Masalah Klasik

TABUNG gas elpiji ukuran 3 kilogram kini sudah menjadi persoalan klasik di Sulawesi Utara. Sejak pemerintah memberlakukan konversi dari minyak tanah ke gas, keluhan kelangkaan belum juga surut. Dari tahun ke tahun masalah yang sama terulang. Dan, lebih menarik lagi kelangkaan selalu terjadi di akhir tahun atau lebih tepat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Sebagaimana diwartakan Tribun Manado,  kelangkaan tabung gas elpiji ukuran 3 kg sudah menjadi keluhan umum masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Utara (Sulut) sejak awal Desember. Kelangkaan tersebut makin meningkat dua pekan menjelang perayaan Natal tahun ini.

Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk mendapatkan sumber bahan bakar utama rumah tangga tersebut. Mereka berkeliling ke pangkalan dan pengecer, namun sangat sulit memperoleh tabung gas. Kalaupun mendapatkan tabung gas, harganya sudah jauh di atas ketentuan pemerintah daerah. Poinnya adalah tabung gas elpiji ukuran 3 kg langka dan mahal! Beberapa keluarga di Tondano, Kabupaten Minahasa bahkan beralih memakai kayu api untuk masak kebutuhan makan dan minum setiap hari. Sungguh sebuah kemunduran dan merepotkan memang.

Menurut pengakuan pangkalan dan pengecer, mereka pun tidak menerima pasokan gas dari Pertamina sebagaimana lazimnya. Pasokan yang rutin saban hari kini berubah menjaid dua sampai tiga hari sekali. Kalau demikian kenyataannya, maka benarlah apa yang dikatakan Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil bahwa ada masalah dalam hal pendistribusian tabung gas elpiji dari stasiun pengisian  ke pangkalan dan agen.

Awal pekan ini Wagub Sulut sendiri menyaksikan antrean panjang truk pengangkut gas elpiji di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Liwas. Oleh karena itu wagub mengimbau Pertamina segera mengatasi masalah itu dengan misalnya menambah staf atau mengatur ulang shift kerja mereka di SPPBE agar antrean truk pengangkut gas elpiji bisa terurai alias normal kembali.

Pertanyaan sederhana kita adalah mengapa distribusi gas selalu bermasalah menjelang akhir tahun dan hari raya? Jika ada masalah, hendaknya  bisa diselesaikan secepatnya agar masyarakat Sulut bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman. Janganlah ada niat merepotkan mereka karena tabung gas elpiji merupakan kebutuhan pokok.


Pemerintah daerah  dan aparat keamanan kita minta untuk segera menyikapi masalah klasik  yang mendera masyarakat ini. Jangan-jangan ada pihak yang memanfaatkan kesempatan dengan menimbun gas elpiji untuk selanjutnya mereka jual kepada masyarakat dengan harga lebih mahal. Motifnya meraih untung besar dalam sekejap. Praktik curang semacam itu tidak boleh dibiarkan terjadi. Harapan kita adalah kelangkaan tabung gas elpiji di Sulut segera berakhir. Menjadi tugas pokok pemerintah untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat yang vital  ini. Jadi jangan hanya berpangku tangan dan menonton penderitaan masyarakat ini. Semoga!

Sumber: Tribun Manado 13 Desember 2013 hal 10
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes