Pemukulan Wabup TTU, PDIP Tanya Bupati Manek

KEFAMENANU, PK -- Ketua Fraksi PDIP DPRD TTU, Carlos Sonbay, S.H dan Sekretaris Fraksi PDIP, H Frengky Saunoah, S.E bertemu Bupati setempat, Drs. Gabriel Manek, Sabtu (21/3/2009), menanyakan apakah bupati yang menyuruh Camat Bikomi Selatan, Hendrikus Bana, S.H memukul Wakil Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez, S.Pt, sesuai informasi yang berkembang di masyarakat.

"Tadi (Sabtu pagi, Red), Pak Carlos Sonbay dan Pak Hengky Saunoah datang ketemu saya. Mereka tanya, apakah saya yang perintah camat untuk pukul Pak Wakil Bupati, saya jawab saya tidak pernah memerintah siapa pun untuk memukul Pak Wabup. Jangankan menyuruh, memikirkan perbuatan itu saja tidak pernah terlintas di benak saya," tandas Bupati Manek menjawab wartawan, kemarin petang.

Menurut Bupati Manek, saat bertemu itu, Sonbay dan Saunoah mengatakan akan membentuk tim untuk menginvestigasi kasus pemukulan yang menimpa Wabup TTU yang juga adalah Ketua DPC PDIP TTU itu.
"Saya berharap dan meminta dengan sangat agar masyarakat TTU jangan sekali-kali terpancing dengan informasi sesat dan isu murahan soal insiden pemukulan itu. Saya harap semua tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada polisi. Hati-hati karena mungkin pihak ketiga sedang memancing di air keruh," kata Bupati Manek.

Sonbay yang dikonfirmasi ke ponselnya, kemarin, membenarkan kalau pihaknya sudah bertemu Bupati Manek.

"Sebab kami menduga Camat Bikomi Selatan itu telah 'menjual' nama Bupati TTU," kata Sonbay. 
Bahkan, lanjutnya, Camat Bikomi Selatan juga telah "menjual" nama Kasatreskrim Polres TTU, Iptu Ekomey Prabocahyono terkait tindakannya memukul Wabup TTU.
Menurut Sonbay, saat kejadian Wabup TTU sempat bertanya kepada Camat Bikomi Selatan, Hendrikus Bana kenapa mengumpulkan masyarakat banyak dengan gelagat tidak bersahabat. Saat itu Camat Bana menjawab "Saya urus saya punya rakyat, bukan kau punya rakyat". 

Mendengar kata-kata tidak patut itu, Wabup Fernandez, kata Sonbay, menjelaskan bahwa kedudukannya dalam struktur pemerintahan adalah sebagai pimpinan wilayah yang menjabat sebagai wakil bupati dan Bana adalah bawahannya. "Tapi Camat Bana menimpali dengan kata-kata kasar bahwa Bupati TTU yang memerintahkannya," kata Sonbay.

Frase "Bupati TTU yang memerintahkannya" itu, demikian Sonbay, bagi Fraksi PDIP dan masyarakat umum menimbulkan penafsiran bahwa Bupati Manek yang memerintahkan Camat Bana untuk menghadang dan memukul Wakilbup Fernandez, S.Pt, atau bisa juga ditafsir sebagai perintah untuk mengumpulkan masyarakat untuk tujuan dan maksud tersembunyi lainnya.

"Namun Bupati Manek sudah menegaskan bahwa beliau tidak pernah menyuruh atau memerintahkan Camat Bana untuk menghadang dan memukul Wabup Fernandez. Bahkan Bupati Manek sangat terkejut dan menyesalkan informasi sesat itu," kata Sonbay.

Camat Bana belum berhasil dikonfirmasi mengenai persoalan ini. Pos Kupang dan para wartawan lainnya yang mendatangi kediamannya di Jalan Kenari- Kefamenanu, pukul 12.30 Wita dan pukul 14.20 Wita, kemarin, tidak berhasil menemuinya. "Bapak sedang keluar," kata istrinya.

Saat itu ada sejumlah tamu yang juga hendak bertemu Camat Bana. Informasi yang diperoleh dari beberapa tamu, menyebutkan bahwa Camat Bana ada di rumahnya dan sedang melayani tamu di ruang belakang rumahnya. "Pak Camat ada namun beliau tidak mau ketemuwartawan," kata salah satu tamu di teras depan rumah Camat Bana. 

Pantauan Pos Kupang, mobil pick-up milik Camat Bana berada di garasi. Sejumlah tamu terlihat duduk di teras rumah dan sebagian lagi duduk di samping rumah, di bawah naungan pohon. 


Padahal Jumat malam, Camat Bana berjanji akan memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian pemukulan Wabup dan dirinya pada Sabtu pagi.
Kapolres TTU, AKBP Adi Wibowo, S.H yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, semalam, mengatakan polisi belum menetapkan siapa tersangka dan siapa yang jadi korban dalam insiden pemukulan tersebut. 

"Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik masih mendalami keterangan para saksi. Jumat malam, beberapa warga dijemput dan dimintai keterangan sebagai saksi," kata Wibowo.

Sebelumnya diberitakan, Camat Bikomi Selatan, Hendrikus Bana, S.H, diduga memukul Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandez, S.Pt, di Desa Maurisu Utara, Kamis (19/3/2009), sekitar pukul 17.30 Wita. Wabup Fernandez juga nyaris dikeroyok warga desa setempat. Namun Camat Bana membantah dan menegaskan bahwa justru dia yang dihajar Wabup Fernandez.

Dua pejabat itu sama-sama sudah melapor kasus itu ke Markas Polres TTU. Wabup Fernandez melapor pada Jumat (20/3/2009), sekitar pukul 00.45 Wita. Beberapa waktu kemudian, Camat Bana pun datang melapor ke polisi. (ade)

Pos Kupang 22 Maret 2009 halaman 1
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes