Kelelahan, Anggota PPS Meninggal Dunia

PROSES pemungutan suara sampai penghitungan suara di tingkat PPS (panitia pemungutan suara), Kamis (9/4/2009), sungguh membuat lelah petugas di TPS. 

Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 sampai pukul 13.00 siang. Selanjutnya penghitungan suara sampai pengisian ribuan lembar formulir oleh petugas KPPS membuat segenap anggota PPS harus bertahan di TPS sehari penuh, sampai Jumat (10/4/2009) pagi, bahkan siang.

Salah seorang anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) di Kelurahan Kambajawa, Kabupaten Sumba Timur, Mario Bale Mema (46), kelelahan dan meninggal dunia pada hari Kamis (9/4/2009) sekitar pukul 16.50 Wita.
Bale Mema menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah pelaksanaan pemungutan suara. 

Informasi yang dihimpun Pos Kupang di rumah duka, kemarin, korban kelelahan setelah dua hari tidak tidur sejak mempersiapkan pembuatan TPS sampai pelaksanaan pemungutan suara. Korban adalah Ketua RT 11/RW III di Kelurahan Kambajawa. Dia juga anggota KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) di Kelurahan Kambajawa yang bertugas di TPS III, kelurahan setempat. 

Informasi dari salah seorang kerabatnya, korban selama dua hari menjelang pemungutan suara, selalu pulang pagi karena mempersiapkan TPS dan berbagai kelengkapan di TPS.

Menurut pihak keluarga, korban yang baru lolos CPNSD dalam penjaringan PNS tahun 2008 itu selama ini tidak pernah mengeluh sakit. Dia bahkan sudah merencanakan pada hari Jumat, kemarin, bersama salah seorang kerabatnya ke luar kota untuk urusan keluarga. Namun usai pemungutan suara dia meninggal dunia.

Korban meninggalkan seorang isteri dan tiga orang anak yang masih kecil. Menurut keluarga, korban mengeluh sesak napas pada pukul 16.35 Wita, Kamis, dan langsung dilarikan ke RSUD Umu Rara Meha Waingapu. Namun belum sempat mendapat pertolongan medis, korban telah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sejauh ini belum ada keterangan dari pihak rumah sakit. Tetapi dari informasi yang diterima pihak keluarga dari dokter yang melakukan visum terhadap jenazah korban, diduga korban meninggal karena serangan jantung.

Isteri korban, Ny. Dorkas Harobu terpukul dengan kepergian suaminya. Namun dia terlihat pasrah. Dengan wajah sendu, isteri korban menatap jenazah suaminya yang terbaring di depannya. Tak ada satu kata pun keluar dari mulutnya. 

Pihak KPUD Sumba Timur hingga kemarin siang belum melayat ke rumah duka. Sesuai rencana, keluarga akan membawa jenazah korban ke kampung halamannya di Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya pada hari ini, Sabtu (11/4/2009). 

Rekapitulasi Lamban
Rekapitulasi hasil pemungutan suara di TPS-TPS memang berlangsung lamban. Banyaknya parpol, calon anggota legislatif mendongkrak jumlah formulir yang harus diisi petugas KPPS. Ada ribuan lembar formulir yang harus diisi oleh tidak sampai 10 petugas PPS, membuat mereka harus bertahan semalaman suntuk untuk menyelesaikannya. Setiap lembar formulir yang diisi harus ditandatangani semua anggota KPPS dan saksi-saksi.

Banyak saksi yang tidak bertahan di TPS dan memilih pulang untuk kemudian datang lagi guna menjemput hasil akhir dan hanya menandatangani formulir yang sudah diisi.

Kondisi inilah yang membuat keterlambatan proses rekapitulasi di TPS-TPS maupun di PPS-PPS. Seperti yang terlihat di PPS Alak-Kota Kupang. Sampai pukul 11.30 Wita, kemarin, proses rekapitulasi baru sampai pada penghitungan hasil conterengan untuk caleg/parpol tingkat kabupaten/kota.

Pantauan Pos Kupang di kantor Lurah Alak, puluhan kotak suara terlihat disusun berdasarkan urutan TPS. Tampak petugas KPPS yang sedang mengatur beberapa kotak suara yang masih tercecer. Semua kotak suara ini disusun di halaman kantor lurah.

Sekretaris PPS Alak, Yordan Mandala (36) mengatakan, pihaknya menyusun kotak suara berdasarkan TPS guna mempermudah proses rekapitulasi.
"Rekap memang terlambat karena jumlah parpol banyak, lebarnya surat suara dan perhitungan dengan sistem suara terbanyak. Dengan demikian, PPS harus merekap data hasil pemilu berdasarkan nama caleg dan bukan parpol.

Di PPK Oebobo, proses rekapitulasi dihentikan karena format C1 dan C2 untuk semua tingkatan pemilihan, kurang. Rekapitulasi dilanjutkan hari ini, Sabtu (11/4/2009) mulai pukul 09.00 Wita.

Hal ini dijelaskan anggota PPK Oebobo, Essy Djami kepada Pos Kupang saat ditemui di sekretariat PPK Oebobo, kemarin. (dea/bb)

Pos Kupang edisi Sabtu, 11 April 2009 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes