Keluarga Korban Sitaro Mulai Pasrah

SIAU, TRIBUN - Pasrah!  Itulah kata yang diutarakan James Marthin tentang suasana batin keluarga korban bencana di Desa Nameng, Kecamatan Siau Barat Utara Kabupaten Sitaro. James, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Sitaro mengakui keluarga mulai pasrah karena hingga hari Rabu (29/1/2014), pencarian para korban yang diduga tertimbun material longsoran di dasar laut  belum membuahkan hasil.

"Sebagian besar keluarga korban mengaku sudah pasrah. Ada yang sudah meminta untuk cari waktu ibadah adat pemakaman bersama di lokasi bencana ini. Pemerintah tentu siap memfasilitasi. Tapi pemerintah tidak mau memaksakan kehendak. Kita masih berusaha mencari sampai hari ini," ungkap James dengan suara agak parau kepada Tribun Manado, Rabu (29/1)

James mengatakan, ia selalu berada di lokasi bahkan dalam kondisi hujan deras bersama Bupati Sitaro Tonny Supit. Mereka  berangkat ke lokasi bencana  di Nameng dengan mengunakan sepeda motor. "Kalau lewat darat  lebih aman karena di laut ombak kencang. Tapi harus lanjut jalan kaki karena ke desa ini belum ada jalan untuk kendaraan," katanya.

Diakuinya, sampai kemarin Tim Basarnas Manado masih berada di lokasi bencana dan mempelajari strategi evakuasi yang efektif. Posisi perairan Nameng yang berupa palung  sangat menyulitkan penyelam profesional sekalipun. "Arus deras, ombak kuat. Jadi mau menyelam risiko nyawa. Kemungkinan besar mereka (para korban) tertimbun perahu yang terbalik dan tertindih batu. Jadi batu-batu ini harus diangkat dulu dan sepertinya butuh 200 sampai 300 penyelam karena menurut Basarnas timbunan batu dari longsor itu sangat banyak," jelasnya.

James mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Sulut Djouhari Kansil yang telah mengunjungi para korban selamat yang kini dirawat di RSUP  Prof Kandou Malalayang Manado.  "Terima kasih kepada Pak Wagub yang memperhatikan dan menguatkan para korban selamat di Manado. Karena memang keluarga sangat terpukul apalagi ada yang satu keluarga terpisah karena yang lain selamat dan yang lain tidak ditemukan," katanya.


Dilanjutkan Hari Ini
Kapolres Sangihe AKBP Sumitro  yang dihubungi secara terpisah, Rabu (29/1), mengungkapkan pencarian terhadap 31 warga Nameng akan berlanjut hari ini. "Pencarian hari ini (kemarin, Red) kami hentikan jam empat sore tadi," katanya.
Diakuinya, tim gabungan Basarnas, Polri, TNI,  Pemkab Sitaro serta masyarakat belum berhasil menemukan korban. Kata dia, hingga saat ini tercatat 31 orang yang dinyatakan hilang akibat musibah tersebut.

Dalam pencarian itu, kata Sumitro, Polres Sangihe menurunkan 30 orang personel. Mereka dibantu Direktorat Pol Air Polda Sulut dengan menurunkan 1 unit kapal dan  tim penyelam.  Sumitro juga menyebut beratnya medan serta cuaca buruk menyulitkan tim gabungan melakukan pencarian. Dia  memprediksi korban tertimbun material berupa pohon, batu dan tanah. Apakah ada kemungkinan terseret ke laut? Sumitro belum bisa memastikannya. "Tapi jika benar, biasanya jenazahnya akan mengapung. Tapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda. Yang pasti kami masih melakukan pencarian," tandasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya,  Sabtu (25/1) pagi,  puluhan warga Desa Nameng, Siau turun dari kampung mereka menuju dermaga di pantai antara Desa Nameng dan Bukide. Mereka hendak ke Pasar Ulu Siau menggunakan perahu motor. Sekitar pukul 09.00 Wita saat ABK perahu masih menunggu kedatangan seorang penumpang, hujan turun di wilayah itu disertai angin kencang.

Menurut saksi mata, angin puting beliung yang datang tiba-tiba membuat air laut seperti terangkat ke atas lalu terhempas di atas sela-sela lereng perkampungan di pantai itu. Air kembali tercurah dari lereng ke arah laut, berubah seperti banjir bandang yang menghantam perahu di pantai. Perahu terguling, tercabik-cabik. Para penumpang diterjang air bah bercampur material  batu, pasir dan kayu. Sebagian besar penumpang terhempas ke laut dan sebagian tertimbun material longsoran dari perkampungan. Hingga kini baru tiga korban tewas yang ditemukan.(dit/kev)

Sumber: Tribun Manado 30 Januari 2014 hal 1

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes