Cinta Amelia Ingin Bantu Banyak Orang

ilustrasi
Pengalaman tragis mengubah hidup Cinta Amelia Roring. Suatu hari ia bersama temannya mengalami kecelakaan di Jambi.

KECELAKAAN  itu membuat Amelia menderita luka sobek dan menjalani perawatan di rumah sakit. "Waktu itu saya melihat banyak pasien yang diterlantarkan," tuturnya.

Malamnya, ia berdoa dan terucap impiannya mendirikan sebuah yayasan guna membantu orang miskin.  Sebuah penglihatan muncul tiba - tiba. Tertera berbagai macam penyakit, sambung menyambung seperti sebuah slide. Ia pun menghubungkan kedua peristiwa itu. "Dari situ saya tahu Tuhan menghendaki saya untuk terjun melayani orang -orang miskin," katanya kepada Tribun Manado, Senin (25/6/2012).

Amelia  kemudian mendirikan Amelia Foundation. Ia sempat berkeliling termasuk ke Kupang, Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia melihat banyak anak berprestasi tapi hanya menjadi nelayan. Asa mendirikan yayasan yang mencakup banyak hal mulai dari kesehatan, seni budaya hingga pendidikan muncul. "Waktu itu saya mengajak Owner Stie Pioneer, Drs Roby Walalangi MSc MM untuk bergabung," tuturnya.

Yayasan ini kemudian berubah nama menjadi Yayasan Cinta Amelia Indonesia yang berdiri 3 Mei 2007 di Manado. Pendirinya Amelia, Roby dan Elvi Timbuleng. Fokusnya pada bidang kesehatan, pendidikan, kerohanian dan seni budaya.
Dia mulai bergerak. Yang pertama dikunjungi panti kusta di Pandu dan terus berkembang hingga memiliki perwakilan pertama di NTT.

Meski begitu, berbagai tantangan mulai mendera. "Yang terasa waktu itu adalah banyaknya pasien namun anggaran kami masih terbatas," katanya. Amelia  tak putus asa. Doa dipanjatkan seiring dengan usaha tanpa henti. Halangan teratasi. Ia ingat yang membantu saat itu adalah Ketua DPRD Provinsi NTT, Drs. Ibrahim Medah. "Bapak Ibrahim Medah yang mulanya membantu kami," tuturnya. Sejak itu bantuan mulai mengalir. Banyak donatur yang bersimpati. Hingga dalam waktu lima tahun, yayasannya telah hadir di 12 daerah.

Perwakilan yayasan di daerah adalah teman-temannya  yang memiliki kepedulian sama. Mereka bergabung setelah melihat berbagai aksi sosial yang dilakukan yayasan selama ini. Latar belakang mereka beragam. "Ada politisi, wali kota, anggota dewan, pengusaha hingga pemilik koran," jelasnya.

Bagi orang yang akan dibantu, kata Amelia, syaratnya cukup membawa surat dari kelurahan tentang kondisi rumah tangga. Tim yayasan akan turun mensurvei apakah layak atau tidak orang itu dibantu. Yayasan membantu siapa saja. "Bisa siapa saja, anak - anak atau orang dewasa, dari agama manapun," tuturnya.

Setelah survei, yayasan langsung mengajukan si pasien ke dokter untuk tindakan medis. Untuk itu, yayasan bekerjasama dengan dokter yang juga siap melayani sebagaimana misi yayasan. "Pokoknya saya akan membantu sebisanya," sebutnya. Agar berjalan efektif, yayasan menetapkan jumlah empat pasien untuk satu bulan. "Jadi seminggu satu pasien," katanya.

Selama ini sudah banyak yang terbantu.  Saat ini, yayasan sedang membantu beberapa pasien. "Selain Hendra (bayi dari Sangihe), ada ibu Yeni penderita gondok asal Minahasa Selatan, anak pemulung berusia sepuluh tahun penderita hernia asal Sumompo, anak tanpa anus asal Minahasa Utara dan seorang penderita penyakit hidrosefalus di RS Cipto Mangunkusumo ," tuturnya.

Untuk penderita hidrosefalus yang dirawat di RS Cipto, Amelina punya pengalaman unik. Dia sampai meminta bantuan Menteri BUMN,  Dahlan Iskan. Syukurlah hal itu mendapat respon. "Kini ia tengah mendapat perawatan di sana," tuturnya. 

Ke depan, Amelia akan mengembangkan yayasannya agar dapat menjangkau lebih banyak orang. Kunjungan ke panti asuhan, panti werda dan lain terus digiatkan. Yang paling dekat adalah kunjungan ke Gorontalo 5 Juli 2012. Dis ana, ia serta tim dokter akan mengadakan operasi terhadap 50 pasien bibir sumbing, sunat dan imunisasi kepada 38 bayi dan menangani penderita katarak. Beberapa waktu lagi, akan dibuka sebuah universitas terbuka pertama yayasannya di Sulut bertempat di Minahasa. "Doakan saja," kata Amelia. (arthur rompis)

Sumber: Tribun Manado 26 Juni 2012 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes