Kelas 1 SD Sudah Dibelikan HP

ilustrasi
MANADO, TRIBUN - Penggunaan handphone (HP) di kalangan anak-anak sudah tak tertahankan lagi. Anak pegang HP mulai dari jenis standar hingga smartphone seperti BlackBerry merupakan pemandangan lumrah saban hari. Penelusuran Tribun Manado  menemukan fakta menarik. Umumnya orangtua di Manado memberikan HP kepada anaknya sejak kelas 1 Sekolah Dasar (SD).

Fenomena penggunaan HP di kalangan anak-anak pun menimbulkan kegalauan bagi orangtua mereka. Kecemasan paling besar adalah kemungkinan sang buah hati mengakses situs orang dewasa atau gambar porno yang dapat merusak mentalnya. Selain itu anak lebih sibuk bermain game lewat HP dan lupa belajar.

"Sebenarnya sejak TK (Taman Kanak-kanak)  dia sudah minta HP. Tapi baru saya kabulkan waktu kelas 1 SD. Mau tak kasih susah juga karena dia  nangis terus," kata Loddy,  Minggu (10/6/2012). Loddy memiliki seorang putra yang kini duduk di kelas 3 SD.

Pengakuan serupa diungkapkan orangtua lainnya seperti Steven, Christine,  Jevie Jane,  Yatti Karamoy dan Gladys Runtukahu yang ditemui secara terpisah. Para orangtua ini memberikan HP kepada putra-putri mereka dengan dua tujuan. Pertama, memudahkan komunikasi. Kedua, terkait aspek keamanan yaitu lebih mudah mengontrol keberadaan sang anak saat dia beraktivitas di luar rumah.

"Memiliki handphone sudah menjadi hal yang biasa.Anak- anak di bawah umur juga lincah mengoperasikan handphone, " ujar Christine, ibunda dari Diva Sorongan, murid kelas 3 SDN 43 Manado . "Saya memberi kepercayaan kepada anak memegang HP sendiri agar saya bisa mengontrol keberadaannya. Saya  selalu bertanya sedang apa dan di mana, sehingga meskipun saya sibuk bekerja saya bisa tahu apa yang sedang dilakukan anak saya, " kata Christine.

Namun, Christine mengakui ada banyak sisi negatifnya yang mengganggu orang tua.  "Biasanya anak saya sering lupa belajar  kerena sibuk dengan handphone-nya untuk bermain game. Saya  kuatir anak saya menyalahgunakan HP ke hal-hal negatif," kata Christine yang memberikan pulsa Rp 5 ribu per minggu untuk anaknya.Menurut Christine, untuk menghindari penyalahgunaan HP, ia bersikap tegas."Kalau sudah pulang sekolah, saya langsung sita dan simpan handphone-nya agar anak bisa punya waktu belajar di rumah," katanya.

"Sebagai orangtua saya juga pernah merasa kuatir jika anak men-download gambar maupun video yang tak benar (porno). Jadi saya bersikap tegas dan memberikan pengertian kepadanya mengenai cara menggunakan HP yang benar," kata Jevie

Jane. Jevie mengatakan,  anaknya menjaga kepercayaan yang ia berikan dengan memanfaatkan HP secara sehat. "Saya kontinyu melihat isi HP dan tanya mengenai masalah yang ia hadapi dalam pergaulan maupun sekolah. Sampai sampai saat ini saya belum menemukan sesuatu yang mencurigakan dari sikap anak-anak saya, " ujarnya. Jevi membatasi biaya pulsa untuk anaknya Rp 20 ribu per bulan.

Yatti Karamoy, orangtua dari Karyn murid kelas 3 SD GMIM IX Manado pun memberi perhatian khusus soal penggunanan HP. "Saya belikan HP agar anak tidak ketinggalan dengan perkembangan teknologi atau tidak gaptek (gagap teknologi).
Saat ini dia ingin dibelikan BlackBerry (BB), namun saya tidak memenuhi permintaannya karena saya rasa belum saatnya bagi dia," ujarnya.

Mengingat dampak negatifnya, Yatti rutin memberikan bimbingan dan pengertian.
"Saya memberikan pengertian agar anak bisa gunakan HP dengan benar, menjaga handpone agar tidak hilang atau rusak. Saya juga membatasi pengisisan pulsa yaitu hanya Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per bulan agar dia belajar memanfaatkannya pada hal-hal yang lebih penting," ujarnya.

Gladys Runtukahu,  seorang manager perusahaan swasta di Manado menuturkann, anaknya Erin sudah diberikan fasilitas ini sejak kelas 2 SD. Gladys membolehkan anaknya memakai HP agar lebih mudah mengontrol aktivitas keseharian buah hatinya.  "Waktu dia kelas 2 SD saya berikan HP yang standar hanya menelepon dan mengirimkan pesan singkat," katanya, Minggu (10/6). Uniknya HP standar pemberian Gladys sudah tiga kali hilang. "Tapi karena masih kecil HP standar itu sudah tiga kali hilang. Saat ini Erin sudah saya beri BlackBerry," ujarnya.

Soal pulsa, Gladys mengisi paket internet unlimited seharga Rp 69 ribu per bulan. Fungsinya untuk saling mengirim pesan melalui BlackBerry Messenger atau BBM.
"Kalau pulsa biasa hanya Rp 20 ribu saja dan itu tergantung pemakaian Erin. Tapi sejauh ini ia bisa pakai pulsa dengan hemat," kata Gladys. Sementara seorang ibu lain mengungkapkan ia baru memberikan HP kepada anaknya saat kelas 1 SMP. "Sekarang ia sudah kelas 3 dan memang HP sangat bermanfaat untuk komunikasi kami," katanya. (jhp/dru)

Main Game dan Dengar Lagu

ERIN, siswa kelas 3 SD menuturkan ia sudah diberikan ponsel pintar  BlackbBerry (BB) oleh ibunya. Menurut gadis cilik ini,  sang ibu Gladys Runtukahu  selalu menanyakan aktivitas kesehariannya lewat HP."Di BB selalu masuk pesan mama tanyain Erin di mana. Kalau mama sudah tanya begitu, Erin harus jawab supaya mama tidak kuatir," katanya kepada Tribun Manado, Minggu (10/6/2012).

Ditambahkan Erin, mamanya selalu berpesan bahwa penggunaan BB bukan untuk pamer. "Mama bilang jangan dipamerkan kepada teman-teman sekolah atau lingkungan tempat saya bergaul karena gunanya hanya komunikasi," kata Erin.
Erin menuturkan, ibunya juga selalu membaca pesan internal di BB. "Kalau sataus di BB saya saya sedih, mama langsung tanya sedihnya kenapa atau ada kegiatan kelompok belajar, mama selalu tanya mau kemana," ujarnya.

Cecilia Palilingan,  siswa kelas 4 SD mengaku senang mendapatkan handphone dari orangtuanya. Selain bisa berkomunikasi, ponsel tersebut biasa dia gunakan untuk bermain game. "Selain bermain game,  Ceci juga bisa dengar lagu. Banyak lagu- lagu Cherrybel yang bisa Ceci dapat dari teman-teman," katanya.Mneurut Cecilia, kegiatannya saban hari tidak luput dari pengawasan orangtua. Kalau ia sudah lama mengunjungi rumah teman (tetangga), orangtuanya langsung menelepon. 

Menggunakan HP sejak kelas tiga SD, membuat Bryan Rompis (9), sangat paham dengan seluk beluk alat komunikasi tersebut. Dia bahkan lebih pintar menggunakan HP daripada ayahnya. "Saya sering mengajari ayah," kata Bryan. Pengetahuan itu dapatkan dari seringnya mengoleksi berbagai macam HP. Hingga kini, ia telah tiga empat kali ganti HP. Yang terakhir adalah BlackBerry. "Saya terbiasa menggunakan handphone," ujar murid kelas 5 SD ini. 

Dari sekian banyak fitur yang tersedia di HP, yang paling disukai Bryan adalah mendengar musik kemudian gunakan kamera untuk foto. "Yang pasti bisa dengar musik dan  foto- foto," ungkapnya. Berinternet lewat HP, ia mengaku tidak terlalu suka. Meski begitu, ia tidak buta akan hal itu. "Untuk mengunggah foto dan selebihnya saya tahu caranya," kata Bryan. (dru/art)

* dr Viena Victoria Mengko
Waspadai Efek Radiasi

SALAH satu faktor yang perlu menjadi perhatian orangtua ketika memberikan handphone kepada anak adalah dampak kesehatan. Sebab efek radiasi dari ponsel sangat berbahaya. "Menurut saya itu yang paling penting dan harus mendapatkan perhatian," ujar dr Viena Victoria Mengko kepada Tribun Manado, Minggu (10/6/2012).

Wanita kelahiran Manado, 12 Januari 1986 itu menambahkan perhatian ekstra perlu diberikan untuk anak-anak usia di bawah 12 tahun. Disamping masih dalam masa pertumbuhan, sistem kekebalan tubuh anak-anak itu masih berkembang sehingga lebih sensitif.

"Penggunaan ponsel dalam waktu lama bisa memicu banyak penyakit seperti gangguan kesehatan telinga, kulit, otak,  bahkan pertumbuhan sel kanker," ungkap runner-up Noni Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2005 tersebut. Dokter Viena menyarankan anak-anak mengurangi efek radiasi tersebut dengan lebih banyak menggunakan pesan singkat alias SMS ketimbang telepon.

Menurut dia, orangtua harus bijak menimbang jaminan nyata yang diberikan tekhnologi terhadap kemungkinan efek kesehatan anak masa depan.Selain berdampak bagi kesehatan, penggunaan HP pada usia dini pun akan menyita waktu belajar  dan bermain dengan teman sebaya. "Jadi, berbagai dampak negatif harus dipikirkan orangtua sebelum memberikan ponsel kepada anaknya," tutur dokter yang berkarya pada  salah satu klinik di Kota Manado ini. (erv)


Sumber: Tribun Manado 11 Juni 2012 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes