Sekolah Darurat Mulai 26 Januari 2014

MANADO, TRIBUN -  Kurang lebih 8.000 pelajar mulai dari TK hingga SMA di Kota Manado harus  kembali mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah darurat mulai hari Senin (26/1/2014) pekan depan. Para pelajar di ibu kota Sulawesi Utara (Sulut) ini  terpaksa libur sejak bencana banjir bandang 15 Januari 2014. Demikian keputusan rapat di kantor Gubernur Sulut yang dipimpin Gubernur Dr Sinyo Harry Sarundajang, Kamis (23/1).

 "Senin, Selasa (pekan depan) sekolah harus dibuka. Yang tidak sekolah selama ini  harus sekolah karena  ujian sudah dekat," kata gubernus seusai rapat tersebut.

Gubernur mengatakan, meskipun dalam kondisi darurat kegiatan belajar-mengajar para siswa harus segera dimulai. "Bagi sekolah yang bangunannya rusak dan tidak bisa digunakan lagi, dipindahkan ke sekolah lain. Mereka sama-sama belajar di situ, nanti akan diatur. Tidak boleh berhenti belajar," katanya lagi.

Dalam rapat kemarin, lanjut gubernur, pemerintah memutuskan untuk membagikan seragam sekolah bagi pelajar  yang menjadi  korban banjir bandang. "Yang belum ada pakaian sekolah, akan didata diberikan oleh pemerintah," katanya.

Selain itu, akan dibuka dapur umum di sekolah-sekolah yang berada di lokasi banjir agar agar para guru dan siswa bisa mendapat suplai makanan.  "Kita juga pikirkan di sekolah ada dapur umum untuk guru dan murid-murid," ujarnya.

Gubernur menambahkan, mulai hari ini, kerja bakti darurat sampah yang melibatkan  PNS, TNI, Polri dan masyarakat  akan fokus pada pembersihan sekolah-sekolah yang tergenang banjir hingga menyisakan endapan lumpur dan sampah.

Berdasarkan data dari Pemerintah Kota Manado,  sebanyak 111 sekolah dari TK sampai SMA yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang Rabu pakan lalu. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Dante Tombeg sebanyak 5.000 siswa terkena dampak langsung banjir bandang. Sekolah mereka rusak berat diterjang banjir. Sedangkan sekitar 3.000 siswa tidak langsung mendapat imbas dari bencana itu.

Sementara itu,  dua hari kerja bakti massal  membersihkan  sampah dan lumpur yang dilakukan PNS, TNI/Polri dan masyarakat. sudah membuahkan hasil. Jalan di Kelurahan Pakowa lingkungan V ke Ranotana Weru Lingkungan I Kecamatan Wanea sudah terbuka, Kamis (23/1/2014).

Lumpur setinggi 70 cm telah disingkirkan tiga unit alat berat, sementara sampah dan pembersihan rumah warga ditangani tenaga manusia. Sampah dan lumpur kemudian diangkut lima unit truk ke TPA Sumompo. "Memang sudah jadi target awal akses jalan bisa dilalui kendaraan. Sebab itu kita perlu mengeluarkan lumpur yang menutupi jalan," kata Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Dr  Djouhari Kansil yang menjadi koordinator kerja bakti di Pokowo. Dia mengungkapkan, gerakan darurat sampah masih lima  hari lagi. Target berikutnya membersihkan sampah dan lumpur di jembatan Pakowa "Tinggal di jembatan, sampai besok pagi (hari ini), target semua itu  diangkut," katanya.

Setidaknya kata Wagub, jika lumpur itu sudah diangkat maka akan memperlancar arus lalu lintas ke Pasar Karombasan Manado. "Kemudian arus akses jalan yang bawa bantuan bisa mudah dilewati," sebutnya.

Selain rumah warga, wagub mengatakan, sekolah menjadi prioritas untuk dibersihkan lebih dahulu. Sedikitnya ada dua sekolah di lokasi tersebut, "Sekolah harus dibersihkan dulu supaya anak-anak bisa digunakan," kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulut ini. "Sekolah yang di Ranotana Weru itu lumpurnya setinggi lutut sudah dibersihkan, nanti besok (hari ini) sampah di halaman diangkut pakai alat berat. Satu sekolah lagi ditangani personel Brimob," ujarnya.

Terkait aksi bersih-bersih ini, lanjut Kansil, selama sepekan  PNS  di lingkup Pemprov Sulut perlu masuk kantor karena mereka bekerja di luar kantor atau di lokasi bencana. "Seminggu ini kerja dulu di lapangan. Pengabdian  masyarakat tidak harus selalu di kantor, justru ini waktu yang tepat untuk turun," ujarnya.
Wagub yakin PNS  punya  empati terhadap korban banjir, sehingga dengan ikhlas turun bersama-sama dalam kerja bakti. "Memang tetap diabsen," katanya. (ryo)

Sumber: Tribun Manado 24 Januari 2014 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes