Pemerintah Belum Siapkan Meja Kursi

Banjir di Manado 15-1-2014
MANADO, TRIBUN -  Sebagian besar sekolah di Kota Manado yang terendam banjir telah dibersihkan  sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) diharapkan sudah bisa dimulai Senin (27/1/2014) ini. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut)  Siswa Rachmat Mokodongan, Minggu (26/1/2014).

Ia memperkirakan dari 119 sekolah yang diterjang banjir, sebanyah  60 persen dari jumlah itu sudah dibersihkan oleh PNS, TNI dan Polri. Sisanya 40 persennya akan dilanjutkan pembersihannya,  Senin (27/1). "Efektif Selasa (28/1) semua sekolah sudah bisa digunakan," kata Mokodongan.

Menurut dia, seragam sekolah sudah disalurkan khusus untuk murid yang menjadi korban banjir. "Yang tidak kena tentu tidak dapat," katanya. Namun, untuk kursi dan meja, sementara belum bisa disiapkan pemerintah, sehingga solusinya menggunakan kursi meja yang masih tersisa

"Kesepakatannya,  guru dan murid bisa menggunakan yang masih tersisa. Bisa dibersihkan lagi," kata Mokodongan. Dengan segala keterbatasan yang ada pascabanjir, Sekprov berharap anak-anak bisa mulai sekolah kembali, peran orang tua pun penting untuk mewujudkan ini. "Apalagi tak lama lagi Ujian Nasional,. Kesempatan untuk mengejar  kurikulum yang tertinggal," kata dia.

Dia menambahkan, pemerintah sudah memikirkan rehabilitasi sekolah yang rusak akibat banjir. Prioritas merehabilitasi kelas ujian. Semisal SD kelas VI, kemudian SMP dan SMA kelas III. Apalagi, diakuinya, rehabilitasi tak bisa dilakukan untuk 119 sekolah sekaligus. Selain sekolah, rumah ibadah pun menjadi objek yang difokuskan untuk pembersihan dari sampah dan lumpur pascabanjir. "Rumah ibadah jadi target kita bersihkan, selain sekolah," ujarnya.

Ia mengatakan, kerja bakti PNS masih akan berlanjut. Sebagai koordinator kerja bakti, Sekprov mengaku kebagian lokasi di Tikala, Paal 2 Dendengan dan Taas. "Kita bisa lihat kerja bakti ini menunjukkan solidaritas PNS yang tak kenal batas," ungkapnya.

Sementara Providensia Nasional Plus School di Kelurahan Dendengan Dalam belum bisa menjalani KBM Senin (27/1) karena  lumpur masih menghiasi seluruh gedung sekolah serta ruang kelas. Hal itu dikatakan Kepala Yayaysan Providensia, Benny Narasia ketika ditemui sedang membersihkan sekolah itu, Minggu (26/1).

Menurutnya, KBM di sekolah yang dipimpinnya itu akan mulai Senin (3/2).  "Masih banyak yang harus kami lakukan di antaranya membersihkan ruang kelas dari lumpur," ujarnya.

Dia memastikan pada Rabu (29/1, sekolah sudah bersih. Meski begitu, pihaknya akan melakukan fogging terlebih dulu agar para siswa tidak terganggu kuman penyakit. "Kami mengkhawatirkan kesehatan siswa. Sebab saat banjir seperti ini kuman serta bakteri terkumpul di setiap sudut ruangan," jelasnya.

Hal berbeda terlihat di SD Negeri 98 Manado. Sekolah tersebut segera mengadakan KBM mulai hari ini meski situasi sekolah belum sepenuhnya bersih.  Jusnia Sidanguli, guru sekolah tersebut mengatakan, para siswa sudah diwajibkan untuk masuk sekolah hari Senin ini. "Sesuai perintah kepala sekolah,murid harus masuk sekolah," ujarnya. (ryo/rik)

Sumber: Tribun Manado 27 Januari 2014 hal 1
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes