Listrik Padam, Sidang Dewan Kocar-Kacir

PEMADAMAN listrik tidak hanya dirasakan oleh pelanggan rumah tangga atau dunia usaha. Instansi pemerintah dan gedung wakil rakyat (DPRD NTT) juga terkena pemadaman listrik sepihak oleh PLN. Fakta ini terjadi hari Kamis (28/5/2009) sekitar pukul 10.15 Wita sampai pukul 10.30 Wita. Saat itu di ruang Kelimutu, Gedung DPRD NTT sedang berlangsung rapat kerja antara Pemerintah Propinsi NTT dengan DPRD NTT. 

Rapat kerja membicarakan program jagung, ternak, cendana dan koperasi sempat terhenti ketika listrik PLN tiba-tiba padam. Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya yang baru saja memaparkan program kerjanya, hanya diam. Saat itu rapat kerja telah dikembalikan kepada Ketua DPRD NTT, Drs. Melkianus Adoe yang telah membuka dialog. Saat dialog hendak dimulai, listrik padam. 

Sound system yang menggunakan energi listrik mati total, ruangan gelap, PNS yang bekerja di kantor DPRD NTT hiruk pikuk membuka tirai agar cahaya matahari menerangi ruang sidang itu.

Suasana di ruang sidang DPRD NTT kocar-kacir. Anggota DPRD NTT yang telah mengacungkan tangan untuk bicara bangkit dari tempat duduk. Mereka berteriak minta pegawai DPRD NTT menelepon PLN. Ada yang meminta sekwan menghidupkan genset yang dibeli dengan dana ratusan juta rupiah. Yang lain meminta pimpinan rapat skors sidang hingga listrik menyala kembali. 

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Ketua DPRD NTT, Melkianus Adoe, wakil ketua, Kristo Blasin dan Paulus Moa hanya diam menyaksikan suasana hiruk pikuk itu. Frans Lebu Raya dan Mel Adoe tidak berkomentar soal pemadaman listrik itu. 

Gregorius Foju, mantan Kabag Humas DPRD NTT langsung meminta rekannya, Bernadus menelepon PLN dan mengingatkan bahwa Jalan El Tari I merupakan jalur khusus yang mestinya tidak terkena pemadaman. Selang 15 menit listrik kembali menyala dan sidang dilanjutkan. 

Wakil Ketua DPRD NTT, Kristo Blasin yang ditemui di sela-sela rapat kerja mengatakan, rakyat NTT sudah muak dengan pemadaman yang dilakukan PLN. Rakyat sudah pasrah dengan kondisi ini. Semua energi telah dikeluarkan untuk membahas masalah listrik. Dewan sudah bosan minta penjelasan PLN soal pemadaman listrik. 


Rupanya PLN tidak berdaya. Kondisi di PLN tidak dapat diharapkan sehingga pemerintah perlu memikirkan energi alternatif. "Sampai kapan PLN memberikan pelayanan yang prima, tanpa pemadaman dan lain-lain?" tanya Blasin. (gem/aa)

Pos Kupang edisi Jumat, 29 Mei 2009 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes