Bakung Cinta dari Kiev

Upacara Penutupan Euro 2012, Kiev 1 Juli (afp)
DI atas karpet berwarna biru yang dibentangkan di lapangan Olympic Staidum, Kiev, Ukraina, Minggu malam atau Senin (2/7/2012) dinihari Wita, ratusan penari yang didominasi anak-anak kecil membentuk sebuah koreografi seorang pria menendang bola.

Bentuk koreografi kemudian berubah lagi menjadi lambang cinta dengan variasi bunga bakung berwarna putih-kuning. Artis nyanyi kenamaan Jerman, Oceana mengiringi gerak indah tarian tersebut dengan lantunan Endless Summer.

Pemandangan indah itu langsung mendapat tepuk tangan meriah dari 65 ribu penonton yang memenuhi stadion terbesar di ibu kota Ukraina tersebut. Suasana makin haru biru tatkala pembaca acara mengucapkan terima kasih pada seluruh suporter yang telah mewarnai 'kehidupan' Polandia-Ukraina.

Semua seremoni indah tersebut menjadi awal dari akhir gelaran Euro 2012. Berakhir setelah Kapten Spanyol, Iker Casillas, mengangkat trofi penanda status tim terbaik di benua Biru untuk edisi 2012.

Oceana (afp)
Puluhan ribu fans Matador, baik di dalam stadion maupun di luar arena, berteriak. Gemuruh suara mereka bercampur dengan rasa sedih yang sempat bergelayut di rona wajah tifosi Italia. Namun semuanya seketika berbaur, menjadi sebuah pengalaman luar biasa. Mereka akhirnya bersatu dalam naungan dunia sepak bola.

"Viva Espana", begitu teriakan yang paling sering terdengar dari para suporter Spanyol tersebut. Spanyol memang superior. Terlepas dari euforia tersebut, fans Matador dan tifosi Italia mengucapkan terima kasih kepada Polandia dan Ukraina yang telah sukses menjadi tuan rumah Euro 2012.

"Polandia-Ukraina adalah tempat yang sangat nyaman, kami sangat senang berkunjung di dua negara ini. Sejak berada di Gdansk, Warsawa dan kini di Kiev, kami merasakan hangatnya cinta dari mereka. Kami takkan melupakan semua ini, " kata Manuel, seorang suporter Spanyol.

Secara khusus ucapan "Thanks Poland And Ukraine" juga diucapkan UEFA dengan membentangkan spanduk besar di Olympic Stadium Kiev. Spanduk tersebut sebagai bentuk apresiasi UEFA terhadap kerja keras dua negara Eropa Timur itu menggelar hajatan akbar sepak bola Eropa.(tribunnews)

Bintang Spanyol di Euro 2012

Pemain Spanyol di Euro 2012 ketika masih bocah (dok Marca)
MUDAH saja untuk menyebutkan nama para pemain tim nasional Spanyol saat melihat foto wajah mereka saat ini. Namun, bisakah Anda menyebutkan nama-nama mereka jika melihat foto yang satu ini?

Marca, media olah raga Spanyol, menayangkan foto-foto ke-23 penggawa "La Furia Roja" ketika mereka masih anak-anak dan remaja. Mereka adalah para pemain yang ikut berlaga di Polandia-Ukraina.

"Tak ada yang pernah membayangkan sebelumnya bahwa pada hari ini mereka bisa mencatatkan namanya dalam sejarah olah raga. Ke-23 pemain telah tumbuh dengan luar biasa untuk membawa sukacita kepada semua para suporter yang mendukung mereka," tulis Marca,  Minggu (1/7/2012).

Media olah raga terbesar di Spanyol ini juga menyebutkan bahwa kebahagiaan yang dibawa Spanyol melalui kemenangan ini paling dirasakan oleh anak-anak. Ini bisa menjadi pemicu semangat generasi muda Negeri Matador untuk terus mengembangkan kemampuan sepak bola mereka dan meneruskan rekor para senior mereka ini.

Berikut adalah nama-nama pemain dalam foto tersebut dari kiri ke kanan. Wajah siapakah yang tak berubah hingga saat ini?

Atas: Casillas, Ramos, Alba, Cesc, Torres, Juanfran dan Cazorla.

Tengah:
Xavi, Iniesta, Arbeloa, Piqué, Mata, Silva, Albiol dan Reina.

Bawah: Llorente, Martínez, Busquets, Pedro, Valdés, Negredo, Alonso dan Navas.

Sumber: Kompas.Com

Kopi Balotelli dan Pisang Goroho Torres

Suasana Noreng Senin dinihari 2 Juli 2012 di Manado
Pagelaran Euro 2012 dimanfaatkan para pengelola cafe dan restoran di Kota Manado secara kreatif untuk menarik minat pengunjung. Salut.

LAYAR berukuran 2 x 3 meter persegi  terlihat menyolok begitu kaki menyentuh ambang pintu PX Corner Manado. Di dalam ruangan, suasana begitu meriah oleh bendera enam belas negara kontestan yang digantung di langit-langit. Di bawahnya, deretan kursi tersusun rapi bagai arena pertandingan.

Bendera Spanyol dan Italia yang terpasang tepat di depan pintu bagai isyarat pertemuan terakhir Euro 2012. "Saya pasang ini dua hari sebelum pentas Euro digelar dan ternyata tebakan saya benar," kata Eddy Mawikere, Directing PX Corner kepada Tribun Manado, Sabtu (30/6/2012).

Kemeriahan nonton bareng sejak babak penyisihan, diprediksi mencapai puncaknya akan bertambah dalam partai final Minggu malam atau Senin (1/7) dinihari. Itu tampak dari reservasi yang hingga kemarin mencapai 90 persen. "Minat penonton sangat tinggi," tuturnya.

Ada tiga puluh table yang tersedia. Jika setiap table berisi empat kursi, ia pun mengestimasi jumlah penonton. "Mungkin sekitar 120-an. Ini demi kenyamanan penonton," katanya. Jika penonton membludak, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi. Sebuah layar berukuran 3 x 4 meter dipasang di luar ruangan.

Untuk noreng final Euro 2012 sejumlah persiapan telah dilakukan. Acara akan dikemas semenarik mungkin. "Ada hiburan akustik, dj dan mc profesional yang memandu acara" katanya. Sejumlah hadiah menarik ditawarkan kepada pengunjung mulai dari TV, iPad, handphone serta berbagai menarik lainnya.
Suasana Noreng di Manado 2 Juli 2012

Persiapan matang juga dilakukan Soccer Cafe & Resto Manado. Untuk noreng malam ini cafe di Boulevard ini akan menyuguhkan tontonan ala bioskop. Mengadopsi konsep itu, aksi para pemain akan tampak dari layar berukuran 3 x 4 meter. "Lampu akan dimatikan saat pertandingan dimulai," kata Robby Ong, Owner Soccer Cafe & Resto.

Konser akustik akan membuka acara pada pukul 21.00 Wita. Selain itu, ada juga door prize menarik di sela-sela noreng. Yang unik adalah atraksi kembang api sebelum dan sesudah laga final Spanyol vs Italia. "Durasinya sekitar 20 menit hingga setengah jam" katanya. Sebelumnya ada sesi foto bersama pengunjung yang mengenakan kostum Spanyol dan Italia. Hasilnya dipampang menjadi banner cafe.

Keunikan lainnya ada pada menu makanan serta dandanan para waiter. "Nanti akan ada menu kopi hitam Balotelli dan pisang Goroho Torres, sedang muka para waiter akan dicoret sebelah Spanyol, sebelah Italia," jelasnya. Ada 30 table yang tersedia, berisi empat hingga enam orang. Meski begitu, jika pengunjung membludak pihaknya menyediakan bangku tambahan.

Fans Spanyol di Manado pawai usai laga final
"Jika tidak cukup juga, kami tengah berpikir untuk menyiapkan tempat di luar," kata Robby. Manajemen Soccer Cafe membebaskan setiap orang berekspresi dengan syarat tidak membuat keonaran. "Jika mau teriak atau bawa bendera, silakan saja," ungkapnya.

Waroeng Charity pun tak mau kalah. Sejumlah acara yang menarik telah disiapkan. Ada penampilan akustik serta undian menarik. "Ada undian TV berukuran 21 inch serta berbagai hadiah lainnya," kata Stefanus Suradji, Owner Waroeng Charity.

Ruang pun telah dipersiapkan untuk noreng. Suasana noreng akan makin hangat dengan suguhan kopi coklat susu khas Waroeng Charity. "Pokoknya datang saja ke sini, dijamin puas," tuturnya. Lanjutnya, pengunjung yang datang sebelumnya berasal dari berbagai komunitas seperti fans MU, Barca, Fotografer. "Bahkan ada yang menamakan Charity Community. Ini dibentuk sendiri oleh pengunjung yang sering nongkrong di sini," kata Suradji.

Kemeriahan pun akan tersaji di Griya Sintesa Hotel. Griya Manager Lily Virlanti melalui Stafnya Alan Sumampouw menyatakan pihaknya menyediakan dua screen berukuran 2 x 1,5 meter untuk noreng final Euro. "Khusus final, kami menyediakan dua screen," tuturnya.

Mengantisipasi banyaknya tamu, Lily menyiapkan 20 kursi tambahan selain 50 kursi yang sudah ada. Tiket noreng dijual seharga Rp  15 ribu termasuk harga minuman dan snack. "Dari harga itu, jika tambah 5.000 akan dapat handuk kecil," tutur Alan. Kenyamanan tamu sangat diperhatikan manajemen Griya.  Berbagai jenis hiburan telah disiapkan. "Ada pemutaran film sebelum pertandingan, selain itu pengunjung dapat bermain biliar," tuturnya. (arthur rompis)

Sumber: Tribun Manado 1 Juli 2012 hal 1

Kekalahan yang Layak

Catatan Sepakbola Dion DB Putra

BOLA
selalu akrab dengan tawa dan tangis. Orang bisa tertawa girang karena pemain idolanya mencetak gol tapi sesaat kemudian bisa menangis sejadi-jadinya setelah menyadari betapa kemenangan itu pupus dalam hitungan detik.

Begitulah yang melanda Jerman 2012. Padahal Der Panzer punya rekor tanding tak terkalahkan pasca menyerah 0-1 atas Spanyol di semifinal Piala Dunia 2010. Mereka menang sepuluh laga pada babak kualifikasi Piala Eropa 2012 dan berturut-turut memenangi 15 laga resmi yang merupakan rekor baru dunia.

Publik Jerman memuji pelatih  Joachim "Jogi" Loew. Pesona si Jogi makin memukau selama penyisihan Euro 2012. Jerman satu-satunya tim yang meraih poin sempurna di sesi grup juga menang telak 4-2 atas Yunani di perempatfinal. Tapi kegemilangan itu   pupus di tangan Italia, Kamis 28 Juni 2012.

"Ke mana sentuhan emasmu, Jogi?" tulis koran ternama Jerman, Bild edisi  29 Juni 2012 di halaman utama. Ratapan itu seolah mewakili tangis  Philip Lahm dkk di kamar ganti Die Panzer  seusai kandas dari Italia di semifinal Euro 2012. "Kamar ganti kami penuh air mata. Tak ada suara sedikit pun. Senyap," ucap Loew kepada Bild. "Kami sangat kecewa dengan kekalahan ini. Tim telah bermain baik sepanjang turnamen dan saya belum pernah melihat hal sekritis ini. Semuanya akan belajar dari kekalahan ini," tambah Loew.

Striker legendaris Jerman yang lama menjadi bintang di Serie A Italia, Oliver Bierhoff  pun mengungkapkan lara batinnya. "Kami sangat terpukul dengan kekalahan malam ini," kata Bierhoff yang mendampingi Jogi sebagai asisten pelatih. Bild juga menulis suara hati 82 juta rakyat Jerman. "Kami gagal meraih juara lagi. Terakhir kami meraih trofi tahun 1996 (juara Eropa). Itu enam belas tahun lalu ketika Berti Vogts menjadi pelatih tim nasional."

Kegalauan hati sesungguhnya sudah melanda kubu Jerman saat melihat hasil babak laga perempatfinal. Italia di luar prediksi banyak pengamat sanggup mengalahkan Inggris 4-2 lewat adu penalti setelah duel 120 menit berakhir imbang 0-0 dalam pertandingan, Minggu 24 Juni 2012. Kegalauan antara lain dicetuskan Kapten  Jerman, Philipp Lahm yang berharap Inggris mampu mengalahkan Italia pada laga perempatfinal. Dia mengaku lebih senang jika skuad The Three Lions yang jadi lawan Der Panzer di semifinal. "Saya lebih memilih Inggris  karena itu akan jadi laga semifinal klasik," tutur Lahm.

Lahm Jerman lebih memilih Inggris karena Jerman memang punya rekor head to head   yang lebih baik jika berjumpa Inggris ketimbang bertemu Italia. Jerman sudah 28 kali bertemu Inggris di berbagai ajang termasuk laga persahabatan. Hasilnya cukup berimbang. Inggris menang 12 kali sementara Jerman 11 kali. Namun, catatan terakhir lebih menguntungkan Jerman. Di Piala Dunia 2010 Jerman  menggilas Inggris 4-1 di babak 16 besar, meski ada kontroversi ketika gol Frank Lampard tidak disahkan wasit.

Sementara menghadapi Italia, rekor skuad Die Mannschaaft amatlah buruk. Dari 30 pertemuan mereka (sebelum semifinal Euro 2012) Jerman hanya menang 7 kali, kalah 14 kali, sisanya seri. Jerman tidak pernah menang atas Italia s elama 17 tahun terakhir. Jerman bertemu Italia 7 kali di turnamen resmi dan tidak pernah menang. Termasuk kekalahan 3-4 di perpanjangan waktu semifinal Piala Dunia 1970 Meksiko, kalah 1-3 di final Piala Dunia 1982, dan kalah 0-2 di semifinal Piala Dunia 2006. Dalam pertandingan persahabatan Februari 2012 di Dortmund, Der Panzer pun hanya bermain imbang 1-1, meski sempat unggul 1-0.

Nah, trauma sejarah  itu kuat menghantui timnas Jerman.  Lahm sendiri merasakan sakit hati yang luar biasa saat dikalahkan  Italia pada semifinal Piala Dunia 2006. Saat itu, Jerman yang berstatus sebagai tuan rumah harus memberikan tiket final kepada  Squadara Azzura karena kalah 2-0 di masa extra time  setelah bermain 0-0 di waktu normal. Italia akhirnya keluar sebagai juara dengan menyisihkan Perancis di final lewat adu penalti. Bagi Jerman, Italia merupakan momok di lapangan hijau! Entah sampai kapan?

                        ***
IKHWAL kehancuran Jerman di semifinal Euro 2012, pemain legendaris Jerman Frans Beckenbauer memberikan cacatan berikut.

Di Jerman, warga sempat berkhayal seputar keberhasilan tim nasional mereka menjuarai Piala Eropa. Kekecewaan akhirnya memuncak setelah kekalahan yang layak, 1-2, dari rival lama dan lebih kuat, Italia, yang tak pernah dilibas Jerman di turnamen utama.

Setelah mengakhiri kejuaraan pada 2008 sebagai runner-up dan mencapai semifinal Piala Dunia 2010, semua orang di Jerman menginginkan trofi ini. Mereka juga berusaha tidak terlalu cemas pada data statistik, setelah beberapa laga brilian tim Jerman yang membuat mereka terkesan, yang ditunjukkan dalam berbagai kesempatan.

Meski demikian, Anda hanya bisa mengalahkan Italia jika Anda mengkreasi tekanan dengan memainkan permainan cepat. Jerman gagal melakukan itu pada babak pertama melawan Italia.Memang ada beberapa konsep dan teori yang tak berjalan benar. Sama dengan saat Bayern Muenchen tampil di final Liga Champions melawan Chelsea.

Italia telah mengejutkan kami, tim Jerman, sekali lagi. Terutama jika mencermati persiapan mereka menuju Piala Eropa 2012 yang dibayang-bayangi investigasi kasus pengaturan pertandingan komplet dengan pemberlakuan sanksi dan penahanan.

Namun, pada laga pertamanya, Italia membuat Anda terkesiap dan memaksa orang-orang menoleh kepadanya. Mereka bermain seri 1-1 dengan Spanyol, pada laga yang dianggap sebagai yang terbaik di penyisihan grup. Semua orang pun respek kepada Italia. Mencapai final tak pernah terpikirkan terkait keberadaan mereka sebagai tim yang dirundung masalah sebelum kejuaraan dimulai.

Pelatih Italia Cesare Prandelli juga banyak dipuji terkait kepercayaannya kepada striker berusia 21 tahun yang susah ditangani, Mario Balotelli. Penyerang Manchester City itu membayar kepercayaan sang pelatih dengan dua gol hebat ke gawang Jerman pada semifinal, satu dengan sundulan, satunya lagi dengan sepakan kencang yang sulit diikuti mata.

Kini Spanyol dan Italia akan bertemu lagi, kali ini di final. Saya percaya bahwa, meski Italia tampak tangguh, Spanyol akan mempertahankan gelar juara. Italia harus menutup banyak sisi lapangan saat melawan mereka. Sungguh hebat bagaimana Andrea Pirlo berkembang menjadi pengatur permainan, dibantu sejumlah gelandang, seperti Riccardo Montolivo. Seperti saya katakan, saya memilih Spanyol sebagai tim favorit. Akan tetapi, jika Italia bermain seperti ketika mereka menahan Spanyol 1-1 di babak grup,  Azzurri berpeluang besar untuk menjadi juara Eropa kali ini.


Lalu siapa yang akan keluar sebagai juara Eropa 2012? Tak ada yang tahu sampai final di Kiev berakhir 1 Juli 2012 atau 2 Juli 2012 dinihari waktu Indonesia. Siapa pun yang kalah, agaknya tepat kata-kata Sang Kaisar, Franz Beckenbauer: Itu sebuah kekalahan yang layak! Yang menang pun memang layak meraihnya.  Itulah sepakbola. Ada tangis, ada tawa.Ada kalah dan menang.

Selalu ada yang pertama dalam buku sejarah bola. Boleh jadi Spanyol akan menulis namanya dengan tinta emas sebagai negara pertama yang mampu mempertahankan Piala Eropa yang mereka rebut empat tahun sebelumnya. Itu rekor baru yang hampir saja diraih Jerman tahun 1976.  Boleh jadi juga sejarah itu belum menjadi milik La Furia Roja karena Italia lagi-lagi yang memupus impian besar mereka.*

Kairagi, Minggu 1 Juli 2012, sembilan jam sebelum kick-off final Euro 2012 antara Spanyol vs Italia di Kiev, Ukraina.

Sepotong Cokelat buat Mario

Mario Balotelli (AP)
Catatan Sepakbola Dion DB Putra

PERHELATAN
Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina akan lama mengenang nama ini, Mario Balotelli.  Why always me? Mungkin saja  striker tim nasional (timnas)  Italia berusia 22 tahun itu akan mengulang komentar begini.  Mario,  mengapa lagi-lagi Mario Balotelli yang akan dikenang?

Italia yang terseok-seok sejak babak kualifikasi serta penyisihan grup lalu menang untung-untungan lewat adu penalti atas Inggris di perempatfinal, justru bermain sempurna. Menggilas  Jerman 2-1 di Stadion Nasional Warsawa-Polandia,  Kamis malam 28 Juni 2012.  Italia ke final Euro 2012 menantang juara bertahan Spanyol.

Bayangkan Italia 2012 tanpa Mario? Di tengah krisis pemain bintang serta penampilan tim yang ngos-ngosan, Mario Balotelli menyuguhkan permainan fantastik di laga hidup mati melawan tim favorit Jerman. Dua golnya meruntuhkan penampilan sempurna Jerman sejak penyisihan grup.

Gol pertama Balotelli melalui tandukan kepala memanfaatkan umpan terukur Antonio Cassano dan gol kedua lewat tendangan akurat kaki kanan yang bersarang mulus di sudut kiri gawang Die Mannschaft yang dikawal Manuel Neuer. Dua gol cepat pada babak pertama itu merupakan momentum emas Italia dan hasil terbaik dalam sejarah penampilan mereka di Piala Eropa. Ketika babak kedua Jerman menyerang habis-habisan untuk mengejar ketinggalan, hasilnya cuma sebiji gol penalti Mesut Ozil  pada masa injury time. Gol yang sangat terlambat untuk mengembalikan peluang Der Panzer. Itulah sebabnya Mario Balotelli yang lahir di Palermo,  12 Agustus 1990 bakal lama dikenang rakyat Italia.

Pemain klub  juara Liga Inggris, Manchester City  itu kerap bertingkah aneh  di luar lapangan. Mulai dari kasus bermain kembang api di dalam rumah, mengunjungi klub wanita bugil di Manchester, terlibat cinta segitiga hingga keusilannya membagi-bagikan uang sebagai sinterklas pada hari Natal.

Why always me merupakan ungkapan  Balotelli yang mempersoalkan mengapa selalu dia yang jadi sorotan. Mengapa selalu dia yang menjadi korban terutama terkait pelecehan rasial. Di tengah pesta bola di Polandia-Ukraina 2012 pelecehan rasial justru  datang dari media di negaranya sendiri.

Media olahraga terbitan Milan, Gazetta dello Sport menggambarkan striker berkulit legam ini  sebagai kingkong yang sedang memanjat Big Ben, menara jam raksasa yang jadi ikon Kota London.

Karikatur ini dicetak pada hari Minggu 24 Juni 2012 sesaat setelah  Italia memulangkan Inggris dalam laga perempatfinal melalui drama adu penalti di Kiev, Ukraina. Telegraph melukiskan gambar itu mau menunjukkan peran signifikan Balotelli mengantar Italia ke semifinal dan Balotelli yang menjadi eksekutor pertama Gli Azzuri sukses menjebol gawang Joe Hart, rekan setimnya di City.

Protes pun membanjiri kantor La Gazetta. Publik menolak penggambaran atas pemain keturunan Ghana ini karena berbau rasial. "Ini bukan pertama kalinya kami melihat gambar serupa dan kami berpikir media harusnya bertanggung jawab. Bagaimana bisa mereka bisa menggambarkan Mario seperti itu?" ungkap juru bicara organisasi pluralisme, Kick It Out.

Gazetta akhirnya minta maaf.  "Sejumlah pembaca kami menyampaikan protes soal kartun  karya Valerio Marini. Balotelli digambarkan sebagai Kingkong. Kami bisa mengatakan dengan jujur bahwa itu bukan salah satu karya terbaik dari kartunis berbakat kami," ujar La Gazzetta. "Namun, mereka yang menuduh bahwa Gazetta dan Marini rasis telah bertindak melampaui batas. Harian ini selalu berjuang melawan segala bentuk rasisme di setiap stadion dan mengecam cemoohan yang diarahkan kepada Balotelli sebagai tindakan tidak layak yang tidak dapat diterima," demikian pernyataan La Gazetta.

Bagaimana reaksi Mario terhadap beragam masalah yang menderanya? Mengingat usianya yang masih muda, dia ternyata cukup bijak. "Saya tidak pernah peduli dengan apa yang orang katakan tentang saya. Dalam suatu periode yang buruk, orang bisa berkata apa pun tentangmu dan bilang yang mereka suka. Namun saya hanya fokus pada sepakbola, rekan, manajer, pacar serta keluarga saya. Setiap orang boleh berkata apa pun tentang saya, namun semua yang dikatakan orang lain sama sekali tidak penting bagiku. Saya akan berusaha menjadi diriku sendiri,  apa adanya," kata pemain yang juga kesohor dengan julukan Super Mario tersebut.

                                                ***
MILIARAN pasang mata sejagat pasti mengingat momen ini. Setelah laga melawan Jerman di Kiev 28 Juni 2012 berakhir, para pemain Italia langsung berkumpul dan merayakan kesuksesan. Tidak demikian dengan Balotelli. Dia berjalan menuju tribun mendekati ibu angkatnya, Silvia Balotelli.  Ia mencium ibunya. "Saya menemui ibu, itu momen terbaik. Saya bilang kepadanya gol  (ke gawang Jerman) ini untuknya," kata Balotelli seperti  dikutip Football Italia.

"Saya menunggu sangat lama untuk momen ini, terutama karena ibu saya tidak lagi muda dan tidak bisa melakukan perjalanan jauh, jadi saya harus membuatnya bahagia saat dia datang ke sini. Ayah saya juga akan ada di Kiev untuk menyaksikan pertandingan final. Memiliki orang terdekat memompa semangat saya," lanjut mantan FC Inter Milan tersebut.

Ternyata hati Balotelli tak seangker wajah dan profil tubuhnya yang kekar-legam. Dia mudah trenyuh dan menangis. Ibu angkat Mario Balotelli, Silvia Balotelli, mengungkapkan bahwa Mario menangis setelah pertandingan lawan Jerman. Itu jarang terjadi. Terakhir kali Balotelli menangis karena Jose Mourinho. "Sangat sulit melihat Mario menangis. Terakhir kali dia menangis mungkin karena Jose Mourinho," kata Silvia kepada La Gazzetta dello Sport. Namun, dia tak menyebutkan apa yang dilakukan Mourinho hingga Balotelli menangis. "Ketika merasa kesulitan, diserang atau dikhianati, Mario bereaksi dengan mengasingkan diri. Itu yang terjadi sebelum pertandingan melawan Irlandia," jelas Silvia.

"Kami sempat berjuang mengontaknya dan dia tak menjawab pesan kami. Itulah sebabnya, saya menangis bahagia. Dua gol itu sangat luar biasa dan terjadi di pertandingan penting. Itu telah membebaskan dia, karena bakat dan kegeniusannya telah keluar. Dia  mampu membuktikan apa yang ingin ia lakukan," jelasnya.

Mario lahir dari ayah-ibu asli Ghana, Afrika. Dia diadopsi keluarga Balotelli saat berusia dua tahun. Dia amat dekat dengan orangtua angkatnya. Bahkan, dia sering menceritakan kemenangan kepada mereka, terutama kepada ayahnya, Franco Balotelli. Namun, Franco sudah amat tua dan tak bisa sering menyaksikan Balotelli bertanding.

"Sangat sulit baginya untuk memeluk saya seperti itu di depan banyak orang. Seperti halnya anak muda lainnya, dia (Balotelli) agak malu terlihat dengan ibunya. Tapi, di momen seperti itu, dia kelewat bahagia. Dia berbisik di telinga saya agar saya membawa ayahnya ke Kiev. Saya kemudian pulang ke Italia dan kami berdua akan berada di sana, Minggu 1 Juli 2012," janjinya. Italia melawan Spanyol di final Piala Eropa 2012 di Kiev, Minggu atau Senin 2 Juli 012 dinihari Wita.

Silvia agak menyesalkan tindakan Balotelli melepaskan baju, setelah mencetak gol kedua ke gawang Jerman. Namun, dia bisa memahami psikologinya. "Dia sangat kesal kepada siapa pun yang mengkritiknya karena tidak melakukan selebrasi kala mencetak gol. Maka, dia mencari cara lain dalam merayakan gol," jelas Silvia.
"Anak saya sering mengatakan bahwa ia bukan arogan, tapi dia merasa dia memiliki sesuatu yang spesial. Itu yang sering ia katakan," tambahnya.

Menurut La Gazzetta dello Sport, ayah angkat Balotelli, Franco, tak hanya akan menyaksikan anaknya bertanding lawan Spanyol. Ia juga akan membawa beberapa potong cokelat. Ini sudah menjadi kebiasannya memberi hadiah cokelat kepada Balotelli ketika  masih kecil. Silvia juga mengucapkan terima kasih kepada Pelatih Italia, Cesare Prandelli. Sebab, dia memberi kesempatan kepada anaknya bertanding di Piala Eropa guna membuktikan kemampuannya. "Prandelli orang baik dan dia telah mengajarkan banyak hal penting kepada anak saya," kata Silvia.

Kini tugas berat menanti Mario Balotelli dan kawan-kawan. Sanggupkah dia ikut mewujudkan mimpi Italia kembali meraih tropi Piala Eropa setelah menunggu selama 44 tahun? Penentuannya adalah melawan Spanyol 1 Juli 2012 di Kiev.

Kerinduan publik Italia sangat kental. Persis seperti dikatakan sang maestro di lapangan tengah, Andrea Pirlo. "Percuma lolos ke final tanpa menang atas Spanyol, sama seperti percuma pergi ke Roma tetapi tidak bertemu  Paus." Italia pasti pulang ke Roma setelah pesta Euro 2012, dan mereka mau pulang dengan membawa tropi Piala Eropa. Sebagai warga Kota Roma, Paus Benediktus XVI  pastilah tersenyum karenanya. (*)

Kairagi-Manado, Minggu dinihari 1 Juli 2012 (buat fans Squadra Azzura)

Pesona Carbonero-Seredova

Sara Carbone dan Iker Casillas
SPANYOL versus Italia. Pasukan di bawah koordinasi Iker Casillas melawan pasukan di bawah pengaruh Gianluigi Buffon. Dua tim terbaik Eropa yang sama-sama dipimpin oleh dua kapten yang adalah kiper atau penjaga gawang. Dua tim finalis Piala Eropa 2012 yang sama-sama dipimpin oleh pemain berpengalaman dengan usia di atas 30 tahun.

Kehebatan Casillas ataupun Buffon, di kampungnya masing-masing, tak perlu diragukan lagi. Aksi di Piala Eropa 2012 sejauh ini sudah membuktikan kehebatan mereka. Dan tentu saja, di belakang karier kiper-kiper terbaik ini ada perempuan-perempuan yang berpengaruh besar bagi kehidupan dan kepribadian mereka.

Iker Casillas mungkin bisa dikatakan lebih beruntung karena sering didampingi oleh Sara Carbonero. Pasalnya, Carbonero adalah seorang presenter dan reporter olahraga televisi yang sering meliput ajang-ajang akbar sepak bola, tempat Casillas juga bisa hadir.

Dia juga kerap menulis kolom di surat kabar-surat kabar besar di Spanyol. Pada Juli 2009, Carbonero dinobatkan oleh FHM USA sebagai "Reporter Terseksi di Dunia", meski kemudian wawasannya sebagai jurnalis olahraga sempat dipertanyakan karena beberapa kali melemparkan pertanyaan konyol kepada narasumbernya.

Alena Seredova-Gianluigi Buffon
Namun, keberuntungan ini kerap dikritik juga oleh sejumlah pihak. Kehadiran perempuan berusia 28 tahun ini di lapangan dinilai kerap mengganggu konsentrasi Casillas saat tampil bersama timnya. Salah satunya, saat Spanyol ditaklukkan 0-1 oleh Swiss dalam laga penyisihan Grup C Piala Dunia 2010. Dia juga akhirnya dikenal setelah mewawancarai kekasihnya seusai salah satu laga. Saat itu, Casillas menciumnya di depan jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Pasangan ini rencananya akan menikah setelah ajang Piala Eropa 2012 berakhir. Rumor berkembang bahwa mereka akan menikah pada 7 Juli mendatang. Namun, kabar itu sempat ditampik oleh keduanya.

Oleh pembaca Blick.ch, sebuah situs besar di Polandia-Ukraina, dia dipilih sebagai istri atau kekasih (WAGs atau Wife and Girlfriends) bintang sepakbola yang paling menarik. Penampilannya memang menarik, apalagi karena dia tak segan bergerak ke sana-kemari demi tugasnya.

"Tugas tetap nomor satu, baru kemudian bertemu dan memberi semangat kepada Iker. Saya berharap Spanyol bisa meraih prestasi terbaik di Polandia-Ukraina. Mengenai kostum, apa yang saya pakai, itulah yang paling nyaman buat saya," katanya.

Ingat surat terbuka Gianluigi Buffon yang dituliskan sebelum laga semifinal melawan Jerman, 28 Juni 2012? Surat terbuka itu dipuji banyak pihak. Mereka kagum dengan kepribadian yang kuat dari Buffon untuk menularkan semangat dan keberanian untuk bermimpi kepada semua orang.

Kehidupan pernikahan yang bahagia bersama Alena Seredova menjadi inspirasi tersendiri bagi hidup Buffon. Wanita cantik asal Ceko yang dinikahinya pada Juni 2011 ini kerap terlihat di tribune-tribune penonton bersama kedua anak lelaki mereka, Louis Thomas dan David Lee, untuk menonton aksi kiper berusia 34 tahun itu bersama timnya.

"Kehadiran keluarga bisa menjadi motivasi bagi setiap pemain," ungkap perempuan yang juga berusia 34 tahun ini saat menyaksikan Buffon dan timnas Italia mengalahkan Irlandia, 18 Juni lalu.

Di sela-sela kehidupannya sebagai istri dan ibu, runner-up Miss Ceko 1998 dan mantan supermodel Ceko itu membangun bisnis fashion-nya sendiri berlabel Baci e Abbracci dengan menggandeng mantan striker timnas Italia, Christian Vieri.

Tentu tak ada kaitan langsung dua diva ini dengan hasil pertandingan di Stadion Olympic Kiev, Ukraina, hari Minggu nanti. Namun, jika menerawang dari pesona tiap-tiap diva kapten kedua tim ini, kira-kira Spanyol atau Italia yang akan menjadi juara Eropa berikutnya?

Sumber: Kompas.Com

Selamatkan Anak Bangsa

ilustrasi
SUDAH menjadi rahasia umum bahwa peredaran narkoba selalu melalui jaringan yang rapi sehingga sulit terdeteksi. Sejak lama  Indonesia menjadi salah satu tempat yang elok bagi beroperasinya jaringan internasional antara lain sindikat dari Iran, Nigeria, India, China, dan Malaysia. Dan, sindikat tersebut melibatkan warga negara Indonesia (WNI) baik pria maupun wanita. Sudah banyak yang telah dibekuk aparat berwenang, menjalani proses hukum hingga  vonis mati.

Namun, masih banyak juga yang  lolos sehingga Indonesia mau tidak mau harus memperkuat diri dalam perang melawan kejahatan narkotika.

Tiada hari tanpa perang melawan kejahatan narkotika.Segala daya dan upaya konkret mesti kita lakukan guna memutus mata rantai peredaran narkotika dan obat- obatan berbahaya (narkoba).  Tujuannya cuma satu yakni menyelamatkan segenap anak bangsa ini dari kehancuran. Dalam konteks itulah kita sungguh mengapresiasi langkah Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado menangkap Akbar Datunsolang (28),  anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) atas dugaan memiliki narkoba jenis sabu sabu, Senin (25/6) lalu.

Meski tidak serta-merta memberantas peredaran narkoba, namun langkah kepolisian tersebut memberi efek positif secara hukum. Penegakan hukum yang tegas terhadap pengedar dan pengguna narkoba  merupakan salah satu cara meminimalisir mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Sulawesi Utara.Tentu masih banyak cara yang harus ditempuh secara simultan dengan melibatkan setiap komponen masyarakat.

Menurut pandangan kita,  lembaga keluarga merupakan fondasi utama selain lembaga pendidikan  dan lingkungan sosial. Mengingat kelompok generasi muda merupakan pasar utama narkoba, maka fokus perhatian kita hendaknya ditujukan kepada mereka. Setiap keluarga di Sulawesi Utara mesti segera menyelamatkan anak-anak dan remaja dari serangan bom narkoba yang mematikan itu. Sebagai warga masyarakat kita tidak boleh diam. Setiap orang wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas remaja di lingkungannya. Jika ada gelagat yang mencurigakan, segera ambil langkah pencengahan cepat dan tepat. Narkoba bisa menimpa siapa saja termasuk anak, saudara, famili atau tetangga kita.


Bahaya narkoba di negeri ini memang mencemaskan. Data yang disampaikan
Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Ketua BNN, Gories Mere akhir tahun lalu bikin bulu kuduk berdiri.

Menurut Gories Mere, berdasarkan hasil survei prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia, jumlah pengguna makin meningkat dari tahun ke tahun. Prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2009 adalah 1,99 persen dari penduduk Indonesia berusia 10-59 tahun atau sekitar 3,6 juta orang. Pada tahun 2010, meningkat jadi 2,21 persen atau sekitar 4,02 juta orang.

Pada tahun 2011, prevalensi penyalahgunaan narkoba meningkat 2,8 persen atau sekitar 5 juta orang. Gories melukiskan hal itu sebagai fenomena gunung es. Artinya masih banyak pengguna yang belum terdeteksi. Lebih mencengangkan lagi kalangan pelajar dan mahasiswa merupakan kelompok paling rentan mengonsumsi narkoba. Gila! *

Sumber:Tribun Manado 28 Juni 2012 halaman 10

Kokoh di Tengah Krisis

ilustrasi
TENTANG sepakbola, Italia memiliki dua  karakter yang khas. Pertama, negeri itu memiliki sistem pertahanan grendel alias catenaccio yang dipandang sebagai cara bermain sepakbola negatif. Cara main bola yang tidak atraktif dan menghibur penonton. Karakter kedua persis seperti dilukiskan pemain bintang Spanyol, Xabi Alonso.  "Italia selalu mempunyai problem pada babak awal, tetapi kemudian mereka  menjadi lebih baik dan akhirnya juara. Italia memiliki kekuatan luar biasa di tengah krisis," kata Alonso merujuk pada prestasi Italia di Piala Dunia 2006.

Ya, tahun 2005-2006 wajah sepakbola Italia sungguh berlumuran malu oleh skandal calciopoli (pengaturan skor) di ajang kompetisi elit Serie A. Skandal anti fair play yang dibuka polisi Mei 2006 melibatkan juara liga Juventus dan klub-klub terkemuka seperti AC Milan, Fiorentina dan Lazio. Mereka dituduh mengatur permainan dengan memilih wasit tertentu, dan beberapa pemain dituduh memperjudikan pertandingan sepakbola secara ilegal.

Pengadilan kemudian menghukum Juventus degradasi ke Serie B, pengurangan 30 nilai untuk musim berikutnya (2006/2007), penghapusan dua gelar juara Serie A musim 2004/2005 dan 2005/2006, dilarang tampil di Liga Champions Eropa 2006/2007 serta didenda 100.000 dolar AS. Lazio dan Fiorentina juga dihukum meski tidak seberat Juventus.

Dibayangi skandal memalukan  itu Italia menuju putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman. Ketika banyak orang pesimistis akan prestasinya, Italia justru perlahan namun pasti terus melaju ke babak puncak bahkan dengan menggulung tuan rumah Jerman di semifinal. Di partai final Italia mengalahkan Perancis lewat adu penalti.

Sepakbola Italia sungguh hebat! Hanya tahun 1970  kesebelasan Samba Brasil di bawah komando sang maestro Pele berhasil menang telak 4-1. Setelah itu, hampir 40 tahun Italia tidak pernah kalah dengan selisih skor tiga gol. Malah melawan Belanda sejak tahun 1978 pasukan biru tersebut tak terkalahkan.

Kali ini di Piala Eropa 2012 Italia tampil pas-pasan dengan hanya bermain imbang 1-1 melawan Spanyol dan Rusia di Grup C. Tapi di laga akhir grup melawan Republik Irlandia, grafik permainan Squadra Azzurra makin baik dan  menang 2-0 untuk lolos ke perempatfinal bertemu Inggris (juara Grup D). Krisis dalam negeri pun menghantui persiapan tim nasional Italia. Meski belum segempar skandal tahun 2006 silam, namun masalah pengaturan skor kembali tercium di negeri itu. "Krisis membuat kami lebih tangguh," kata kapten tim Gianluigi Buffon. Perjalanan Italia di Euro 2012 memang masih panjang dan berliku. Namun, bukan mustahil  keyakinan Buffon  menjadi spirit bagi Italia untuk melaju lebih jauh.

Kita bisa memetik hikmah dari karakter sepakbola Italia yaitu bagaimana mengelola krisis menjadi sebuah momentum untuk bangkit. Krisis tak mesti membuat galau berkepanjangan. Krisis demi krisis dalam kehidupan kita, baik dalam rumah tangga, keluarga, tempat kerja bahkan krisis sebagai  warga bangsa tidak boleh mematikan kreativitas. Individu atau kelompok masyarakat yang tangguh justru memandang krisis sebagai peluang mengasah diri untuk meraih kejayaan baru.*

Sumber: Tribun Manado 21 Juni 2012 halaman 10

Racun Rasialisme

RASIALISME, diskriminasi terhadap bangsa yang berbeda, teramat kental telah mewarnai dunia sepak bola di Eropa. Mulai pertandingan antarklub hingga pesta sepak bola antarnegara, rasialisme sering terjadi di "Benua Biru" itu. Pelecehan rasial dilakukan terhadap pemain sepak bola berdasarkan warna kulit, kewarganegaraan, agama, atau etnis.

Beberapa korban biasanya tim lawan pelaku rasialisme. Sejumlah kasus yang dialami pemain justru karena perlakuan dari pendukung tim sepak bola yang sama.

Tak hanya Eropa, rasialisme sepak bola juga melanda belahan dunia mana pun, mulai dari Amerika, Asia, hingga Afrika yang pesepakbolanya kerap menjadi sasaran rasialisme suporter kulit putih. Celaan yang sering diekspresikan adalah dalam bentuk suara menyerupai monyet.

Kasus tersebut, misalnya, terjadi saat pertandingan liga Perancis antara Paris Saint-German melawan RC Lens, Januari 2005. Padahal, kedua klub ketika itu sepakat untuk melakukan gerakan anti-rasialisme mengenakan seragam serba putih untuk Paris Saint-German dan hitam untuk RC Lens.

Inisiatif itu justru menjadi bumerang karena sebagian penonton menirukan suara kera saat pemain RC Lens menguasai bola. Insiden yang cukup terkenal adalah ketika Samuel Eto'o yang saat itu bermain di klub Barcelona mendapatkan perlakuan rasialis dari fans Real Zaragoza.

Sejumlah suporter bersuara seperti monyet jika Eto'o tengah menggiring bola. Saat itu pula, mereka menghamburkan kacang ke arah lapangan. Eto'o berniat meninggalkan lapangan di tengah pertandingan, tetapi dicegah rekan-rekannya.

Pemain Barcelona, Ronaldinho, yang juga menerima ejekan serupa meski tak seintens Eto'o, membujuknya. Barcelona kemudian menang 4-1. Seusai laga, Eto'o melakukan tarian seperti kera dengan alasan para penonton Real Zaragoza memperlakukannya tak berbeda dengan hewan tersebut.

Beberapa suporter Indonesia ternyata juga pernah terlibat tindakan rasialis. Dalam pertandingan persahabatan antara Filipina dan Indonesia di Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, pada 5 Juni 2012, sejumlah suporter Indonesia berteriak, "Hindi kayo Pilipino!".

Teriakan dengan arti "Kamu bukan orang Filipina" itu ditujukan kepada para pemain sepak bola Filipina yang merupakan keturunan pernikahan campuran. Berdasarkan kesejarahan, Filipina saat masa penjajahan abad ke-19 banyak didatangi warga Spanyol.

Mereka kemudian menetap, menikah dengan penduduk setempat, dan menghasilkan keturunan yang disebut mestizo. Hingga saat ini, cemoohan terhadap para mestizo yang dianggap bukan warga Filipina asli sesekali masih diutarakan.

Di beberapa daerah di Polandia, nyanyian antisemit (kebencian terhadap Yahudi) dikumandangkan sekelompok warga di beberapa sudut kota menjelang Piala Eropa 2012. Beberapa pendatang berkulit hitam juga menerima hinaan berupa suara bak kera yang dilontarkan dari teras-teras rumah penduduk.

Nomor 88 di Jerman

Rasisme dalam sepak bola Jerman lebih halus. Suara kera digantikan dengan kode, misalnya nomor 88 yang identik dengan HH. Huruf-huruf itu merupakan singkatan dari "Heil Hitler" atau "jayalah Adolf Hitler", pemimpin Jerman yang memicu Perang Dunia II.

Rasialisme di Jerman turut diakselerasi reunifikasi pada tahun 1990. Gerakan baru neo-Nazi mulai melebarkan sayapnya dalam persepakbolaan. Mereka memanfaatkan pertandingan-pertandingan sepak bola sebagai ajang untuk menyerang komunitas lain, terutama keturunan Turki.

Dalam laga antarklub Jerman, Sachsen Leipzig dengan Hallescher, pemain Adebowale Ogungbure juga diteriaki "nigger" yang merupakan istilah bagi budak berkulit hitam. Pemain gelandang Sachsen Leipzig dari Nigeria itu juga diludahi dan dipanggil monyet.

Sebagai balasannya, ia meletakkan dua jari di bawah hidung dan memberikan salam Nazi kepada para pendukung Hallescher yang menghinanya. Ogungbure ditahan polisi Jerman karena segala hal yang berbau Nazi dilarang. Namun, ia dibebaskan 24 jam kemudian.

Kejadian lain yang cukup menarik perhatian pemerhati sepak bola adalah saat Inggris menghadapi Spanyol dalam pertandingan persahabatan di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, November 2004. Shaun Wright-Phillips dan Ashley Cole menjadi korban.

Jika kedua pemain Inggris berkulit hitam itu mendribel bola, suara-suara kera dari para pendukung Spanyol membahana. Bahkan, ketika para pemain Inggris masih menyanyikan lagu kebangsaannya, "God Save The Queen", sebelum laga dimulai, sejumlah fans "La Furia Roja" sudah mencemooh.

Pihak UEFA memberlakukan denda untuk menekan tindakan rasialisme. Namun, upaya itu tampaknya tak berdampak besar. Setelah investigasi terhadap laga Spanyol-Inggris, UEFA memberikan denda 87.000 dollar AS (sekitar Rp 820 juta) kepada Federasi Sepak Bola Spanyol.

Spanyol diancam menerima sanksi lebih berat jika rasialisme masih terjadi. Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Menteri Olahraga Inggris Richard Caborn bahkan bereaksi. Caborn menyatakan, perilaku fans Spanyol lebih terbelakang 20-30 tahun ketimbang Inggris.

Bahkan, Afrika juga tak lepas dari rasialisme. Maklum, di "Benua Hitam" itu bermukim banyak suku. Perang dan konflik negara-negara miskin yang berkecamuk menjadi akar persoalan rasialisme yang mengemuka dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sepak bola.

Hanif Adams, pemilik klub sepak bola Zambia, Lusaka Dynamos, mendapatkan perlakuan rasis sewaktu mencalonkan diri menjadi presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. Adams tak disukai beberapa pencandu sepak bola Zambia karena ia keturunan India. (bay)

Sumber: Kompas.Com

Kepung CR7

Cristiano Ronaldo (AP)
CRISTIANO Ronaldo (CR7) bakal dikepung para pemain Real Madrid dan Barcelona saat Portugal bertemu Spanyol dalam semifinal Euro 2012 di Donbass Arena, Rabu (27/6/2012) malam atau Kamis (28/6/2012) dinihari Wita. Spanyol melaju setelah mengalahkan Prancis 2-0. Sedang Portugal lebih dulu meraih tiket usai mengandaskan Republik Ceko 1-0.

Ronaldo yang bersama Real Madrid musim ini mengemas 46 gol di La Liga, bakal berhadapan dengan rekan sendiri seperti kiper Iker Casillas, gelandang Xabi Alonso, dan bek Sergio Ramos, serta Alvaro Arbeloa. Nah, yang menarik Ronaldo selalu bermain di sisi kanan pertahanan lawan, baik saat membela Real Madrid maupun timnas Portugal.Ddengan demikian ia akan bertemu, head to head, dengan rekannya di Real Madrid, bek kanan Spanyol,  Arbeloa.

Selain itu, ia pun bakal dijepit para pemain Spanyol asal Barcelona yang merupakan rival abadinya yakni Xavi, Andres Iniesta, Sergop Busquet dan Cesc Fabregas. Para punggawa La Braugana ini  pastinya akan semakin termotivasi untuk mengalahkan Ronaldo sebagai dendam kekalahan Barcelona dari Real Madrid musim ini.

Xabi Alonso, yang memborong dua gol Spanyol ke gawang Prancis kemarin,  mengakui bahwa performa Ronaldo sedang dalam puncaknya. Permainannya di Real Madrid membuktikan kelas Ronaldo sebagai pemain dunia. Namun yang menjadi perhatian utamanya menjelang melawan Portugal adalah, tim harus terus fokus dan bermain dalam performa terbaik.

Namun sebelumnya, banyak pihak telah menyatakan bahwa Portugal tak melulu Ronaldo. Ada pemain lain yang juga memiliki kemampuan yang patut diwaspadai, yaitu Nani dan Joao Moutinho. Keduanya juga kerap memberikan andil bagi kemenangan tim."Portugal juga punya penyerang yang dapat membahayakan lawan, dua sayap Ronaldo dan Nani adalah pemain yang hebat," katanya dilansir Reuters.

Di kubu Portugal, selain ada Ronaldo juga ada Pepe dan Fabio Coentrao yang bermain sebagai bek tengah dan bek kiri Real Madrid. Kedua pemain juga pasti sudah hafal benar permainan gelandang dan penyerang Barcelona dengan tiki-taka-nya. Alonso bahkan memperkirakan bahwa pertandingan semifinal nanti akan menjadi reuni yang hangat antara pemain dua tim yang berasal dari Real Madrid. "Tapi yang pasti adalah, semua pemain akan bertarung mati-matian untuk memenangkan pertandingan," tuturnya.


Gelandang Spanyol, Cesc Fabregas pun mengakui bahwa Portugal akan menjadi lawan yang menyulitkan di laga semifinal nanti. Ia menilai Selecao, yang berisikan pemain berkualitas, tak akan mudah dikalahkan. "Portugal akan sangat sulit dikalahkan. Mereka memiliki pemain yang kuat, Ronaldo, Nani, Raul Meireles, dan Joao Moutinho. Mereka juga sangat bagus dalam serangan balik, dan kami akan bekerja keras dalam pertandingan nanti," jelasnya.Bek La Furia Roja, Sergio Ramos menyatakan siap menghadapi Portugal di semifinal. Baginya, Portugal akan menjadi lawan yang berat untuk dihadapi. "Setiap pertandingan adalah final dan Portugal bermain sangat baik untuk mencapai semi-final, jadi nanti akan sulit," tuturnya.

Pertahankan Formasi
Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque lagi-lagi menerapkan strategi penyerang palsu di laga perempatfinal melawan Prancis, dengan memasukkan Cesc Fabregas menggantikan Fernando Torres. Meski sempat menuai banyak kritikan, Bosque tetap membanggakan taktiknya yang menurutnya selama ini cukup berhasil. Menurutnya, ia tetap memeragakan permainan menyerang, walaupun tanpa penyerang murni. Bukan tidak mungkin ia akan tetap mempertahankan skema 3-4-3 tanpa penyerang dalam menghadapi Portugal di semifinal. Pasalnya, selain Fernando Torres juga gagal mencetak gol tambahan saat melawan Prancis, Pedro yang diturunkan menggantikan Silva juga tampil cemerlang.

Di kubu Portugal, kapten tim Cristiano Ronaldo mengakui bahwa laga semifinal akan lebih berat daripada sebelumnya. Tapi ia yakin dengan performa tim yang terus membaik. "Kami tahu pertandingan semifinal akan sulit, tapi kami siap. Kami percaya diri, tim ini sangat matang, jadi kami siap untuk duel melawan Spanyol," tuturnya.

Bek Pepe juga optimistis menjelang laga semifinal. Baginya, siapapun lawannya, Portugal siap meladeninya.  "Kami siap menghapi Spanyol. Mereka adalah tim besar. Kami menunggu mereka. Saya harap saya akan bermain dengan baik dalam pertandingan nanti, sehingga kami mencapai final," paparnya. Sayang, optimisme mereka sedikit dirusak dengan kabar buruk. Penyerang andalan Helder Postiga dipastikan absen. Meski awalnya Federasi sepakbola Portugal menyatakan ia hanya akan absen di semifinal, namun cederanya dikabarkan sangat parah.

Jika Spanyol mengalahkan Portugal, mereka akan bertemu dengan Jerman yang akan melawan pemenang antara Inggris dan Italia. Sebelumnya pada Piala Eropa 2008, Spanyol merebut trofi setelah menekuk Jerman 1-0 di final. Spanyol adalah tim pertama yang berkesempatan mematahkan mitos bahwa juara bertahan Piala Eropa tidak pernah mampu mempertahankan trofi untuk kedua kalinya, termasuk menyandingkannya dengan trofi Piala Dunia. (tribunnews/wid)

Sumber: Tribun Manado 25 Juni 2012 halaman 1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes