Disiplin Menetapkan Anggaran

ilustrasi
BUKAN tanpa tujuan mulia ketika pemerintah pusat memberlakukan sanksi bagi daerah yang terlambat menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah pusat mematok batas waktu 30 November 2016 bagi seluruh daerah  untuk menetapkan APBD induk tahun anggaran 2017 mendatang.

Kepala daerah dan wakilnya serta semua anggota DPRD  tidak boleh menima gaji selama enam  bulan ke depan  jika sampai batas waktu 30 November tahun anggaran berjalan, belum ada penetapan perda APBD induk. Begitulah wujud sanksi yang akan diberikan pemerintah pusat. Tegas,  jelas dan langsung tertuju pada mereka yang berwenang mengambil keputusan.

Sanksi memang patut diberlakukan. Sudah menjadi pengetahuan umum banyak daerah di Tanah Air termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak disiplin dalam merancang APBD saban tahun. Cukup sering APBD suatu daerah baru diputuskan setelah tahun anggaran berjalan satu sampai tiga bulan sehingga  proses pencairannya pun terlambat. Efeknya menyebar ke mana-mana yang intinya membuat roda perekonomian daerah tidak bergulir sebagaimana mestinya.

Dalam sejumlah kasus penetapan APBD jauh  melewati batas waktu karena terjadi tarik-menarik kepentingan antara eksekutif  dan legislatif. Atas nama ego mereka mengabaikan kepentingan rakyat yang seharusnya diutamakan. Di NTT bahkan pernah terjadi di suatu kabupaten proses penetapan APBD berlarut-larut hampir setahun. Pemerintah provinsi yang menjadi penengah pun tidak berhasil mendamaikan pemerintah dan DPRD yang berseteru.

Pemerintah pusat kiranya memetik pelajaran berharga dari kenyataan seperti itu sehingga mulai tahun 2016 memberlakukan sanksi yang tegas. Masyarakat tentu menyambut baik ketegasan semacam ini sehingga para kepala daerah tersentuh hati dan pikirannya agar bekerja lebih serius mengelola permasalahan rakyat. Mereka tidak boleh lagi asyik dengan dirinya sendiri.

Dalam spirit itu pula kita memberi apresiasi kepada Bupati Kupang Ayub Titu Eki yang mengancam akan nonjobkan  Sekda Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd dan anggota Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Kupang dari jabatannya jika sampai batas waktu 30 November 2016 belum ada penetapan APBD induk 2017 dalam sidang paripurna DPRD setempat.

"Saya sangat kesal dan marah. Setiap kali saya tanya apakah dokumen rancangan perda APBD 2017 sudah disiapkan, TAPD selalu bilang beres. Ternyata tinggal sembilan hari dari batas waktu, dokumen itu belum beres dan belum disidangkan," kata Bupati Titu Eki dengan wajah merah padam karena menahan marah ketika menggelar jumpa pers di ruang kerjanya, Senin (21/11/2016) sore.

Kiranya ancaman Bupati Ayub Titu Eki dipahami sebagai cambuk bagi Sekda dan anggota TAPD Kabupaten Kupang bekerja lebih giat lagi dalam menyiapkan dokumen rancangan APBD 2017. Dokumen tersebut harus segera sampai di tangan anggota Dewan untuk dikaji dan dibahas bersama eksekutif. Jika pemerintah telat memasukkan dokumen akan mengganggu jadwal berikutnya. Semoga semua kabupaten dan kota di NTT pun disiplin waktu menetapkan APBD 2017.*

Sumber: Pos Kupang 24 November 2016 hal 4

Berharap Banyak pada PSSI

Edy Ramayadi
PANGLIMA Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2016-2020. Edy meraih mayoritas suara dalam kongres PSSI di Hotel Mercure Ancol, Jakarta,  Kamis 10 November 2016.

Dalam kongres yang diikuti seluruh anggota PSSI tersebut, Edy mendapat dukungan 76 suara atau unggul jauh dibandingkan calon lainnya mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang mendapat dukungan 23 suara disusul Eddy Roempoko satu suara. Tiga tiga calon ketua umum PSSI lainnya yakni Sarman El Hakim, Bernhard Limbong dan mantan pemain timnas Kurniawan Dwi Yulianto tidak mendapatkan suara dalam kongres itu. Media melaporkan ada tujuh suara yang tidak sah.

Edy Rahmayadi menggantikan tugas ketua umum PSSI sebelumnya La Nyalla Mattalitti yang tidak selesai menunaikan tugasnya karena terbelit kasus hukum.  Forum kongres juga memilih Joko Driyono dan Iwan Budiawan sebagai wakil ketua umum PSSI.  menggantikan wakil ketua umum yang lama yakni Erwin Dwi Budiawan dan Hinca Pandjaitan.

Gatot S Dewa Broto dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang mewakili pemerintah  menyambut baik terpilihnya Edy. Dia mengapresiasi proses pemilihan ketua umum PSSI yang berjalan sesuai statuta FIFA, AFC, dan PSSI.

"Kami ucapkan selamat pada Pak Edy Rahmayadi  yang telah terpilih," kata  Gatot.
Masyarakat pencinta sepakbola nasional tentu ikut bergembira. Hasil kongres PSSI pada 10 November 2016 setidaknya mulai mengikis ketidakpastian yang sudah berlangsung lama di dalam tubuh organisasi tersebut. Mati surinya prestasi sepakbola Indonesia antara lain disebabkan amburadulnya organisasi PSSI selama ini. PSSI lebih banyak "ribut" secara internal daripada mengelola persepakbolaan nasional agar prestasinya minimal  bisa menyamai negara-negara di Asia Tenggara.

Kita sudah merasakan dampak buruk ketika PSSI dibekukan pemerintah. Induk olahraga sepakbola dunia, FIFA memberikan sanksi kepada Indonesia. Tim nasional kita tidak boleh berlaga di event internasional. Demikian pula dengan klub peserta liga Indonesia. Liga domestik kita  tidak bergulir. Para pemain kehilangan sandaran hidup. Sejumlah klub bangkrut  serta aneka persoalan lainnya yang sangat kompleks.

Masyarakat berharap banyak pada PSSI. Terpilihnya Edy  Rahmayadi dan para pengurus lainnya memberi harapan untuk menata kembali persepakbolaan Indonesia. Pekerjaan rumah pengurus baru memang segudang. Tetapi kita percaya mereka akan mampu melakukan perbaikan dengan mengusung skala prioritas. Pertama tentu memulihkan kepercayaan masyarakat bahwa organisasi PSSI masih ada dan pengurusnya  akan bekerja keras melakukan konsolidasi. Kedua, terus berikhtiar memperbaiki prestasi sepakbola Indonesia. Semoga!*

Sumber: Pos Kupang 12 November 2016 hal 4

Ketua PWI NTT Dion DB Putra Sesalkan Hilangnya Prasasti Pers


Dion DB Putra
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyesalkan hilangnya Prasasti Pers yang ditandatangani Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2011 di Taman Nostalgia Kota Kupang.

"Kita sesalkan karena pemerintah bisa kecolongan hingga aset itu dicuri orang," kata Ketua PWI NTT Dion DB Putra kepada ANTARA News di Kupang, Sabtu (16/7/2016).

Dia meminta Pemerintah Kota Kupang dan Provinsi NTT segera membuat lagi prasasti untuk mengganti prasasti yang hilang itu untuk mengembalikan nilai sejarah bagi masyarakat umum, dan khususnya pers nasional di NTT.

"Kata-katanya bisa dikutip lagi. PWI Provinsi NTT memililki dokumen foto prasasti itu. PWI berharap pemerintah serius menanggapi masalah ini," kata Pemimpin Redaksi Harian Umum Pos Kupang itu.


Ia menilai, Prasasti Pers yang ditandatangani Presiden SBY pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 9 Februari 2011 di Kupang itu bernilai historis tinggi.

"Para Insan Pers Indonesia, teruslah berjuang untuk mencerdaskan bangsa dan mengembangkan kehidupan demokrasi kita." Demikian pesan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kupang, Rabu (9/2/2011).

Menurut dia, prasasti ini merupakan monumen pers pertama di luar Pulau Jawa yang ditandangani langsung Presiden RI setelah di Solo, Jawa Tengah.

"Prasasti ini merupakan monumen pers yang sangat bersejarah, karena merupakan pertama di luar Pulau Jawa," katanya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah NTT perlu segera membuat kembali prasasti itu dan dipasang kembali pada tempatnya sekaligus dijaga dan dirawat sebagai bagian dari sejarah.

"Kita harapkan pemerintah bisa membuat kembali prasasti itu, kemudian dijaga dan dirawat secara baik agar tetap menjadi bagian dari sejarah," demikian Dion DB Putra. (antara)

Dion: Tarman Azzam Abdikan Hidupnya Demi Kemerdekaan Pers


Tarman Azzam
POS KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur Dion DB Putra menilai, Tarman Azzam adalah wartawan yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri bagi tegaknya kemerdekaan pers di negeri ini.

Peran itu tidak hanya dia lakoni saat menjadi Ketua Umum PWI Pusat selama dua periode, kata Dion DB Putra yang juga pemimpin redaksi Harian Pos Kupang itu kepada Antara di Kupang, Jumat (9/9/2016).

Ketua Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tarman Azzam meninggal dunia, Jumat pada pukul 09.23 WIT di Ambon.

Tarman meninggal setelah mendapat serangan jantung di Ambon, Maluku, saat ingin menghadiri peluncuran Hari Pers Nasional 2017 bersamaan dengan pembukaan pesta Teluk Ambon. Saat ini pun, Tarman menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat.

"Tarman Azzam adalah salah satu di antara sedikit wartawan yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk organisasi kewartawanan. Tidak hanya di saat masih menjadi Ketua Umum PWI," kata Dion DB Putra.

Menurut dia, jauh sebelum itu, bahkan hingga akhir hayatnya beliau tak henti berjuang demi kemerdekaan pers serta profesi wartawan yang bermartabat. Bangsa ini, kata dia, khususnya masyarakat pers nasional kehilangan seorang tokoh besar.

Jasa Tarman tak terlukiskan dengan kata-kata. Dia memimpin PWI pada masa transisi antara berakhirnya Rezim Orde Baru yang Otoriter bagi pers ke rezim Reformasi yang sangat bebas bahkan cenderung kebablasan, katanya.

"Pak Tarman adalah Ketua Umum PWI yang rajin berkunjung ke semua daerah di Indonesia," katanya. Dia sangat kebapaan dan mengayomi, juga pemberi motivasi yang ulung. "Selamat jalan Pak Tarman, beristirahatlah dalam damai Tuhan," demikian Dion DB Putra. (ant)

Efektivitas Perda Kawasan Tanpa Rokok

POS KUPANG.COM - Kota Kupang mengalami kemajuan dari sisi regulasi berkaitan dengan masalah kesehatan. Pada tanggal 18 Juli 2016 sudah ditetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang  Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Mengacu pada regulasi tersebut, seseorang yang merokok di sembarang tempat di wilayah Kota Kupang akan dikenakan sanksi.  Dalam perda ini antara lain disebutkan, jika kedapatan merokok di KTR seperti kawasa sekolah, rumah sakit, bahkan merokok di dalam angkutan kota (angkot) atau  bemo  bisa dikenakan sanksi membayar denda hingga Rp 50 juta.  Selain itu, perokok bisa dikurung selama enam  bulan penjara.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijana, Perda KTR Kota Kupang kini sedang disosialisasikan ke sekolah dan kelurahan. "Paling lambat sampai pertengahan tahun 2017 Perda KTR sudah bisa diterapkan secara maksimal," kata Ari.
Menurut dia, selain sosialisasi lisan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi tertulis melalui pemasangan spanduk, pamflet dan stiker yang akan ditempelkan atau diletakkan di sejumlah kawasan KTR.  Lokasi KTR itu seperti pada  fasilitas pelayanan kesehatan, tempat  belajar-mengajar di sekolah, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, fasilitas olahraga dan tempat kerja.

Selain, kata Ari, tempat umum yang ditetapkan  dengan keputusan walikota seperti hotel, restoran, rumah makan, jasa boga, terminal, pelabuhan, pasar, pusat perbelanjaan, mini market, supermarket, mall, pertokoan, tempat wisata, tempat karaoke dan sarana olahraga. Ari mengatakan, penerapan Perda KTR dilakukan efektif bulan Juli 2017. Pengawasan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan proses hukumnya dilakukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Kupang.

Kita menyambut baik kehadiran Perda KTR tersebut. Melalui proses yang berliku dan cukup memakan waktu akhirnya kota ini memiliki payung hukum yang sah terkait rokok. Harapan kita semoga Perda KTR sungguh diimplementasikan. Jangan sekadar macan kertas  sebagaimana nasib Peraturan Daerah (Perda) lainnya yang pernah ada.

Pengalaman menunjukkan banyak Perda  yang tidak efektif karena pihak berwenang tak berani bertindak sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak boleh lagi terjadi pembiaran agar Perda Kawasan Tanpa Rokok benar-benar terlaksana.

Sebelum efektif diberlakukan pada bulan Juli 2017, Pemerintah Kota Kupang hendaknya melakukan sosialisasi secara masif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di kota ini. Tokoh agama perlu bicara tentang Perda KTR. Ajak umat masing-masing untuk mematuhi. Tokoh masyarakat, tokoh pemuda pun melakukan gerakan yang sama.  Singkat kata semua kalangan harus bergerak bersama membangun kesadaran untuk melaksanakan Perda KTR.

Partisipasi masyarakat ikut menentukan keberhasilan Perda tersebut. Tentu saja harus dimulai dari lembaga terkecil tapi sangat penting yaitu keluarga. Membentuk kebiasaan yang baik lazimnya bermula dari sana. Anak akan belajar dari orangtuanya selain menimba keteladanan dari guru di sekolah dan lingkungan sosial. Namun, di atas semua itu pilihan terbaik memang sebaiknya Anda tidak merokok. Semoga!

Sumber: Pos Kupang 1 November 2016 hal 4

Menikmati Istanbul dari Selat Bosporus

Jembatan Bosporus I
HARI itu Sabtu 1 Oktober 2016, akhir pekan yang indah di Istanbul.  Kota tergemuk di Turki dengan populasi  14 juta jiwa  seolah bergerak lebih lamban dari biasanya. Arus lalu lintas padat lancar. Banyak senyum dan tawa di mana-mana meski Istanbul masih siaga satu,  dua bulan pasca percobaan kudeta yang gagal.

Itulah hari terakhir kami sebanyak  18 wartawan asal  Indonesia berada  di Istanbul, kota unik yang berada di dua benua. Rekan-rekan dari Karpowership rupanya sudah menyiapkan agenda spesial yakni city tour yang mengasyikkan. Setelah dua hari berturut-turut kami serius bergelut tentang  kiprah  perusahaan terkemuka Turki yang membuat kapal pembangkit listrik atas pesanan pemerintah RI, akhir pekan itu saatnya piknik. Sungguh cara mengatur jadwal yang aduhai

Sabtu 1 Oktober, jarum jam baru  menunjukkan pukul 07.00,  Novi dan Ririn dari Karpowership Indonesia telah mengingatkan lewat grup WA agar kami jangan lupa sarapan pagi dan siap diri untuk jalan-jalan. Menurut jadwal city tour mulai pukul 09.00 waktu Istanbul atau sekitar  pukul 14.00 Wita di Kupang.

Kami meninggalkan Hotel Ritz Charlton Istanbul di kawasan Harbiye, Asker Ocagi Caddesi tepat pukul 09.00. City tour dipandu Burak, guide profesional dengan pembawaan  hangat dan menyenangkan. Setelah meninggalkan hotel berbintang lima itu, Burak membawa kami melewati depan Istana Dolmabache yang tak seberapa jauh dari Stadion Besiktas JK, satu di antara klub sepakbola papan atas Liga Turki.

Kami terus menyusuri kawasan Pasha House, Ciragan Palace dan  Albanian Villages  yang semuanya terletak di bibir Selat Bosporus yang elok. Mata sungguh dimanjakan oleh pedestrian area yang nyaman di pinggir pantai. Pagi itu ada banyak orang yang jogging dan bersenang-senang dengan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.
Benteng Rumeli Hisari yang masih kokoh.

Dan, tak kalah memikat hadirnya kerumuman orang yang sedang memancing. Anak- anak, remaja, orang tua, pria dan wanita. Selat Bosporus sungguh menghadirkan oase bagi warga Kota Istanbul dan pelancong.

Tiba waktunya tour laut menyusuri Selat Bosporus dengan kapal wisata untuk menikmati panorama Istanbul. Bosporus adalah selat yang menghubungkan dua benua, Asia dan Eropa. Juga menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Kedalaman selat sepanjang 30 km  itu bervariasi antara 36 sampai 124 meter.  Menurut data wikipedia, lebar maksimum Selat Bosporus 3.700 meter di sisi utara dan minimum 750 meter antara Anadoluhisari dan Rumelihisari.


Pemerintah Turki sudah membangun tiga jembatan melintasi selat tersebut yang mereka beri nama jembatan Bosporus I, Bosporus II dan III. Sejak tahun 1970-an Jembatan Bosporus menjadi ikon Kota Istanbul. Jembatan  Bosporus I  sepanjang 1.074 meter rampung dibangun pada 30 Oktober 1973. Pada tahun 1988 pemerintah Turki menyelesaikan pembangunan Jembatan Bosporus II sepanjang 1.090 meter. Warga Istanbul kerap menyebut jembatan kedua ini dengan nama Jembatan Fatih Sultan Mehmet.

Turki juga membangun Jembatan Bosporus Ketiga yang juga dikenal sebagai Jembatan Yavuz Sultan Selim. Pada malam hari ketiga jembatan itu diterangi lampu warna-warni yang indah. Konon pencahayaan jembatan  menggunakan sistem komputerisasi sehingga  warna ditampilkan sesuai kebutuhan dan momentumnya.
Istana Dolmabahce

Menyusuri Selat Bosporus tidak sekadar menikmati kota Istanbul yang dulu bernama  Konstantinopel dari sisi berbeda. Dari selat itu justru kami bisa melihat banyak bangunan berarsitektur Eropa, Asia dan Mediterinia yang masih terawat baik. Bangunan-bangunan bersejarah itu merupakan warisan kejayaan masa lalu sejak masa Bizantium, Romawi, Kekhalifahan Usmani hingga era Republik Turki modern di bawah kepemimpinan sang pendiri Mustafa Kemal Ataturk (1881-1938).

Dari atas kapal kami melihat  sisi lain  istana Dolmabahce. Burak, sang pemandu menjelaskan tentang peran penting  Istana Dolmabahce. Dulu istana tersebut merupakan pusat aktivitas Kekaisaran Ottoman. Istana tersebut juga pernah didiami Presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk hingga akhir hayatnya.

Dari Selat Bosporus kami juga melihat bangunan Topkapi Palace, istana kesultanan Uthmaniyah (Ottoman) yang ditempati antara tahun 1465-1853. Letaknya masih di kawasan Sultan Ahmet, tak seberapa jauh dari lokasi wisata ternama di Istanbul yakni Grand Mosque, Hagia Sophia (Ayasofia) dan Grand Bazaar. Dari kejauhan kami bisa melihat sisa-sisa pagar benteng istana yang ketebalannya bisa mencapai 4 meter.
Mesjid yang indah di Selat Bosporus

Peninggalan bersejarah lainnya yang bisa dinikmati dari Selat Bosporus adalah Benteng Rumeli Hisari yang masih kokoh di perbukitan. Benteng yang dibangun tahun 1452 oleh Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih itu bertujuan mengamankan Selat Bosphorus dari ancaman musuh pada masa itu. Yang juga membuat takjub adalah bangunan mesjidnya yang indah, sebut misalnya Mesjid Ortakoy dengan taman  sekelilingnya.

Akhirnya, ketika perut minta segera isi ulang, tidak perlu cemas lantaran di sepanjang bibir Selat Bosporus yang elok itu tersedia aneka restoran dengan menu yang bisa dipilih sesuai selera. (dion db putra)

Data Singkat
Nama:  Istanbul. Dalam sejarah juga dikenal sebagai Konstantinopel dan Bizantium.
Kota terpadat di Turki yang jadi pusat perekonomian, budaya dan sejarah negara itu.

Luas: 5.343 km persegi

Ketinggian: 40 meter dpl

Jumlah Penduduk: 14,03 juta (31 Desember 2015)

Tempat Menarik: Selat Bosporus, Jembatan Bosporus, Istana Dolmabahce, Hagia Sophia, Istana Topkapi, Masjid Sultan Ahmed.

Universitas Terkenal: Universitas Istanbul,  Istanbul Aydin University, Istanbul Bilgi University.


Sumber: Pos Kupang  6 November 2016 halaman 1




   

Kapal Listrik untuk NTT Hampir Rampung

Sibel Yucel (kiri) dan Ufuk Berk (kedua dr kiri)
ISTANBUL, PK-Kapal listrik Karadeniz Powership yang akan ditempatkan  manajemen PT PLN Persero di Kupang, NTT hampir  rampung. Kapal yang dibuat perusahaan Turki, Karpowership  tersebut bakal dikirim ke Indonesia paling lambat awal tahun depan.
Demikian keterangan Koordinator Pengembangan Bisnis Karpowership, Sibel. Yucel dan Direktur Karpowership Wilayah Asia, Ufuk Berk, kepada Pos Kupang di Istanbul, Jumat (30/9/2016).

Sibel menjelaskan, sesuai kontrak antara Karpowership dengan Pemerintah Indonesia, kapal listrik yang akan ditempatkan di Kupang berkekuatan 60 MW (Megawatt). Namun kapasitasnya  bisa lebih ditingkatkan 10 persen  dari angka itu.

"Saat ini kemajuan pekerjaan fisiknya sekitar 86 persen. Untuk Kupang akan rampung dan dikirim ke Indonesia setelah kapal listrik yang akan ditempatkan di Belawan, Medan, Sumatera Utara," kata Sibel Yucel.

Sibel mengatakan, kapal listrik untuk Kupang  yang sedang dibangun di galangan kapal Istanbul tersebut panjangnya 170 meter, tinggi 50 meter dan lebar 30 meter.   
Kapal listrik Karadeniz  dengan ukuran dan kapasitas mesin  yang sama juga akan ditempatkan PLN di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)dan Ambon, Maluku.

Seperti disaksikan Pos Kupang, kapal-kapal tersebut sedang dibangun di galangan  Hat-San di kawasan Yalova, sekitar dua jam perjalanan dari pusat kota Istanbul.
Ufuk Berk menambahkan, dirinya sudah beberapa kali ke Kota Kupang dan memastikan kondisi pelabuhan di sana tidak ada masalah untuk menempatkan kapal listrik Karadeniz  nanti.

"Perizinan  sudah diurus. Pelabuhan di Kupang siap untuk menerima kapal kami sehingga bisa langsung digunakan untuk mengatasi krisis listrik di sana,"  kata Ufuk Berk.

Menurut Ufuk, dari lima kapal buatan Karpowership yang dipesan pemerintah pusat guna mengatasi krisis listrik, satu kapal berkapasitas 60 MW sudah ditempatkan di Pelabuhan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara bulan Januari 2016.
Empat kapal lainnya, kata Ufuk, akan dikirim ke Indonesia secara bertahap hingga awal tahun 2017. 

Dia mengatakan, kapal listrik untuk Lombok dan Ambon akan rampung bulan Oktober dan segera diberangkatkan ke tempat masing-masing. Kemudian menyusul kapal listrik untuk Medan dan Kupang.

"Dari semua kapal buatan kami  untuk Indonesia, kapal listrik paling besar akan ditempatkan di Belawan, Medan. Kapasitasnya 110 Megawatt," jelas Ufuk.

Seperti diketahui, untuk mengatasi krisis listrik, Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK)  menjalin kontrak kerja sama dengan Karpowership, perusahaan pembuat kapal listrik di Istanbul. Kapal listrik  itu disewa dalam jangka waktu tertentu sesuai kontrak kerja sama.
Sampai saat ini Karpowership mengoperasikan sembilan kapal listrik yang menghasilkan lebih dari 1.500 MW di kawasan Timur Tengah, Asia, Afrika dan Mediterania. (osi)


18 Wartawan Kunjungi Galangan Kapal

SEBANYAK  18 orang wartawan dari beberapa provinsi di Indonesia  mengunjungi galangan kapal listrik buatan Karpowership di Istanbul Turki, Kamis (29/9/2016).

Para wartawan itu berasal dari lima provinsi di Indonesia yang sudah dan akan mendapat kapal listrik buatan Karpowership yaitu Sulawesi Utara,  NTT, NTB, Maluku  dan Sumatera Utara.
Bergabung juga wartawan media cetak dan elektronik yang berbasis di Jakarta dan Surabaya seperti Jawa Pos, Media Indonesia, The Jakarta Post, Detikcom, Metro TV, Antara dan lainnya.
Para wartawan didampingi Direktur Karpowership Wilayah Asia. Mr. Ufuk Berk,  Hendri, Lidya, Novianti dan Ririn dari Karpowership Indonesia.

Sebelum mengunjungi kapal listrik  di kawasan Tuzla dan Hat-San,  Istanbul, wartawan asal  Indonesia, termasuk Pos Kupang mampir dulu di kantor pusat Karpowership di pusat Kota Istanbul.
Dari kantor pusat Karpowership ke galangan kapal listrik apung itu perjalanan memakan waktu dua  jam.

Di galangan kapal para wartawan diajak pimpinan Karpowership  meninjau proses pembuatan kapal listrik yang akan ditempatkan di Medan, Sumatera Utara, Kupang, Lombok dan Ambon. Kapal-kapal  tersebut hampir rampung. (osi)



Bangun Transmisi Koneksi ke Kapal

GENERAL Manager PLN Persero Wilayah NTT, Richard Safkaur, kepada Pos Kupang, Jumat (30/9/2016) mengatakan, kapal listrik dari Turki akan tiba di NTT awal tahun 2017.
Richard menjelaskan, persiapan yang dilakukan oleh PT PLN Peresro melalui tiga tahap. 

Tahap pertama, proses di kantor pusat, mulai dari lelang sampai  penandatanganan kontrak. Setelah penandatangan kontrak, pihak Car Power menyiapkan kapal di Turki. Fase tersebut sudah selesai.
Tahap kedua, dari proses tersebut penugasan ke PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mempersiapkan aspek teknis yang berhubungan dengan konstruksi koneksi antara gardu induk ke kapal.

Selain itu, jelas Richard, membangun transmisi dari tiang-tiang untuk koneksi ke kapal. Interkoneksi ini dengan gardu  induk di Bolok dan Maulafa yang masuk transmisi 70 KV yang menyalurkan keluar dari gardu induk Maulafa, gardu induk Naibonat, Nenohonis dan Kefa.

Tahap ketiga, demikian Richard, menyangkut perizinan antara pihak pemilik kapal dan kantor PLN wilayah, juga terlibat berhubungan dengan pihak otoritas terkait analisa dampak lingkungan, UKL, UPL, Amdal dan hal-hal lainnya.

Richard mengatakan progressnya sedang dibangun transmisi yang menghubungkan tiang ke kapal. Proses kesiapan terutama kapal  membutuhkan waktu. Tetapi yang jelas, lanjutnya, persiapan  tahap pertama hingga terakhir, sudah di atas 75 persen.

Richard mengatakan, begitu kapal datang langsung  koneksi dihubungkan, pengujian dan lainnya serta sertifikasi untuk memastikan bahwa listrik ini aman.   Kapal ini hidup dan listrik bisa masuk ke transmisi dan peralatan listrik dapat bekerja dengan baik. 

Didampingi Manajer Perencanaan PLN Wilayah NTT, Didit, Richard berharap kehadiran kapal listrik nanti masyarakat NTT keluar dari krisis listrik dan nyaman menggunakan listrik.
Ia menjelaskan, jalan tol PLN sudah ada dan dalam penyelesaian transmisi 70 KV Bolok - Maulafa untuk suplai Kota Kupang, Naibonat, Oesao, Nonahonis ke So'E, Kefa sampai ke perbatasan Mota'ain.

"Ini bukan kapal PLN, skema di dalam kontrak jual dan beli kami terima listrik. Kalau tidak disuplai sesuai beban yang dicantumkan dalam perjanjian kerja sama, maka dikenakan penalti. Begitu juga sebaliknya, kalau tidak pakai penuh 60 Mega, maka kami membayar kembali. Tapi di dalam kapal disiapkan 120 Mega," tuturnya.

Richard menjelaskan, untuk sistem Kupang penambahan pembangkit baru 60 MW. Sedang dibangun juga listrik swasta di kawasan Bolog 2 x 15 MW.

Sebelum Juni tahun depan, kata richard,  akan ada penambahan sistem Timor 90 MW. Kalau melihat gabungan beban puncak antara sistem Timor, sekarang belum mencapai 70 MW, ditambah Atambua sampai 85 MW.

"Itu beban untuk malam dengan durasi empat jam. Kalau siang beban puncak Kupang hanya 47-48 MW, belum So'E dan Kefa, mungkin naik sekitar 55 MW.  Kami punya 40 MW akan siap di sini siang hari. Namanya over suplay. Melihat seperti ini, siang 70 MW sisa beban 30 MW, setiap bulan harus dibayar," jelas Richard.

Dampaknya, kata Richard, investor dan dunia usaha di Timor harus bertumbuh. Timor harus tumbuh karena kelebihan listrik sekitar 30 MW. (yen)

Sumber: Pos Kupang 1 Oktober 2016 hal 1

Melihat Pembuatan Kapal Listrik di Istanbul (1)

Sibel Yucel (kiri) dan Ufuk Berk (kedua dari kiri)
POS KUPANG.COM - Koordinator Pengembangan Bisnis Karpowership, Sibel Yucel menyambut hangat Noviana Baharuddin, Dearina, Lidya dan Hendri Satrio, rekan-rekannya dari  Karpoweship Indonesia pagi itu. Dia memeluk mereka satu persatu kemudian  menempelkan pipi kiri dan kanan.

Senyum pun merekah di wajah wanita itu ketika Hendri memperkenalkan 18 wartawan asal  Indonesia  yang diundang Karpowership. "Selamat datang di Istanbul. Senang sekali bertemu Anda," kata Sibel saat menyambut kami di ruang pertemuan kantor pusat Karpowership di Merkez Mahalessi, Davel Sok No.14 Kagithana Kota Istanbul, Turki, Kamis (29/9/2016) pagi.

Sibel Yucel tidak sendirian. Di pagi yang cerah itu dia didampingi staf pemasaran Karpowership,  Asli Surek, Asli Acturk  serta Direktur Karpowership Wilayah Asia, Ufuk Berk. Ufuk Berk sebelumnya bersama-sama dengan kami menghabiskan waktu 12 jam penerbangan tanpa transit dengan Turkish Air dari Bandara  Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Ataturk Istanbul.

Sekitar 10 menit berselang pemimpin tertinggi perusahaan pembuat kapal listrik itu keluar dari ruang kerjanya menuju tempat kami berkumpul. Dengan ramah Chief Executive Officer (CEO) Karpoweship, Orhan Remzi Karadeniz  menyapa kami.
Beberapa rekan wartawan seperti Budhi Santoso dari Kantor Berita ANTARA, Hermasyah dari Harian Analisa Medan dan Eries Adlin (Bisnis Indonesia) berniat mengajukan pertanyaan kepada Orhan.

Namun, kami diingatkan Hendri agar menahan dulu hasrat bertanya tentang apa saja terkait Karpowership dan produknya. Sebab agenda hari pertama adalah mengunjungi tempat pembuatan kapal listrik yang akan diberangkatkan ke Indonesia. "Sesi wawancara dengan Pak Orhan kita agendakan besok. Sekarang rekan-rekan melihat dulu kapalnya sehingga ada gambaran secara teknis," kata Hendri dari Public Relation Karpowership Indonesia.

Seusai berkenalan dengan pimpinan Karpowership di lantai tiga kantor itu kami  bergegas menuju bus yang akan mengantar ke kawasan Tuzla, kurang lebih satu setengah jam perjalanan dari kantor pusat Karpowership. Pukul 09.50 waktu setempat bus membelah keramaian lalulintas Kota Istanbul yang berbalut suhu udara 23 derajat Celcius. Ufuk Berk berperan sebagai pemandu. Dia menjelaskan tempat-tempat penting yang kami lewati seperti stadion klub sepakbola Galatasaray, jembatan Bosporus yang menghubungkan wilayah Asia dan Eropa di Istanbul dan lainnya.
Tak terasa kami tiba di galangan kapal Sedef di kawasan Tuzla. Setelah mengenakan rompi dan topi khusus untuk keamanan, Sibel Yucel dan Ufuk mengajak kami berkeliling melihat galangan kapal tersebut. Ratusan pekerja yang hampir 99 persen pria sedang beraktivitas.

Ada yang menyiapkan bahan, mengelas, merakit dan sebagainya. Tujuan utama kami di sini adalah melihat proses pembuatan kapal listrik yang akan ditempatkan PT PLN (Persero)  di Pelabuhan Belawan, Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Seperti disaksikan Pos Kupang, secara fisik pembuatan kapal listrik yang akan ditempatkan di Medan baru sekitar 85 persen. Para pekerja masih merakit 24 mesin pembangkit listrik tenaga diesel di kapal itu. Pekerja juga membenahi ruang panel kontrol, ruang rekreasi serta bagian lain dari genset apung raksasa ini.

Dari lima kapal yang disewa pemerintah Indonesia melalui kontrak kerja sama antara PT PLN (Persero) dengan Karpowership,  kapal untuk Medan merupakan yang terbesar. Ukurannya lumayan jumbo. Tinggi 65 meter, lebar 46 meter, panjang 295 meter dan berat 50.000 ton. Kapasitas instalasi kapal ini 470 Megawatt (MW). "Kapal untuk Medan namanya Orhan Ali Khan," kata Ufuk Berk.

Sesuai branding Karpowership, nama kapal itu selengkapnya yakni Karadeniz Powership Orhan Ali Khan. Menurut Sibel Yucel, kapal Orhan Ali Khan akan diberangkatkan dari Istanbul ke Medan pada bulan Januari  2017 dan dijadwalkan tiba di Belawan pada bulan Februari 2017.

Setelah melihat pembangunan fisik kapal litrik untuk Medan, Sibel Yucel dan Ufuk Berk mengajak kami bergerak lagi ke bagian lain kota Istanbul. Kami menuju  Hatsan di kawasanYalova. Perjalanan ke Hatsan memakan waktu sekitar satu jam dari lokasi perakitan kapal untuk Medan. Kali ini kami melewati jembatan Bosporus III, jembatan terpanjang dari tiga jembatan Bosporus di Kota Istanbul.

Karyawan Karpowership sungguh bekerja keras merampungkan semua kapal listrik yang akan diberangkatkan ke Indonesia. Sama seperti Kapal Orhan Ali Khan, kapal yang akan ditempatkan PT PLN (Persero)  di Kupang, Ambon dan Lombok hampir rampung. "Saat ini kemajuan pekerjaan fisiknya sekitar 86 persen. Kapal untuk Kupang akan diberangkatkan ke Indonesia setelah Medan," kata Sibel Yucel.

Kapal listrik untuk Kupang  panjangnya 170 meter, tinggi 50 meter dan lebar 30 meter. Kapasitas instalasi 60 MW. Kapal listrik Karadeniz  dengan ukuran dan kapasitas mesin  yang lebih besar daripada Kupang akan ditempatkan PLN di Ambon, Maluku dan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kapasitasnya  110 MW.
Pemberian nama kapal listrik produksi Karpowership punya kisah tersendiri. Semua diambil dari nama anggota keluarga besar Karadeniz, sang pendiri perusahaan raksasa Turki tersebut. Kapal listrik untuk Kupang akan diberi nama Karadeniz Powership Ibrahim Bey. Kapal untuk Lombok bernama Gokhan Bey dan untuk Ambon namanya Yasin Bey. Satu dari lima kapal listrik yang sudah dioperasikan Karpowership di Amurang, Provinsi Sulawesi Utara bulan Januari 2016 diberi nama Karadeniz
Powership Zeynep Sultan.

Si cantik Zeynep inilah yang akan berbagi cerita tentang keunggulan kapal  produksi Karpowership yang telah menghalau kegelapan malam dan krisis energi listrik  di sejumlah negara Asia, Afrika, Mediterania dan Timur Tengah. (dion db putra/bersambung)


Sumber: Pos Kupang 7 Oktober 2016 hal 1

Melihat Pembuatan Kapal Listrik di Istanbul (2)

Zeynep Harezi (kanan)
Karpowership bisa menjual listrik murah karena perusahaan tersebut memilih bahan bakar yang lebih efisien yaitu HFO.

POS KUPANG.COM - Sosok perempuan muda paling ditunggu yang namanya diabadikan pada kapal listrik  yang beroperasi di Pelabuhan Amurang, Sulawesi Utara awal Januari 2016  itu akhirnya hadir juga ketika kami menikmati menu makan siang ala Turki yang lezat di kafe kantor Karpowership,  Jumat (30/9/2016).

Makan siang berlangsung pukul 14.10 waktu setempat setelah teman-teman Muslim menunaikan sholat Jumat di Masjid An Nur Istanbul. Dialah Zeynep Harezi, Direktur Eksekutif Pengembangan Bisnis Karpowership. Dua hari sebelumnya dia masih di Myanmar. Dia terbang ke Istanbul untuk sesi wawancara dengan kami 18 wartawan asal Indonesia. "Senang bertemu denganmu. Saya sudah bebeberapa kali ke Indonesia,"  kata Zeynep saat menyalami Pos Kupang. Disalaminya pula rekan wartawan lain dengan hangat dan ramah.

Didahului sesi  wawancara khusus dengan jurnalis televisi (Metro TV dan TV One), Zeynep kemudian memaparkan tentang keunggulan kapal listrik produksi Karpowership yang telah dan akan beroperasi di berbagai negara termasuk Indonesia. Zeynep menegaskan, manajemen Karpowership pantas percaya diri karena  bisnis mereka merupakan solusi terbaik guna mengatasi krisis listrik di negara berkembang.

Zeynep menjamin, harga jual listrik Karpowership kepada pelanggan PLN di Indonesia lebih murah ketimbang pembangkit lainnya. Menurut data yang dikutip  detik.com, PLN menyatakan mereka membeli setrum dari Karpowership dengan harga Rp 870 per kilowatt hour (kwh) selama lima tahun.

Karpowership bisa menjual listrik lebih murah memang dimungkinkan lantaran perusahaan tersebut memilih bahan bakar yang lebih efisien. Semua kapal buatan Karpowership memakai bahan bakar jenis HFO (Heavy Fuel Oil) dan gas.

Menurut Zeynep, pasokan HFO berlimpah dan harganya jauh lebih murah ketimbang minyak diesel. Dia menyebut harga HFO sekitar 270 dolar AS (Amerika Serikat) per ton atau kurang dari separuh harga minyak diesel sebesar 600 dolar AS  per ton.

Mesin pembangkit listrik (generator) buatan perusahaan Finlandia, Wartsila, yang dirakit pada kapal-kapal Karpowership juga hemat bahan bakar. Generator hanya menyedot 209 gram HFO dibanding rata-rata generator minyak diesel yang butuh bahan bakar 250 gram untuk mendapatkan setrum 1 kwh.

 "Itulah sebabnya biaya generator HFO hanya US  5,6 sen dolar AS dibanding 15 sen dolar AS pada pembangkit listrik berbahan bakar minyak diesel," kata Zeynep yang menjelaskan kepada wartawan sambil menuliskan angka-angka tersebut di papan.

Jaminan bahwa kapal listrik produksi perusahaan Turki itu lebih efisien, praktis dan tidak fleksibel  sebelumnya disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Karpowership, Orhan Remzi Karadeniz di kantornya, Jumat (30/9/2016) pagi.
Proses pembuatan kapal Karpowership, kata Orhan,  hanya butuh waktu kurang dari satu tahun. Artinya jauh lebih cepat daripada membangun pembangkit listrik di darat yang butuh lahan luas serta memakan waktu bisa lebih lama setahun.

Orhan mengatakan, kapal Karpowership tidak memerlukan persiapan yang lama untuk mengoperasikannya. Setelah kapal tiba di tempat yang ditentukan suatu negara bisa langsung dipasang untuk menghasilkan energi listrik bagi masyarakat. Gardu bertenaga tinggi ada di kapal, koneksinya terhubung ke jaringan di darat. Keunggulan lainnya, lanjut Orhan, penyimpanan bahan bahan dan akomodasi pun di atas kapal dengan operasi pemeliharaan selama 24 jam.

Sebagai genset  raksasa apung, kapal buatan Karpowership pun gampang bergerak ke manapun tempat yang membutuhkan pasokan listrik segera. Misalnya saat terjadi bencana alam atau musibah tak terduga. "Daerah kepulauan seperti Indonesia sangat tepat menggunakan kapal listrik buatan kami," kata Orhan Karadeniz.

Orhan juga menjamin kapal-kapal buatan mereka ramah lingkungan. Di setiap lokasi penempatan kapal listrik tersebut akan dilengkapi alat pengolah limbah yang memenuhi syarat dan standar pemerintah setempat. "Kami sangat peduli terhadap aspek lingkungan dan pengurangan polusi," katanya.

"Dengan pendekatan pertumbuhan secara kontinu Karpowership menjaga kualitas dan efisiensi terbaik. Dan, dengan kepeloporan dan pendekatan kreatif  kami juga memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan kami," kata Orhan lagi.
Menurut Orhan, soal lain yang tidak luput dari perhatian manajemen Karpowership adalah melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada sumber daya manusia (SDM) lokal. "Transfer ilmu dan teknologi itu sudah menjadi agenda kami," ujarnya.

Orhan juga menyinggung tanggung jawab sosial perusahan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Karpowership melalui kantor cabangnya di Indonesia, kata Orhan, sudah merealisasikan  hal tersebut. Saat memaparkan visi dan misi perusahannya di Istanbul, Jumat pekan lalu, Orhan sempat memperlihatkan foto-foto kegiatan CSR Karpowership di beberapa tempat seperti di Lombok, NTB dan Sulawesi Utara. (dion db putra/habis)

Sumber: Pos Kupang 8 Oktober 2016 hal 1

Masyarakat Desa Perlu Disentuh Media Massa

Pimpinan DPRD Sumbar di Pos Kupang
KUPANG, PK -Pimpinan DPRD Sumba Barat terdiri dari Ketua, Gregorius Pandango,SE, Wakil Ketua,  Samuel Kaha Heo dan Daniel Bili, S.H, meminta media massa, termasuk Pos Kupang menyentuh masyarakat desa dengan berita-berita terkait persoalan pembangunan dan kemasyarakatan.

"Kalau koran masuk desa itu sudah biasa, tapi desa masuk koran itu jarang. Jika orang desa diberitakan di koran, mereka akan mencari dan membeli korannya, sekaligus berita koran tentang desa seperti gedung sekolah yang reot, dapat membantu DPRD saat melakukan reses dan memperjuangkannya dalam anggaran pembangunan," kata Samuel Kaha Heo saat mengunjungi Redaksi Pos Kupang, Sabtu (22/10/2016) siang.

Pimpinan DPRD Sumba Barat terdiri dari Ketua, Gregorius Pandango, Wakil Ketua, Samuel Kaha Heo dan Daniel Bili didampingi Sekwan, Sebulon Palundun yang sedang melaksanakan tugas legislasi di Kupang,  meluangkan waktu berkunjung ke Redaksi Pos Kupang. Kehadiran pimpinan DPRD Sumba Barat, diterima langsung Pemimpin Redaksi, Dion Bata Putra bersama para news editor.     

Ketua DPRD Sumba Barat, Gregorius Pandango mengatakan, silaturahmi yang dilakukan DPRD Sumba Barat ke dapur Redaksi Pos Kupang untuk membuat Kabupaten Sumba Barat lebih dikenal lagi. "Ini merupakan tahap awal dalam kemitraan, ke depan akan tetap terjalin, baik itu dengan legislatif, eksekutif dan yudikatif, " ujar Gregorius.

Wakil Ketua,  Samuel Kaha Heo mengharapkan, Pos Kupang menggali berbagai potensi yang ada di Sumba Barat untuk diplubikasikan. Dia berharap potensi itu dipromosikan terus menerus, apalagi Pos Kupang memiliki jaringan yang cukup luas.

Sedangkan Wakil Ketua, Daniel Bili, mengatakan di Sumba sudah mulai dibangun pemahaman bahwa Bali itu masa lalu, Labuan Bajo masa sekarang dan Sumba itu masa depan untuk pariwisata.

Daniel menambahkan, perlu dibangun sinergitas untuk sama-sama mempromosikan berbagai potensi pariwisata di Sumba. Di sini peran yang diharapkan dari Pos Kupang dan jaringannya.

Sekretaris DPRD Sumba Barat, Sebulon Palundun, mengatakan, kegiatan Dewan Sumba Barat belum dikenal luas karena selama ini kurang diberitakan. Dia berharap ke depan Pos Kupang membantu mempublikasikan kegiatan-kegiatan Dewan sehingga dikenal luas oleh masyarakat Sumba Barat.(gem)


Sumber: Pos Kupang 24 Oktober 2016 hal 14
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes