Bernadete Meko Tewas Disergap Buaya

KEFAMENANU, PK -- Seorang nenek, Ny. Bernadeta Meko (60), tewas akibat disergap seekor buaya di muara Sungai Fatuoni, Desa Nonotbatan, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (21/5/2009), sekitar pukul 16.00 Wita. Sampai Sabtu (23/5/2009) sore, warga setempat yang melakukan pencarian baru menemukan paha kiri, sebagian usus dan paru-paru korban di tepi sungai.

Wakapolres TTU, Kompol Danang Beny K, yang dihubungi di Kefamenanu, Sabtu (23/5/2009) sore, membenarkan adanya peristiwa itu. "Iya, memang ada warga di Biboki yang tewas disergap buaya ketika sedang mencari udang di muara sungai," jelas Danang. 

Korban, kata Danang, adalah seorang nenek tua bernama Ny. Bernadeta Meko (60). Peristiwa itu disaksikan teman korban, yang juga ikut mencari udang bersama korban. "Saya lupa nama saksi mata peristiwa tersebut," ujarnya.

Danang menjelaskan, setelah mendengar laporan saksi mata, warga setempat membentuk tim untuk melakukan pencarian tubuh korban. Namun hingga Sabtu sore kemarin, hanya paha kiri, sebagian paru-paru dan sebagian usus korban yang ditemukan. "Warga melakukan upacara adat untuk mencari tubuh korban," jelas Danang. Buaya yang menyerang korban, lanjutnya, memiliki panjang tubuh enam meter lebih.

Ditanya kenapa aparat Polsek Biboki Anleu tidak menembak mati buaya tersebut, Danang mengatakan, usul itu sudah disampaikan kepada warga setempat, namun warga menolak. "Warga setempat percaya, buaya adalah keturunan atau nenek moyang orang Timor, yang sering dipanggil dengan sebutan Be'i," ujarnya.

Dikatakannya, sudah banyak ternak warga yang hilang dimakan buaya. Bahkan beberapa warga nyaris tewas disergap buaya itu. "Awal bulan lalu, salah satu siswa SMP nyaris tewas. Buaya itu hanya menggigit pinggangnya hingga terluka parah," katanya.

Danang meminta aparat pemerintah melakukan pendekatan untuk mencari solusi agar buaya itu dibunuh. "Selama buaya itu masih hidup, orang atau ternak warga terancam keselamatannya. Bila upaya itu gagal, maka polisi tidak bisa berbuat apa-apa. Segala risiko menjadi tanggung jawab warga setempat," tandas Danang. (ade)

Pos Kupang 24 Mei 2009 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes