Sabu Jangan Jadi Ajang Rebut Kuasa

KUPANG, PK -- Masyarakat Sabu-Raijua menyambut positif rencana peresmian Kabupaten Sabu-Raijua sebagai pemekaran dari Kabupaten Kupang. Masyarakat berharap pembentukan kabupaten ini tidak menjadi ajang perebutan kekuasaan.

Pernyataan itu disampaikan salah satu tokoh masyarakat Sabu di Kupang, Simon Riwu Kaho, yang dihubungi hari Jumat (22/5/2009). Simon diminta komentarnya berkaitan dengan rencana peresmian Kabupaten Sabu - Raijua menjadi daerah otonom pada 25 Mei 2009 di Jakarta.

Simon menyatakan syukur kepada Tuhan karena sudah mengizinkan Sabu menjadi kabupaten sendiri. "Berkat dan karunia tersebut harus dijaga, dipelihara dan dikelola secara bertanggung jawab," katanya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengizinkan Sabu menjadi kabupaten otonom. Simon berharap dengan pembentukan ini masyarakat Sabu bisa lebih maju. 
"Ada banyak harapan masyarakat. Dengan terbentuknya kabupaten baru ini, diharapkan bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat," ujarnya. 

Simon juga meminta orang yang akan ditunjuk memimpin Sabu agar betul-betul memberikan perhatian kepada masyarakat Sabu secara umum dan tidak mengkotak-kotakkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) serta segala potensi yang ada di Sabu. 

Pemimpin harus menghindari perbuatan untuk memperoleh kuasa atau ajang rebut kuasa yang memperkaya diri sendiri dan menyengsarakan rakyat. Pemimpin juga jangan mengecewakan pemerintah pusat sehingga tidak ada cerita Sabu dikembalikan ke kabupaten induk.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang daerah pemilihan Sabu, Ruben Kale Dipa menegaskan, Sabu-Raijua menjadi daerah otonomi merupakan kerja keras panitia pembentukan, pemeritah dan DPRD Kabupaten Kupang. Juga campur tangan dari Tuhan. 

"Sebagai tokoh masyarakat Sabu Raijua, kami berterima kasih kepada panitia, pemerintah dan Dewan yang telah memperjuangakan Raijua menjadi kabupaten otonomi untuk mendekatkan pelayanan pembangunan kepada masyarakat," kata Ruben.

Dia berharap, siapa pun penjabat Bupati Sabu-Raijua harus dilihat sebagai petunjuk dari Tuhan, sehingga kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah propinsi dan pusat itu harus dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan pembangunan Sabu-Raijua selama satu tahun. 


Ruben mengatakan, jabatan penjabat bukan sebagai kebanggaan untuk mempertahankan harga diri, tetapi sebagai amanah yang harus dijalankan secara baik dan benar untuk kepentingan masyarakat Sabu. 

Sementara itu, Ir. Thobias Ully, M.Si berharap pemerintahan yang akan dibentuk di Sabu-Raijua dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Sabu yang sudah lama merindukannya. Masyarakat Sabu harus menopang dan membantu pemerintah nantinya, siapa pun dia. 

Menjelang peresmian Sabu-Raijua menjadi kabupaten di Jakarta, Senin (25/5/2009), Mendagri belum menunjuk siapa pejabat eselon II lingkup Setda NTT yang akan menjadi Penjabat Bupati Sabu Raijua. 

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya telah mengusulkan tiga nama, yakni Ir. Thobias Uly (Kadis PPO NTT), Frans Rihi (Karo Ekonomi), Melki Kana (Kadis Pendidikan Kabupaten Kupang). 

Asisten Tata Praja Setda NTT, A.Yoseph Mamulak mengatakan itu saat ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Jumat (22/5/2009). Dia mengatakan, belum ada kepastian mengenai siapa calon kuat Penjabat Bupati Kabupaten Sabu Raijua nanti. Hingga hari ini (kemarin,Red), kata Mamulak, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) belum mengeluarkan dan menandatangani Surat Keputusan (SK) calon penjabat bupati dan walikota dari enam kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Sabu Raijua.

"Mengenai siapa yang akan diangkat, itu keputusan Mendagri. Kalau hari ini juga belum, lihat saja sampai H- 1. Calon penjabat yang saat itu bersama Gubernur ke Jakarta, pasti itulah yang akan dilantik," kata Mamulak. 

Secara terpisah, salah satu calon yang diusulkan, Thobias Uly (Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga), saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (22/5/2009) mengatakan, hingga kini dirinya belum mendapatkan SK dari Mendagri atau panggilan dari Gubernur NTT. "Saya belum bisa berkomentar, karena sampai sekarang saya belum menerima SK apa pun," kata Uly.

Mengenai persiapan peresmian Kabupaten Sabu Raijua, Mamulak, Pempop NTT dan Mendagri, pada pertemuan di Jakarta, Rabu (20/5/2009), telah menetapkan jadwalnya, Senin (25/5/2009) di aula Sasana Bakti Praja Departemen Dalam Negeri, Jakarta. 

Selain Kabupaten Sabu Raijua, terang Mamulak, pada saat yang sama ada lima kabupaten/kota baru di propinsi lain yang akan diresmikan, yaitu satu kabupaten dan satu kota dari Propinsi Sumatera Utara, satu kabupaten dari Riau, dan dua kabupaten dari Papua. 


Mamulak menjelaskan, ada dua substansi besar yang diagendakan untuk pelaksanaan tanggal 25 Mei nanti, yaitu peresmian enam kabupaten/kota yang akan ditandai dengan pemukulan gong dan pembukaan selubung peta dari enam kabupaten/kota oleh Mendagri. Dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian tersebut. Setelah itu, lanjut Mamulak, akan dilantik penjabat bupati dan walikota kabupaten/kota yang baru.(aa/nia/mas)

Pos Kupang 24 Mei 2009 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes