Suka Duka Tagana di Posko Dapur Umum

Meskipun dalam status darurat bencana, tapi Yudi memastikan timnya berupaya agar  korban banjir tidak bosan menikmati makanan yang mereka sajikan

KEHADIRAN personel taruna siaga bencana (Tagana) di 21 titik posko dapur umum di Kota Manado pascabanjir bandang 15 Januari 2014 sangat besar artinya bagi warga yang tertimpa bencana. Peran mereka sangat vital, salah satunya menyiapkan kebutuhan makan minum bagi korban banjir.

Kesibukan mereka begitu terasa ketika Tribun Manado menyambangi salah satu posko dapur umum di Kelurahan Komo Luar Kecamatan Wenang Manado, Minggu malam (2/2/2014). Beberapa personel Tagana tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk sekitar 400-an warga korban banjir bandang di kelurahan ini.

Jarum jam sudah menunjukan pukul 18.30 Wita, tanda mereka harus bergegas karena waktu makan malam hampir tiba. Telur goreng mata sapi dan ikan sarden pedas dipilih sebagai menu makan malam ratusan korban banjir di lokasi ini.
Salah seorang yang sibuk menumis cabe sambil diajak ngobrol adalah Yudistira Musrin, koordinator posko dapur umum Komo Luar. Dia merangkap kepala koki.

Yudi, begitu sapaan akrabnya, bersama enam rekan Tagana lain sudah bekerja selama 17 hari menyiapkan makanan  untuk korban banjir di posko dapur umum tersebut. "Belakangan ini beberapa di antara kami kurang sehat, hanya tetap bersyukur masih bisa untuk bagi tugas di dapur siapkan makanan," tuturnya.

Menurut Yudi, tujuh orang Tagana di posko  ini sudah dibagi tugas masing-masing. Ada yang ke pasar, ada juru masak, dan ada yang jaga malam untuk memastikan semua warga sudah makan semua. "Jadi ada yang ke pasar jam 5 pagi, ada yang mengolah makanan dan ada yang bertugas jaga malam untuk pastikan ada yang belum makan setelah jam makan malam berakhir tetap bisa terlayani," jelasnya.

Yudi bersyukur ketersediaan stok logistik, khususnya bahan makanan kering dari Dinas Sosial Kota Manado tetap tercukupi, sehingga warga bisa makan teratur tiga kali sehari. "Ke pasar tinggal beli bahan makanan basah saja," ujarnya.

Meskipun dalam status darurat bencana, tapi Yudi memastikan timnya berupaya agar warga korban banjir tidak bosan menikmati makanan yang mereka sediakan di posko dapur umum. "Setiap hari menunya kami ganti mulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam. Meskipun habis kena bencana, tetapi selera makan warga juga tetap kami jaga. Makanan diolah bersih, sehat dan rutin diganti biar tidak bosan," tuturnya.

Di tengah kesibukan sebagai kepala koki,  Yudi yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif program pasca sarjana FISIP Unsrat mengaku tak pernah redup semangat, meskipun diakuinya harus pintar membagi waktu antara tugas di dapur umum dan menyelesaikan kuliah. "Saat ini saya sementara dalam penyusunan tesis. Memang cukup kelabakan bagi waktu, tapi syukurlah masih bisa dijalankan," ujarnya. Bahkan Yudi mengaku tiap hari bawa laptop ke posko dapur umum.

"Seusai masak bisa lanjut susun tesis. Makanya laptop sekalian dibawa," tuturnya.
Tak banyak orang seperti Yudi bisa dengan rela hati membagi konsentrasi antara tugas menyusun tugas akhir dan membantu warga korban bencana. "Bagi saya, tugas kemanusiaan itu adalah panggilan jiwa. Ada kepuasan tersendiri ketika bisa membantu warga yang tertimpa bencana," tutur anggota Tagana angkatan 2005 ini.

Meskipun diakui, tujuh hari pasca bencana harus stand by hingga subuh di posko, dirinya bersama teman-temannya tetap semangat menyiapkan kebutuhan makan minum warga. "Yah, meskipun sedikit sempat ada protes dari istri, tapi syukurlah saya masih bisa yakinkan keluarga kalau ini adalah tugas mulia," ujarnya.

Yudi hanya berharap, di tengah keprihatinan akibat bencana ini, warga boleh diringankan dengan kehadiran semua personel Tagana, dan sukarelawan yang tanpa lelah membantu warga.

"Kami bersyukur tiap hari warga yang datang mengambil makanan di sini kian berkurang. Itu artinya sebagian besar dapur rumah warga sudah bisa dimanfaatkan lagi. Dengan demikian rencana perpanjangan tanggap darurat yang akan berakhir 13 Februari  benar-benar sudah bisa menjamin warga kita yang kena bencana tidak akan kesulitan terutama  kebutuhan makan tiap hari," tandasnya. (fransiska noel)

Sumber: Tribun Manado 3 Februari 2014 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes