Untuk Rakyat Ende dan Rote Ndao

KABUPATEN Ende dan Rote Ndao segera memasuki babak baru dalam perjalanan sejarah mereka sebagai daerah otonom di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hari Senin tanggal 13 Oktober 2008, rakyat Kabupaten Ende dan Rote Ndao yang berhak memilih akan memilih secara langsung pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk masa bakti 2008-2013.

Kita memberi apresiasi positif terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panwas Pilkada, partai politik, Pemerintah Daerah, para calon bupati dan wakil bupati serta seluruh komponen masyarakat di kedua daerah tersebut yang telah menjalani proses demokrasi ini dengan aman dan lancar. Proses itu segera memasuki saat yang menentukan yaitu pencoblosan. Rakyat melaksanakan kedaulatannya.

Di Kabupaten Rote Ndao tercatat 73.168 orang yang berhak memilih. Mereka akan memilih lima pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Rote Ndao yaitu Christian Nehemia Dillak, S.H-Zakarias P Manafe (Nazar) dan Lens Haning-Marthen Luther Saek (Lentera), Drs. Marthen Luther Henukh,M.Si-Junus Fanggidae, SE (Majus), Alfred Zakarias-Stef Batemoy (As) dan Bernad Pelle, S.Ip-Nur Yusak Ndu Ufi, SE (paket Benar).

Sedangkan di Kabupaten Ence tercatat 156.879 pemilih. Mereka akan memilih tujuh pasangan yakni Drs. Don Bosco M Wangge, M.Si-Achmad Mochdar (paket Doa), Drs. Siprianus Reda Lio-Titus M Tibo, S.H (Setia), Silvester Djuma-H Ahmad H Djafar (Mawar), Wilhelmus Wolo, S.H-Albert Bhoka (Wolobhoka), Ir. Marselinus YW Petu-Ir. Stefanus Tani Temu, M.Si (Petani), Ir. Petrus Lengo-Paulus Pase (Lengo-Pase) dan pasangan Ir. Yucundianus Lepa, M.Si-Nur Aini A Rodja, S.Pd (paket Dian).

Sejauh pantauan kita, tahapan Pilkada Kabupaten Ende dan Rote Ndao berlangsung baik. Tidak terdengar gejolak sosial yang merusak kehamornisan masyarakat di daerah tersebut. Inilah modal bagi rakyat Ende dan Rote Ndao memasuki pilkada. Kita harapkan tidak ada pihak yang sengaja merusak suasana indah tersebut dengan tindakan tidak terpuji baik pada masa tenang, saat pencoblosan, perhitungan suara hingga keputusan akhir dari KPU setempat tentang paket yang memenangkan pilkada.

Nafsu kekuasaan cenderung buta hati dan korup. Kekuasaan bisa merusak relasi sosial, mengabaikan regulasi dan norma. Namun, siapa pun mampu mencegahnya jika kepentingan umum dijunjung tinggi. Kepentingan rakyat Kabupaten Ende dan Rote Ndao hendaknya berada di tempat paling utama dari keseluruhan proses pilkada. Diperlukan keteladanan dan kejujuran dari para calon, elite politik serta KPU dan Panwas yang merupakan aktor utama pilkada langsung.

Siapa yang terpilih dengan suara mayoritas, hari ini tak tak ada yang tahu. Semua pasangan calon berpeluang meraih dukungan suara yang diperlukan untuk ditetapkan sebagai pemenang. Pada saatnya kita akan tahu siapa pemimpin terpilih di Ende dan Rote Ndao.

Tidak ada manusia sempurna, namun di antara sekian banyak kekurangan, tentu ada sosok yang bisa memberi harapan. Untuk rakyat Kabupaten Ende dan Rote Ndao yang, kita harapkan memilih sosok pemimpin yang tegas, cakap, jujur dan memiliki komitmen pro rakyat. Pengalaman menunjukkan kepada kita, betapa banyak pemimpin hasil pilkada langsung kinerjanya jauh dari memuaskan.

Pilihlah figur dengan kemampuan manajerial baik. Setidaknya sebagai kepala pemerintahan di daerah, dia mampu menangani adminitrasi pemerintahan dan pembangunan sesuai garis ketentuan. Dewasa ini begitu nyaring terdengar dan kasat mata kita menyaksikan proyek fisik pembangunan tersendat di mana-mana. Di Rote Ndao, misalnya, sebanyak 87 paket proyek yang menggunakan DAU tahun 2008 hingga kini belum dikerjakan karena proses tender bermasalah. Nasib yang sama menimpa 20 paket proyek di Kabupaten Kupang.

Kisah serupa dengan skala soal berbeda juga terjadi di kabupaten lainnya di NTT. Sebagai daerah otonom, Rote Ndao seharusnya lebih cepat membangun dirinya. Dibutuhkan pemimpin yang tidak ingat diri tetapi mau berkoban dan bekerja sungguh- sungguh untuk rakyat.

Kabupaten Ende yang secara geografis berada di tengah Pulau Flores dan Lembata, apa saja keunggulan yang telah dihadirkan pemerintahannya? Wilayah itu nyaris tak terdengar gema-gaungnya dalam pawai pembangunan Flobamora. Perubahan yang dibawa pemimpin dengan integritas baik, itulah kebutuhan rakyat Kabupaten Ende lima tahun ke depan. Keputusan sekarang ada di tangan rakyat Kabupaten Ende dan Rote Ndao. Selamat mencoblos! **

Salam Pos Kupang edisi Sabtu, 11 Oktober 2008 halaman 14
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes