3.334 Orang Menari Dana Dana

Kotamobagu berhasil memecahkan rekor MURI tari massal Dana Dana pada peringatan HUT ke-5 kota tersebut sebagai daerah otonom, Rabu (23/5/2012).
SEBANYAK 3.334 orang memenuhi alun-alun Kotamobagu. Mereka sama-sama menari Dana Dana, tarian  yang bermakna religius usai upacara peringatan HUT Kotamobagu, kemarin. Dengan jumlah penari sebanyak itu maka Kotamobagu kini memegang rekor baru dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI) .

Rekor MURI   sebelumnya dipegang oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut)  yang bertahan hampir tiga tahun. Saat itu jumlah penari Dana Dana mencapai 2.086 orang.

Uniknya lagi ribuan penari tersebut merupakan pelajar SD dan SMP di Kotamobagu. Mereka berasal dari 76 sekolah dasar (SD) dan 13 sekolah menengah pertama (SMP). Tiap SD mengirimkan rata-rata 50 sampai 60 siswa-siswi. Sementara setiap SMP mengutus 100 siswa.

Mereka menari dibalut pakaian warna putih. Alun-alun yangg bernama Hoti Nimbang pun seolah-olah menjadi buih putih dengan gerakan yang rancak. Lenggak-lenggok penari remaja  dipandu beberapa penari senior dari beberapa sanggar di kota tersebut.

Diawali dengan gerakan seperti kepakan sayap burung, para penari terus mengharmoniskan gerakan. Setelah itu mereka pun sujud kepada Sang Agung pemilik semesta alam sambil memohon kesejahteraan bagi Kotamobagu.
Musik menghentak. Para penari mulai menggerakkan kaki mereka. Gerakan maju mundur kemudian berputar. Para penonton terpakau dengan gerakan yang berirama indah. Applaus  pun membuncah saat tarian berakhir.

Para penari bersorak girang saat pihak MURI menyatakan, Kotamobagu telah memecahkan rekor penari massal Dana Dana. Bukan hanya untuk level Indonesia, tapi juga rekor dunia yang sebelumnya dipegang Pemkab Bolmut.

Wali Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit mengatakan Tarian Dana Dana merupakan budaya leluhur yang harus dilestarikan. Tarian  teresebut mempunyai makna filosofis yang bila diresapi bisa memacu Kotamobagu menjadi lebih maju.
"Dalam Tarian Dana Dana ada semangat solidaritas dan soliditas. Dengan menarikan bersama- sama, secara sadar mendorong kolektivitas atau kebersamaan untuk membangun Kotamobagu ke depan," ujar pria yang biasa disapa Antik usai upacara peringatan hari ulang tahun.

Hal tersebut juga dia katakan pada saat memberikan sambutan pada rapat paripurna istimewa DPRD Kotamobagu, kemarin. Menurut dia, untuk pembangunan juga harus merangkul segala potensi dan kearifan lokal di Kotamobagu. (edi sukasah)

Sumber: Tribun Manado 24 Mei 2012 hal 1

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes