Standar kompetensi perawat di Australia

SEORANG wanita NTT yang berprofesi sebagai perawat begitu gembira ketika meninggalkan Kupang menuju salah satu kota di Australia. Ia berangkat ke negeri itu untuk hidup bersama suaminya yang berkewarnegaraan Australia.
Wanita itu gembira karena menurut suaminya dia dapat melanjutkan pengabdiannya sebagai perawat di Australia. Tetapi dia terkejut ketika menghadapi kenyataan sesungguhnya di negeri kanguru tersebut. Pernyataan jujur diungkapkan suaminya tatkala wanita NTT itu ingin segera bekerja kembali.
Menurut sang suami, profesinya sebagai perawat tamatan Indonesia tidak diakui di Australia. Dia harus menjalani pendidikan lagi.Wanita NTT yang sudah berpengalaman sebagai perawat hampir satu dekade itu seolah tidak percaya.
Dia tamatan SPK ternama di Flores dan Akademi Keperawatan terkemuka di Kupang. Selain itu dia sudah bekerja di rumah sakit pemerintah. Kenapa kompetensinya tidak diakui?Suami wanita itu memahami kekecewaan istrinya.
Perlahan-lahan dia memberi pengertian sampai sang istri akhirnya mau mengikuti pendidikan keperawatan selama dua tahun -- setelah setahun memperdalam kemampuan Bahasa Inggris. Setelah sekolah lagi selama dua tahun wanita NTT tersebut baru bisa diakui kompetensinya sebagai perawat. Dia mendapat sertifikat resmi dari pemerintah Australia dan mendapatkan kembali pekerjaannya seperti di Indonesia.
Ini kisah nyata yang terjadi pertengahan tahun 1990-an. Wanita NTT tersebut kini hidup bahagia bersama suaminya di Australia.Kisah tersebut sengaja kita angkat dalam ruangan ini berkaitan dengan pernyataan menarik dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT, Drs. Ignasius Nasu Conterius tanggal 25 September 2007 lalu.
Conterius mengatakan, pemerintah Australia membutuhkan 500 orang tenaga perawat asal Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dipekerjakan pada rumah sakit-rumah sakit milik pemerintah dan swasta di negeri itu. Tenaga perawat yang dibutuhkan 500 orang tetapi baru empat orang yang telah dikirim ke Australia.
Conterius menyebut minat yang rendah untuk bekerja di luar negeri serta kemampuan berbahasa Inggris perawat asal NTT sebagai kendala sehingga jumlah yang dikirim masih sangat jauh dari kebutuhan Australia.Mungkin berlebihan menyebut minat yang rendah sebagai kendala karena indikatornya apa? Siapa yang tidak mau bekerja di luar negeri?
Agaknya minat angkatan kerja di NTT untuk merebut pasar mancanegara cukup tinggi. Persoalan kita jauh lebih serius sekadar minat itu.Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT tentu memahami apa yang disebut sebagai standar kompetensi. Sejak lama Australia menerapkan standar kompetensi dalam seluruh bidang pekerjaan atau profesi di negeri itu.
Di Australia, seorang tukang sapu sekalipun memiliki standar kompetensi yang jelas dan pasti. Dia baru bisa bekerja sebagai tukang sapu kalau memenuhi sekian item kompetensi yang dipersyaratkan. Demikian pula dengan pekerjaan lain seperti sopir, guru, montir, tukang las, perawat, dokter, wartawan dan sebagainya.
Di Indonesia kesadaran tentang pentingnya standar kompetensi baru menguat dalam tiga atau empat tahun belakangan ini. Dan, itupun belum mencakup semua bidang profesi. Sertifikasi guru yang sekarang sedang dijalani merupakan salah satu langkah menuju kompetensi profesi guru Indonesia yang ideal. Salam Pos Kupang, 29 September 2007. (dion db putra)

Tentang hasil UN 2007 di NTT

TENTANG Ujian Nasional (UN), secara umum kita masih menghadapi kenyataan yang kurang menggembirakan. Setidaknya bila mengacu pada persentase kelulusan siswa-siswi SMK/SMA di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru saja diumumkan 15 Juni lalu.
Kita kembali mengutip penjelasan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Propinsi NTT, Ir. Thobias Uly, M.Si. Secara keseluruhan persentase ketidaklulusan siswa/siswi di seluruh NTT tahun ini sebesar 37,92 persen atau sebanyak 1.098 siswa/siswi dari total peserta UN di NTT 28.764 orang.Data Dikbbud NTT juga memperlihatkan persentase ketidaklulusan tahun 2007 cukup bervariasi, namun rata-rata bergerak di antara angka 30-49 persen.
Dengan kata lain, pelajar SMK/SMA kita yang tidak lulus UN masih cukup besar jumlahnya.Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meraih prestasi kelulusan tertinggi yakni mencapai 94,3 persen (tidak lulus 6,87 persen) dan di Alor angka kelulusan terendah, hanya 26,41 persen atau persentase tidak lulus mencapai 74,59 persen.
Bila ditelaah lebih jauh dan lebih spesifik mengenai data kelulusan UN 2007, kita menemukan kenyataan yang cukup menarik. Ada sekolah dengan angka kelulusan sempurna yaitu 100 persen. Tapi ada pula yang nol persen! Sebut misalnya yang lulus 100 persen di Kota Kupang yaitu SMAK Giovanni, SMA Kristen Mercusuar, SMA Kristen I Kupang dan SMA Seminari St. Rafael.
Sejumlah sekolah di Manggarai dan daerah lainnya pun mencatat prestasi lulus 100 persen. Fakta menarik lainnya adalah kategori sekolah. Sekolah-sekolah swasta ternyata lebih unggul daripada sekolah negeri. Data kelulusan UN tahun 2007 di NTT menjelaskan beberapa hal kepada kita semua.
Pertama, kekhawatiran bahwa sistem Ujian Nasional (UN) sebagai sesuatu yang memberatkan siswa-siswi SMK/SMA serta para guru tidak lagi sepenuhnya benar. Toh kenyataannya cukup banyak sekolah meraih hasil sempurna. Sekolah-sekolah tersebut tentunya cepat beradaptasi dengan sistem yang baru. Dan, lebih jauh dari itu mereka mau bekerja keras demi meningkatkan mutu lulusannya.
Mereka tidak menyalahkan sistem atau kurikulum yang berlaku. Mereka berusaha sekuat mungkin untuk melaksanakannya.Keprihatinan kita lebih tertuju pada SMK/SMA dengan persentase kelulusan nol persen atau 100 persen tidak lulus. Agaknya bisa dimengerti jika muncul kekecewaan yang berujung pada tindakan merusak sebagaimana terjadi di SMA Negeri 2 Kupang Timur, Kabupaten Kupang dan SMA Negeri Boking, Timor Tengah Selatan (TTS).
Tindakan merusak sekolah yang dilakukan sejumlah siswa bukan perbuatan yang baik. Namun, kekecewaan mereka manusiawi. Maka penanganan terhadap kasus ini hendaknya tidak hitam putih. Anak-anak itu masih memiliki masa depan. Tidak lulus UN bukan akhir segalanya. Masih ada jalan lain yang bisa mereka tempuh.Kedua, harus menjadi komitmen semua pihak untuk mempersempit kesenjangan persentase kelulusan siswa/siswi SMK/SMA di Propinsi NTT.
Dalam dua tahun terakhir, kesenjangan itu begitu ekstrim. Lulus 100 persen dan nol persen. Pasti ada yang salah dengan dunia pendidikan kita. Tidak bermaksud mencari kambing hitam, tetapi peranan guru dan seluruh perangkat sekolah patut dipertanyakan untuk kasus kelulusan nol persen.Jarak atau disparitas yang sangat jauh itu harus dipangkas habis. Bukan mustahil kalau kalau butuh keseriusan dalam belajar maka hasil terbaik bisa dicapai. Peran orangtua dan sekolah juga pemerintah sangat penting. Semua daerah hendaknya berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Salam Pos Kupang, 6 Juni 2007. (dion db putra)

Sekolah dulu baru merantau

KITA kutip kembali pernyataan Penasihat Ikatan Keluarga Nusa Tenggara Timur di Propinsi Kalimantan Timur (Ikenttim), ABC Djoka. "Sekolah dulu baru merantau". Pernyataan ABC Djoka tersebut disampaikan dalam acara dialog dan silaturahmi dengan pimpinan dan anggota DPRD NTT, pengurus PWI Cabang NTT dan para wartawan asal NTT di Samarinda, 7 Februari yang lalu.
"Saya sudah puluhan tahun berada di Samarinda. Kenyataannya, tidak banyak perantau asal NTT yang kini bekerja di Kalimatan Timur berpendidikan cukup. Akibatnya, mereka hanya bisa menjadi buruh kasar," demikian Djoka.
Tidak ada alasan bagi kita menampik pernyataan sesepuh NTT di perantauan tersebut. Kenyataannya memang demikian. Dan, hal itu sudah berlangsung sejak lama. Tidak banyak perantau NTT yang berpendidikan cukup. Mereka umumnya merantau dengan modal pendidikan amat minim. Hanya tamatan Sekolah Dasar atau SLTP. Bahkan tidak sedikit drop out pendidikan dasar.
Syukur kalau ada yang berijazah SLTA atau sederajat. Prinsip yang dianut perantau NTT adalah bisa bekerja apa saja di tanah orang untuk mempertahankan hidup.Dengan latar pendidikan minim, maka dapat dimengerti jika pekerja asal daerah ini umumnya menjadi buruh kasar di berbagai perusahaan, baik di Kalimantan, Jawa, Sumatera atau daerah lainnya.
Profesi yang cukup banyak ditempati anak-anak NTT adalah petugas satuan pengamanan (satpam), mandor atau kepala gudang. Bermodalkan fisik yang terlihat kuat dan wajah seram, tak sedikit pula anak NTT yang menjadi pengawal pribadi bos-bos perusahaan besar.
Tenaga kerja wanita (TKW) pun kondisinya tidak jauh berbeda. Pendidikan dan keterampilan mereka sangat terbatas. Sudah berulangkali kita menyaksikan penderitaan TKW asal NTT yang diperlakukan tidak manusiawi oleh majikan mereka.Pekerja dengan tingkat pendidikan dan keterampilan rendah sangat rentan posisinya.Mereka itulah yang akan menjadi korban pertama manakala perusahaan terpaksa melakukan rasionalisasi tenaga kerja demi efisiensi.
Dalam dialog dengan wartawan di Samarinda, Rabu pekan lalu, para tokoh NTT yang tergabung dalam Ikenttim juga mengungkapkan kenyataan tentang warga NTT yang di-PHK oleh perusahaannya di Kaltim. Mereka terpaksa dirumahkan karena perusahaan sedang merugi.
Untuk mempertahankan hidup, mereka bekerja apa saja.Tingkat pendidikan masyarakat yang lebih memadai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan masyarakat NTT. Sekitar 70 persen penduduk NTT berpendidikan rendah (SD/SLTP). Namun, kita sesungguhnya tidak kekurangan tenaga produktif tamatan perguruan tinggi.
Setiap tahun rata-rata 2.000 sampai 3.000 lulusan pendidikan tinggi di berbagai daerah di NTT. Dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan selalu ada acara wisuda sarjana di Kupang atau kota lainnya. Jumlah tersebut di atas belum termasuk anak-anak NTT yang menimba ilmu di luar NTT.
Persoalannya terletak pada lapangan kerja yang amat sedikit sehingga mereka tidak langsung bekerja setelah menyelesaikan studi. Pegawai negeri sipil (PNS) pun menjadi incaran. Setiap kali pemerintah daerah membuka kesempatan menerima Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD), ribuan sarjana melamar meskipun mereka tahu dan sadar formasinya sangat terbatas.Pernyataan sesepuh NTT di Kaltim itu seharusnya menggugah perhatian kita untuk melakukan terobosan yang lebih berarti.
Sudah saatnya kita mengirim anak-anak NTT yang berpredikat sarjana ke luar daerah. Dalam hal ini peranan pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sangatlah penting. Pada tahap yang sederhana, Dinas Tenaga Kerja hendaknya menjadi pusat informasi pasar kerja di berbagai daerah di Indonesia. Artinya, sebelum mengadu nasib ke suatu daerah, tenaga kerja kita sudah memiliki informasi yang cukup tentang lapangan kerja yang tersedia serta kualifikasi tenaga yang dibutuhkan. Salam Pos Kupang, 14 Februari 2007. (dion db putra)

Tata krama pemerintahan

BUKAN tanpa pertimbangan rasional jika dalam beberapa pekan terakhir ini media massa, baik media cetak maupun media elektronik di Nusa Tenggara Timur (NTT) sedikit menyoroti jalannya roda pemerintahan di Kota Kupang.
Media massa menyoroti persoalan itu agar tidak terjadi kevakuman roda pemerintahan Kota Kupang berkaitan dengan sakit yang diderita Walikota, SK Lerik sejak akhir tahun lalu.Walikota SK Lerik jatuh sakit saat menjalankan tugas di Padang, Sumatera Barat sejak tanggal 16 Desember 2006.
Dari Padang beliau kemudian dirujuk ke Rumah Sakit St. Elizabeth Singapura pada awal bulan ini dan masih menjalani perawatan sampai sekarang. Sempat beredar informasi yang simpang-siur tentang perkembangan kesehatan walikota. Suasana itu tercipta lebih dari dua pekan lamanya.
Hal itu terjadi karena pejabat berwenang di lingkungan Pemerintah Kota Kupang tidak segera mengumumkannya kepada publik, termasuk memberikan laporan kepada Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Piet A Tallo, S.H. DPRD Kota Kupang sebagai wakil rakyat kota ini pun diam-diam saja. Seolah-olah tidak terjadi sesuatu dengan Walikota SK Lerik.Muncul kesan kuat ada upaya menutup-nutupi informasi tentang kesehatan walikota.
Sesuatu yang seharusnya tidak perlu terjadi karena Walikota SK Lerik adalah pemimpin lebih dari 250 ribu jiwa warga Kota Kupang. Beliau adalah pejabat negara. Seorang pejabat publik sehingga wajar jika informasi apapun tentang dia perlu disampaikan secara transparan.Menyadari kondisi demikian, pada tanggal 11 Januari 2007, Gubernur NTT secara resmi menyurati Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang. Ada dua hal penting dalam surat gubernur No. Pem.131/03/2007 itu.
Pertama, agar segera melaporkan perkembangan terakhir kesehatan Walikota Kupang (medical record) kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT pada kesempatan. Kedua, untuk menghindari kevakuman penyelenggaraan pemerintahan di Kota Kupang dan sesuai pasal 26 huruf g Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka Wakil Kepala Daerah (Wakil Walikota) melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah berhalangan.
Dalam tata krama pemerintahan semestinya laporan tentang kesehatan Walikota SK Lerik itu tidak perlu menunggu permintaan gubernur sebagai pejabat pusat yang ada di daerah. Pemkot Kupang wajib memberi laporan, baik diminta ataupun tidak diminta.
Syukurlah, permintaan Gubernur NTT tersebut langsung dipenuhi Pemkot Kupang. Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe memberikan laporan lisan disusul laporan tertulis kepada gubernur. Poin kedua surat Gubernur NTT juga dilaksanakan. Seperti disiarkan media massa, terhitung sejak hari Senin, 15 Januari 2007, Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe mengambil alih roda pemerintahan.
Daniel Adoe mengambil alih segala urusan pemerintahan guna menghindari kevakuman penyelenggaraan pemerintahan di Kota Kupang lebih lama lagi.Kita mendapat pelajaran berharga dari situasi yang terjadi di Kota Kupang. Pengalaman berharga soal tata krama pemerintahan, soal tanggung jawab publik, transparansi dan terutama agar tidak memahami secara keliru UU No. 32 tahun 2004.Baiklah.
Semuanya sudah menjadi jelas sekarang. Wakil Walikota sudah menggelar pertemuan atau rapat koordinasi dengan Sekretaris Kota, Jonas Salean, para asisten serta pimpinan dinas, instansi terkait, para camat di lingkup Pemkot Kupang. Suasana yang tercipta sungguh menggembirakan. Ada saling pengertian. Ada kerja sama di sana.Suasana rukun dan akrab seperti itulah yang didambakan seluruh warga Kota Kupang.
Mengapa? Selain demi berputarnya roda pemerintahan sehari-hari, pelayanan terhadap masyarakat tidak boleh putus. Pelayanan terbaik kepada rakyat kiranya tetap menjadi komitmen pemerintah Kota Kupang. Suasana itu hendaknya tetap dipertahankan. Pemkot Kupang pun sudah berjanji untuk menyampaikan secara terbuka perkembangan kesehatan Walikota SK Lerik.
Janji itu harus ditepati karena rakyat Kota Kupang berhak tahu kondisi kesehatan pemimpinnya. Kita semua mendoakan agar beliau cepat sembuh dan kembali bekerja seperti biasa. Salam Pos Kupang, 17 Januari 2007. (dion db putra)

Sindrom telmi

PERINGATAN kita sejak lama sungguh menjadi kenyataan. Tahun baru seharusnya kita berbahagia. Bergembira, bersenang- senang dengan keluarga dan sahabat. Yang terjadi sebaliknya. Hari pertama tahun 2007 langsung diwarnai duka.

Derai air mata. Pesawat Adam Air jenis Boeing 737 seri 400 yang terbang dari Surabaya menuju Manado hilang kontak setelah satu jam terbang. Tak ada informasi lain yang kita peroleh selain itu. Nasib pesawat baru diketahui 24 jam kemudian.

Pesawat dengan nomor penerbangan DHI 574 yang mengangkut 96 penumpang itu ditemukan jatuh berkeping-keping di wilayah Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Propinsi Sulawesi Barat.Jatuhnya pesawat Adam Air tersebut menambah warta duka karena sebelumnya sudah terjadi kecelakaan laut yang menimpa KMP Senopati Nusantara di Laut Jawa. Kapal Senopati mengangkut 400-an penumpang. Lebih dari 200 orang berhasil diselamatkan.
Sisanya kehilangan nyawa.Pada hari pertama tahun 2007 juga terjadi kecelakaan laut di perairan Maluku. Dilaporkan dua kapal cepat tenggelam dihantam gelombang setinggi 2 meter. Sebanyak lima orang penumpang meninggal dunia, dua orang belum ditemukan.
Kecelakaan laut dan udara itu seolah melengkapi penderitaan sebagian besar saudara kita yang tertimpa bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera di penghujung tahun 2006. Banjir di Sumatera bahkan kian meluas dengan jumlah korban jiwa sudah mencapai ratusan orang. Benarlah apa yang sering dikatakan bahwa tahun baru tidak selalu membawa harapan baru.
Kita malah memulai tahun baru ini dengan perasaan gundah, gelisah dan cemas. Syukurlah kecelakaan laut dan udara atau bencana alam dengan korban jiwa belum terjadi di wilayah kita, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada awal tahun 2007 ini.
Acara malam pergantian tahun pun berlangsung aman, lancar dan relatif tertib. Tidak ada kejadian menonjol seperti kasus kriminalitas atau kecelakaan lalulintas yang menelan korban jiwa. Namun demikian, kita hendaknya tidak boleh terlena. Sejak dua hari lalu Pemerintah Pusat mengeluarkan pengumuman resmi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam di seluruh wilayah Indonesia.
Peringatan secara khusus ditujukan kepada instansi penyedia jasa transportasi, baik darat, laut maupun udara untuk mengutamakan keselamatan manusia ketimbang kepentingan bisnis. Jangan memaksakan diri untuk tetap berlayar atau terbang jika kondisi cuaca sedang buruk.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) sejak bulan Desember lalu mengumumkan data perkiraan cuaca yang tidak bersahabat dan perkembangannya terus diperbaharui setiap saat. Kiranya peringatan BMG tersebut kita patuhi. Jangan sampai terulang tragedi Pukuafu yang akan genap setahun 31 Januari 2007.Apa tindakan pemerintah daerah kita di sini?
Maaf saja kita belum melihat geliat dan aksi nyata meskipun mereka tahu kampung halamannya akrab dengan kecelakaan laut serta bencana alam lainnya. Kita tidak melihat kampanye yang serius dan sungguh-sungguh untuk mengutamakan keselamatan manusia NTT yang hampir 80 persen mengandalkan jasa transportasi laut dan darat untuk bepergian ke mana-mana guna memenuhi kebutuhannya. Cara berpikir dan cara bertindak kita masih seperti dulu.
Kita masih bergaya ala petugas pemadam kebakaran. Ada bencana dulu, ada korban jiwa dulu baru bersibuk ria mengurusnya. Kita terserang sindrom telmi (telat mikir) dan beraksi. Kampanye yang menonjol di sini malah soal suksesi. Tak sedikit tokoh pemimpin formal kita yang lebih sibuk bicara suksesi meskipun waktu pilkada masih jauh.
Belum saatnya. Dia begitu getol dan genit berkoar dalam berbagai forum untuk "menjual dirinya" sebagai calon kepala daerah yang pantas bertarung dalam pilkada. Cukup sering malah tidak tahu diri lagi karena "menjual diri" pada tempat dan waktu yang salah. Menimbulkan antipati. Sesuai tugas dan tanggung jawabnya, seharusnya hari-hari ini mereka serius memantau kesiapan instansi penyedia jasa transportasi seperti PT Pelni, ASDP, maskapai penerbangan atau Bandar Udara.
Hari-hari ini semestinya mereka giat mengingatkan masyarakat untuk waspada dan aktif melakukan konsolidasi seluruh jajaran pemerintah agar siap menghadapi kemungkinan bencana. Selamat Tahun Baru 2007. Salam Pos Kupang 3 Januari 2007. (dion db putra)

Dari Pos Kupang untuk NTT

HARI ini, Senin 22 Oktober 2007, kami keluarga besar Surat Kabar Harian Pos Kupang kembali mempersembahkan sesuatu bagi masyarakat NTT. Kami menyelenggarakan kejuaraan tinju amatir antarsasana se- Nusa Tenggara Timur. Event ini memperebutkan Menpora Cup, berlangsung hingga tanggal 28 Oktober 2007. Titelnya Menpora Cup karena Kantor Kementerian itu menyiapkan dana Rp 50 juta. Jumlah yang belum cukup dan kami mencari tambahan dana dari sponsor lain, termasuk dari kantong sendiri (Pos Kupang). Bagi kami kepercayaan dari Kantor Menpora merupakan suatu tantangan yang harus dijawab dengan bekerja sungguh-sungguh menyukseskan kejuaraan ini.
Kejuaraan dibuka Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si. Ada 15 sasana yang ikut dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Flores Timur dan Sumba Timur. Titel NTT terwakili. Cukup representatif.
Acara pembukaan berjalan lancar walau agak terlambat sekitar 30 menit karena sasana peserta tidak tepat waktu. Ya, begitulah disiplin masyarakat kita. Sangat memprihatinkan. Padahal displin adalah kunci sukses dalam lapangan hidup manapun, termasuk olahraga.
Sempat memanaskan suasana karena dokter ring dari Pertina datang terlambat ke GOR Flobamora di Jl. WJ Lalamentik Kupang, tempat pertandingan berlangsung. Tapi itulah warna-warni membuat event yang melibatkan massa. Outdoor event istilahnya. Tidak gampang bung! Selalu saja ada kekurangan dan kelemahan di sana-sini, sehingga dibutuhkan kesabaran dan kepala dingin.
Kami punya secuil pengalaman menggelar event dengan melibatkan masyarakat. Sejak tahun 2005 menggelar kejuaraan sepakbola antarklub se-NTT bertitel Pos Kupang Cup. Sukses besar dan brand itu tertanam cukup kokoh-kuat sampai sekarang. Kami juga pernah menggelar jalan santai 10.000 orang di Kota Kupang tahun 2005. Sejak itu mata orang terbuka!
Saya bangga –secara pribadi dan dalam kapasitas sebagai unsur Pos Kupang. Antusiasme masyarakat cukup baik terhadap event yang dibuat Pos Kupang. Saya bangga atas partisipasi awak Pos Kupang yang bekerja keras menjadi panitia pelaksana. Setelah mendapat “suntikan” dari Om Damyan Godho (PU Pos Kupang) dalam pertemuan umum 10 Oktober lalu, teman-teman mulai sadar untuk menimbun sense of belonging terhadap Pos Kupang. Event Pos Kupang berarti semua unsur Pos Kupang wajib terlibat dan melibatkan dirinya!!!
Memang masih ada kru yang bekerja asal-asalan. Kelihatan sibuk tapi kontribusinya sungguh kecil. Ya, biasalah hal itu dalam suatu organisasi. Ada orang yang bekerja mati-matian, ada yang cuma numpang lewat, takut ambil resiko dan sebagainya. Saya sungguh berharap event ini sukses, sehingga brand Pos Kupang yang tanggal 1 Desember 2007 genap berusia 15 tahun tetap kuat dan semakin tertanam di hati masyarakat Nusa Tenggara Timur. Membangun trust (kepercayaan). Itulah yang harus terus-menerus ditumbuhkan.
Di tengah acara pembukaan malam ini ada yang menghampiri saya dan berkata. “Om Dion, kapan buat kejuaraan kempo? Kami iri kenapa Pos Kupang cuma buat event sepakbola dan sekarang tinju. Usahakan buat kejuaraan kempo,” kata salah seorang hakim tinju. Saya terharu. Apresiasi orang terhadap Pos Kupang tidaklah buruk.
Saya berkata kepada sahabat itu, “Terima kasih atas apresiasi ini. Kita urus satu per satu. Kami (Pos Kupang) juga punya keterbatasan. Mudah-mudahan suatu saat kami pun bisa membuat kejuaraan kempo.” Saya dikenal sebagai orang kempo karena pernah menekuni olahraga beladiri itu selama 3 tahun. Saya memahami perasaan “iri” mereka. Mudah-mudahan ada jalan bagi kami... (dion db putra)

Pertemuan pertama yang menggoda

Oleh Dion DB Putra

HARI
ini perhatian penggemar sepakbola dunia bakal menarah ke Stadion Nasional Tokyo Jepang untuk menyaksikan pertandingan antara juara benua Eropa dan Amerika Selatan memperebutkan Piala Toyota 1996. Pertandingan tahunan ini sudah berlangsung sejak 1960 yaitu mempertemukan juara Piala Champions Eropa dan juara Piala Libertadores (Copa America).
Klub mana yang keluar sebagai pemenang hari ini, mendapat julukan juara dunia sejati. Tahun 1996 Eropa diwakili oleh klub Italia, Juventus sedangkan Amerika Selatan atau Amerika Latin melalui River Plate, Argentina. Di arena Piala Toyota atau sebelum tahun 1980 bernama Piala Inter Continental, kedua klub tersebut belum pernah bertemu.
Dengan lain kata, perebutan Piala Toyota 1996 merupakan kesempatan perdana bagi kedua tim untuk menunjukkan kepiawaannya di Stadion Nasional Tokyo yang bakal menyedot perhatian jutaan pemirsa di seantero jagat.
Tahun 1985, ketika Juventus pertama kali merebut Piala Toyota lawan Michael Platini dkk saat itu ialah klub terkemuka Argentina lainnya, Argentinos Junior. Kala itu Juve menang 6-4 lewat adu tendangan penalti setelah imbang 2-2. Setahun kemudian pada 1986, giliran River Plate menjadi juara Piala Toyota dengan menumpas pemegang Piala Champions Eropa. Steau Bucharest dari Rumania 1-0.
Dengan demikian final Piala Toyota 1996 merupakan kesempatan bagi Juventus maupun River Plate menjuarai Piala Toyota kedua kalinya. Kecuali itu, siapa pemain terbaik yang berhak memperoleh sebuah mobil sedan Toyota dari penyelenggara.
Bagi penggemar bola di sini, Juventus tentu saja lebih dikenal tinimbang River Plate. Hal ini akibat logis dari publikasi maha luas tentang Liga Seri A Italia maupun liga Eropa umumnya. Nama River Plate mungkin pernah terdengar, tetapi macam apa kehenatannya, tak banyak diketahui publik Indonesia yang sangat kuat berkiblat ke Eropa.
Tak apalah, keengganan media massa melirik Amerika Sealtan, boleh jadi lantaran negeri-negeri di kawasan itu sama miskinnya dengan kita. Sama-sama negara berkembang! Cuma ada satu hal pasti, dalam soal main bola Amerika Latin adalah bangsa paling maju, bangsa nomor satu di dunia. Karena itu, Anda sebaiknya tidak memandang rendah utusan Copa America.
Karena merupakan pertemuan perdana, duel Juventus vs River Plate petang ini akan menggoda bolamania. Paling tidak, kita akan menyaksikan sejumlah momentum cantik dari perseteruan dua gaya sepakbola, Erupa versus Amerika Selatan. Juventus dengan keunggulannya dalam bertahan dan menyerang menghadapi River Plate yang meliuik-liuk bagai penari Tango sembari memperlihatkan ketajaman daya sering tim serta keterampilan individu yang menawan.
Pelatih Juventus, Marcello Lippi kemungkinan besar tidak beralih dari kesukannya memainkan secara dominan formasi 4-4-2 dikombinasikan dengan 3-4-3 saat menyerang dan 5-3-2 ketika bertahan total khas Italia. Lippi pasti tidak suka memakai sistem pertahanan zona, karena bisa merepotkannya menghadapi gempuran bertubi-tubi River Plate. Cara terbaik bagaimana menjaga keseimbangan man to man marking serta penguasaan blok tengah dan belakang.
Dari kubu River Plate, Pelatih Ramon Angel Diaz - yang dalam pasukannya terhadap tiga pemain nasional Argentina - bakal menerapkan sepakbola menyerang murni. Polesan tangan Ramon sudah terbukti ketika River Plate merenggut Piala Libertadores 26 Juni lalu dengan melumat Amerika Cali (Kolombia) 2-0 pada pertandingan puncak.
Formasi 3-4-3 bisa menjadi pilihan Ramon, karena kuartet gelandangan mesti konsisten menggalirkan bola pada Hernan Crespo, Ramon Medina Bello atau jagoan tua Enzo Francescoli di barisan penyerang. Soal ketajaman barisan depan, pilar Juve jangan main-main dengan Crespo dan Bello. Kualitas Hernan Crespo tak kalah bagus dibanding Alen Boksic atau Michele Padovano.
Sampai kemarin, banyak pengamat lebih menjagokan Juventus menang dan playmaker Alessandro Del Piero disebut-sebut akan keluar sebagai pemain terbaik Piala Toyota 1996. Kita tunggu saja penampilan Alex Piero petang ini. Bukan mustahil Juventus justru keok dan menambah daftar tumbangnnya klub-klub Eropa. Dominasi Amerika Selatan di Piala Toyota belum tersaingi tim-tim Eropa. Sejak 1960, Amerika Latin masih unggul 20-14. Prinsipnya, siapa juara dunia 1996 dialah tim yang paling siap berperang. **


Prakiran pemain
Juventus:
Angelo Peruzi, Michaelangelo Rumpulla, Ciro Ferrara, Paoo Montero, Sergio Porini, Moreno Toricelli, Didier Deschamps, Angelo Di Livio, Zinedine Zidane, Alessandro Del Piero, Alen Boksic, Michele Padovano.
River Plate: Roberto Oscar Bonano, Ricardo Altamirano, Celso Rafael, Edurado Berizzo, Celso Rafael Ayala, Hernan Crespo, Leonardo Ruben Astrada, Sergio Berti, Marcelo Daniel Gallardo, Enzo Francescoli, Ramon Medina Bello. Dipublikasikan Pos Kupang edisi Selasa, 26 November 1996

Alex menipu Alex, Lippi yang terbaik

Oleh Dion DB Putra

SEHARI menjelang big match di Stadion Old Trafford melawan Manchester United (MU), playmaker Juventus, Alessandro Del Pierro mengatakan, dia akan absen dalam pertandingan itu. Dia ingin menyiapkan fisik menghadapi juara Amerika Selatan, River Plate dalam perebutan Piala Toyota di Tokyo, Selasa (26/11/1996). Pengakuan Del Piero yang oleh publik di negerinya lebih akrab dengan sapaan Alex ini diberitakan luas oleh media massa internasional.

Mendengar hal itu, Pelatih MU Alex Ferguson mengulum senyum. Dalam analisisnya, Juventus tanpa "Alex" Del Piero serta Antonio Conte (kapten) yang masih cedera, kekuatannya hanya sekitar 75 persen. Pria Skotlandia itu langsung mematok target, MU harus menang di kandang sendiri dalam pertandingan Rabu malam atau Kamis dini hari Wita (21/11/1996).

Namun, satu jam menjelang duel itu, Alex Ferguson seakan tidak percaya bahwa Pelatih Juventus, Marcello Lippi menurunkan Alex Del Piero. Strategi Ferguson kacau-balau. Dia tidak menyiapkan pemain serta strategi khusus untuk mengawal jelajah Del Piero saat merumput di Old Trafford.

"Tipuan" gaya Alex Piero akhirnya terbukti. Manchester United kalah 1-0 hasil tembakan penalti Del Piero menit ke-36. Ferguson keluar lapangan dengan wajah loyo, tak tahan mendengar omelan sekitar 45.000 pendukung MU yang kecewa.

Ini merupakan kekalahan kedua kalinya berturut-turut di kandang sendiri hanya dalam tempo dua minggu! Pada 30 Oktober lalu, MU menyerah dengan skor yang sama pada juara Turki, Fenerbache. Kini, nasib MU di ujung tanduk. Untuk lolos ke perempatfinal Liga Champions Eropa 1996/1997, memerlukan sedikit keajaiban. MU harus menang pada duel terakhir melawan Rapid Wina, dengan catatan Fenerbache menyerah pada Juventus di Delle Alpi Turin.

Melihat penampilan tim "Setan Merah" melawan Juventus seperti ditayangkan RCTI mulai pukul 03.30 Wita kemarin, siapa pun perlu mengakui Juventus pantas menang. Lippi membuktikan dirinya layak terpilih sebagai pelatih terbaik di Italia tahun 1995 dan 1996.

Strategi jitu Lippi membalikkan ramalam bahwa MU akan menang di rumah sendiri. Turun dengan formasi 4-4-2 (MU pun memainkan formasi yang sama), pasukan Lippi langsung menekan sejak kick off. Lippi memegang prinsip pertahanan terbaik adalah menyerang tanpa henti. Alex Ferguson rupanya tidak cepat menangkap strategi ini. MU yang biasanya sangat lugas dalam menyerang, justru berada di bawah tekanan lawan.

Para pemain MU yang dikomando sang jenderal Eric Cantona, masih senang memanfaatkan lebar lapangan dengan sistem pertahanan zona. Celakanya, duel di lapangan tengah dikuasai kuartet Juve, Didier Deschamps, Zidane, Alessandro Del Piero dan Vladimir Jugovic. Kehadiran Del Piero sungguh merusak konsentrasi Cantona dalam merancang serangan ke jantung pertahanan lawan. Selama babak pertama, Juve mendominasi pertandingan sekitar 55 persen.

Gol tunggal Juventus pada menit ke-36 adalah bukti nyata buruknya palang pintu "Setan Merah". Alex Del Piero yang begitu bebas berkeliaran, dihadang Butt lalu terjatuh dalam kotak terlarang. Old Trafford diam seribu bahasa saat tembakan kaki kanan Alex mengoyak jala Peter Schmeichel.

Striker MU, Ole Gunnar Solskjaer praktis hanya mendapat dua peluang bagus pada 45 menit pertama. Umpan-umpan Ryan Giggs dari wing kiri maupun David Beckham dari sayap kanan, kurang terukur dan selalu bisa dihalau pilar pertahanan Juve, Ciro Ferrara, Moreno Toricelli dan Paulo Montero. Karena kesal, Eric Cantona bahkan "memakan" Montero pada menit ke-41 sehingga wasit menghadiahkannya kartu kuning.

Babak kedua, Alex Ferguson baru berhasil mengembalikan jiwa permainan timnya. Kendali permainan 80 persen dipegang Setan Merah. Serangan yang dibangun Cantona dkk menghasilkan delapan tendangan pojok dan enam peluang emas dan yang memporak-porandakan pertahanan tim "Zebra". Kegagalan MU mencetak gol lebih disebabkan oleh permainan cemerlang kiper nomor satu Italia, Angelo Peruzzi di bawah mistar Juve.

Peruzzi mematahkan tembakan voli Eric Cantona pada menit ke-64 dari luar kotak enambelas. Demikian pula dengan sontekan setengah dada Ryan Giggs pada menit ke-78. Bila diberi angka, Peruzzi pantas meraih nilai 10 atau yang tertinggi menyusul Del Piero dan libero Ciro Ferrara.

Di kubu MU, masuknya Jordi Cruyff pada menit ke-83 menggantikan Solskjaer tidak banyak membantu. Sebaliknya, Marcello Lippi mengganti Di Livio dengan Tacchinardi untuk memperkuat pertahanan pada saat injury time.

Lippi akhirnya sukses besar di Grup C Liga Champions Eropa 1996. Mereka tak terkalahkan dan sudah pasti lolos ke perempatfinal. Kemenangan Juve menegaskan bahwa mereka adalah tim yang menyerang maupun bertahan sama bagusnya. Lebih dari itu, bangsa Inggris rupanya perlu belajar tentang Italia yang pintar mengibuli lawan, Italia yang terkenal dengan mafianya. Munculnya Alex Piero hanya satu jam menjelang pertandingan, membuat Alex Ferguson harus mengurut dada, menelan kekecewaan untuk kedua kalinya.

** Dipublikasikan Pos Kupang edisi Jumat, 22 November 1996.

Mata "Setan Merah" terlanjur merah

Oleh Dion DB Putra

NASIB
klub Manchester United (MU) tergolong unik. Mengawali kompetisi Liga Inggris 1996/1997 ini, mereka membabat Newcastle United yang diperkuat pemain termahal di Britania Raya, Alan Shearer dengan skor telak 4-1.

Kehadiran sejumlah pemain muda seperti Jordi Cruyff, Karel Poborsky, David Beckaham dan Ole Gunnar Solskjaer, menjadikan tim ini sangat solid. Aksi menawan pasukan Alex Ferguson pada awal kompetisi membuat publik dunia kagum dan yakin juara bertahan itu bakal berjaya lagi musim ini. Namun, kenyataan kompetisi justru berkata lain. MU terus terpuruk memasuki minggu ke-13 kompetisi Liga Inggris.

Hingga akhir pekan lalu, MU masih terseok-seok di urutan keenam klasemen sementara, setelah Newcastle, Liverpool, Arsenal, Wimbledon dan Chelsea. MU baru meraup nilai 22 hasil 6 kali menang, 4 seri dan 3 kali kalah. Selama bulan Oktober lalu, MU bahkan mengalami empat kekalahan beruntun, termasuk pecahnya rekor selama 40 tahun di Old Trafford pada 30 Oktober 1996.

Saat itu, MU menyerah 0-1 pada juara Turki, Fenerbahce dalam penyisihan Grup C Liga Champions Eropa. Kejayaan MU yang tak terkalahkan selama 40 tahun di Stadion Old Trafford, pupus sudah. Mitos bahwa MU tidak mungkin kalah di kandang sendiri, kini menjadi mungkin. Old Trafford bukan lagi stadion angker penuh setan, sama seperti julukan Setan Merah bagi Manchester United.

Kekalahan demi kekalahan itu, melahirkan image baru dari bolamania sejagat. MU bukan primadona tunggal di Inggris. Rasa cinta publik sepakbola di sana sudah bergeser. Mereka mulai mencintai Nescastle, Liverpool dan Chelsea asuhan Ruud Gullit.

***
DALAM suasana gonjang-ganjing itu, malam ini atau Kamis dini hari Wita (20/11/1996), MU akan menghadapi juara bertahan Piala Champions Eropa, Juventus-Italia. Pertemuan kedua tim bakal menyedot perhatian dunia. Sedikitnya 20 stadiun televisi, termasuk RCTI akan menayangkan langsung pertandingan itu dari Stadion Old Trafford Manchester.

Bermain di kandang sendiri, motivasi MU untuk menang tidak dapat dikatakan kecil. Apalagi semangat juang Eric Cantona dkk pulih kembali setelah mengalahkan Arsenal 1-0 dalam lanjutan kompetisi liga, Sabtu (16/11/1996).

MU juga pantas memendam ambisi untuk meraih angka penuh karena pada pertemuan pertama bulan September lalu di Stadion Delle Alpi Turin, mereka bertekuk lutut 0-1 pada Juventus. Kekalahan ini mesti dibalas, sehingga duel ini merupakan kesempatan bagi "Setan Merah" untuk menumpahkan dendamnya. Dengan kata lain, mata si "Setan Merah" sudah memerah dan siap menelan lawannya!

MU harus menang guna mempertahankan peluangnya maju ke babak perempatfinal. Jika kalah, mereka harus menang di Wina melawan Rapid bulan depan dengan syarat Fenerbahce dikalahkan Juventus. Kini, MU berada di urutan kedua grup C dengan selisih empat poin di bawah Juventus tetapi hanya dua poin di atas Fenerbahce yang hari ini menjamu Rapid Wina.

Masalah serius yang melanda MU adalah buruknya penampilan Cantona dalam beberapa pekan terkahir. Striker asal Perancis itu seperti tertutup bayang-bayang kejayaan masa lalu. Meski demikian, Alex Ferguson yakin Eric akan tampil maksimal malam nanti.

Di Kubu Juventus, kabar paling akhir menyebutkan juara bertahan itu akan turun tanpa playmaker Alessandro del Piero dan kapten tim Antonio Conte yang harus istrirahat setelah menjalani operasi.
Konsentrasi Juventus pun terbelah dua, karena mereka mesti menyiapkan fisik untuk berhadapan dengan River Plate Argentina dalam pertandingan antara juara Eropa vs Amerika Latin (Piala Toyota) di Tokyo, Selasa pekan depan.

Secara tim, mental Juventus sedang down setelah digilas Inter Milan 3-0 di Piala Italia pekan lalu dan ditahan 0-0 oleh AC Milan dalam lanjutan Liga Seri A, Senin dini hari (18/11/1996). Dengan masa istirahat cuma tiga hari, fisik pemain Juventus belum pulih benar.

Dengan kondisi sekian, Pelatih Marcello Lippi kemungkinan besar akan memainkan pola 6-3-1 atau 4-4-2. Pola ini mengisyaratkan Juventus cenderung bertahan guna menahan gempuran bertubi-tubi dari MU. Hasil seri merupakan target maksimal Lippi dalam pertandingan ini.

Sebaliknya, tim "Setan Merah" tidak akan beralih dari formasi kesukaan Alex Ferguson dengan 3-5-2. Pola ini terbukti cukup efektif dalam sepakbola menyerang khas Inggris, kick and rush. Sebagai tim gabungan pemain tua dan muda, MU memiliki stamina yang cukup untuk determinasi tempo tinggi selama 2x45 menit.
Satu hal yang mencemaskan ialah rasa percaya diri pemain-pemain MU jangan sampai berlebihan. Meski sejarah mencatat, Juventus hanya sekali menang dari sembilan kali lawatannya ke tanah Inggris sejak awal abad ini, MU hendaknya tidak besar kepala. Berbahaya bila Eric Cantona dkk merasa pasti menang di kandang. **

Dipublikasikan Pos Kupang edisi Rabu, 20 November 1996.

Maradona tak lagi primadona

Oleh Dion DB Putra

Diego Armando Maradona, 2 Oktober 1996 cedera otak akibat kecanduan terhadap kokain dan dikhawatirkan meninggal dunia secara tiba-tiba. Menurut salah seorang dokternya, superbintang sepakbola itu terancam mati mendadak dalam waktu dekat. Serial yang diramu dari berbagai sumber ini - berusaha menguak sepenggal jalan hidup Maradona - sejak bocah, masa emas sampai detik-detik menjelang keruntuhannya sekarang.

"SAYA tidak mengabaikan kekhawatiran bahwa Diego Maradona bisa mati mendadak di lapangan sepakbola atau sedang berjalan." Demikian kalimat yang meluncur dari mulut Dr. Ricardo Grimson, dokter pribadi Maradona seperti diberitakan harian ini edisi 4 Oktober 1996.

Tahun lalu, Grimson juga sempat membawa Maradona ke klinik rehabilitasi obat terlarang di Buenos Aires dalam keadaan koma. Saat ini, kata Grimson, Maradona bahkan tidak dapat mengenali orang-orang yang dikenalnya akrab.

Berita yang dikutip kantor berita UPI dari El Grafico, suratkabar olahraga terkemuka di Buenos Aries itu, cukup mengejutkan publik dunia yang mengenal dan mencintai Maradona. Dalam segala keterbatasannya sebagai manusia, Maradona tetaplah sumber inspirasi, salah satu pusat pergumulan sepakbola dunia selama abad ke-20 ini.

Kisah hidup Maradona adalah gambaran tentang seorang manusia yang senantiasa berwajah ganda, gelap dan terang. Ada saat Maradona dipuja melebihi dewa. Tetapi ada waktu, Diego berada pada titik nadir kenistaan tak terampunkan.

***
DIEGO Maradona pada masa lalunya, tidak berbeda dengan para bocah yang lahir dan besar di kebanyakan negara dunia ketiga. Ketika menjejak bumi tanggal 30 Oktober 1960, Maradona langsung menghirup aroma kemiskinan Argentina di bawah kekuasaan Presiden Peron.

Maradona yang tanggal 30 Oktober 1996 ini bakal merayakan hari jadinya ke-36, lahir di Lanus, sebuah kampung kumuh di pinggiran Kota Buenos Aries. Orangtua Maradona termasuk keluarga sangat miskin. Ayahnya bekerja sebagai buruh kereta api yang hanya mampu mengontrak rumah sempit di bilangan Villa Fioritto.

Hidup dalam keluarga dengan delapan orang anak, menyebabkan perhatian orangtua terhadap Maradona tak selalu menggembirakan. Apalagi tinggal dalam rumah sempit ukuran 6x8 meter persegi, membuat Maradona tidak betah. Hari-harinya lebih banyak dia habiskan di luar rumah bersama teman-teman sebaya.
Seperti kebanyakan anak Argentina, sepakbola merupakan sebuah permainan paling mengasyikkan bagi mereka. Tiada hari tanpa menendang bola. Maradona bisa berjam-jam mengocek kulit bundar, tak peduli di jalanan berdebu atau lorong-lorong sempit dalam kawasan pemukiman Villa Fiorito.

Bocah Maradona tergolong kurus dan dekil. Pakaiannya pun seadanya. Maradona juga sering menjadi bulan-bulanan karena ditonjok teman sebaya yang berbadan lebih subur dan sehat. Meski demikian bila ada permainan bola, Maradona selalu masuk dalam tim. Sejak usia 4 tahun ia sudah menunjukkan keterampilannya mengutak-atik kulit bundar yang cukup mengesankan.

Suatu hari di tahun 1969, Fransisco Cornejo dari Klub Argentinos Junior jalan-jalan ke pemukiman Villa Fioritto, Buenos Aries. Dalam kapasitasnya sebagai tim pemandu bakat, Cormejo sedang mendapat tugas mencari calon pemain muda untuk dibina oleh klub profesional itu.

Secara tak sengaja, ia bertemu Maradona. Feeling ball Cornejo menegaskan bahwa Diego memendam bakat besar. Ia meramalkan Maradona menjadi bintang masa depan Argentina yang bakal mendunia. Cornejo yang terpesona melihat Maradona -- langsung meminta izin kepada ayah Maradona untuk melatih bocah tersebut.

Atas persetujuan sang ayah, Maradona lalu dititipkan pada seorang kaya penggemar berat sepakbola di Buenos Aries. Polesan tangan Cornejo mematangkan keterampilan Maradona hingga masuk jajaran pemain inti Argentinos Junior tahun 1976. Walaupun tubuhnya tergolong cebol, goyangan pinggul Maradona di lapangan selalu membuat lawan-lawannya keok.

Jika bintang legendaris lainnya seperti Pele (Brasil), Johan Cruyff (Belanda) atau Beckenbauer (Jerman) masuk tim nasional di atas usia 20 tahun, Maradona sudah memakai kostum kebesaran Argentina pada umur 16 tahun. Pada usia 17 tahun, Maradona memimpin rekan-rekannya merebut Piala Coca Cola, simbol tertinggi kejuaraan sepakbola dunia yunior.

Pada tahun 1978, ia terpilih memperkuat tim Piala Dunia Argentina. Sayang, Maradona tak pernah diturunkan Pelatih Cesar Luis Menotti hingga usai putaran final yang dimenangkan negerinya. Menurut Menotti, Maradona kurang berpengalaman. Maradona harus puas menghuni bangku cadangan melihat aksi seniornya Mario Kempes dkk. Darah mudanya memanas. Sikap temperamental Maradona mulai menyata. Dia mogok bicara dengan Menotti kurang lebih enam bulan.

Empat tahun kemudian - dalam usia 22 tahun - Maradona memimpin tim Argentina ke Piala Dunia Spanyol 1982. Citra buruk dibuat Maradona pada babak perdelapan final. Ia diusir dari lapangan karena menendang pemain Brasil. Argentina kalah dan pupuslah niat mempertahankan mahkota Piala Dunia yang kemudian direbut tim Azzuri Italia.

Setelah gagal di Piala Dunia 1982, Maradona meninggalkan tanah airnya. Ia bergabung dengan klub Barcelona Spanyol dengan uang transfer 8 juta dolar AS. Di klub tersebut, Diego semakin matang hingga dibeli Napoli Italia pada 1984.

Nama Maradona kian melesat. Ia menjadi superstar baru dan anak kesayangan seluruh warga Napoli, kota di Italia selatan yang terkenal miskin. Dengan gaji jutaan dolar, Maradona mulai menikmati gaya hidup kelas atas.

Di Napoli ia tinggal bersama pacarnya Claudia yang kemudian menjadi istrinya - di seubah rumah mewah yang luas, lengkap dengan kolam renang dan sekawanan mobil mewah.

Si cebol ikut membantu orangtuanya. Maradona membangun sebuah rumah besar dan mewah bagi ayah dan ibunya di Kota Buenos Aries. "Saya tidak tega melihat merkea tetap tinggal di rumah sempit di Fioritto. Bagaimanapun peran ayah dan ibu dalam karir sepakbola saya sangat besar," kata Maradona.

Uang hasil kerjanya di klub profesional juga ia jadikan modal usaha. Pada tahun 1984-1985, Diego Maradona memiliki sejumlah perusahaan yang dikelola sahabat atau orang kepercayaannya di Spanyol, Italia dan Perancis. Lewat kepiawaiannya bermain bola, anak miskin itu telah berubah menjadi jutawan muda.
***
KEHADIRAN Maradona tahun 1984 di Napoli merupakan anugerah bagi warga kota tersebut. Secara perlahan, Maradona mendongkrak prestasi Napoli menembus jajaran papan atas liga Italia Seri A - sesuatu yang tidak pernah diraih klub itu pada tahun-tahun sebelumnya.

Selama tujuh tahun berkiprah di klub itu (1984-1991), Maradona membawa Napoli dua kali juara Liga Seri A, tahun 1987 dan 1989. Dominasi Napoli baru bisa dipatahkan AC Milan awal 1990-an. Liukan pinggul, sontekan kaki kiri maupun sundulan kepala Maradona, membuat warga Napoli jatuh cinta. Kecintaan itu mereka wujudkan lewat pemberian gelar Kaisar.

Sambil menikmati masa indah bersama Napoli dan kekasihnya Claudia - tahun 1986 Maradona memenuhi panggilan tanah air untuk membela Argentina di Piala Dunia 1986 Meksiko. Dalam usia belum genap 26 tahun, Maradona mengantar negeri tango itu memenangkan PIala Dunia untuk kedua kalinya. Tahun 1986 menjadi milik Maradona!

Pada putaran final Piala Dunia ke-13 ini, Maradona mencatatkan dirinya sebagai salah satu pemain terbesar. Dia mengukir kontroversi sekaligus kejeniusannya dalam bermain bola. Kontroversi paling heboh adalah gol "Si Tangan Tuhan" ke gawang Inggris pada babak perempatfinal.

Dalam sejarah Piala Dunia sepakbola sejak 1930 di Uruguay, hanya Diego yang menyundul bola ke gawang menggunakan tangan kidalnya dan wasit menyatakan sah sebab tidak melihat Maradona memakai tangan atau kepala. Ketika tayangan ulang video memperlihatkan Diego menyundul dengan tangan - orang-orang mencibirnya. "Itu gol Tangan Tuhan," tangkis Maradona dengan enteng.

Publik Inggris kecewa berat. Namun, orang Inggris pun akhirnya mengakui indahnya gol kedua Maradona ke gawang Peter Shilton untuk menentukan keunggulan Argentina 2-1.

Maradona mengukirnya dengan sangat menawan, melewati lima pemain sekaligus. Dari lapangan tengah, Diego memperdayai Peter Beardsley, Peter Reid dan Terry Butcher. Terry Fenwick berusaha mentekel di kotak penalti, tapi Diego lebih cepat sepersepuluh detik untuk menaklukkan Shilton.

Di babak semifinal, Maradona kembali memborong dua gol ke gawang Belgia. Pada babak final, dalam tatapan mata 110.000 penonton Stadion Azteca Mexico City serta jutaan pemirsa di seluruh dunia, Maradona mengalahkan Rummenigge dkk 3-2. Jerman menangis, Argentina larut dalam pesta.

Nama Maradona yang cuma memiliki tinggi badan 165 cm dan agak gemuk itu melambung jauh. Lebih dari 100 orangtua bayi yang lahir bulan Mei-Agustus 1986 merasa perlu memberi nama anak mereka Maradona. Maradonamania menghipnotis dunia.

Seorang gadis dari Benfleet Inggris, Jeniece Harris rela membayar 3 ribu poundsterling kepada seorang ahli hukum guna mengubah namanya menjadi Janiece Jennifer Dorothy Arsenal Maradona. Para pakar membuat penelitian khusus tentang Maradona. Hasilnya, anatomi tubuh Maradona yang paling berperan adalah pinggul. Kesimpulan lain, Maradona adalah jenius bola, skillnya merupakan gabungan lima seniman bola terbesar dalam sejarah.

Ia mampu mengutak-atik bola seperti Pele, menguasai lapangan tengah selevel Cruyff, berkelit bagaikan George Best, gerakan kakinya laksana Baggio dan umpan-umpannya amat matang seperti Beckenbauer pada masa puncaknya.

Tahun 1986 Maradona mereguk segalanya. Nama besar, harga diri, kekayaan dan seorang istri yang setia, Claudia. Di Argentina, ia menjadi anak angkat Presiden Carlos Menem, mendapat anugerah warga negara teladan. Dunia mencetak namanya dengan tinta emas. Siapapun mengakui, Maradona adalah primadona.

***
MARADONA mungkin termasuk makhluk yang kurang sependapat dengan adagium salah seorang tokoh besar dunia, Bung Karno yang pernah mengatakan: "Hidup dimulai pada usia 40 tahun". Hal ini karena Diego, secara de fakto sudah memulainya dalam usia 26 tahun.

Pada umur yang terbilang masih muda itu - Diego Armando telah mendapatkan segalanya. Popularitas, kekayaan dan masa depan cerah. Usai memimpin Argentina merebut Piala Dunia 1986, ia disanjung bak dewa. Laksana magnet, ke mana pun ia pergi orang berusaha mendekatinya, sekadar bersalaman, menyentuh atau menyapanya. Di Napoli ia dipuji sebagai orang suci, santo dari Fioritto.

Dengan uang dan daya pukaunya, Maradona memang bisa berbuat apa saja yang dia suka. Hidupnya penuh kemewahan dan prestise kelompok masyarakat kelas atas. Jika raja pers dan wartawan olahraga terkemuka Indonesia Valens Doy berpendapat – dalam kehidupan setiap pria hebat, selalu ada peran perempuan di baliknya -- hal tersebut juga mewarnai perjalanan hidup Maradona.

Nama besar Maradona membuatnya selalu dikelilingi kaum hawa. Setiap kali bermain, selusin gadis hampir pasti mendukungnya dari luar lapangan. Mereka bahkan tak segan-segan mengikuti Maradono ke mana pun ia berada.

Di antara puluhan gadis latin bermata coklat yang selalu berusaha menarik perhatian Maradona - Cristiana Sinagra merupakan satu-satunya gadis Napoli yang membuat Diego mabuk kepayang. Ana seakan tak peduli Diego sudah memiliki istri, Claudia. Setiap kali Diego bertanding, baik di Napoli maupun kota-kota lainnya di Italia, Ana pasti ada di pinggir lapangan.

Sekuat-kuatnya pertahanan iman, Maradona akhirnya hanyut dalam hangatnya pelukan Cristiana. Suatu malam di tahun 1986, insiden "main samping" tak terelakkan. Maradoan mereguk nikmatnya surga, menanam benih di rahim Ana tanpa sepengetahuan istri yang menunggunya dengan setia di rumah.

Tahun 1989, beberapa saat setelah Maradona membawa Napoli untuk kedua kalinya menjuarai Liga Seri A, Ana meluapkan suara hatinya kepada pers. "Aku telah mengandung dan melahirkan anak Diego," katanya. Dunia tersentak, publik Italia terbelalak. Anehnya, Maradona diam seribu bahasa dan sebagian besar warga Napoli menganggap Maradona suci adanya!

Sampai hari ini, Maradona belum mau mengakui bahwa anak yang dilahirkan Cristiana bernama Diego Armando Maradona Junior itu adalah titisan darah dagingnya. Diego Jr saat ini berusia 10 tahun dan tinggal bersama ibunya di Napoli.

Wajah bocah itu mirip sekali dengan Maradona, demikian pula kemampuannya dalam bermain bola. Meskipun tidak kidal seperti ayahnya, dalam usia 9 tahun Diego Jr sudah diperebutkan sejumlah klub bola anak-anak di Napoli. "Ibuku berkata, Maradona adalah ayahku. Dan aku memang selalu merindukan ayah," kata Diego Jr suatu ketika.

Sejak pengakuan Ana tahun 1989 itu, kehidupan rumah tangga Maradona mulai diterjang prahara. Ia dan Claudia sering bertengkar. Maradona pun mulai intim dengan minuman keras serta obat terlarang. Kerapkali ia pulang larut malam dalam keadaan mabuk. Tak betah tinggal di rumah dan ogah menjalani latihan bersama rekan-rekannya di Napoli.

Untung, Diego masih memiliki Claudia, istri yang tak pernah mengeluh, pendamping hidup yang lebih memilih diam demi keutuhan rumah tangga serta kebahagiaan kedua putri mereka. Di mata Claudia, Diego tetaplah bintang pujaan. Selingkuh Diego-Ana masih terlalu kecil untuk mengikis totalitas cintanya pada Maradona.

DI tengah prahara rumah tangganya, Maradona kembali memimpin Argentina ke Piala Dunia 1990 di Italia. Kalah 0-1 pada pertandingan pembukaan melawan Kamerun, Maradona justru sukses mengantar tim tango ke grand final.

Perjuangan mempertahankan gelar itu sangat berat. Di semifinal, Argentina mematahkan Italia lewat adu penalti. Masyarakat Italia membenci Maradona. Sewaktu bertanding di final melawan Jerman, penonton Italia membencinya. Hanya orang Napoli yang meneriakkan namanya dari bibir lapangan.

"Saya menangis untuk apa yang dilakukan orang Italia terhadap saya, terhadap Argentina," katanya. Maradona menangis dalam arti sesungguhnya. Ia merasa dipaksa menyerahkan Piala Dunia kepada Jerman melalui gol penalti Andreas Brehme. Diego menilai dendam orang Italia yang tersungkur di semifinal hanya tertumpah pada dirinya.

Sejak tahun 1990, prestasi El Pibo de Oro (Si Anak Emas) ini terus surut, seiring usia, problem hidup dan obat-obatan yang menggeranyangi hidupnya. Setelah gagal di Piala Dunia, Maradona harus meninggalkan Napoli 1991 bersamaan dengan kasus kokain yang menerpanya.

Maradona tertangkap basah dan dihukum selama 15 bulan. Jauh sebelum itu, dia memang sudah sering bentrok dengan Coradio Ferlanio, bos Napoli. Fernalio marah dan kecewa karena Maradona mabuk-mabukan dan kecanduan obat terlarang.

Setelah bebas dari hukuman tahun 1992, Maradona ingin kembali ke Napoli. Tetapi pintu baginya sudah terkunci. Ia lalu pergi ke Servilla Spanyol, tetapi tidak lama. Pada masa gonjang-ganjing itu - Diego memutuskan pulang ke tanah airnya dan bergabung dengan klub Newels Old Boys. Tetapi, ia masih suka berontak dan ditendang Newels. Ketika wartawan mengkonfimasi kasus ini, ia menembak dengan pistol mainan. Dua juruwarta cedera, Diego menghadapi tuntutan pengadilan.

Kisah Diego ternyata belum berakhir di sini. Tatkala Alfio Basile ngos-ngosan meloloskan Argentina ke putaran final Piala Dunia 1994, Maradona hadir bagai Ratu Adil. Ia dipanggil masuk tim dan sukses meloloskan Argentina setelah menggilas Australia dalam babak play off. Dunia terkesima, Maradona ternyata belum "mati" di lapangan bola.

Tujuh pekan menjelang putaran Piala Dunia 1994, Maradona berlatih keras dan bisa menurunkan berat badannya sampai 12 kg. Penampilan awalnya di AS sangat memukau. Walau tak sempat mencetak gol saat Argentina mencukur Yunani 4-0, Diegolah yang mengalirkan umpan-umpan matang kepada Gabriel Batistuta untuk mencetak hattrick.

Ketika Argentina mengalahkan Nigeria 2-1, umpan kaki kiri Maradona jua yang membuat Caniggia mengukir gol kemenangan. Namun, pertandingan melawan tim Super Eagle Nigeria ternyata yang terakhir bagi Diego, karena keesokan harinya FIFA mengumumkan Maradona positif doping.

Ia terbukti menengak ephedrine, obat flu yang diberikan Daniel Cerrini, ahli diet pribadinya. Meski Maradona mengaku tidak sengaja, FIFA memvonis hukuman 15 bulan. Maradona sayang, kembali dirundung malang. Tim Argentina pun terjungkal, tak sempat menuai indahnya final Piala Dunia 1994 yang dimenangkan goyang Samba. Uniknya, 90 persen dari 35 juta jiwa rakyat Argentina termasuK Presiden Carlos Menem tidak mengakui Maradona bersalah. Argentina menilai doping Diego hasil suatu rekayasa.

Sekalipun rakyat Argentina tetap mencintainya, kehidupan Maradona tidak bertambah cerah. Vonis FIFA membuatnya semakin merana. Ketergantungan pada kokain kian besar. Sambil terus menenggak obat-obat terlarang - dalam diamnya - Diego Armando seakan mengulang dan terus mengulang balada Evita Peron, Don't cry for me Argentina.
***
HUKUMAN tidak boleh bertanding selama 15 bulan yang dijatuhkan FIFA sejak bulan Agustus 1994 sampai Oktober 1995, membuat Maradona makin tenggelam dalam dunia obat-obatan. Meskipun sudah berkali-kali mendapat nasehat dari dokter pribadi serta keluarganya, Diego tak pernah jera.

Menurut pengakuannya seperti dirilis Mingguan Bola bulan Maret lalu, Maradona mengatakan dia telah, sedang dan akan terus tergantung pada narkotika. Pengakuan Maradona yang menjadi bagian dari kampanye anti oat bius bagi remaja di seluruh dunia itu, membuka tabir bahwa Diego ternyata sejak lama intim dengan kokain.

Maradona menggunakan kokain karena ia menduga akan menjadi lebih hebat, besar dan kuat. Obat bius dikira mampu menghilangkan rasa stress, frustasi dan rasa tertekan yang terus menerpanya sejak kasus "selingkuh" dengan Cristiana Sinagra, kegagalan Piala Dunia 1990 serta tragedi doping pada Piala Dunia AS 1994.

"Setiap kali menenggak obat bius, saya merasa seolah-olah telah menaklukkan dunia. Tetapi setelah itu, saya merasakan kesunyian mengerikan dan ketakutan yang mencekam. Saya mulai merasa tidak yakin dan percaya diri. Obat bius bukannya menolong, melainkan memperlemah bahkan membunuh saya," kata Maradona.

Ketergantungan Diego pada obat bius semakin diperparah oleh sikapnya yang sangat tertutup pada keluarga. Maradona selalu menenggak kokain secara diam-diam. Suatu ketika ia tertangkap basah Claudia dan putri keduanya Damilta (6). Maradona menangis dan menyesali tindakan itu. Tetapi seperti lazimnya para pecandu, penyesalan takkan lama. Diego masih terus mengulangi perbuatannya.

"Saya benar-benar gila. Untung saja keluarga saya tetap mendampingi. Claudia dan anak-anak dekat dengan saya dan banyak bercerita tentang berbagai hal. Saya bersyukur memiliki Claudia yang penuh pengertian," katanya.

Pada awal 1996 Maradona mengatakan, untuk keluar dari masalah obat bius itu ia memerlukan perawatan bertahun-tahun karena kecanduannya sudah sangat parah. "Malah perawatan itu bisa berlangsung seumur hidup saya," tegasnya.

Sambil bermain untuk klub Boca Junior sejak bebas dari hukuman November 1995, Diego menjalani aneka terapi. Agustus lalu ia pergi ke Swiss dan Paris untuk berobat. Namun, pada 2 Oktober 1996, dunia dikejutkan dengan pengakuan dokter pribadinya, Ricardo Grimson bahwa Diego terancam mati mendadak karena kecanduannya.

Kisah hidup Maradona adalah kisah tentang kemanusiaan. Ada saat untung, ada kala malang melanda. Diego seakan dilahirkan untuk sepakbola. Ia merupakan aktor bola paling brilian sekaligus paling kontroversial dalam sejarah. Ia pun anak sepakbola yang lahir dengan menanggung beban paling lengkap.

Ia pernah dipuja dan dipuji melampaui gunung tertinggi, tetapi juga dihempas ke jurang terdalam karena
kelemahannya sebagai manusia biasa. Kini kita belum dapat memastikan, apakah Maradona masih bisa tertolong. Apakah "Tangan Tuhan" masih memberikan kesempatan hidup lebih lama, sementara oleh dokter pribadinya ia dikhawatirkan mati mendadak dalam waktu dekat.

Kematian adalah sesuatu yang pasti. Lebih dari itu, setiap manusia tidak pernah luput dari hukum kenisbian, di mana seorang gladiator sekalipun, suatu waktu harus menyarungkan pedangnya. Bintang di langit pun tak selamanya terang. Ada waktu ia tertutup awan hitam.

Untuk sesaat berharaplah Maradona masih bisa merayakan ulang tahunnya ke-36 tanggal 30 Oktober mendatang. Dan semoga Claudia yang cantik, Claudia yang setia, tidak menjadi janda kembang pada usia kepala tiga! ** Diturunkan secara serial oleh Pos Kupang 10-15 Oktober 1996.

VIDEO KEHEBATAN MARADONA
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes