Sarundajang Pasrah Diomeli Warga

MANADO, TRIBUN -  Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Dr Sinyo H Sarundajang mengaku pasrah diomeli warga karena tak mampu mencegah  aksi pembuangan sampah di sisi jalan Ringroad Manado pascabanjir 15 Januari  2014.

"Saya dihujat ini karena Ringroad sudah bau busuk, tapi apa boleh buat, kalau sudah selesai  kita angkat semua itu (sampah)," kata Sarundajang di Kantor Gubernur Sulut, Kamis (30/1/2014).

Gubernur  tak menyalahkan warga membuang sampah di  Ringroad  karena ini dalam keadaan darurat apalagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo tak mampu lagi menampung sampah pascabanjir "Dalam keadaan darurat apapun, saya izinkan," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat yang mengikuti konvesi calon presiden  ini.

Gubernur  Sarundajang juga memahami kesulitan Pemerintah Kota Manado hendak membuang sampah di luar wilayahnya akan menimbulkan penolakan.  "Seperti ini pemprov wajib membantu, di Sulut jangan ada lagi sekat-sekat," katanya.

Wali Kota Manado Dr GS  Vicky Lumentut mengungkapkan sampah dan lumpur pascabanjir di Kota Manado diperkirakan mencapai 100 ribu ton yang tersebar  di 56 kelurahan. Berdasarkan hasil evaluasi yang barus terangkat sekitar 40 ribu ton. Ia mengakui ada tiga lokasi tempat penampungan sampah sementara, yakni lapangan Ketang Baru, Lapangan Maesa dan jalan Ringroad.

Dua tempat pertama,  kata Lumentut ada  di bawah kendali Pemko Manado, sementara di Ringroad digunakan oleh para relawan. "Ini tak bisa dipersalahkan, yang penting  niat baik para relawan  untuk mempercepat akses yang tertimbun sampah dan lumpur. Biarkanlah itu nanti jadi pekerjaan rumah kami. Akan dipindahkan, meskipun kami kesulitan untuk ruang pembuangan," katanya.

Lumentut mengatakan, mengingat TPA Sumompo tak mampu lagi menampung sampah, maka akan dilihkan ke daerah Tingkulu. "Kami punya tanah di daerah Tingkulu, kalau diizinkan itu memang untuk membuang sampah. Karena lumpur yang paling banyak tidak mengganggu lingkungan," ujarnya. "Ada juga beberapa daerah lembah,  kami minta izin pemilik lahannya, kalau diizinkan kita buang di sana," tambahnya lagi.

Seperti disaksikan Tribun Manado, Kamis (30/1),  masih banyak sopir truk dan mobil pick up yang buang sampah di Ringroad, persis di dekat sungai pula. Sekitar pukul 12.00 Wita ada dua truk besar dan satu mobil pick up membuang berbagai jenis sampah di daerah ini. Sopir mobil pick up kecil malah membuang di pinggir sungai yang tampak curam.  (ryo/dit)

Sumber: Tribun Manado 31 Januari 2014 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes