Angel Butuh Seragam Sekolah

Bila melintas dari arah Kairagi menuju pusat kota atau sebaliknya, Anda mungkin tak menyangka kalau yang berada di sisi Jl Yos Soedarno itu adalah korban banjir.
HARI Senin (18/2/2013) sekitar pukul 18.00 Wita, tampak sebuah tenda yang terpasang di kawasan jalan Yos Sudarso tepatnya di dekat  tebing yang longsor pada hari Minggu (17/2/2013).  Awalnya, Tribun Manado mengira bahwa tenda itu hanya tempat warga yang sedang berjualan. Setelah mendekat, ternyata ada  beberapa wanita yang sedang merebus singkong.

Saat berdiri di pinggir tenda atau dari pinggir jalan terlihat jauh di bawah sana, di dekat sisi DAS Tondano  beberapa pria yang sedang duduk santai di atas kursi kayu sambil minum kopi. Selain sejumlah pria, Tribun Manado juga melihat tumpukan barang yang ditutup dengan terpal berwarna biru. Dalam terpal tersebut berisi TV dan barang-barang eletronik lainnya.

Di tempat yang sama, terlihat pula sejumlah anak yang sedang asyik bermain. Ada yang bermain boneka ada pula yang sedang bermain sepeda. Mereka ternyata adalah warga yang tinggal di sisi DAS Tondano.  Mereka terpaksa mengungsi ke pinggir Jalan Yos Soedarso setelah rumah hanyut akibat naiknya air Sungai Tondano di kawasan Kairagi tersebut.

 Rumah kelurga ini berada di pinggir sungai. Ina Kamudi (52), merupakan wanita paling tua dalam keluarga tersebut. "Kami di sini ada dua keluarga. Kami terpaksa mengungsi ke pinggir jalan karena rumah hanyut," ujarnya. Dia menceritakan, banjir yang menghanyutkan rumah mereka terjadi pada Sabtu (16/2) pukul 18.00 Wita. Ketika itu dia sedang mencuci piring, tiba-tiba air naik dengan cepat, sehingga ini tidak bisa lagi menyelamatkan barang-barang.

"Hanya beberapa yang bisa diselamatkan. Saya menyelamatkan keluarga yang lebih penting," ungkapnya.Kejadian seperti ini, menurutnya baru pertama kali terjadi setelah 10 tahun tinggal di sisi DAS Tondano. Biasanya jika banjir air naik  hanya selutut  tapi  kali ini telah mencapai lebih dari dua meter.

Penderitaan mereka juga bertambah manakala cucu dari Ina Kamudi yang bernama Angelina Sendiang tak bisa ke sekolah. Seragam milik Angelina ikut terbawa air. "Hari ini (kemarin) Angel tidak sekolah, seragamnya hanyut terbawa banjir," ujar Ina sambil menaruh daun-daun ke dalam kaleng bekas.


Angel, murid kelas 5 SD tersebut belum tahu kapan akan masuk sekolah lagi karena seragam, buku serta alat tulisnya sudah tidak ada lagi. "Kalau di sekolah ramai, banyak teman-teman," katanya. Menurut Ina, dia bersama delapan anggota keluarga lainnya mendirikan tenda di pinggir jalan karena tidak tahu harus kemana lagi untuk mengungsi. Perlahan-lahan dia bersama suami Rudi Runtukahu (59) berniat membangun kembali rumahnya. "Saya tidak tahu lagi harus pindah ke mana," katanya.

Keluarga ini memang membutuhkan bantuan. Menurut Ina, selama rumahnya hanyut, keluarganya pernah menerima bantuan berupa nasi bungkus dari pemerintah. "Warga yang melintas pun ada yang memberikan uang ala kadarnya. "Kami memang butuh uluran tangan. Yah maklum saja karena suami saya hanya pekerja bangunan," ungkapnya. (kevrent sumurung/herviansyah)

Sumber: Tribun Manado 19 Februari 2013 hal 1

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes