Watak PSN Belum Berubah

ilustrasi
PENDUKUNG fanatik juara bertahan El Tari Memorial Cup, PSN Ngada pulang dengan kecewa dari Stadion Marilonga Ende, Jumat (26/11/1999) petang. Mereka bersungut-sungut, kesal, jengkel bahkan ada pula yang marak-marah. Untungnya belum ada banjir air mata yang menggenangi Marilonga  karena PSN masih bisa bernapas sekalipun sempat tak berdaya menghadapi Persesba Sumba Barat.  PSN ditahan 2-2 oleh tim yang sesungguhnya berada satu kelas di bawahnya.

    Apa boleh buat! Inilah sepakbola yang selalu berpeluang membalikkan ramalan dan harapan. Mengapa PSN Ngada kandas? Mengapa Johni Dopo dkk tidak mampu menumpas pasukan dari bumi Pawa Eweta Manda Elu? Itulah pertanyaan  yang menghiasi batin penggemar bola Flobamora, teristimewa anak-anak Ngada di manapun berada. Saya akan memulai catatan kecil dengan sapaan ini: Watak PSN Ngada belum berubah!

    Sejak sukses merebut Piala El Tari dua tahun lalu di Stadion Oepoi Kupang, PSN ternyata belum banyak melakukan peremajaan pemain. Komposisi PSN masih berintikan wajah lama. Tidak salah memang! Pelatih Yuven Neta tentu punya pertimbangan dan alasan  yang dapat dipertanggungjawabkan. PSN kali ini pun tetap seperti yang dulu, belum memiliki tombak tajam dengan naluri singa haus gol. Stok striker masih bertumpu pada Philipus Tadi, pemain veteran yang sulit menghindari hukum alam: usia semakin tua, kelincahan pinggul, kaki dan kepala terus berkurang. Kisah dari Marilonga kemarin bisa berkata lain, seandainya Philipus Tadi merumput seperti delapan atau sepuluh tahun yang lalu.

    Kekurangan PSN terletak pada lini depan. Mestinya PSN dapat membobolkan gawang Persesba lebih dari enam, jika mereka memiliki striker yang tenang dan matang saat berada di kotak terlarang lawan. Di sana Ronda Rato, Engelbertus Suri dan Evodius Sabu, tapi ketiganya lebih cocok sekadar tukang umpan. Bukan algojo yang mematikan jantung hati musuh. Mendominasi pertandingan 2x45 menit, mengurung Persesba habis-habisan, tetapi PSN hanya sukses mengoleksi dua gol dari kaki Kapten Johni Dopo dan Evodius Sabu. Kedua gol ini pun semuanya hasil tembakan jarak jauh dari luar garis enambelas.

    PSN malah terlihat sangat kaget, ketiga gawang Imu Kadu bobol dua kali oleh sontekan indah Arto Wanda dan Alfred Kome. Persesba patut dipuji karena cerdik melihat titik lemah PSN yang asyik menyerang lalu lupa menjaga pertahanan. Eman Watu, Marsel Woto dan Renny Paty terlalu semangat naik sampai ke area pertahanan lawan. Sehingga repot sendiri tatkala Persesba melakukan counter attack.

    Kasihan playmaker Johni Dopo yang terpaksa naik turun mengkoordinir rekan-rekannya. Jhoni bermain sudah maksimal dengan berkali-kali memberikan umpan matang ke kotak penalti, namun kurang beruntung karena ketiadaan eksekutor dan dipersulit kokohnya tembok Pada Eweta yang digalang apik Achmad Sidik, Kanis DT, Johanes Boro serta kiper JM Dasalaku.

    Hasil kurang maksimal PSN juga disebabkan mereka bermain kurang rileks dan begitu sedikit memperagakan ciri khas bola-bola panjang diagonal. Dalam sejarah El Tari Memorial Cup watak PSN memang selalu 'lambat panas' sehingga hasil partai pertama kurang memuaskan. Tahun 1997, misalnya, PSN bahkan sempat meremas jantung pengemarnya sebelum berhasil mematuk Persap Alor di babak grandfinal

    Dengan kaarakter serupa ini, mudah-mudahan PSN berusaha tampil lebih baik pada partai berikutnya. Suhu panas karena harus bermain pukul 14.00 Wita, kiranya tidak dijadikan kambing hitam. Apabila PSN tidak mengubah dan membenahi rumah tangganya, mohon maaf kalau pulang ke kota dingin Bajawa musim ini tanpa El Tari Memorial Cup. Apalagi di grup C bercokol Persim yang sudah memperlihatkan giginya dengan melahap 'ikan paus' Lembata. ***


Sumber: Buku Bola Itu Telanjang karya Dion DB Putra,
juga Pos Kupang edisi Sabtu, 27 November 1999. Artikel ini dibuat setelah PSN Ngada bermain imbang 2-2 melawan Persesba Sumba Barat dalam kejuaraan El Tari Memorial Cup tanggal 26 November 1999.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes