Jessica Mauboy Pulang Kampung

BINTANG Australian Idol, Jessica Mauboy, yang didampingi Atase Kebudayaan Kedubes Australia di Indonesia, Fiona Hoggart, ayahnya Ferdy Richard Mauboy dan manajernya, Ristin Nichols, mengujungi Redaksi Pos Kupang di Jl. Kenari No. 1 Kupang, Jumat (22/8/2008) malam. Dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan itu, Jessica dan ayahnya bercerita tentang riwayat Jessica, termasuk bakatnya dalam dunia tarik suara.

Kedatangan rombongan duta budaya Australia tersebut diterima Pemimpin Umum Surat Kabar Harian (SKH) Pos Kupang, Damyan Godho, yang didampingi Pemimpin Redaksi SKH Pos Kupang, Dion DB Putra, serta sejumlah wartawan media ini.

Dalam pertemuan itu, Fiona Hoggart menjelaskan, Jessica dipilih sebagai duta budaya Australia di Indonesia karena gadis murah senyum ini masih keturunan Indonesia. Ayah Jessica, Ferdy Mauboy, adalah pria asli Timor dan ibunya seorang Australia berdarah Aborigin. Melihat latar belakang tersebut, maka Jessica dianggap lengkap mewakili Australia untuk budaya di Indonesia.

Jessica yang tampil mengenakan blus warna pink dipadu dengan jeans biru tampak santai dan menikmati kehadirannya di tengah-tengah kru Pos Kupang. Senyum manisnya terus mengembang setiap kali diminta menjelaskan tentang dirinya. Bahkan ia sempat membawakan sepenggal syair lagu pop berbahasa Indonesia dialek Kupang, Om Nimbrot, ciptaan Deddy Bartels/Djon Fatutuan. Lagu tersebut diajarkan oleh sang ayah yang sehari-sehari bekerja pada perusahaan listrik di Kota Darwin.

Jessica juga menyatakan senang dan bangga bisa menjadi duta budaya, apalagi bisa datang ke Kupang yang merupakan kota asal ayahnya. "Saya ke Kupang bukan baru pertama, tapi saya senang bisa datang ke sini," jelas gadis kelahiran 4 Agustus 1989 dan anak keempat dari lima bersadara buah kasih Ferdy Mauboy dan Theresa.

Pada kesempatan itu, Jessica mengisahkan pengalamannya mengikuti Australian Idol 2006. Pada awalnya dia malu-malu mengikuti ajang pencarian bakat itu, tapi lama-kelamaan dia semakin percaya diri hingga akhirnya keluarga sebagai runner up Australian Idol 2006.

Ayah Jessica mengatakan, pihak keluarga tidak pernah menyangka Jessica bisa menembus persaingan Australian Idol 2006 yang sangat ketat. Menurut pria yang bermigrasi ke Australia tahun 1978, Jessica memiliki bakat nyanyi sejak kecil. Pada usia lima tahun, Jessica sudah biasa menyanyi dan kerap menggunakan sapu lidi sebagai pengganti microphone. Jessica kecil pun kerap menyanyi dalam acara-acara keluarga di Darwin. Jessica dan keluargnya cukup dikenal di kalangan warga asal Indonesia, khususnya warga asal NTT di Darwin.

Di akhir pertemuan tersebut, keluarga Jessica yang ada di Kupang secara spontan datang menemui Jessica. Suasana haru pun sangat terasa di Redaksi Pos Kupang ketika sanak keluarga Jessica melepas rindu dengan bersalaman. Jessica pun sangat gembira melihat belasan sanak keluarganya di Kupang datang menemuinya.

Keakraban keluarga dengan Jessica membuat manajernya, Ristin Nichols, dan Atase Kebudayaan-Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Fiona Hoggart, berkali-kali mengingatkan bahwa Jessica harus segera meninggalkan Redaksi Pos Kupang untuk beristirahat, karena agenda Jessica hari Sabtu (23/8/2008) ini sangat padat.

Menurut Rencana, pagi ini Jessica dan rombongan akan berangkat ke Nunkurus untuk melihat sekolah satu atap (Satap) dan menyapa para pelajar di sana. Sekolah ini merupakan satu di antara 1.000 sekolah di Indonesia yang sudah dibangun atau diperluas di bawah program Kemitraan Australia Indonesia.
Selain mengunjungi sekolah-sekolah tersebut, Jessica juga akan mengunjungi Yayasan Senang Hati di Bali, suatu program masyarakat yang memberikan perawatan fisioterapi dan dukungan bagi orang-orang berkekurangan.

Sementara di Jakarta, Jessica akan menjadi bintang tamu dalam pagelaran konser Tribute to the Nation untuk merayakan peringatan ke-63 Proklamasi Kemerdekaan RI.

Kunjungan Jessica Mauboy ke Indonesia disponsori oleh Dewan Kebudayaan Internasional Australia (Australia International Cultural Council) dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia sebagai bagian dari IN2OZ: Creative Australia. (alf)

Pos Kupang edisi Sabtu, 23 Agustus 2008 halaman 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes