Idealisme Siprianus dan krisis air bersih di NTT

WILAYAH Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tingkat curah hujan yang minim menjadikan sebagian besar wilayah ini kering dan gersang. Tidak heran bila sampai kini masih banyak warga di wilayah harus berjalan kaki berkilo kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Kondisi ini memang sungguh memprihatinkan karena hanya untu memperoleh air bersih, warga harus menghabiskan waktunya cukup banyak. Banyak pekerjaan yang terpaksa harus ditunda, bahkan dibatalkan hanya demi air bersih untuk minum, mandi dan cuci.

Masalah kekurangan air bersih di NTT bukan cerita baru. Lebih khusus lagi masyarakat yang tinggal di pulau pulau kecil. Padahal air bersih merupakan kebutuhan sangat vital dalam kehidupan. Bukan hanya untuk minum, tetapi dalam hampir setiap aspek kehidupan, utamanya aspek kebersihan dan kesehatan, air bersih menjadi kebutuhan sangat vital.

Sebenarnya masalah air bersih bisa diatasi dengan menggunakan kemajuan teknologi. Kita ambil contoh, negara negara di jazira Arab yang terkenal dengan iklim panas dengan rata rata hujan hanya beberapa kali dalam empat hingga lima tahun, telah menggunakan teknologi menyulingan air laut untuk kebutuhan air bersih. Selain itu kapal kapal besar atau kapal kapal perang milik Amerika Serikat atau negara negara Eropa juga menggunakan teknologi penyulingan air laut untuk kebutuhan air bersih anak buah kapal dan prajurit mereka di atas kapal.

Teknologi tersebut memang sudah digunakan namun harganyatentu mahal atau biaya perawatan peralatannya juga tinggi. Mungkin saat ini pemerintah kita belum mampu menyediakan teknologi itu. Namun di lain pihak, masyarakat kita sudah sangat membutuhkan air bersih.

Di tengah tengah upaya kita menyediakan air bersih, suatu terobosan dilakukan oleh Siprianus Paulus Dawan. Kita sepatutnya salut dan memberi pujian bagi mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini. Kerja keras, semangat dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya sedikit banyak sudah memberikan satu solusi untuk mengatasi permasalahan air bersih di NTT. 

Temuan Siprianus ini mungkin tergolong sederhana dibandingkan temuan lainnya. Namun, temuannya bisa berfaedah langsung untuk masyarakat kita dan cocok untuk dikembangkan di NTT. Sayang, Siprianus Paulus Dawan seakan masih bekerja sendiri. Ia harus mengeluarkan uangnya sendiri untuk melakukan pekerjaan yang membutuhkan pemikiran dan tenaga. Padahal yang dilakukan Siprianus adalah untuk masyarakat NTT. 

Dengan Kolektor Gerak Surya dengan sistim destilasi air laut, Siprianus sudah menawarkan satu alternatif solusi untuk mengatasi krisis air bersih yang menimpa sebagian daerah NTT. Teknologi ini tidak mahal. Biaya pembuatan peralatannya sekitar Rp 6 juta. Apalagi tanpa bahan bakar. Tekonologi ini hampir seratus persen memanfaatkan energi panas matahari sebagai bahan bakar. Sementara bahan bakunya hanya air laut. Alat ini sangat cocok di NTT sebab sinar matahari hampir 100 persen tiap hari sementara air laut di NTT bukan hal yang sangat sulit, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah pesisir yangsselama ini memang mengalami krisis air bersih.

Terlepas dari itu, Siprianus Dawan sendiri sudah menunjukkan idealisme sebagai seorang mahasiswa dan pemuda. Ia rela mengambil risiko dengan melakukan riset dan mebuat alat tersebut. Hal tersebut jarang ditemui pada mahasiswa pada saat ini. Mahasiswa kini hanya lebih berorientasi secepat mungkin menyelesaikan kuliah agar punya ijazah untuk ikut dalam tes menjadi pegawai negeri. Bahkan ada mahasiswa yang lebih suka mabuk mabukan ketimbang melakukan penelitian.

Siprianus adalah model mahasiswa yang memiliki visi dan dedikasi yang sepatutnya didukung oleh semua pihak, baik masyarakat, pemerintah dan pejabat di lembaga pendidikan tempatnya bernaung. Dan, para mahasiswa harusnya melihat sosok Siprianus ini sebagai panutan. Lebih penting lagi, temuan Siprianus ini bisa menyadarkan pemerintah kita bahwa anak anak daerah ini sangat potensial dan apalah salahnya menggunakan hasil temuan mereka untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi masyarakat. *
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes