Horta: Perbatasan RI-RDTL Paling Aman

DILI, PK -- Presiden Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Jose Ramos Horta menilai perbatasan RI-RDTL saat ini mungkin paling aman dibandingkan dengan perbatasan negara lain di dunia yang hubungannya pernah terganggu di masa lalu.

"Beliau (Presiden Horta, Red) mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan RDTL dan Republik Indonesia (RI) yang bekerja sama dengan baik di perbatasan kedua negara," kata Konsul RDTL di Kupang, Caetano Guterres usai mengikuti pertemuan antara Presiden Horta dengan delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si di Kantor Presiden RDTL di Jalan Sergio Vieira de Mello Dili, Selasa (19/5/2009) siang.

Khusus kepada pemerintah dan rakyat Propinsi NTT, Presiden Horta melukiskannya sebagai saudara yang setia membantu manakala terjadi gejolak sosial di Timor Leste. Hal tersebut sudah berlangsung lama sejak tahun 1970-an sampai sekarang. 

Dalam pertemuan sekitar 45 menit dengan Ramos Horta, Wagub Esthon Foenay didampingi Wakil Bupati Belu, Ludovikus Taolin, Kepala Bidang Penerangan KBRI Dili, Nelson Simorangkir, Konsul RDTL di Kupang, Caetano Guterres, anggota DPRD NTT, Armindo Soares dan Pius Rengka serta Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda NTT, dr. Anike Mitak. 

Presiden Horta juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan delegasi Indonesia asal Propinsi NTT memenuhi undangan Pemerintah RDTL untuk merayakan HUT ke-7 kemerdekaan negeri itu tanggal 20 Mei 2009.

Kepada Presiden Horta, Wagub NTT atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia mengucapkan selamat merayakan HUT ke-7 Kemerdekaan RDTL. Menurut Esthon, kunjungan delegasi Indonesia ke RDTL membawa misi mempererat persahabatan kedua negara yang sudah terjalin elok selama ini. "Apalagi kami orang NTT dan Timor Leste sesungguhnya satu rumpun keluarga. Kita bersaudara meski berbeda negara," kata Esthon.

Kepada kepala negara RDTL tersebut, Wagub NTT juga menawarkan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan di berbagai bidang, misalnya, ekonomi, ketenagakerjaan, pariwisata, transportasi dan lainnya.

"Selama ini transportasi darat antara NTT dan RDTL sangat lancar dan aman. Kami mengusulkan kepada pemerintah RDTL agar membuka jalur transportasi laut dengan NTT. Transportasi laut murah dan bisa terjangkau masyarakat kedua wilayah. Demikian pula dengan transportasi udara. Perlu dipertimbangkan untuk menghidupkan lagi rute penerbangan Kupang-Dili dan Darwin, Australia," kata Esthon.

Hal yang sama disampaikan Esthon saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) RDTL, Xanana Gusmao di Estadio Municipal Dili, Selasa (19/5/2009) sore. PM Xanana menyambut baik tawaran itu. Khusus di bidang perdagangan, Xanana menegaskan bahwa pemerintahannya akan membangun pusat perdagangan internasional di Pulau Atauro. Pemerintah NTT dapat memanfaatkan tawaran tersebut dalam konteks perdagangan lintas batas negara.

Sebelum bertemu Presiden Horta, kemarin siang, Esthon Foenay dan anggota delegasi NTT lainnya bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) RDTL, Dr. Zacarias da Costa di Kantor Kementerian Luar Negeri RDTL di kawasan Pantai Kelapa - Dili.

Baik pertemuan dengan Presiden Horta maupun Menlu da Costa sama-sama diakhiri dengan penyerahan cinderamata yang khas dari daerah masing-masing. Selain kain tenunan Timor, cinderamata unik dari Presiden Horta buat delegasi NTT adalah kopi Ermera yang gurih dan nikmat rasanya. 

HUT Kemerdekaan
Hari ini, Rabu 20 Mei 2009, rakyat RDTL akan merayakan HUT ke-7 kemerdekaan negeri itu. Suasana keamanan RDTL sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Hal ini diakui Dubes RI untuk RDTL, Eddy Setiabudhi yang ditemui di Estadio Municipal Dili, Selasa (19/5/2009) petang. "Keadaan sekarang ini jauh berbeda dibandingkan situasi stagnan pada tahun 2006," kata Eddy.

Sementara delegasi Indonesia dipastikan akan menghadiri upacara peringatan HUT RDTL di halaman Palacio de Governo atau Kantor Perdana Menteri di Dili, Rabu (20/5/2009) pagi. Jadwal yang dikeluarkan panitia, upacara kenegaraan tersebut dipimpin Perdana Menteri (PM) RDTL, Xanana Gusmao mulai pukul 09.00 Waktu Timor Leste atau pukul 08.00 Wita.

Peringatan HUT Kemerdekaan RDTL akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi seni budaya dari semua distrik di RDTL. Seperti disaksikan Pos Kupang, para peserta upacara tersebut melakukan gladi akhir pada Selasa (19/5/2009) pagi. Mereka yang akan membawakan atraksi seni menggelar semacam pemanasan di taman Pantai Dili yang teduh dan bersih.


Sehari menjelang peringatan detik-detik bersejarah putra-putri Lorosae itu, suasana Kota Dili dan sekitarnya terlihat lebih ramai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hujan lebat yang mengguyur Kota Dili kemarin petang tidak mengurangi kemeriahan dan antusiasme warga menyambut hari kemerdekaan RDTL. Rumah dan kantor dipasangi bendera RDTL. (osi) 

RDTL Memulai Perayaan 10 Tahun Referendum

DILI, PK --Setelah merayakan HUT ke-7 kemerdekaan tanggal 20 Mei 2009, rakyat Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) segera memulai perayaan Sepuluh Tahun Referendum atau Jajak Pendapat yang puncaknya jatuh pada tanggal 30 Agustus 2009 mendatang.

Hal itu dikatakan Sekretaris Negara (setingkat menteri di Indonesia, Red) Urusan Pemuda dan Olahraga RDTL, Ir. Miguel M.G Manetelu kepada Pos Kupang di Dili, Selasa (19/5/2009). "Mulai akhir Mei atau selambat-lambatnya awal bulan Juni 2009 kita sudah memulai perayaan itu," kata Manetelu.

Hasil jajak pendapat atau referendum tahun 1999 mengakhiri sejarah Timor Timur sebagai bagian dari wilayah NKRI. Dalam jajak pendapat ketika itu, mayoritas rakyat Timor Leste memilih merdeka ketimbang tetap bergabung dengan Indonesia. Pasca pengumuman hasil jajak pendapat terjadi kerusuhan massal. 

Miguel Manetelu menjelaskan, pemerintah RDTL memilih kompetisi aneka cabang olahraga prestasi serta kegiatan olahraga masyarakat guna menyemarakkan perayaan hari bersejarah bagi negara RDTL. Kegiatan olahraga berlangsung di seluruh pelosok negeri berpenduduk 900 ribu jiwa tersebut.

Menurut dia, cabang olahraga prestasi yang akan digelar antara lain sepakbola, bolavoli dan bolabasket. Sedangkan kegiatan olahraga masyarakat, misalnya, lomba panjat pinang, tarik tambang serta olahraga tradisional Timor Leste. "Kegiatan olahraga sedapat mungkin melibatkan semua lapisan masyarakat," ujarnya.

Khusus cabang olahraga prestasi seperti sepakbola, bolavoli dan bolabasket, kata Manetelu, kompetisi dimulai dari tingkat sub distrik hingga level nasional. Di negara RDTL terdapat 64 wilayah sub disktrik, 13 distrik dan empat region. "Juara tingkat region itu yang akan berlaga di tingkat nasional. Jadi, tidak semua harus datang bertanding di Dili," katanya.


Manetelu menambahkan, dalam rangka perayaan HUT Referendum juga akan digelar lomba pacuan kuda internasional yang melibatkan peserta dari luar negeri termasuk tetangga terdekat RDTL, Australia dan Indonesia.

Olahraga Jadi Perekat
Manetelu menyatakan, olahraga merupakan media paling tepat untuk menjalin rasa persatuan nasional dan tali persaudaraan antara warga RDTL yang berbeda suku dan terutama beda pandangan politik. "Olahraga merupakan perekat bagi kami," kata Manetelu yang dipercayakan Perdana Menteri (PM) Xanana Gusmao mengurus bidang olahraga dan kepemudaan.

Diakuinya, cabang sepakbola merupakan olahraga yang paling digemari masyarakat negeri itu. Untuk memajukan sepakbola, Kementerian Pemuda dan Olahraga RDTL bersama federasi sepakbola mengirim pelatih belajar ke Portugal dan Brasil, dua negara utama kiblat sepakbola dunia. "Kami sudah mengirim pelatih tim nasional putri belajar selama dua bulan di Brasil. Pelatih dan pemain lainnya belajar di Portugal," ujarnya.

Kegandrungan warga RDTL terhadap sepakbola terlihat jelas saat pertandingan persahabatan antara tim dari NTT melawan tuan rumah di Estadio Municipal Dili tanggal 18 dan 19 Mei 2009. Stadion berkapasitas sekitar 30 ribu penonton tersebut penuh sesak dengan manusia. Sebagian penonton yang tidak mendapat tempat duduk rela berdiri bahkan sebagian nekat bertengger di menara lampu sorot di empat sudut stadion. (osi) 

Pos Kupang edisi Rabu, 20 Mei 2009 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes