengenang Bung Karno di Ende
dion bata
![]() |
| Bung Karno |
"Tempat pelarian untuk menyendiri yang kugemari adalah di bawah pobon sukun yang menghadap laut. Aku duduk dan memandang pohon itu. Dan, aku melihat pekerjaan daripada Trimurti dalam Agama Hindu. Aku melihat Brahmana Yang Maha Pencipta dalam tunas yang berkecambah dalam kulit kayu keabu-abuan itu. Aku melihat wisnu yang maha pelindung dalam buah yang lonjong berwarna hijau. Aku melihat Shiwa Yang Maha Perusak dalam dahan-dahan mati yang gugur dari batangnya yang besar dan aku merasakan jejaringan-jaringan yang sudah tua dalam badanku menjadi rontok dan mati di dalam."
Itulah penggalan tulisan Bung Karno yang dikutip dari Buku "Bung Karno dan Pancasila Ilham dari Flores untuk Nusantara" yang disusun oleh Tim Nusa Indah.
Dalam buku yang dituliskan Cindy Adam 1969_300, Bung Karno mengatakan. "Di Pulau Bunga (Ende) jang sepi tidak berkawan telah menghabiskan waktu berdjam-jam lamanya merenung di bawah pohoh kaju. Ketika itulah datang ilham jang diturunkan oleh Tuhan mengenai dasar falsafah hidup jang sekarang dikenal dengan Pantjasila. Aku tidak mengatakan bahwa aku mentjiptakan Pancasila. Apa jang kukerjakan hanyalah menggali tradisi kami dijauh sampai ke dasarnya dan keluarlah dengan lima butir mutiara jang indah."
Maka tak diragukan lagi bahwa di bawah pohon sukun di Kota Ende itulah, Bung Karno menemukan Pancasila.
***
Jasad Bung Karno telah berkalang tanah. Namun, semangat dan cita-citanya untuk memerdekan bangsa Indonesia tak pernah hilang. Pancasila akan selalu hidup dalam sanubari bangsa Indonesia.
Dalam perjuangannya melepaskan bangsa ini dari belenggu penjajahan, Bung Karno telah menemukan "batu pondasi" bangsa Indonesia di Ende.
Dalam buku Sejarah Kota Ende yang ditulis oleh FX Soenaryo, pada tanggal 14 Januari 1934 Bung Karno bersama keluarganya menginjakkan kaki di Kota Ende.
Bung Karno pada waktu itu didampingi oleh Ibu Inggit, istrinya, Ibu Amsi, mertua Bung Karno, Ratna Juami, anak angkat Bung Karno. Juga seorang guru yang bertugas mengajar anak angkatnya Ratna Juami, yaitu Pranoto.
Pada waktu datang di Ende, Bung Karno menumpang di rumah seorang kenalan barunya, bernama H. Binti Saleh Banjar selama satu minggu. Ibu mertua Bung Karno, Ibu Amsi meninggal dunia di Ende pada tanggal 12 Oktober 1935 setelah lima belas hari sakit.
Jenazahnya dimakamkan di Ende dan hingga sekarang makamnya masih terawat dengan baik.
Saat berada di Ende, Bung Karno memiliki 40 orang teman yang bersedia menjadi pemain tonil. Bung Karno sendiri sekaligus merangkap menjadi pelatih, sutradara dan manajernya.
Salah seorang sahabat Bung Karno pada waktu itu, yaitu Pastor Geradus Henricus Huijtink, SVD. Kerja sama dan bantuan dari Pastor Geradus Henricus Huytink terhadap Bung Karno yang pernah diberikan antara lain tukar-menukar bahan bacaan, bertukar pikiran atau berdebat secara terus terang.
Dalam hal ini kedua orang itu sangat cocok karena usianya sebaya. Bung Karno lahir tahun 1901, sedangkan Pastor Geradus lahir tahun 1902. Keduanya sama-sama kaum intelektual. Bung Karno bahkan menyewa sebuah gudang milik Paroki Ende untuk mementaskan tonil-tonil karyanya. Gudang yang disulap menjadi gedung pertunjukan tonil itu dikenal dengan sebutan Gedung Immaculata. Akibat dipentaskannya pertunjukan tonil-tonilnya, Bung Karno menjadi semakin dikenal bukan hanya oleh para pejabat, tetapi juga rakyat Kota Ende dan sekitarnya.
Di samping itu hubungan Bung Karno dengan Pastor Geradus sangat akrab. Hal ini terbukti pada saat Bung Karno telah menjadi Presiden dan berkunjung ke Ende pada tahun 1950, ketika bertemu Pastor Geradus, Bung Karno berkata: "Ya, saya masih berhutang pada pater sepuluh gulden."
Selain dengan Pater Geradus, Bung Karno memiliki banyak sahabat dan banyak bergaul bukan hanya kalangan tokoh masyarakat saja, tetapi juga rakyat jelatadari berbagai daerah seperti Paupanda, Ambugaga, Kurere, Wolowona, Puurere, Mbongawani dan dari berbagai desa lainnya.
Sahabat Bung Karno dapat disebutkan antara lain, Mohamad Saleh Banjar, Ibu H. Siti Nahani, Yusup Ibrahim, Ruslam Utu, Abubakar Demu, Benyamin Haji Daud, Ruslan Utu, Durham Utu, Djao Bara, Haji Abdula Ragho, Hamid Dhopi dan Haji Abdullah Ambuwaru.
Haji Abdullah Ambuwaru merupakan sahabat Bung Karno yang sangat akrab, bukan saja karena Bung Karno tinggal di rumahnya, tetapi ia merupakan teman makan dan minum, duduk merenung, dan teman dalam suka dan duka.
Bung Karno selain seorang orator dan arsitek, juga berjiwa seni. Hal ini dibuktikan pada waktu pembuangan di Ende, Bung Karno sempat membentuk sebuah perkumpulan seni yang diberi nama "Kelup Kelimutu".
Dalam kelup ini mereka sering berlatih main sandiwara dan Bung Karno bertindak sebagai sutradara dibantu oleh Ibrahim Masyad sebagai wakilnya. Naskah sandiwara yang ditulis Bung Karno ada tujuh buah, masing-masing berjudul Rendo Rate Rua, Rahasia Gelimutu, Dokter Syaitan, Kut-Kutbi, Hero Dinamit, Djula Gubi, dan Maha Iblis/Anak Haram Djodoh.
Anggota kelup ini tampak sangat kompak mulai dari mempersiapkan prasarana sampai sarana lainnya. Mereka bertugas sesuai dengan bidangnya. Ada yang menjahit pakaian, menata rambut, merias, membuat poster, dan sebagainya. Biaya diperoleh selain dari bantuan pihak tertentu, juga menggunakan uang gaji Bung Karno dari pemerintah penjajah Belanda.
Sandiwara ini dipentaskan di sebuah gedung milik Paroki Ende yang dipinjamkan oleh Pater Geradus, yaitu Gedung Immaculata yang sampai saat ini bangunan ini masih ada.
Itulah secuil kisah dan kenangan terhadap Bung Karno saat berada di Ende, menemukan pondasi dan falsafah bangsa di Ende dan yang sudah menjadi bagian dari sejarah Bangsa Indonesia. (romualdus pius)
Pos Kupang Senin 6 Juni 2011 halaman 1
Pemilu Kada Flotim Satu Kali Putaran
dion bata
LARANTUKA, PK -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Aloysius Kene Masan mengatakan, pemungutan suara dalam Pemilu Kada Flotim hanya satu putaran. Pasangan Yoseph Lagadoni Herin-Valens Tukan memperoleh suara terbanyak dari lima paket calon lainnya.
"Saya ingin menepis informasi yang beredar bahwa pemungutan suara berlangsung dua putaran. Walaupun belum pleno tapi saya bisa memastikan bahwa paket Sonata yang memperoleh suara terbanyak yakni 35.554 atau 35,09 persen sedangkan Mondial memperoleh 31.092 suara atau 30,68 persen. Ini hasil sementara tapi saya yakin tidak beda jauh dengan rekap dari PPK," kata Kene Masan, Jumat (3/6/2011).
Sesuai UU No. 32 tahun 2004, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 12 Tahun 2008, pasal 107 ayat (2), jelas Kene Masan, pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memperoleh suara lebih dari 30 persen dari jumlah suara sah, suara terbesar dinyatakan sebagai pasangan calon terpilih.
Sesuai jadwal, lanjutnya, pada tanggal 6 Juni 2011, KPUD Flotim akan menetapkan Bupati-Wakil Bupati Flotim terpilih periode 2011-2016. Penetapan dilakukan setelah penyusunan dan penyampaian berita acara dan rekapitulasi hasil perhitungan suara di PPK (panitia pemilihan tingkat kecamatan).
"Sesuai jadwal mulai tanggal 4 sampai 6 Juni kami melakukan penyusunan berita acara untuk menetapkan pasangan calon terpilih," katanya.
Dari perhitungan suara sementara, setelah paket Yosni Herin-Valens Tukan (paket yang diusung koalisi Sonata) di urutan pertama, dan Mondial (Simon Hayon-Frans Diaz Alffi) di urutan kedua, posisi ketiga adalah Felix Fernandez -Ismail Arakian dengan jumlah suara 12.737 atau 12,57 persen.
Urutan keempat diperoleh pasangan Hironimus Semau Johny Odjan- H. Ludin Lega yang memperoleh 11.411 suara atau 11,26 persen. Urutan kelima pasangan independen Yeremias Bunganaen- Kristo Keban yang memperoleh 5.644 suara atau 5,57 persen dan di urutan buntut adalah pasangan Yosep Yulius Diaz-Markus Amalebe Tokan yang kebagian 4.899 suara atau 4,83 persen.
Kene Masan mengatakan, apapun hasil akhir yang diperoleh nanti, semua pihak harus menerima sebagai pilihan rakyat. "Kita harus menerima hasil yang ada. Karena proses ini tanpa rekayasa," katanya.
Sesuai perhitungan suara sementara, terdata sebanyak 32.322 pemilih (22 persen) yang tidak mencoblos alias golongan putih (golput). Angka partisipasi yang mencoblos 78 persen.
"Kalau kita melihat angka partisipasi yang mencoblos 78 persen termasuk bagus. Tapi, kalau melihat angka secara kuantitas 32.322 pemilih yang tidak mencoblos maka cukup banyak. Namun yang tidak mencoblos bukan hanya karena tidak mau memilih namun sebagian karena mati, pindah alamat dan para siswa SMA yang tamat sekolah yang saat pemungutan suara berada di luar daerah," jelas Kene Masan. (iva)
Perhitungan Sementara KPUD Flotim.
Kecamatan Paket No 1 2 3 4 5 6 Wulanggitang 1.512 1.258 203 352 369 2.135
Ile Bura 267 671 73 152 137 1.761
Tite Hena 628 1.414 374 522 320 2.145
Demon Pagong 659 964 161 167 55 315
Larantuka 4.396 5.516 945 3.239 790 1.921
Ile Mandiri 802 1.459 288 371 221 1.383
Lewo Lema 909 1.531 306 282 240 591
Tanjung Bunga 1.110 1.596 323 432 252 1.634
Adonara Timur 782 4.030 643 2.360 622 2.483
Ile Boleng 135 2.938 320 444 418 2.288
Witihama 179 3.961 344 195 351 2.026
Klubagolit 153 1.877 359 1.185 206 1.515
Adonara 459 1.375 88 951 129 1.616
Adonara Tengah 96 363 49 74 723 1.716
Adonara Barat 249 1.015 139 276 349 3.224
Wotan Ulumado 126 367 58 200 132 2.595
Solor Barat 43 2.710 47 49 259 793
Solor Timur 232 2.511 174 160 103 951
Pos Kupang, 4 Juni 2011 halaman 1
Proficiat Sonata
dion bata
POS KUPANG.COM, LARANTUKA -- Tiga paket calon mengucapkan proficiat kepada pasangan calon yang diusung koalisi Sonata (Soga Naran Lewotanah), Yoseph Lagadoni Herin-Valens Tukan, yang untuk sementara memperoleh suara terbanyak hasil pemungutan suara Pemilu Kada Flotim priode 2011-2016.
Tiga paket yang mengucapkan proficiat itu yakni pasangan Yosep Yulius Diaz-Markus Amalebe Tokan (Dian), Hironimus Semau Johny Odjan-H Ludin Lega (Join) dan paket Yeremias Bunganaen-Kristoforus Keban (RR-Yes). Sementara dua paket calon lainnya, yakni Mondial (Simon Hayon-Fransiskus Diaz Alffi) dan Felix Fernandes-Ismail Arkian masih menunggu hasil akhir proses penghitungan suara yang dilakukan KPUD setempat.
Cabup paket Dian, Yosep Yulius Diaz, Rabu (1/6/2011), mengatakan menerima hasil perhitungan sementara yang kini sudah menjadi konsumsi publik. Dia menyatakan menyampaikan proficiat kepada paket yang mendapat suara terbanyak dari masyarakat Flotim.
"Kita terima hasil perhitungan sementara ini walau kami tahu dalam proses pelaksanaan Pemilu Kada Flotim masih menyisakan banyak carut marut. Ini adalah pilihan rakyat. Kita hormat. Kami sampaikan proficiat buat pasangan yang terpilih. Namun, kita berharap ke depan perlu ada pembenahan dalam proses berdemokrasi, perlu ada pendidikan politik dari pemimpin untuk masyarakat sehingga dapat menekan gesekan-gesekan yang mengakibatkan terjadinya benturan di masyarakat," kata Yusdi, sapaan Yoseph Yulius Diaz.
Dia berharap, pasangan yang memimpin Flotim nanti mampu merekatkan kembali hubungan-hubungan yang sudah retak saat berlangsung Pemilu Kada.
"Rekatkan kembali tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pemuda dan lembaga-lembata agama dan adat yang ada untuk memperkuat barisan dalam membangun Flotim. Sebab selama pemilu kada, anak-anak Lewotana tercabik-cabik hanya karena kepentingan-kepentingan para paket. Dan fokuslah bekerja untuk masyarakat Flotim karena kemenangan yang diraih adalah kemenangan rakyat. Jangan buat sekat di antara sesama anak Lamaholot, karena sejahteraan masyarakat adalah keberhasilan pemimpin," kata Yusdi.
Dia juga menyampaikan terikasih kepada pendukung paket Dian. "Kita sudah berjuang maksimal dan hasil yang kita dapatkan juga maksimal. Kerja dua minggu hasilnya empat ribu lebih warga yang memilih kita, ini luar biasa. Saya anak tanah, besar di luar tapi sebagian rakyat Flotim percaya kami," katanya.
Belum Matang
Cabup dari paket Join, Hironimus Semau Johny Odjan juga menyampaikan proficiat kepada paket Sonata yang untuk sementara mendulang suara terbanyak.
"Kami melihat proses demokrasi belum matang. Prores pembelajaran demokrasi belum menyentuh ke akar rumput sehingga yang terjadi adalah pragmatisme. Namun, itulah demokrasi, suara terbanyak dialah pemenangnya. Karena itu, kami menyampaikan proficiat kepada pasangan Sonata yang untuk sementara meraup suara terbanyak. Suara yang diraih adalah suara rakyat dan kami menerima itu. Apalagi, sudah satu tahun rakyat belum memiliki pemimpin defenitif. Rakyat sudah rindu pemimpin defenitif, dan kami menerima hasil sementara ini," kata Johny Odjan.
Meski demikian, Odjan mengatakan masih menunggu keputusan resmi hasil pleno KPUD FLotim.
Cabup pasangan RR-Yes, Yeremias Bunganaen juga menyatakan menerima hasil sementara perolehan suara. "Kami sudah bekerja maksimal namun kami sedikit menyesal dengan hasil yang kami terima karena namanya politik ya seperti itu. Kami sosialisasi dan bekerja begitu gencar, bekerja dengan otak dan otot namun lemah di ongkos. Apa yang diraih Sonata, sambil menunggu keputusan final KPUD, kami terima. Suara rakyat adalah suara Tuhan, vox populi vox dei. Apalagi landasan perjuangan paket kami adalah cinta kasih. Karena itu, ke depan kami berharap paket yang menang mampu mensejahterakan masyarakat dengan membawa Flotim lebih maju," katanya.
Sementara itu, Cabup Felix Fernandez mengatakan masih menunggu hasil keputusan dari KPUD Flotim. "Kami masih menunggu keputusan final KPUD Flotim," katanya.
Cawabup pasangan Mondial, Fransiskus Diaz Alffi yang dikontak, kemarin, mengaku sedang berada di Jakarta dan tidak mengikuti perkembangan. "Saya ada di Jakarta, bisa hubungi sekrtariat (Mondial)," katanya.
Ketua DPD Partai Golkar Flotim, Nani Bethan mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan KPUD FLotim. "Kami masih menunggu hasil pleno KPUD Flotim. Kami akan sandingkan data-data yang dimiliki KPUD Flotim dan selanjutnya melakukan evaluasi untuk menetapkan langkah-langkah," katanya. (iva)
Pos Kupang, 3 Juni 2011 halaman 1
Pasangan Lagadoni Herin Pawai Kemenangan
dion bata
POS KUPANG.COM -- Meskipun proses penghitungan suara masih berlangsung dan belum ada keputusan resmi KPUD, massa pendukung paket Sonata (Yosep Lagadoni Herin-Valens Tukan) sudah menggelar pawai kemenangan di Larantuka, Rabu (1/6/2011).
Sempat terjadi insiden kecil ketika arak-arakan pawai melintas di jalan raya di Kelurahan Postoh. Beberapa pemuda melempar es batu yang mengenai pendukung paket Sonata. Pawai sempat terhenti dan suasana sempat tegang namun selang beberapa menit, anggota Brimobda NTT langsung terjun mengamankan suasana.
Pendukung Sonata kembali melanjutkan konvoi. Arak- arakan awalnya bergerak dari Waibalun hingga Weri dan kembali ke rumah adat di Waibalun.
Ketua Koalisi Sonata, Antonius Hubertus G Hadjon kepada wartawan, Rabu (1/6/2011), mengatakan, kemenangan yang diraihnya merupakan kemenangan rakyat, bukan kemenangan pribadi atau kelompok.
"Kami yakin, kami sudah menang karena itu kami pawai. Pawai ini spontanitas atas kegembiraan dari para pendukung yang bekerja selama ini untuk paket Sonata. Namun, ini adalah kemenangan rakyat, bukan kemenangan kami perorangan atau kelompok. Ini masyarakat Flores Timur," katanya.
Anton mengakui, proses Pemilu Kada Flotim masih banyak carut marutnya. "Masyarakat terkotak-kotak, namun semua yang terjadi ini adalah untuk mencari bentuk demokrasi yang sebenarnya. Karena itu, para pendukung paket Sonata menyampaikan terimakasih kepada semua masyarakat Flotim yang mendukung Sonata," katanya.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada lima paket calon lain bersama tim suksesnya masing-masing. "Tanpa lima paket tentunya pemilu kada tidak berjalan dan tidak ada yang bisa terpilih menjadi pemimpin. Karena itu, paket Sonata menyampaikan rasa hormat kepada lima paket sebagai sama-sama putra daerah. Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang. Kemenangan adalah milik rakyat. Sekarang kita satukan pikiran membantu pasangan terpilih untuk membangun Flotim," pungkasnya. (iva)
Pos Kupang, 3 Juni 2011 halaman 1
Lagadoni Herin Pimpin Sementara di Flores Timur
dion bata
LARANTUKA, PK -- Pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Flores Timur (Flotim) yang diusung koalisi Soga Naran Lewotana (Sonata), Yoseph Lagadoni Herin-Valens Tukan, untuk sementara memimpin perolehan suara hasil pemungutan suara Pemilu Kada Flotim, Selasa (31/5/2011).
Data perolehan suara sementara yang diperoleh Pos Kupang, pukul 23.00 Wita, semalam, suara sah yang sudah dihitung mencapai 103.761 suara. Dari jumlah itu, Sonata mendulang 36.618 suara (35,29 persen) disusul paket Mondial (Simon Hayon-Frans Diaz Alffi) yang memperoleh 31.357 (30,22 persen).
Perolehan suara empat paket lainnya tidak sebanyak perolehan dua paket tersebut. Pasangan Felix Fernanez-Ismail Arakian mendapat 13.752 suara, pasangan Yoseph Yulius Diaz-Markus Amalebe Tokan (DIAN) memperoleh 4.882 suara, JOIN (Hironimus Johny Odjan- H. Ludin Lega) mendapat 11.072 suara, Yeremias Bunganaen-Kristofurus Keban memperoleh 6.080 suara.
Pantauan Pos Kupang di Larantuka, proses pemungutan suara dan penghitungan suara berlangsung lancar.
Para pemilih berdatangan di TPS-TPS untuk
memberikan suaranya. Para pemilih bahkan sudah datang ke TPS pada pukul 07.00 Wita pagi.
Proses pemungutan suara berlangsung sampai pukul 13.00 Wita. Bahkan ada TPS yang sudah selesai pemungutan suara sebelum pukul 13.00 Wita.
Usai memberikan suaranya, warga menyaksikan proses penghitungan suara. Setiap pasangan calon yang mendapat suara disambut teriakan kegembiraan pendukungnya.
Sementara itu data resmi perolehan suara sementara belum bisa diperoleh dari KPUD setempat. Proses perhitungan cepat yang dijanjikan KPUD Flotim tidak berjalan. Hingga pukul 18.00 Wita, kemarin, para petugas yang ditempatkan untuk melakukan perhitungan cepat belum melakukan perhitungan.
Pantauan Pos Kupang di beberapa TPS, kemarin, seperti di TPS 1 Lokea, di sini pasangan FF-IA memperolej 114 suara, Sonata 86 suara, DIAN 27 suara, JOIN 47, RR-YES 4 suara dan Mondial 23 suara.
Di TPS 06, Kelurahan Pukan Tobi Wangi Bao, FF-IA memperoleh 19 suara, Sonata 124 suara, DIAN 6 suara, JOIN 286 suara, RR-YES 10 suara dan Mondial 21 suara.
Di TPS 1 Sarotari, Paket FF-IA mendapat 11 suara, Sonata 65 suara, DIAN 5 suara, JOIN 314 suara, RR-Yes tiga suara dan Mondial 33 suara.
Juru bicara KPUD FLotim, Ernesta Katana yang dihubungi sekitar pukul 23.00 Wita semalam, mengatakan proses perhitungan di KPUD belum selesai karena belum semua data terkumpul dari kecamatan-kecamatan. "Data belum terkumpul semua dan masih dalam perjalanan," katanya. (iva)
Warga Datangi KPUD FLotim
PULUHAN warga, Selasa (31/5/2011) sekitar pukul 08.00 Wita, mendatangi sekretariat KPUD Flores Timur (Flotim) di Larantuka, memprotes nama mereka yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Mereka menilai KPUD FLotim mengabaikan hak politik mereka untuk mengikuti pemilihan Bupati-Wakil Bupati Flotim priode 2011-2016.
"Jangan kebiri hak politik kami. Kami sudah menjadi penduduk Pohon Bao sejak lama, tapi nama kami tidak ada dalam DPT. Ada warga yang baru masuk tapi ada nama untuk coblos. Ini aneh tapi nyata," teriak seoarang ibu rumah tangga di depan kantor KPUD Flotim.
Mereka menilai, kinerja KPUD FLotim buruk karena banyak pemilih yang tidak bisa menggunakan hak politik mereka dalam Pemilu Kada. "Mestinya kalau pemilu ditunda suaranya makin naik bukan makin turun. Yang ada suara makin turun. Kami minta, proses pencoblosan dihentikan sambil menunggu penyelesaiaan agar kami bisa menggunakan hak kami. Apalagi, yang sedang terjadi banyak terjadi pendobelan nama, dan banyak pemilih yang tidak ada dalam kelurahan itu tapi ada namanya," teriak ibu yang lain.
Sementara di dalam ruangan, Ketua KPUD Flotim, Aloys Kene Masan berdialog dengan utusan yang diwakili, Ny. Fat, Mas'ad dan beberapa yang lain. Ketua KPUD didampingi Wakapolres Flotim, Kompol Agustinus Nggana.
Dalam ruangan itu, mereka meminta Ketua KPUD Flotim memberikan kebijakan kepada merka agar mereka dapat menggunakan hak pilih mereka. "Masa pada pemilu legislatif dan presiden kami ikut coblos, tapi ketika memilih bupati dan wakil bupati kami, hak kami tidak diakomodir. Kami minta pertanggungjawabkan. Kalau tidak, hentikan dulu proses pencoblosan. Apalagi ada banyak kartu pemilih yang tertahan di kantor Lurah Pukan Tobi Wangi Bao," kata Arsyad.
Terhadap permintaan warga tersebut, Kene Masan mengatakan bahwa pemilih yang namanya tidak ada dalam DPT tidak bisa ikut mencoblos.
Terhadap pernyataan Aloys tersebut, warga sempat marah namun akhirnya mereka memilih keluar ruangan dan duduk di luar. "Lebih baik kita keluar, tidak ada solusi duduk di sini, Apalagi jam coblos hampir berakhir," kata Ny. Fat.
Di Kelurahan Pohon Bao diperkirakan sekitar 200 lebih pemilih yang tidak terdata dalam DPT. (iva)
Pos Kupang, 1 Juni 2011 halaman 1







