26 Orang Masih Hilang di Siau

SIAU, TRIBUN - Maritji Manutur, S Maliku dan Amang Antarameng tentu tak pernah tahu jika kehidupan mereka akan berakhir, Sabtu (25/1). Ketiga warga Desa Nameng, Kecamatan Siau Barat Utara,  Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini, ditemukan meninggal dunia akibat terjangan banjir bandang.

Jasad tiga orang itu ditemukan bersama lima orang lainnya yang luka-luka tapi dalam kondisi masih hidup. Sementara puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang. Ada yang menyebut korban hilang 26 orang sementara warga lain menyebut masih 27 orang yang hilang hingga Minggu (26/1/2014).

Sebenarnya belum ada kepastian berapa jumlah penumpang di perahu penyeberangan yang akan menuju Ulu yaitu ibukota di Pulau Siau, Sitaro itu. Sebab perahu penyeberangan itu tidak miliki nama daftar penumpang. Para korban dan tidak menduga angin puting beliung menciptakan pusaran air besar yang mematikan seperti banjir bandang atau air bah yang menyerang ke daratan.

Demikian diceritakan Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika  (Dishubkominfo) Pemerintah Kabupaten Sitaro Gandha Mulalinda kepada Tribun Manado, Minggu (26/1).  "Mereka (para korban) waktu bencana itu terjadi,  seperti hari-hari biasanya mau ke Ulu. Sebagian besar penumpang mau jualan ke pasar di Ulu. Tidak ada yang menduga tiba-tiba ada puting beliung menerpa perahu  itu. Jadi menurut keterengan saksi mata dan korban yang selamat ada angin besar yang tiba- tiba membuat air laut seperti terangkat ke atas dan menjadi seperti pusaran. Dan air itu terhempas di atas sela-sela lereng, karena memang kampung itu di daerah lereng lalu air itu kembali tercurah dari lereng ke arah laut jadi seperti banjir bandang yang menghantam kampung itu," jelasnya.

Selain perahu berpenumpang, ada satu rumah yang ada di dermaga kampung itu yang hancur tak tersisa. "Satu rumah di pinggir pantai Nameng, dekat dermaga hancur juga dihantam puting beliung itu. Rumah-rumah penduduk yang lain di desa itu aman karena memang rumah-rumah di situ berjauhan," kata Gandha.

Gandha menuturkan, menurut keterangan saksi mata kepada pihak Dishubkominfo Sitaro, perahu penyeberangan itu masih menunggu satu orang penumpang yang belum datang. Hujan tidak begitu deras dan ombak tidak begitu tinggi tapi bencana itu tiba-tiba terjadi. "Bisa dibilang kondisi laut sudah mendingan dibandingkan minggu lalu. Izin pelayaran juga sudah kami sampaikan sejak 20 Januari sudah boleh. Tapi memang bencana itu tak bisa diprediks," ungkapnya.

Dikatakannya,  pihaknya terus mendampingi tim Search and Rescue (SAR) gabuangan dari Dishub, TNI AL, Polair, Polsek Urban Siau Barat, PMI Sitaro dibantu warga setempat untuk mencari para korban yang hilang. Disebutnya ada dua kemungkinan korban ini berada di laut atau tertimbun di tanah longsor. "Puting beliung itu menciptakan pusaran air dan membawa air menjadi banjir bandang. Di Desa Nameng tidak ada sungai. Jadi jika air itu masuk ke celah lereng dan jatuh kembali ke bawah maka lereng itu akan menjadi seperti sungai yang menurunkan banjir bandang dari laut ke atas (desa) dan kembali menghantam ke bawah," katanya.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kabupaten Kota Sitaro James Marthin menegaskan informasi resmi Pemkab Sitaro, korban yang meninggal 3 orang, 5 selamat dan 26 masih hilang. Adapun bencana ini terjadi sekitar pukul 09.30 Wita, Sabtu (25/1)  dan hingga hari Minggu pukul 18.00 Wita belum ditemukan korban lain yang dinyatakan hilang. "Yang selamat sekarang dirawat di RSUD Sawang dan proses pencarian masih berlangsung. Sudah ada tim gabungan di sini. Rencananya  Tim Basarnas dari Manado akan tiba hari Senin (27/1)  untuk membantu proses evakuasi," ungkap James.

Secara terpisah, Anggota DPRD Sitaro Mochatar Kaudis menyebutkan peristiwa ini sangat menyedihkan bagi masyarakat Sitaro. "Sangat sedih semoga korban hilang segera ditemukan," ungkapnya. Pihaknya pun berharap pihak berkompeten bisa membantu proses evekuasi puluhan orang yang diduga hilang. Apalagi kemungkinan ada yang terhempas ke laut. "Segala sesuatu memungkinkan semakin cepat proses pencarian masih ada kemungkinan korban ada yang selamat. Semoga pihak berkompeten bisa bersama-sama membantu proses evakuasi," katanya. (dit)


Andrianto Melompat dari Perahu

APARAT Polres Sangihe bersama tim gabungan  BNPB Sitaro dan TNI masih terus mencari 26 korban yang hilang akibat banjir bandang dan angin puting beliung di Desa Nameng Kecamatan Siau Barat Utara Kabupaten Sitaro. "Ada 26 orang yang dinyatakan hilang. Kami masih melakukan pencarian," kata Kapolres Sangihe, AKBP Sumitro kepada Tribun Manado, Minggu (26/1/2014).

Diungkapkannya, musibah itu berlangsung sangat cepat. Dia mendengar dari saksi mata di sana bahwa ada  korban yang sempat berteriak meminta tolong dan berhasil lolos dari terjangan air. Sebagian besar terbawa arus dengan timbunan material berupa pohon, batu dan tanah.

Sumitro mengatakan, warga yang selamat sebanyak delapan orang. Dari delapan orang tersebut dua di antaranya Andrianto Balumpia dan Rintu Bareng yang kondisinya sehat sedangkan enam orang lainnya luka-luka.

"Kedua orang itu melompat dari perahu. Dia awalnya sudah melihat ada banjir dan
kemudian melompat. Enam orang lainnya saat ini sedang dirawat di RS Sawang di Siau," kata Sumitro.

Tim gabungan  sudah menemukan tiga orang meninggal masing-masing, Manutur, Antarameng, Sunarni Maliku. Dua  korban ditemukan pukul 10.00 Wita di dermaga pantai Nameng dan satunya lagi ditemukan di dekat pantai sekitar pukul 19.30 Wita, Sabtu (25/1).

Sumitro menjelaskan, Desa Nameng terletak di di tepi pantai. Di pantai tersebut ada dermaga kecil untuk mengangkut warga yang hendak pergi pusat Kota Siau di Ulu. Tiap hari Sabtu, warga pergi ke Ulu untuk berjualan sekaligus berbelanja  dengan menggunakan perahu penyeberangan. Kepala Basarnas Manado, Suyanto Samigan yang dikonfirmasi, Minggu (26/1), mengatakan timnya sudah berangkat ke Siau untuk mencari dan mengevakuasi para korban. (kev)

Sumber: Tribun Manado 27 Januari 2014 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes