Tokoh Sabu: Utamakan Pelayanan Masyarakat

JAKARTA, PK---Pembentukan Kabupaten Sabu Raijua dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, penjabat bupati dan siapa pun yang menjadi bupati definitif nanti mesti mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, bukan memperlihatkan pola hidup berfoya-foya.

Demikian harapan tokoh asal Sabu terkait pengresmian dan pelantikan Penjabat Bupati Kabupaten Sabu Raijua, di Departemen Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (26/5/2009). 

Tokoh asal Sabu yang dihubungi antara lain Ruben Kale Dipa dan Julius Ludji. Kabupaten Sabu Raijua diresmikan bersamaan dengan Kabupaten Nias Utara, Nias Selatan, Intan Jaya, Deiyai, Kepulauan Meranti dan Kota Gunung Sitoli. Pengresmian kabupaten baru ini diikuti dengan pelantikan para penjabat bupati. Penjabat Bupati Sabu Raijua yang dilantik kemarin adalah Ir. Thobias Uly.

Ruben Kale Dipa mengatakan, keberhasilan Sabu Raijua menjadi daerah otonomi merupakan kerja keras panitia pembentukan serta pemerintah dan DPRD Kabupaten Kupang. Juga ada campur tangan dari Tuhan sehingga semuanya sukses. 

"Sebagai tokoh masyarakat Sabu Raijua, kami berterima kasih kepada panitia, pemerintah dan Dewan yang telah memperjuangkan Sabu Raijua menjadi kabupaten otonom untuk mendekatkan pelayanan pembangunan kepada masyarakat. Harapan kami, siapa pun penjabat, itu juga merupakan petunjuk dari Tuhan, sehingga kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah propinsi dan pusat itu harus dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan pembangunan Sabu Raijua selama satu tahun. Jabatan penjabat bukan sebagai satu kebanggaan untuk mempertahankan harga diri, tetapi sebagai amanah yang harus dijalankan secara baik dan benar untuk kepentingan masyarakat Sabu," kata Kale Dipa.

Sementara Julius Ludji, Ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Sabu Raijua, mengatakan, dasar pembentukan Kabupaten Sabu Raijua timbul dari kenyataan di lapangan, yakni setiap tahun masyarakat di Pulau Sabu semakin berkurang karena merantau dan mencari hidup di daerah lain. 

"Kami punya pemikiran bahwa satu saat Pulau Sabu akan jadi kosong karena lapangan pekerjaan tidak ada. Atas dasar itu dibentuklah panitia untuk menggalang aspirasi masyarakat dan ternyata disambut baik dengan suatu pandangan bahwa jika Sabu jadi kabupaten otonom, maka semua bentuk pelayanan akan diatur sendiri dan lapangan pekerjaan pasti tersedia," kata Ludji.

Ludji berharap, penjabat bupati bisa mendorong pembentukan wadah eksekutif, legislatif dan KPUD untuk melancarkan proses persiapan pemilihan bupati definitif. Dia juga berharap agar infrastruktur serta pelayanan umum harus didahulukan.

"Bupati definitif nanti, jika dipercayakan oleh masyarakat, agar jangan ingin hidup mewah dan berfoya-foya, menggunakan mobil mewah, tetapi utamakan pelayanan dan pembangunan ekonomi masyarakat. Penjabat bupati juga utamakan rekrutmen PNS dari masyarakat Sabu, kecuali tenaga dokter, bidan dan perawat. 

Upacara peresmian dan pelantikan Penjabat Bupati Sabu Raijua bersama enam kabupaten/kota lainnya oleh Mendagri Mardiyanto disaksikan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Ketua DPRD NTT, Drs. Melkianus Adoe, Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki, MS, Ph.D, Wakil Bupati Kupang, Viktor Yermias Tiran, S.Sos, M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Ny. Welhelmina Tabais Kefan, mantan Bupati Kupang, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, mantan Wakil Bupati, Drs. Ruben Funay dan para tokoh masyarakat Sabu di Jakarta.

Menurut Bupati Kupang, Titu Eki, usai pelantikan dan pengresmian Kabupaten Sabu Raijua, Selasa malam, masyarakat Sabu menggelar acara syukuran bersama di Jakarta di sebuah hotel di Kelapa Gading Jakarta. (mas) 

Otda Harus Sesuai Misi

GUBERNUR NTT, Drs. Frans Lebu Raya, mengatakan, otonomi daerah (Otda) harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh sesuai dengan misinya, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Otonomi daerah harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh sesuai dengan misinya agar apa yang diharapkan oleh rakyat dapat diwujudkan," kata Lebu Raya ketika memberikan sambutan mewakili para gubernur pada pelantikan penjabat bupati dan walikota di Departemen Dalam Negeri Jakarta, kemarin.

Penjabat bupati dan walikota yang dilantik adalah Penjabat Bupati Sabu Raijua, Nias Utara, Nias Selatan, Intan Jaya, Deiyai, Kepulauan Meranti dan Kota Gunung Sitoli.

Lebu Raya mengatakan, pemekaran daerah otonomi baru merupakan kepercayaan pemerintah pusat pada daerah untuk memperpendek jaringan pelayanan kepada masyarakat agar lebih mudah tercapai tingkat kesejahteraannya. Selain itu, juga memperpendek rentang kendali birokrasi agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih efektif dan lebih mempermudah aksesibilitas masyarakat.

"Pemekaran merupakan aspirasi masyarakat untuk lebih memberi partisipasi langsung dan penuh untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan untuk membangun kemandirian daerah dalam banyak dimensi," kata Lebu Raya.

Terhadap para pejabat baru yang dilantik, Lebu Raya meminta segera melakukan koordinasi dengan pemerintah propinsi maupun kabupaten induk untuk mempersiapkan dan mengkonsolidasikan birokrasi sekaligus membentuk perangkat daerah yang penting sesuai dengan kebutuhan daerah. (aa)

Pos Kupang 27 Mei 2009 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes