Babi berkepala dua gegerkan Wolonio

PADA Rabu (30/8/2006), rumah Frans Gebo di Dusun Wolonio, Desa Watumari, Kecamatan Lio Timur, Ende, dipadati sanak keluarga dan sahabat kenalan. Pasalnya, hari itu Frans menyelenggarakan upacara adat memberi makan kepada roh leluhur. Oleh dukun dan tua adat setempat, meninggalnya tiga anggota keluarga Frans karena dia lupa memberi makan kepada roh leluhur. Akibatnya, roh leluhur marah dan keluarganya menderita berbagai macam penyakit, bahkan tiga orang anggota keluarganya harus meregang nyawa. Rupanya, Frans dan masyarakat di dusun itu masih memegang teguh adat kepercayaan warisan nenek moyang.
Untuk memberi makan kepada roh leluhur itu, Frans membunuh seekor babi betina berwarna hitam. Babi kampung itu tidak menunjukkan tanda-tanda bunting, sehingga Frans menyiapkannya untuk upacara itu. Setelah dibaca syair-syair adat, babi tersebut ditikam lalu dijagal menjadi potongan-potongan kecil lalu diolah menjadi masakan yang bisa dinikmati bersama. Hatinya digunakan untuk memberi makan roh leluhur yang marah dengannya.
Setelah dijagal, ditemukan dua ekor anak babi jantan di dalam rahim babi itu. Dari dua ekor anak babi jantan itu, seekornya berkepala dua, telinga empat, ekor dua, kaki empat, mata empat, mulut dua, tapi satu badan. Anak babi sepanjang 12 cm itu menggegerkan sanak-keluarga yang menghadiri acara itu dan warga Dusun Wolonio.
Dukun dan tua adat setempat mengamati anak babi itu dan mencari tahu makna di balik babi berkepala dua itu. Dukun menanyakan silsilah dan latar belakang keturunan Frans. Cerita punya cerita, ternyata mamanya Frans yang telah meninggal dunia juga pernah memiliki kerbau beranak kembar. Diramalkan, kehadiran babi kembar siam itu akan membawa rezeki berlimpah untuk keluarga Frans.
Kabar babi kembar siam ini dituturkan Pius Ratimbete (50), warga Dusun Wolonio, Desa Watumari, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, yang datang ke Kantor Pos Kupang Perwakilan Maumere, Kamis (30/8). Menurut Pius, induk dari babi kembar siam itu adalah miliknya yang dijual kepada Frans. Melihat anak babi yang aneh, Pius mengambilnya, membersihkan lalu menyimpannya dalam toples. Pius membawa anak babi kembar siam itu untuk diperlihatkan kepada Pos Kupang. Menurut Pius, babi kembar siam itu merupakan hal yang unik, dan mungkin bisa dipublikasi.
Pius mengaku akan mengawetkan babi kembar siam itu. "Saya akan mencari alkohol mengawetkan anak babi ini untuk disimpan. Bagi saya, babi berkepala dua itu hal unik dan jarang ditemukan. Jika tidak mendapat alkohol, saya akan rendam dengan moke keras sehingga bisa diminum. Pokoknya, saya tidak akan buang anak babi ini. Saya anggap ini harta yang berharga," tutur Pius.
Pius juga mengantar anak babi kembar siam itu kepada pegawai Dinas Peternakan untuk mencari tahu, kenapa anak babi itu berkepala dua. "Saya antar anak babi ini agar mereka teliti. Kami orang kampung tidak tahu apa sebab babi punya anak kepala dua seperti ini," katanya.
Belum ada penjelasan dari Dinas Peternakan mengenai kejadian ini. Namun memiliki anak lebih dari satu sekali beranak merupakan hal biasa pada babi, karena babi memiliki lebih dari satu rahim, berbeda dengan manusia yang memiliki hanya satu rahim. Seperti biasanya, seekor babi bunting akiba pertemuan antara sel sperma babi jantan dan sel telur babi betina yang kemudian membentuk zigot. Karena memiliki lebih dari satu rahim, maka pembuahan lebih dari satu (zigot) adalah normal. Hasil pembuahan itu akan masuk ke dalam rahim masing-masing.
Namun mengapa terjadi kembar siam, seperti babi berkepala dua dalam kasus di Wolonio? Menurut kaca mata biologi, kembar siam itu terjadi karena proses pembelahan zigot yang tidak bisa terpisah secara utuh (tidak sempurna). Akibatnya, sekalipun bagian kepala anak babi sudah terpisah, tetapi bagian tubuhnya masih menyatu.
Mengapa pembelahan itu tidak sempurna, masih harus dijelaskan lebih jauh, baik secara biologis maupun secara mitis-magis. Dalam pandangan masyarakat sederhana, kasus seperti ini terjadi karena ada intervensi kekuatan ekstranatural yang memberi pesan tertentu kepada manusia. Pesan itu bisa berupa pertanda bahaya, bisa juga pertanda rezeki seperti yang terjadi di Wolonio.(gerardus manyella).
Sumber: http://www.indomedia.com/poskup/2006/09/04/edisi04/serial.html
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes