Karnaval Figura di Mahakeret Barat

Karnaval Figura di Manado (foto Fransiska)
Pria dengan pakaian dan riasan khas wanita, sebaliknya wanita menggunakan pakaian dan dandanan ala pria. Itulah ciri khas dari tradisi Figura.

KARNAVAL
Figura  di Kelurahan Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang Manado pada hari  Sabtu (2/2/2013) berlangsung meriah. Puluhan peserta dari lingkungan satu hingga enam Kelurahan Mahakeret Barat berkumpul di Jl Garuda untuk mengikuti acara pembukaan karnaval melalui rute yang sudah ditentukan.

Tradisi ini terbilang unik lantaran pria memakai pakaian wanita dan wanita memakain pakaian pria. Bukan itu saja. Mereka pun membawa alat musik seperti gitar, jug atau ukulele dan tambor, untuk mengiringi peserta figura. Diiringi musik
rombongan berjalan keliling di beberapa tempat. Tentu saja parade ini menimbulkan tawa setiap warga yang melihatnya.

"Acara ini dilaksanakan setiap tahun bekerjasama dengan pemerintah Kelurahan Mahakeret Barat. Tradisi ini tanda ungkapan syukur atas penyertaan dan berkat Tuhan serta menjalin kebersamaan antar warga, " kata Ketua Panitia Karnaval Figura dan Festival Kuliner, Youdi Lintjewas.

Menurutnya, selain ikut dalam karnaval warga juga berpartisipasi dalam festival kuliner bagi anggota PKK dengan total hadiah yang diperebutkan Rp 15 juta.

"Selain masyarakat Kelurahan Mahakeret Barat juga diundang masyarakat sekitar yang ingin berpartisipasi. "Kami akan memberikan tropi untuk dua kategori tersebut. Pemenang akan diutus mewakili Kelurahan Mahakeret Barat dalam event yang sama pada tingkat Kota Manado dan Provinsi Sulut," jelas Youdi.

Menurut dia, Mahakeret Barat selalu menjadi juara dalam Karnaval Figura di tingkat kota dan provinsi. "Kami memegang piala bergilir," ujarnya.
Penonton Karnaval Figura, Ros Lapulalan (67)  bangga dengan kehidupan warga Sulut yang masih mempertahankan budaya dan tradisi dari leluhur. "Meskipun kita sudah hidup di zaman moderen namun kita masih mampu mempertahankan budaya. Tentunya ini suatu kebanggaan bagi kita semua, " ujarnya.

Ros merasa terhibur dengan penampilan unik para peserta. "Selain lucu, kita juga dihibur dengan lagu-lagu. Apalagi kalau di kampung, para peserta figura ini berkunjung ke rumah-rumah membangun tali persaudaraan," ucap Ros
Budayawan Sulawesi Utara, Fendy Parengkuan, mengatakan, figura merupakan rangkaian acara kunci taong. Tradisi ini sudah digelar sejak abad ke-17. 

"Masyarakat sering mengistilahkan tradisi ini sebagai tradisi kunci tahun atau puncak dari seluruh kegiatan perayaan tahun yang baru, biasanya dilakukan pada awal tahun, yaitu bulan Januari atau Februari," ujarnya.

Menurutnya, figura mulai berkembang di Minahasa sejalan dengan masuknya pendatang dari luar seperti Belanda, Portugis, dan beberapa negara dan daerah di Indonesia. Figura merupakan tradisi dari etnis Borgo. "Etnis Borgo merupakan keturunan pendatang dari berbagai bangsa Eropa di antaranya Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, Jerman. Bangsa Eropa sewaktu berlayar ke berbagai belahan dunia juga ikut masuk ke pantai Sulawesi Utara. Tradisi Borgo yang dikenal dengan figura terus berkembang hingga saat ini," jelas Fendy.

Fendy mengungkapkan, tradisi pergantian tahun tersebut diadakan untuk mengungkapkan rasa syukur dan merekatkan tali persaudaraan. "Konsepnya adalah pria berpenampilan wanita, dan sebaliknya wanita berpenampilan layaknya seorang pria,  sambil diringi alunan musik tradisional, peserta  menyanyi dan mengunjungi rumah warga maupun berkeliling kampung atau kota," ucap Fendy.

Menurutnya, tradisi unik tersebut bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan asing maupun domestik untuk berkunjung ke  Sulut. "Tradisi ini perlu kita pertahankan dan kembangkan karena tidak ditemukan di daerah lain," ujar Fendy. (joice hape)

Sumber: Tribun Manado edisi cetak 4 Februari 2013 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes