Valens Doy telah tiada

Kompas, 4 Mei 2005, halaman 1

KETIKA mendengar kabar bahwa Valens Goa Doy (61) meninggal dunia, Selasa (3/5/2005) pukul 22.15, beberapa orang di ruangan Redaksi Harian Kompas yang kenal dekat dengannya terenyak.Mantan Redaktur Desk Olahraga Kompas-yang berhasil membuat berita olahraga Kompas dipandang tinggi oleh masyarakat, khususnya masyarakat olahraga Indonesia-itu meninggal dunia di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, karena sakit jantung.
Kabar meninggalnya Valens Doy sesungguhnya tidak terlalu mengejutkan karena sejak hari Minggu lalu ia dirawat di ICCU RS Sanglah. Dokter yang merawatnya pun mengatakan, sakit jantung yang dideritanya sedemikian parahnya sehingga jantungnya nyaris tidak berfungsi. Harapan untuk hidup sangat tipis.



Mengikuti perkembangan kondisinya di RS Sanglah yang semakin lama semakin memburuk, rasanya sulit untuk percaya bahwa Valens akan kalah secepat itu, mengingat dia dikenal sebagai orang yang berkepribadian kuat dan pantang menyerah. Semangatnya seperti tidak pernah padam.
Valens meninggalkan seorang istri, Elsa Doy, dan dua anak, Maria Magdalena Elva Doy dan Alexander Valsa Doy.
Valens dilahirkan di Boawae, Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur. Ia terjun ke dunia jurnalistik sejak muda dan tahun 1973-1992 ia bekerja di harian Kompas. Setelah pensiun dari Kompas Valens masih sempat aktif sebagai wartawan Pos Kupang dan menjadi pemimpin redaksi Suara Timor Timur di Dili. Terakhir ia dipercaya menjadi konsultan di sebuah media massa di Jakarta.
Menurut rencana, jenazah almarhum akan dikremasi di Denpasar hari Kamis atau Jumat (6/5). "Ini sesuai dengan keinginan almarhum sebelum meninggal," ujar salah seorang kerabat dekat almarhum.
***
VALENS Doy dikenal sebagai orang yang memiliki pribadi yang unik. Di mata rekan-rekannya Valens dikenal sebagai pekerja keras dalam arti yang sebenar-benarnya. Ia selalu bekerja secara total sehingga sering kali ia menginap di kantor jika sedang meliput peristiwa-peristiwa besar. Urusan keluarga dan urusan rumah tangga menjadi prioritas yang kesekian, apalagi kepentingan dirinya. Ia tetap memaksakan diri untuk bekerja walaupun dalam keadaan sakit. Valens sering harus dipaksa pulang oleh pimpinan karena tetap bekerja saat sedang sakit.
Menjadi anak buahnya sungguh tidak mudah. Irama kerjanya sangat sulit diikuti. Tidak jarang Valens mengadakan rapat perencanaan untuk kegiatan esok hari pada pukul 02.00.
***
PENAMPILANNYA sederhana. Namun, jika sudah berbicara, orang akan dengan mudah menangkap bahwa kepribadiannya sangat hangat.Valens juga sangat temperamental. Ia mudah marah, tetapi juga cepat melupakannya jika orang yang melakukan kesalahan kepadanya meminta maaf. Ia pun mudah meminta maaf jika menyadari bahwa dirinya melakukan kesalahan.
Sebagai atasan, ia menuntut semua anak buahnya bekerja sekeras dirinya. Dan sebagai balasan, ia berusaha untuk memerhatikan seluruh kepentingan anak buahnya. Salah seorang anak buahnya sempat terharu ketika seusai mengirim berita pertandingan olahraga dari luar kota dengan teleks, tiba-tiba ada teleks balasan yang isinya ucapan selamat ulang tahun dari Valens.
Itulah Valens. Ia selalu mempunyai cara sendiri dalam menunjukkan perhatiannya. Meskipun caranya itu tidak selalu dipahami oleh orang-orang yang berhubungan dengannya.
Sebagai seorang wartawan, Valens sangat istimewa. Laporan dan tulisannya selalu menarik dibaca. Lewat laporannya ia tidak hanya menuliskan hasil dan jalannya pertandingan saja, ia juga mencoba merangkum suasana pertandingan serta emosi pemain dan penonton ke dalam laporannya. Dengan demikian, orang yang membaca laporan atau tulisannya serasa "ditarik" ke pertandingan yang dilaporkan atau dituliskannya.
Ia selalu memperoleh Adinegoro, penghargaan tertinggi di bidang jurnalistik, jika ia mengikutsertakan laporan atau tulisannya dalam lomba penulisan untuk wartawan. Kini Valens tidak ada lagi di antara kita. Kita hanya bisa berharap akan lahir wartawan-wartawan yang memiliki kemampuan menulis seistimewa Valens. "Selamat jalan rekan". (jl/ans/cok)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes