Orpha Ruth Naomi Sir: Terbang hingga ke Taiwan

NAMA Agodi Legibeka, Mercy Kalatau, Adya Kapukong dan Rany Pellang telah memberikan kebanggaan bagi Masyarakat kabupaten Alor. Siswa siswi SMP Negeri III Kalabahi ini telah mengharumkan Kabupaten Alor dan Propinsi NTT di pentas nasional hingga Internasional di Taiwan dengan karya ilmiah dan hasil karya produk pengolahan makanan. 

Agodi Legibeka dan Mercy Kalatau pada tahun 2006 lewat lomba yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan karya ilmiah "Krupuk/Stick Ikan Belo Belo" berhasil keluar sebagai juara satu nasional. Demikian pula Adya Kapukong dan Rany Pellang dengan karya ilmiahnya yag berjudul "Es Crim Labu Kuning" dalam tahun 2008 masuk dalam enam besar nasional, dan berhak mengikuti pameran inovasi remaja di Taiwan.

Siapa di balik sukses para siswa dan siswi tersebut? Sosok yang mengantar anak anak tersebut mencapai prestasi tersebut adalah Orpha Ruth Naomi Sir (35), guru di sekolah itu yang sehari harinya menangani mata pelajaran ketrampilan. Naomi adalah wanita asli Pantar yang lahir dan besar di Makasar, namun ia memlih kembali ke Alor. "Ayahanda saya asal Alor dan Ibunda asal Makasar. Orangtua bekerja sebagai PNS dan menetap di Makassar," demikian ceritera pembuka Naomi setelah memperkenalkan namanya saat ditemui Pos Kupang, Rabu (3/12/2008) di kantin sekolah tersebut. Selain guru, Naomi juga dipercayakan manajemen sekolah mengurusi kantin sekolah tersebut.

Dengan terus mengumbar senyum, sosok wanita berkulit putih dengan rambut ikal panjang rapih ini telah bersuamikan pria asal Toraja, Petrus Paereng yang juga berprofesi sebagai guru. Keduanya telah memiliki empat orang anak."Saya dan suami tamat di IKIP Ujung Pandang tahun 1997, kemudian menikah. Lalu tahun 2000 suami saya datang ke Alor ikut test PNS dan lulus. Kemudian saya ikut suami, dan tahun 2005 test PNS lulus. Saya ditempatkan oleh pemerintah mengajar di SMPN III hingga saat ini," lanjut Naomi dalam acara perkenalan tersebut.

Sebagai guru pelajaran keterampilan pada SMPN III Kalabahi, tugasnya membimbing siswa untuk mulai berkreasi dengan potensi yang dimiliki daerah tersebut. Dan, bimbingan Naomi tersebut telah membawa anak didiknya meraih prestasi nasional bahkan Internasional. Menurut Naomi, dalam pelajaran keterampilan di sekolah itu ada dua bidang yang diajarkan yaitu kerajinan yang meliputi pelajaran menjahit, dan ketrampilan tangan lainnya. Dan, pelajaran teknologi dimana salah satu pelajaran adalah pengolahan dan pengawetan makanan. Dalam metode pengajarannya, dirinya menyampaikan beberapa ide kepada muridnya, lalu berupaya menggali pikiran kreatif dari murid muridnya tentang ide yang disampaikan tersebut. Dengan pikiran kreatif murid, kemudian diupayakan pengembangannya. (okto manehat/pos kupang) 

Prestasi
1. Tahun 2006 membimbing siswa dalam lomba teknologi tepat guna tingkat siswa SMP yang diselenggarakan oleh LIPI dengan judul karya : Krupuk Ikan Belo belo dan mendapatkan juara I Tingkat Nasional dan berhak mengikuti gelar TTG di Pontianak.

2. Tahun 2008; membimbing siswa dalam lomba NYIA (National Young Innovator Award) dalam bidang Pangan yang diselenggarakan oleh LIPI dengan judul : Inovasi Es Krim Labu Kuning dan mendapatkan juara 6 dan berhak mengikuti IEYI ( International Exhibition For Young Inventors) di Taipei, Taiwan. Mengikuti Gelar TTG di Semarang. 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes