Tom Therik: Mengabdi Sampai Akhir Hayat

MENGABDI sampai akhir hayat dan melayani orang-orang kecil, adalah prinsip Pdt. Dr. Tom Therik, Mth, Ph.D. Prinsip itu jualah yang membawanya hingga ia kembali ke pangkuan Sang Khalik, Senin (23/3/2009) sekitar pukul 20.10 Wita.

Berpulangnya Gerzon Tom Therik, begitu nama lengkapnya, memang menyisakan duka yang mendalam. Duka itu tidak saja bagi keluarga istri dan kedua anaknya, juga keluarga besar Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang dan masyarakat umumnya.

Sikap kepemimpinan yang tegas, namun tetap rendah hati dan mau bekerja sama dengan siapa saja, membuat orang-orang yang mencintainya begitu kehilangan sosok seorang figur pemimpin.

Mantan Rektor UKAW Kupang (1998-2003), menghembuskan nafas terakhir pada pukul 20.10 Wita, di Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. WZ Johannes Kupang. Pria kelahiran Atambua, 6 April 1947 ini menderita sakit gula darah dan komplikasi jantung. Ia meninggalkan seorang istri, Henny Desny Therik-Rompas, dan dua anaknya, Hendrik Therik dan Junialies Athaliah Therik.

Putra sulung almarhum Dr.Tom Therik, Hendrik Therik, kepada Pos Kupang di rumah duka di Oesapa, Jalan Cendawan No.10, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Selasa (24/3/2009), mengatakan, ayahnya menderita serangan jantung tanggal 19 Maret 2009. 
Saat itu keluarga membawa Dr.Tom Therik ke RSU WZ Johannes Kupang. Sebelumnya, Dr. Tom Therik mengalami sakit gula darah. Namun, tutur Henrik Therik, ayahnya tipe pekerja keras sehingga walau menderita sakit gula darah, ia tetap bekerja. 

Proyek terakhir yang dittanganinya, tutur Hendrik, adalah melakukan penelitian tentang potensi laut. Penelitian ini bekerja sama dengan Australian Marine Science and Tecnology (AMST). Almarhum adalah Koordinator Lokal. Penelitian ini dilakukan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Kupang dan Rote Ndao.

Penelitian itu di bidang pemberdayaan masyarakat untuk rumput laut, kepiting lumpur dan spon laut. Spon laut adalah kegiatan terakhir yang digeluti almarhum hingga ia menghembuskan nafas terakhir. Ayah, tutur Hendrik, adalah sosok yang rendah hati dan pekerja keras, selalu memperhatikan masyarakat kecil. 


Semenjak pensiun sebagai Rektor UKAW Kupang tahun 2003, kata Hendrik, ayahnya terjun dalam berbagai penelitian, baik lokal maupun nasional. Satu hal yang belum terwujud adalah melakukan eksperimen mengenai kompor dari bahan bakar fosil. 
Hendrik menjelaskan, ia bersama ayahnya melakukan eksperimen ini, namun belum sempat menyelesaikannya. Keinginan untuk melakukan eksperimen ini karena kelangkaan minyak tanah yang akhir-akhir ini dialami masyarakat. 

Dikatakanya, almarhum akan dimakamkan, Kamis (26/3/2009), karena masih menunggu keluarga ibunya yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Rektor UKAW Kupang, Ir. Goedlief Neonufa, MT, yang dihubungi Pos Kupang melalui telepon selulernya, mengatakan, keluarga besar UKAW Kupang dan seluruh pengelola dan gereja pendiri, baik GMIT maupun GKS dan gereja-gereja kristen lainnya, sangat kehilangan sosok seorang pemimpin yang rendah hati. 

Menurutnya, almarhum Dr. Tom Therik, merupakan salah seorang perintis berdirinya UKAW Kupang. Ia juga terlibat langsung dalam membesarkan dan mengembangkan universitas tersebut. Pada tahun 1998-2003, ia dipercayakan menjadi rektor. 

Semasa kepemimpinan almarhum Dr. Tom Therik, kata Neonufa, banyak relasi yang dibangun dengan gereja mitra di luar negeri, yang memberikan kontribusi besar bagi pengembangan UKAW Kupang.

Ia mengatakan, almarhum adalah tokoh pendidikan Kristen, figur orang tua dan pemimpin yang patut ditiru. Banyak karya kepemimpinan yang ditorehkan di UKAW Kupang, terutama dalam hal prinsip, komitmen dan kerja sama untuk membangun universitas. Keluarga besar UKAW Kupang, tuturnya, sangat kehilangan dengan berpulangnya Dr. Tom Therik, dan berharap akan terus bekerja sama dengan keluarga. 
Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar, Drs. Setya Novanto menilai, sosok Dr. Tom Therik merupakan figur yang patut diteladani. Ia memiliki kemampuan akademik dan semangat kerja yang sangat tinggi. "Saya kira kita orang NTT benar-benar kehilangan," kata Novanto.

Dia menyebutkan, berbagai eksperimen untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat pesisir dilakukan secara telaten oleh Dr. Tom Therik. Upaya itu dilakukan tanpa mengenal waktu. Ini menggambarkan almarhum tipe pekerja keras. 

Novanto mengatakan, salah satu kegiatan yang dilakukan Dr. Tom Therik, bersama Novanto Center NTT, adalah pembudidayaan spon laut di laut Timor untuk kebutuhan pasar internasional dan kepentingan pemberdayaan nelayan pesisir di NTT. 

"Semula kami berencana agar dalam waktu dekat spon laut hasil kerja sama dengan Dr. Tom Therik ini akan dipasarkan ke luar negeri. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Saya sangat berduka dengan meninggalkannya beliau. Beliau sangat peduli dengan masyarakat kecil," kenang Novanto. Selamat jalan Dr. Tom Therik, jasamu akan selalu dikenang. (nia/ben) 


Biodata :

Nama : Gerzon Tom Therik
Tempat/Tanggal Lahir : Atambua, 6 April 1947

Riwayat Pendidikan : 
Doktor (S3) Antropologi, Departemen of Anthropology, Research School of Pasific and Asian Studies, The Australian National (1991-1995).
Master (S2) Teologi di Australia (1980-1983). 
Sarjana Teologia, Sekolah Tinggi Teologia Ujung Pandang (1973-1974):
Sarjana Muda Teologi Ujung Pandang (1969-1973)
SMK Katolik Surya Atambua (1965-1968)
SMP Kristen Atambua (1962-1965)
SR Kristen 3 Atambua (1957-1962)

Riwayat Pekerjaan : 

Koordinator Lokal Potensi Laut, kerja sama dengan AMST (2007-2009). 
Field Coordinator for Alternative Levelihod Project di Kupang dan Rote, The Australian National University (2004-2006) 
Research Fellow The Australian National University (2004-2006), 
Rektor UKAW Kupang (1998-2003)
Direktur Program Pasca Sarjana, Fakultas Teologia UKAW Kupang (1997-1996) 
Kepala Pusat Penelitian dan Pengkajian Kawasan UKWA Kupang (1996-1998) Dekan Antarwaktu Fakultas Teologia UKAW (1990-1991) 
Pembantu Rektor I UKAW (1987-1990) 
Pembantu Rektor II (1985-1987) 
Pembantu Rektor I Sekolah Tinggi Teologia Kupang (1983-1985)
Pembantu Rektor III Akademi Teologia Kupang (1979-1983) 
Pembantu Rektor II Akademi Teologia Kupang (1976-1979)

Reaksi:

1 komentar:

Jafet mengatakan...

kaget, dan tidak percaya Pak Tom sudah kembali ke Rumah Bapa. Perguruan Tinggi Theologi dan Gereja di Indonesia telah kehilangan seorang putra terbaiknya dan bidang sosiologi dan Agama-agama. Dia telah pergi namun Biarlah karya bakhtinya terus diingat sepanjang hayat.

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes