Sehan Gunakan Fasilitas Lama

ilustrasi
BILA sejumlah kepala daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) seperti berlomba menganggarkan pengadaan perabot rumah dinas (rudis)  dengan angka yang cukup fantastis setiap tahun anggaran, tidak demikian bagi Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar.

Data yang dihimpun Tribun Manado dari bagian umum sekretariat daerah (Setda)  Kabupaten Boltim menyebutkan anggaran untuk biaya pemeliharaan dan pengadaan perlengkapan rumah tangga rudis bupati dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2013 tak lebih dari Rp 45 juta."Anggaran untuk pemeliharaan dan pengadaan perabotan rumah tangga rumah dinas pak bupati hanya sekitar Rp 45 juta tahun ini," ujar Kabag Umum Setda Boltim Iksan Pangalima,  Rabu (6/3/2013).

Iksan mengatakan walaupun sudah ditata dalam APBD 2013 namun angka tersebut akan berkurang karena Bupat Sehani telah memerintahkan agar beberapa perabotan yang ada tidak perlu diganti. "Beliau meminta agar pengadaan piring, dispenser, kulkas dan lainnya untuk dihapus  karena barang tersebut masih ada. Kalau tidak salah angka yang dikurangi hampir Rp 15 juta," jelas Iksan.

Iksan menjelaskan biaya untuk tiga rumah dinas yaitu  milik bupati, wakil bupati dan sekretaris daerah dalam setahun hanya Rp 168 juta. Namun, angka sebesar itu telah dipangkas menjadi Rp 90 jutaan. Untuk pengadaan gorden baru hanya Rp 45 juta. Sedangkan biaya pemeliharaan rumah seperti pengecatan, pergantian plafon dan lainnya sebesar Rp 25 juta untuk ketiga rudis tersebut.

"Pengadaan perabotan seperti sofa di rudis bupati ditolak beliau. Demikian juga pengecatan yang dianggarkan dua kali dimintanya sekali saja. Beliau katakan masih lebih penting dialihkan untuk kepentingan rakyat," ungkap Iksan.

Bupati Boltim Sehan Landjar saat dikonfirmasi melalui telepon, kemarin  tidak menampik hal tersebut. Dia menyatakan, lebih memilih menggunakan fasilitas  perabotan dan interior rumah tangga yang lama ketimbang membeli yang baru. "Untuk tahun ini saya katakan jangan dulu menganggarkan yang begitu, barang-barang masih ada. Kan piring yang dibeli dua  tahun lalu tidak kami makan. Jadi,  saya pikir pakai yang ada dulu," jelas Sehan sembari tertawa.

Sehan mengatakan total untuk pengadaan barang dan pemeliharaan rumah dinasnya dalam setahun berkisar Rp 30-50 juta. Dia mengatakan anggaran tersebut sudah termasuk penggantian gorden sekitar Rp 15 juta "Sedangkan per bulan untuk makan minum rumah tangga bupati hanya Rp 42-45 juta," ungkap Sehan.

Sehan mengatakan sebagian besar perabotan rudisnya dibeli sejak dua tahun silam saat dia dilantik sebagai Bupati Boltim. Dia berjanji  menggunakan perabotan tersebut hingga dia pindah ke rumah dinas baru yang akan dibangun tahun depan. "Harus bawa dong apa yang ada. Sepanjang bisa dipakai saya pakai. Saya tidak akan membeli yang baru jika itu masih bisa dipakai. Jadi begini saat saya terima rumah jabatan  hanya ada kursi dan itu milik tuan rumah. Kan disewa, terpaksa beli," beber Sehan.

Dia menambahkan total biaya operasional Bupati dan wakil Bupati Boltim  termasuk kepentingan rumah tangga, gaji, dan biaya lainnya hanya Rp 3 miliar dalam setahun. Pantaun Tribun Manado, rumah dinas Bupati  Boltim yang berada di Desa Tutuyan Dua  memiliki lima  kamar. Rumah tersebut hanya disewa dari warga setelah Boltim dimekarkan. Beberapa perabotan sudah tampak kusam. (ald)


JWS Akui Terlalu Besar


TIDAK sampai dua pekan lagi penghuni rumah dinas (rudis) Bupati Minahasa di Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondano Utara akan berganti. Berdasarkan pantauan Tribun Manado, Rabu (6/3/2013), rudis sudah dibenahi untuk menyambut penghuni yang baru.

Cat tembok yang sebelumnya kusam telah berganti warna menjadi putih bersih. Tanaman di taman depan rumah juga mulai ditata ulang. Hampir semua sudut rumah mendapat sentuhan perbaikan dan perawatan.

Walau saat ini masih resmi menjabat sebagai Bupati Minahasa, Drs Stefanus Vreeke Runtu ternyata tidak lagi tinggal di rumah dinas ini. Seorang anggota Satpol PP Minahasa mengatakan, sejak akhir Desember 2012, Bupati Minahasa dua periode itu tidak lagi tinggal di rumah tersebut. Menurutnya secara bertahap barang-barang milik sang bupati telah dipindahkan ke rumah pribadi.

"Pak Bupati (Vreeke) tidak tinggal di sini lagi. Hanya beberapa kali mampir namun tidak sampai bermalam di rumah. Pakaian Pak Bupati sudah dipindahkan. Mungkin tinggal beberapa barang pribadi yang masih tersisa," ujarnya.

Seperti disaksikan Tribun Manado beberapa perabotan rumah tanggal masih tertata rapi. Dua set sofa berukuran cukup besar masih berada di tempatnya. Pada dinding ruangan tamu nampak sebuah lukisan kuda berukuran besar. Perabotan rumah lainnya seperti godern, vas bunga dan meja juga masih terlihat di sana.

Seperti diwartakan kemarin, dalam APBD Kabupaten Minahasa tahun 2013 ada item pembiayaan sebesar  Rp 2.125.000.000 untuk pengadaan perabot rudis bupati dan wakil bupati Minahasa. Menelisik lebih detail penggunaan dana ini, hampir semua warga Minahasa mungkin terpana karena dalam satu item belanja modal pengadaan tempat tidur dialokasikan dana Rp 650 juta. Angka yang fantastis untuk membeli beberapa tempat tidur. Dialokasikan pula Rp 450 juta untuk gorden.

Bupati Minahasa terpilih, Drs Jantje W Sajouw Msi (JWS)   mengatakan dirinya tidak tahu-menahu soal penyusunan anggaran untuk pengadaan perabot rumah dinas tersebut.  Menurutnya dia tidak pernah dilibatkan apalagi melakukan intervensi dalam penyusunan anggaran tahun 2013.

Menurut Sajouw, dia tidak terbiasa menikmati fasilitas mewah walau selama lima tahun terakhir menjabat sebagai Wakil Bupati Minahasa. Dihubungi Rabu (6/3),
JWS  menjelaskan, menjelang akhir masa jabatannya, hampir tidak ada pembelian barang mewah untuk rumah dinas. Beberapa perabotan rumah tangga di rumah dinasnya saat ini malah dibeli menggunakan uang pribadi. Barang-barang yang dimaksud adalah tempat tidur, televisi, perabotan dapur, dan beberapa perabotan lainnya.

Diakuinya hanya lemari baju yang dibeli menggunakan dana pemerintah dan nilainya tidak seberapa. "Saya terkejut mendengar besaran dana tersebut (Rp 2,1 miliar untuk membeli perabotan rudis bupati dan wakil bupati). Bagi saya jumlah ini memang terlalu besar. Saya tidak akan menggunakan dana yang besar untuk hal-hal yang tidak perlu apalagi yang menjurus pada pemborosan," ujarnya. JWS dan Wakil Bupati Minahasa Terpilih  Ivan Sarundajang akan dilantik pada tanggal 17 Maret  2013 di Tondano. (luc)

Sumber: Tribun Manado 7 Maret 2013 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes