Kirim Air ke Bunaken Cuma Bertahan Setahun

Pesisir Pulau Bunaken
Pengiriman air bersih dengan kapal dari Mando untuk memenuhi kebutuhan warga Pulau Bunaken pada masa kepemimpinan Wali Kota  Jimmy Rimba Rogi sekitar tujuh tahun silam cuma program darurat. Program tersebut tidak lagi berlanjut lantaran membutuhkan dana tidak sedikit terutama untuk menyewa kapal pengangkut air.

"Untuk jumlah pasti biaya sewa kapal saya lupa. Tapi dana untuk itu memang besar," ujar Mantan Direktur PT Air Manado Herry Kereh kepada Tribun Manado, Selasa (23/7/2013). Menurut Kereh, pasokan air bersih  dengan kapal  ke Bunaken  pada masa itu  lebih bersifat bantuan sosial dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan warga Bunaken.  Menurut Kereh belajar dari pengalaman itu, maka butuh juga kajian yang lebih matang untuk menyuplai air bersih ke Pulau Bunaken, Manado Tua dan Siladen pada masa mendatang.

Dihubungi secara terpisah, Selasa (23/7) malam,  Pendeta Billy Johanis selaku koordinator pasokan air ke Pulau Bunaken kala itu mengakui program ini terhenti karena keterbatasan dana.  "Penyebabnya karena kekurangan dana. Costnya tinggi," ujarnya. Menurut dia, pengiriman air dengan kapal ke Bunaken berlangsung sejak tahun 2006 dan bertahan selama setahun. Dalam seminggu pengiriman dilakukan empat sampai lima kali ke tima lokasi yaitu dua titik di Bunaken, satu di Pulau Manado Tua, dan satu lagi  di Siladen.

Jenis kapal yang digunakan ialah kapal kayu milik Billy sendiri. Untuk satu kali perjalanan, kata dia, PT Air Manado mengeluarkan biaya Rp 500 ribu. Jika jaraknya lebih jauh seperti ke Manado Tua, mereka membayar Rp 600 ribu. "Itu pun tergantung cuaca. Jika cuaca buruk, maka harganya naik," jelasnya. PT Air punmembayar honor pekerja yang berjumlah lima orang, masing-masing  mendapatkan Rp 1 juta per bulan. Untuk mandor Rp 1,5 juta per bulan.

Billy mengakui  sudah banyak proyek air bersih yang masuk Bunaken. Pada tahun 2005 ada proyek pengambilan air sumur dari Tanjung Parigi. Pada tahun 2006 dengan dana APBN ada pembuatan sumur di Bunaken. "Juga ada penyulingan air asin menjawa air tawar,  tapi itu hanya jadi di musim hujan. Jika sudah musim kemarau, airnya menjadi asin lagi,"katanya.

Proyek lainnya tahun 2007. Kali ini  pengadaan sumur  di Parepa, Tanjung Parigi dan Alumbanua. Proyek itu berlanjut tahun 2008-2009 dengan bantuan Dinkes berupa desalinator tapi ternyata semua tidak berhasil. Menurut Billy, janji Pemko Manado mengenai proyek lanjutan tahun tahun 2012 belum terealisasi. "Jalan lingkar Bunaken dan jalan akses ke puncak Manado Tua sebagai objek wisata belum terealisasi. Padahal ongkos Manado-Bunaken pulang pergi Rp 40 ribu. Jika ke Tanjung Parigi harus membayar Rp 10 ribu," kata Billy.

Belum Terima Laporan
Arudji Rajab, anggota DPRD Kota Manado dari daerah pemilihan (dapil)  Bunaken kepulauan mengaku belum menerima laporan tentang  krisis air bersih yang melanda warga Bunaken. Namun, menurut dia,  masalah ini harus segera diatasi. "Air itu identik dengan kehidupan.  Jadi, masalah itu harus segera diatasi,"ujarnya, Selasa (23/7).

Markho Tampi yang juga berasal dari dapil yang sama mengatakan sudah mendengar masalah itu. Bulan lalu dia  reses di Bunaken. "Saya mengimbau pemerintah untuk segera memperhatikan,"katanya. Henky Lasut, anggota komisi A DPRD Kota Manado, komisi yang bermitra dengan PT Air mengatakan laporan krisis air  bersih di Bunaken juga belum masuk ke  komisinya.  Senada dengan Rajab, ia ingin agar masalah ini segera diatasi. "Laporan ini harus segera ditindaklanjuti oleh PT Air,"katanya.

Menurut Lasut, PT Air merupakan instansi yang terkait dengan masalah tersebut. PT Air dimintanya proaktif. Jika laporan sudah masuk di Komisi A, kata Lasut, mereka segera menggelar  hearing dengan instansi terkait.

Dihubungi Minggu (21/7),  Humas PT Air Manado Joshua Rantung mengakui pelayanan air bersih untuk warga Pulau Bunaken belum maksimal. "Memang harus kami akui saat ini pelayanan air bersih di Bunaken belum maksimal. Kami  sebatas pembenahan jaringan air saja  di sana. Namun, pada prinsipnya PT Air sangat care dengan air bersih di Pulau Bunaken," kata Joshua Rantung.

Menurut Joshua, manajemen PT Air  berencana membuat program yang lebih permanen di Bunaken. "Saat ini kami melakukan komunikasi dengan Pemko Manado dan Dinas Pekerjaan umum (PU) untuk melaksanakan suatu program yaitu buat instalasi pengelolaan dan processing air langsung di Bunaken. Ini  akan menjangkau bukan hanya Bunaken melainkan seluruh pulau terluar di Kota Manado seperti Manado Tua dan Siladen," kata dia. (dma/crz)

Sumber: Tribun Manado 24 Juli 2013 hal 1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes