Jumat-Minggu Rapikan Rambut

ilustrasi
Bagaimana eksekutif muda di Kota Manado menghabiskan waktu luang dan uang mereka? Penelusuran Tribun menemukan fakta menawan. Ada yang kumpul bareng kolega di cafe mewah. Minum-minum, berdiskusi, main biliard atau karaoke. Ada pula yang berolahraga. Yang mirip mereka rutin merawat tubuh minimal merapikan rambut pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Wow!

James, satu di antara eksekutif muda Manado  mengatakan, dia dan teman- temannya sering kumpul di Black Canyon, dterace, Exelso dan beberapa tempat ngopi. '' Biasanya kami janjian dulu untuk ketemu di beberapa tempat itu kemudian ngumpul pada waktu yang telah disepakati, biasanya sore, ''ujar James yang selain punya jabatan di pemerintahan juga aktif di organisasi kepemudaan dan gereja.

Herry, eksekutif muda lainnya mengatakan dia dan teman-temannya sering santai dan bernyanyi di Deluxe dan Diva Karaoke di Jalan Sam Ratulangi. ''Biasanya saya bertemu teman-teman pengusaha, politisi muda dan anak-anak pejabat," ujarnya.
James dan Herry mengaku hari Jumat hingga Minggu malam  dia dan teman-teman gunakan waktu untuk refreshing. Khusus untuk tempat pembicaraan bisnis,  Herry mengatakan dia lebih suka di Bhosporus, Megasmart. '' Di tempat ini lebih aman, dan nyaman. Privacy juga terjaga,'" ujarnya. Tempat menghilangkan ketegangan lain yang dianggap baik adalah Marina Spa, Bahu Spa, Genky dan beberapa tempat pijat. "Kalau badan lagi penat saya mijat di sini, '' ujar Stefan, seorang eksekutif muda yang meminta namanya tak ditulis lengkap.

Wakil Wali Kota Manado, Harley Mangindaan pun mengisi waktu senggang dengan bersantai. "Kalau ada waktu senggang di akhir pekan biasanya saya bersama keluarga refreshing juga, '' ujarnya tanpa menyebut tempat-tempat pilihan dia bersama keluarga untuk bersantai.

Anggota DPRD Kota Manado  Hesky Naray  lebih banyak menghabiskan waktu luang dengan bermain futsal. Ia jarang keluar malam dan kumpul dengan kolega di cafe-cafe. "Kerja sebagai anggota dewan banyak tekanan dan kita perlu olahraga untuk refreshing," ujarnya, Sabtu (21/4/2013).

Namun, diakui sepulang kantor ia dan  teman sesama anggota dewan ke rumah kopi untuk melepas penat sambil berdiskusi hal-hal ringan. Selain bermain futsal dan ke rumah kopi, Ketua KNPI Minahasa Tenggara ini  meluangkan waktunya untuk keluarga tercinta.

Jack Sigarlaki, karyawan salah satu bank terkemuka di Kota Manado pun  punya kebiasaan menghabiskan waktu luang berkumpul dengan rekan-rekannya di cafe  mewah."Biasanya hari Sabtu," tuturnya, Sabtu (21/4).  Tidak ada tujuan lain selain kongkow- kongkow. Ipad dan laptop adalah bawaan wajib Jack dan rekan-rekannya sebanyak 10 orang. Usia mereka berkisar antara27-37 tahun. Gaya hidup Jack mulai berubah sejak dua tahun lalu saat  pendapatannya mulai meningkat. "Itu mengubah perilaku konsumsi saya," ujarnya

Kepala Perpustakaan IPDN Sulut Piet H Pusung Msi juga mengisi waktu luang dengan bertemu teman sejawat. "Selain melepaskan penat kita juga bisa berdiskusi tentang hal-hal menarik, apa yang sedang menjadi tren sekarang, gadget terbaru, atau bisa juga isu olahraga," ujar Piet.  Diakui Piet, dia dan teman-temannya biasa kumpul di cafe. Kongkow-kongkow di cafe atau tempat hiburan lainnya menurut Piet merupakan bagian dari networking. Dia banyak mendapatkan kenalan baru.  Biasanya, kata Piet, kongkow bersama sesama birokrat muda saat akhir pekan. Mengenai biaya menurut Piet, tak harus satu orang yang menanggung.

"Di sini banyak pengusaha muda dan pejabat yang datang bersantai," " tutur Arthur, Crew Leader Cafe Excelso. Buka sejak pukul sepuluh hingga satu malam, cafe ini tak pernah sepi terutama pada akhir pekan. "Seluruh tempat terisi apalagi pada malam minggu,"ujarnya.  Selain  pengusaha, banyak juga pejabat yang berkunjung "Pak  wali kota manado dan sekkot pernah datang bersama keluarga," tutur Arthur.
Sinta Tanos, Captain Restaurant di Black Kanyon Cafe pun mengakui pengunjung umumnya pengusaha muda hingga pejabat.  Salah seorang yang sering berkunjung adalah Wali Kota Manado, Vicky Lumentut. Tea Thailand adalah minuman kesukaannya. "Itu sejenis teh manis,  Pak Vicky suka yang panas," ujarnya.

Merawat Tubuh
Kelompok eksekutif muda, entah pengusaha, birokrat maupun pekerja profesional rutin melakukan perawatan tubuh pada sejumlah salon ternama di Kota Manado.
"Para pejabat dan pengusaha berlangganan di tempat kami," kata Ian dari  Yopie Salon,  Sabtu (21/4). Ian menjelaskan, eksekutif muda rutin melakukan perawatan tubuh. "Kalalu pejabat hanya menggunting rambut atau merapikan rambut, yaitu setiap hari Kamis, Jumat dan Minggu. Sedangkan pengusaha muda datang hampir setiap hari, tetapi yang paling sering hari Jumat dan Minggu, " ujarnya

Nita, kasir Redz Hairdressing, mengakui sering mendapat kunjungan beberapa pejabat dan pengusaha muda."Karena mereka sudah merasa cocok dengan gaya rambut di salon kami ini, " ujarnya Menurut Nita, para pejabat dan pengusaha muda rutin merawat tubuh di salonnya. "Mereka sering datang pada hari Minggu atau Sabtu, bisa lebih dari lima pejabat dalam satu minggu. Sedangkan pengusaha muda, hampir setiap hari, dalam satu minggu itu bisa mencapai 15 orang," ujarnya.

 Rossy, kasir Jonny Andrean, mengaku kebanyakan pelanggan adalah eksekutif muda. "Kami mendapatkan kunjungan, dalam satu minggu bisa mencapai 10 orang pengusaha, biasanya pada hari jumat, sabtu, dan minggu  untuk merapikan rambut atau creambath," jelasnya. (jhp/dru/aro/dma/art)

News Analysis
Dra. Jochina Elizabeth Sumarauw, MA
Pengamat dari Universitas SamRatulangi

Butuh Relaksasi


PERGESERAN gaya hidup eksekutif muda di Kota Manado merupakan sesuatu yang lumrah. Kesibukan super padat disertai tekanan kerja membuat mereka butuh hiburan. Mereka mencari sesuatu sebagai solusi. Misalnya merawat diri di salon atau pijat relaksasi di spa. Mereka kembali semangat ketika relaksasi dilakukan secara maksimal.

Berkumpul dengan kolega dan rekan sejawat di  tempat tongkrongan yang representatif pun mampu melunturkan kepenatan kerja.  Tempat yang mereka pilih tentu disesuaikan dengan kebutuhan. Soal biaya tidak ada masalah bagi mereka yang pendapatannya menengah ke atas. Berapa pun akan  dikeluarkan asalkan beban pikiran hilang dan mendapat hiburan yang menyenangkan.

Pasar menangkap adanya perubahan gaya hidup esekutif muda tersebut. Pelaku usaha pun memanfaatkan peluang itu dengan menyiapkan jasa atau fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan esekutif muda. Gaya hidup seperti ini lazim untuk warga perkotaan. Dan, Manado sedang menuju ke sana. (bdi)

Sumber: Tribun Manado 22 April 2012 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes