Kekuatan Sosial Media

SENIN (20/1/2014) sore, banyak orang menerima dan meneruskan broadcast BlackBerry Messenger bertajuk Mari Jo Bangkit.

Isi broadcast itu demikian, Pascabecana banjir, bukan saatnya lagi torang saling menyalahkan ini salah siapa, ini tanggung jawab siapa. Kenyataannya, Kota Manado masih banyak tu sampah deng pece yang menggunung. Mari jo torang sama-sama baku bantu kase bersih ni sampah deng pece, supaya torang pe kota tercinta ini segera pulih. Sedia waktu hari Rabu, 22 Januari for torang baku bantu dengn warga yang kena bencana for kase bersih ni sampah deng pece. Tolong bantu broadcast supaya Rabu, Manado bisa bersih. For torang pe kota tercinta.

Broadcast yang disusun usai rapat budgeting sore dari ruang redaksi Ribut Raharjo itu mendapat sambutan luar biasa dari berbagai kalangan. Banyak orang menelepon Tribun Manado dan menyatakan turut berpartisipasi.

Termasuk Kepala Rutan Malendeng, Yulius Paath yang kemarin membuktikan mengerahkan 22 narapidana dan 10 petugas rumah tahanan untuk bersih-bersih. Bukti bahwa kekuatan sosial media begitu kuat untuk sebuah ajakan kebaikan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun memanfaatkan sosial media untuk menyampaikan langkahnya mengatasi bencana erupsi Gunung Sinabung. Melalui akun twitter @sbyudhoyono, Rabu (22/1) malam, SBY menegaskan bahwa kebijakan dan dan solusi lengkap penanganan bencana erupsi Sinabung akan diambil setelah mendengarkan saran Gubernur Sumut dan Bupati Kabanjahe.

"Kebijakan & solusi lengkap utk Sinabung, insya Allah saya tetapkan besok di Kabanjahe, setelah mendengarkan saran Gub & Bupati," ungkap SBY dalam akun twitternya @sbyudhoyono.

Lebih lanjut dijelaskan SBY masih dalam akun twitternya, putusan juga telah diambil pemerintah, Selasa (21/1) lalu dalam rapat di Kantor Presiden.

"Solusi Sinabung a.l: cegah korban jiwa, layani pengungsi, beri bantuan kpd petani & relokasi desa yg masuk wilayah berbahaya," jelasnya.


Sayangnya, karena kekuatan pengaruh sosial media besar, lalu dimainkan oleh manusia tidak bertanggung jawab. Manusia keji yang menyebarkan isu meresahkan bagi warga.

Seperti pada kejadian Jumat (17/1) lalu ada yang menyebarkan isu tsunami melalui broadcast BlackBerry Messenger. Akibatnya, warga panik, banyak yang mulai mengungsi, arus lalu lintas di sana-sini macet dan anak-anak ketakutan.

Untuk itu, kita perlu bijak dalam memanfaatkan teknologi dengan menyebar berita ajakan positif melalui media sosial. Jangan gunakan media sosial untuk menyebar isu, gosip dan fitnah. 

Kita juga harus bijak dalam menerima isi broadcast. Telaah isinya, dan cari sumber informasi pembanding terkait isi broadcast tersebut. (*)

Sumber Tribun Manado: 24 Januari 2014
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes