Lumentut Akui Bantuan Belum Merata

WALI Kota GS Vicky Lumentut tak pernah menyangka banjir bandang bakal menghantam Kota Manado pada 15 Januari 2014. Kondisi kota porak-poranda sehingga menyebabkan aktivitas di daerah terjangan banjir bandang lumpuh total.

Kini, sepekan bencana itu sudah berlalu. Namun dari sana-sini terdengar cerita pilu. Banyak korban mengaku belum tersentuh bantuan pemerintah. Sementara sampah di mana-mana menggunung, lumpur masih menggenangi rumah-rumah warga yang rusak.

Kepada Tribun Manado dan Kompas TV Manado, Kamis (23/1/2014) Lumentut mengakui bencana yang terjadi jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sangat luas daerah yang terkena bencana sehingga memang ada masyarakat yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

"Bahwa bantuan Pemkot Manado belum sampai ke wilayah sebagian korban banjir, itu memang betul. Kita tidak mau hanya datang, sekadar ambil data dan foto-foto lalu pergi. Kita ingin action. Kalau kita datang kita harus membawa alat berat, dump truk, ambulans dan makanan-minuman," ungkap Lumentut.

Berdasar data yang dia pegang, ada 56 kelurahan yang terendam, 621 rumah hanyut, 10.443 rumah rusak, 27 masjid rusak, 29 gereja rusak, 111 sekolah dari TK sampai SMA rusak dan infrastruktur seperti jembatan dan jalan juga mengalami kerusakan.

"Banyak keluhan masuk ke saya. Butuh makan, butuh layanan kesehatan, semuanya. Namun dengan besarnya bencana ini, luasnya bencana ini, perlu ada bantuan. Tahun lalu Pemkot Manado memang sanggup, tapi untuk recovery keadaan sekarang ini, kita tidak akan mampu maksimal. perlu bantuan dari provinsi dan pemerintah pusat," jelasnya.

Lumentut mengatakan, kedatangan Wakil Presiden Boediono dan para menteri, memberi asa tersendiri bagi recovery. Data korban dan kerusakan akibat banjir dikirim ke pemerintah pusat untuk usulan recovery.

"Seperti relokasi warga yang tinggal di DAS Tondano. Wapres berjanji akan membangunkan rumah, sementara Pemkot Manado menyiapkan lahannya. By name, by addres, semua harus lengkap," kata dia.

Sementara sekarang ini, kata dia, lumpur dan sampah menggunung di mana-mana sehingga masalah ini harus dituntaskan. Sebab, jika lumpur dan sampah tidak secepatnya dikerahkan, maka dikhawatirkan korban banjir akan terkena penyakit.
Vicky mengaku senang banyak orang turun membersihkan kota, namun jika dilakukan dengan sistem manual seperti ini tidak akan efektif.

"Solusinya adalah menggunakan alat berat. Kalau tenaga manusia itu terbatas. Sementara kita butuh cepat untuk menyelesaikannya, sehingga kita akan kerahkan alat berat dan dump truk untuk membersihkan kota. Sudah ada kontraktor yang menelepon saya untuk menambah alat beratnya," jelas dia.

Ketika ditanya apakah lorong-lorong warga mampu dijangkau alat berat, Lumentut termenung sejenak. Dan ketika diusulkan bahwa warga kerja bakti membersihkan rumah dan mengangkut sampah ke pinggir jalan, sementara alat berat menyapu sampah-sampah yang diangkut warga ke pinggir jalan, Lumentut pun menyetujuinya.

Dia berjanji secepatnya menuntaskan lumpur dan sampah ini. Setiap hari Lumentut mengaku terjun ke lokasi bencana dan malamnya menggelar rapat koordinasi. Pada saat bencana melanda, rapat digelar sampai Subuh. Namun dalam tiga hari terakhir rapat digelar pada pukul 20.00 Wita dan selesai pukul 22.00 Wita. Rapat digelar di Posko Pemkot Manado.

Menurutnya, para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkot Manado banyak juga yang menjadi korban, sehingga juga sibuk membersihkan rumahnya. "Sementara ini, PNS yang perempuan membersihkan kantor kita, dan yang pria turun ke masyarakat membersihkan rumah warga," kata dia.

Sejak bencana melanda, Lumentut ngaku tak bisa tidur. Meski menyempat pulang ke rumah di Kompleks Bumi Beringin Manado setiap dini hari, dan berusaha memejamkan pata pada pukul 02.00 Wita, namun dia hanya bisa istirahat 3-4 jam.
"Pagi-pagi, jam enam saya bangun dan langsung ke lapangan," katanya. Ketika ditanya apakah memiliki resep khusus untuk menjaga stamina tubuh, dia mengaku tak mengonsumsi vitamin. "Hanya sayur-sayuran, buah dan makan ikan. Tapi yang penting selalu dekat dengan Tuhan, yang di Atas," tandasnya. (rbt)

Sumber: Tribun Manado 24 Januari 2014 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes