Don Bosco Wangge: Tidak Ada Lawan Politik

DRS Don Bosco Wangge M.Si dan Drs. Achmad Mochdar baru saja terpilih menjadi Bupati Ende periode 2009-2014. Keduanya yang dikenal dengan Paket Do'A terpilih dengan suara mayoritas pada pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Ende yang perdana pada 13 Oktober 2008 lalu. Namun demikian keduanya tidak langsung memimpin Kabupaten Ende karena sesuai regulasi yang berlaku kedua baru dapat memimpin Kabupaten Ende pada tahun 2009 mendatang tepatnya pada Bulan April. Kepercayaan masyarakat Kabupaten Ende terhadap paket tersebut tentunya sangat beralasan. 

Bagaimana keduanya dapat meyakinkan masyarakat Ende untuk menaruh pilihan kepada paket Do'A? Hal itu tentunya lewat visi dan misi yang mereka tawarkan. Bagaimana visi dan misi paket ini? Apa yang akan mereka lakukan nanti ketika secara resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Ende? Pos Kupang mewancarai Drs. Don Bosco Wangge, M.Si di kediamannya pekan lalu di rumahnya, Jalan Melati, Ende.

Bagaimana kesibukan Anda saat ini sambil menunggu pelantikan sebagai Bupati Ende?

Kesibukan saya adalah mengurus tanaman di halaman rumah, melayani teman-teman guru yang membutuhkan tanda tangan saya, khususnya DP3 tahun 2006 dan 2007 serta memberikan kuliah di STPM Sta. Ursula Ende.

Anda baru saja terpilih menjadi Bupati Ende. Bagaimana  memaknai kepercayaan tersebut?

Kepercayaan rakyat sebagai amanah dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu dalam melaksanakan tugas saya ke depan tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan tersebut dengan mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi maupun keluarga saya.

Apakah pernah bercita-cita menjadi Bupati Ende?

Saya tidak pernah bercita-cita menjadi Bupati Ende, apalagi hanya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun prinsip saya dalam melaksanakan tugas harus memberikan yang terbaik sesuai dengan kepercayaan tugas yang diberikan atasan saya.

Bagaimana dengan lawan-lawan politik Anda selama pilkada?

Saya tidak merasa ada lawan politik, tapi hanya sebagai sparing. Sebab tanpa sparing, proses pilkada tidak berjalan dan saya tidak mungkin bisa terpilih sebagai bupati. Sekali lagi, tidak ada lawan politik.

Apa yang akan Anda lakukan pertama kali setelah terpilih menjadi Bupati Ende? 

Yang pertama saya lakukan secara interen adalah penataan birokrasi. Secara eksteren meminta masukan tambahan dari paket-paket yang ikut pilkada, tokoh masyarakat serta tokoh agama guna mendapatkan cara terbaik membangun Kabupaten Ende.

Menurut Anda, apa yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini?

Yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini adalah perubahan ke arah yang lebih baik dan keluar dari kemiskinan.

Apakah sudah punya bayangan dengan susunan "kabinet" saat menjadi Bupati Ende nanti? Apa penempatan para kepala dinas sesuai dengan kompetensi ataukah ada upaya balas jasa?

Saya tidak gunakan istilah kabinet, tetapi tim kerja. Dan itu sudah ada. Penempatan para kepala dinas maupun kepala badan harus didasarkan pada kompetensi yang bersangkutan serta regulasi yang ada.

Bagaimana Anda menjabarkan visi dan misi Anda sebagai Bupati Ende nanti? 

Visinya adalah masyarakat Ende Lio Sare Pawe melalui akselerasi pembangunan partisipatif yang berbasiskan iman, ilmu, sehat dan kultur.

Kalau misi?

Untuk membangun visi tersebut, maka misi yang harus diwujudkan adalah meningkatkan kualitas keimanan, meningkatkan akses dan kualitas pendidikan rakyat, pelayanan kesehatan masyarakat, perekonomian rakyat, stabilitas kehidupan rakyat, menumbuhkembangkan budaya lokal, meningkatkan penegakan hukum dan penataan birokrasi serta meningkatkan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Sedangkan tujuan?

Meningkatkan ketakwaan dan toleransi hidup antar umat beragama, meningkatkan kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat dengan pendidikan murah dan bermutu, derajat kesehatan dan usia harapan hidup masyarakat, meningkatkan taraf hidup masyarakat, kehidupan masyarakat yang tertib dan dinamis, meningkatkan tata kehidupan yang berbasiskan nilai-nilai budaya lokal, meningkatkan tertib hukum dan mutu pelayanan serta meningkatkan ketersediaan inftrastruktur pedesaan yang memadai.

Bagaimana dengan kebijakan pembangunan?

Kebijakan pembangunan kami jabarkan dalam 15 pokok-pokok kebijakan pembangunan yakni bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemerintah, hukum, lingkungan, tata ruang, ketenagakerjaan, budaya, gender, pemuda dan olahraga, pertanian, pariwisata, keagamaan dan infrastruktur.

Apa yang akan Anda lakukan dengan mereka yang telah berperan menghantar Anda menjadi Bupati Ende?

Tentunya saya berterima kasih kepada mereka. Namun mereka akan diperlakukan sama dengan masyarakat lainnya.

Apa kiat Anda agar tetap menjaga Kabupaten Ende sebagai Lio Pawe Sare?

Ada tiga hal yang saya ingin tekankan. Pertama, menghormati kedudukan dan peran masing-masing tokoh pemerintah, adat dan agama sesuai peran dan fungsi masing-masing yang kalau dalam bahasa adat Lio dikatakan Roa' Loka Noo Keli-Keli, Kura Fangga Noo Lowo. Kedua, membina kerukunan hidup beragama, yang ketiga, dalam menyelesaikan konflik dalam masyarakat lebih mengedepankan musyawarah mufakat dan budaya lokal.

Imbauan Anda kepada masyarakat Kabupaten Ende?

Agar semua warga masyarakat Kabupaten Ende menjaga keamanan dan ketertiban, membina kerukunan dan mari semua bergandengan tangan membangun Lio Ende Wee Pawe Sare. (romualdus pius)


Pencinta Tanaman

KETIKA memasuki pekarangan rumah Drs. Don Bosco Wangge M.Si di Jalan Melati, Kelurahan Paupire, Ende, sudah tampak puluhan tanaman hias memenuhi pekarangan rumah tersebut. Sejumlah pohon mangga yang mengitari rumah menambah asri halaman rumah Bupati Ende terpilih ini. Bahkan di atas atap rumah si empunya rumah tidak ketinggalan menaman sejumlah tanaman hias. 

Suasana tersebut memberikan kesan damai bagi siapa saja yang datang bertamu ke rumah tersebut. Di antara tanaman tersebut tidak lupa Don -- begitu dia disapa -- membangun sebuah kolam ikan. Terdapat sejumlah ikan hias di kolam.

Ketika Pos Kupang bertandang ke rumahnya, dengan ramah pria berkacamata tersebut mempersilahkan untuk duduk di teras yang berhadapan langsung dengan kolam ikan dan taman bunga. Kondisi tersebut seakan memberikan pesan kepada setiap tamu bahwa sambil menunggu pemilik rumah, maka para tamu dapat menikmati liukan ikan yang di dalam kolam serta harumnya bunga yang berada di taman. 

Siapa yang pernah menyangka bahwa pria yang begitu sibuk dengan berbagai kegiatan ternyata masih meluangkan waktu untuk mengurus tanaman dan juga ikan-ikan? "Untuk mengisi waktu dan kesibukan, maka saya mengurus tanaman karena saya adalah pencinta tanaman," ujarnya kepada Pos Kupang. (rom)

Rubrik Tamu Kita Pos Kupang edisi Minggu, 28 Desember 2008 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes